<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Creative Disc - Music Weblog &#187; Time Tunnel</title>
	<atom:link href="http://creativedisc.com/category/reviews/time-tunnel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://creativedisc.com</link>
	<description>Creativedisc.com adalah sebuah music weblog yang ditujukan Khusus untuk mereview Top 40 Chart Radio2 di Indonesia, Single dan Album mancanegara berikut berita tentang musisi &#38; musik Internasional yg terbaru. Tak ketinggalan ada Quiz yang berhadiah CD untuk tiap bulannya dengan dukungan dari pihak Label (Recording Company).</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 02:49:11 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Time Tunnel: Etta James</title>
		<link>http://creativedisc.com/reviews/time-tunnel/time-tunnel-etta-james/</link>
		<comments>http://creativedisc.com/reviews/time-tunnel/time-tunnel-etta-james/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 17:02:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admincd</dc:creator>
				<category><![CDATA[Time Tunnel]]></category>
		<category><![CDATA[etta james]]></category>
		<category><![CDATA[haris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://creativedisc.com/?p=22372</guid>
		<description><![CDATA[Etta James, salah satu diva musik dunia telah meninggalkan kita pada minggu yang lalu. Di akhir pekan ini, tidak ada salahnya menyimak cuplikan ringkas perjalanan karir sang musisi legendaris. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://themusicsover.com/wp-content/uploads/2012/01/etta-james1.jpg" alt="" width="449" height="538" /></p>
<p style="text-align: justify">Pada tanggal 20 Januari 2012 yang lalu kita mendapat kabar duka dengan meninggalnya penyanyi legendaris <strong>Etta James</strong> akibat penyakit Leukimia yang dideritanya. Etta berusia 73 tahun saat menutup mata, namun ternyata ia masih sempat merilis album terbarunya, The Dreamer, pada bulan November 2011. Ini menunjukkan betapa tingginya dedikasi seorang Etta James terhadap profesi yang dipilihnya. Memulai karir sedari tahun 1954, dalam rentang hampir enam puluh tahun, Etta James telah menelurkan 28 album studio, 3 album live dan 6 album kompilasi. Melalui lintas karir yang panjang, dengan vokalnya yang khas, Etta James telah memberi pengaruh yang cukup signifikan terhadap perkembangan musik blues, soul dan RnB kontemporer.</p>
<p style="text-align: justify">Etta James terlahir dengan nama Jamesetta Hawkins pada tanggal 25 Januari 1938, di Los Angeles, California. sedari kecil ia sudah mendapatkan pelatihan vokal yang cukup dan menjadi penarik perhatian saat tampil di gereja lokal. Pada tahun 1950 ia pun pindah ke San Fransisco dan membentuk sebuah trio yang dinamakan Creolettes. Keberadaan Etta kemudian menarik perhatian seorang musisi kenamaan bernama Johnny Otis. lantas Otis mengajak Etta bersama Creolettes untuk bergabung dengan label Modern Records dan mengubah nama kumpulan tersebut menjadi Peaches sekaligus sebagai lahirnya nama panggung Etta James. Hits grup ini adalah Dance With Me, Henry. Tidak butuh lama bagi Etta untuk kemudian meninggalkan grup tersebut dan memulai solo karir. Pada tahun 1960 ia kemudian bergabung bersama Chess Records dan pada tahun 1961, Etta pun merilis album debutnya, At Last!. Etta bergabung bersama Chess Records sampai tahun 1978 dan menghasilkan 13 album.</p>
<p style="text-align: justify">Selepas tersebut, Etta seperti hilang tertelan bumi, meski sebenarnya masih kerap manggung dan sempat merekam album berjudul Changes bersama MCA di tahun 1980. Penyebab terbesar hiatus Etta bisa jadi dengan perlawanan dirinya terhadap kecanduang obat-obatan terlarang dan minuman keras, sebuah momok yang memang kerap menghinggapi kalangan seniman. Tahun 1989 ia kembali dengan album terbarunya, Seven Years Itch, yang menandai sebagai akhir hiatus Etta dan Etta pun kemudian seolah tak berhenti berkarya sampai di penghujung usianya.</p>
<p style="text-align: justify">Etta James menjadi spesial karena dia mampu memberi soul yang kuat dan murni pada setiap nyanyiannya dan di dukung pula dengan penghayatan yang prima, sehingga ia tampil dengan sangat mengesankan. Bahkan Etta James dipercaya memiliki salah satu vokal yang terbaik di dunia. Dirinya pun dipercaya sebagai sosok penting dalam mempengaruhi hidup banyak penyanyi yang kemudian muncul sesudahnya, sebut saja Diana Ross, Christina Aguilera, Janis Joplin, Bonnie Raitt, Shemekia Copeland, Hayley Williams, The Rolling Stones, Rod Stewart, Elkie Brooks, Amy Winehouse, Paloma Faith, Joss Stone hingga yang paling mutakhir, Adele.</p>
<p style="text-align: justify">Untuk mengenal sosok Etta James, mungkin bisa dilakukan dengan menyimak karya-karyanya. Tentu saja memerlukan waktu yang tidak singkat untuk dapat menyimak keseluruhan karya Etta James. Namun, About.com sudah berbaik hati membuat daftar 10 lagu milik Etta James yang dianggap terbaik dan dapat menjadi wakil untuk mengeksplorasi kehandalan bermusik seorang Etta James.</p>
<p style="text-align: justify">Berikut 10 Lagu Terbaik Etta James versi About.com</p>
<p>1. &#8220;All I Could Do Is Cry&#8221; (1960)<br />
2. &#8220;At Last&#8221; (1961)<br />
3. &#8220;I&#8217;d Rather Go Blind&#8221; (1967)<br />
4. &#8220;I&#8217;ve Been Loving You Too Long&#8221; (1997)<br />
5. &#8220;Good Rocking Daddy&#8221; (1955)<br />
6. &#8220;Something&#8217;s Got A Hold On Me&#8221; (1961)<br />
7. &#8220;Tell Mama&#8221; (1967)<br />
8. “The Sky Is Crying” (2004)<br />
9. “The Wallflower” (1954)<br />
10. “Trust In Me” (1961)</p>
<p>Untuk ulasan lengkapnya, dapat disimak <a href="http://blues.about.com/od/folkartistsah/tp/Etta-James-Best-Songs.htm">disini.</a></p>
<p style="text-align: justify">Selamat tinggal Etta James. Terimakasih sudah memberikan sesuatu yang luar biasa untuk para penikmat musik dunia. Karya-karyamu akan selalu dikenang sepanjang masa sebagai wariasan seni budaya yang adi luhung. Doa kami menyertaimu.</p>
<p><em>Discography lengkap Etta James dapat disimak <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Etta_James_discography"> disini.</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://creativedisc.com/reviews/time-tunnel/time-tunnel-etta-james/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Time Tunnel: Gabrielle</title>
		<link>http://creativedisc.com/reviews/time-tunnel/time-tunnel-gabrielle/</link>
		<comments>http://creativedisc.com/reviews/time-tunnel/time-tunnel-gabrielle/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 17:09:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admincd</dc:creator>
				<category><![CDATA[Time Tunnel]]></category>
		<category><![CDATA[ai hasibuan]]></category>
		<category><![CDATA[gabrielle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://creativedisc.com/?p=22174</guid>
		<description><![CDATA[Dengan gaya rambut pendek ikal dan penutup sebelah mata membuat gaya yang iconic. Lagu-lagu soul yang easy listening darinya pun masih jadi favorit kita sampai saat ini. Dialah Gabrielle, dan dia hadir di Time Tunnel.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://userserve-ak.last.fm/serve/_/2711961/Gabrielle+2.jpg" alt="" width="438" height="465" /></p>
<p style="text-align: justify">Mungkin bagi <strong>Gabrielle </strong>gaya rambut ikal dan mengenakan penutup mata merupakan gaya ternyamannya ketika tampil. Nyaman a la Gabreille kemudian diterjemahkan sebagai icon bagi orang banyak. Dan jadilah kebaradaannya sebagai seorang penampil susah untuk dilupakan. Tapi sebenarnya bukan hanya atas penampilan saja dirinya tampil menonjol, karena lagu-lagu yang dinyanyikannya pun susah untuk dilupakan. Mau bukti? Boleh. &#8216;Out Of Reach&#8217; dari tahun 2001. Lagu yang sudah berumur lebih dari satu dekade ini sampai sekarang masih menjadi favorit. Musiknya yang enak didengar, liriknya yang cukup menyayat hati, serta keberadaannya sebagai soundtrack untuk film &#8220;Bridget&#8217;s Jones Diary&#8221; adalah 3 dari begitu banyaknya alasan bagi setiap individu untuk menyukai lagu ini.</p>
<p style="text-align: justify">Gabrielle terlahir dengan nama Louisa Gabrielle Bobb pada 16 April 1970 di Hackney, London. Sebelum menjadi penyanyi profesional, Gabrielle dengan suka rela menyanyi tanpa bayaran di club-club di London. Bisa jadi perilakunya ini diartikan sebagai latihan untuk mewujudkan impian sebagai artis rekaman. Karena kemudian, Gabrielle membuat sebuah rekaman demo untuk diserahkannya ke label. Sebuah kontrak bersama Go Beat dalam distribusi Universal Records dimenangkannya. Di tahun 1993 debut single berjudul &#8216;Dreams&#8217; berhasil menduduki puncak tangga lagu Inggris. Dan kalau kamu ingin tahu gaya bagaimana yang iconic tadi, lihatlah artwork untuk cover single ini. Debut albumnya pun menyusul. Dirilis mendekati akhir tahun 1993, &#8220;Find Your Way&#8221; masuk dalam Top 10 Album di UK.</p>
<p style="text-align: justify">Apresiasi terhadap kehadirannya sebagai artis pendatang baru tidak hanya terlihat dari chart, karena di penghargaan musik paling beken di UK, BRIT Awards, Gabrielle berhasil menyabet gelar British Breakthrough Act di tahun 1995. Tapi ini bukan satu-satunya BRIT yang dia terima, karena di tahun 1997 gelar Best British Female dimenangkannya. <em>Self-titled album</em> yang dirilis di tahun 1996 pasti menjadi alasan terbesar untuk itu. Dalam 5 tahun pertama karirnya sebagai artis rekaman, Gabrielle sudah mengantongi 9 lagu Top 40, 5 di antaranya ada di Top 10.</p>
<p style="text-align: justify">Saat pohon semakin tinggi menjulang, saat itu pula angin terasa lebih kencang dari biasa. Gabrielle menjadi bulan-bulanan media ketika tak lama dari melahirkan seorang bayi laki-laki yang diberi nama Jordan, ayah anaknya tersebut harus mendekam dalam penjara terkait kasus pembunuhan. Saat itulah dirinya berusaha untuk bangkit dan menandai kebangkitan dengan single dan album yang berjudul sama, &#8220;Rise&#8221;. &#8220;Rise&#8217; sebagai single menjadi lagu kedua Gabrielle yang berhasil <em>peak</em> di puncak UK Singles Chart,  sementara albumnya menjadi album Gabrielle pertama yang jadi nomor 1. Bolehlah ini dikatakan sebagai puncak karir Gabrielle. Lagu Top 40-nya pun bertambah dengan &#8216;Sunshine&#8217; (yang juga masuk dalam kompilasi MTV Fantastic Females 3, kompilasi lagu-lagu oleh vokalis wanita yang dibuat MTV Asia), &#8216;When A Woman&#8217;, dan &#8216;Should I Stay&#8217;. Setelahnya barulah &#8216;Out Of Reach&#8217; hadir. Lagu ini dipersembahkan khusus bagi film &#8220;Bridget Jones&#8217; Diary&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify">Di tahun 2001 Gabrielle melihat ke belakang sejenak perjalanan karirnya dengan membuat album kompilasi &#8220;Dreams Can Come True, Greatest Hits Vol. 1&#8243;. Dari judulnya sudah ketahuan kan berdasar pada debut single-nya yang begitu kuat memposisikan Gabrielle sebagai artis papan atas. Dari sini ada single &#8216;Don&#8217;t Need the Sun to Shine (to Make Me Smile)&#8217; yang peak di posisi 9. Itu adalah lagu terakhirnya yang mendapat posisi mantap di chart, karena saat album &#8220;Play To Win&#8221; dirilis di tahun 2004, single andalannya &#8216;Stay The Same&#8217; hanya mampu bercokol di posisi 20. Dan &#8216;Stay The Same&#8217; pun menjadi lagu Top 40 terakhirnya, karena setelah itu, tidak ada ada lagi lagu Gabrielle yang menghiasi Top 40 di UK Singles Chart, meskipun di 2007 album terakhirnya dirilis, &#8220;Always&#8221; dan sempat menampilkan Paul Weller di single &#8216;Why&#8217;.</p>
<p style="text-align: justify">Semenjak itu, Gabrielle tidak begitu aktif lagi bekerja di studio. Dirinya hanya keliling untuk untuk tur dan tampil di festival musik. Sempat terhembus kabar di tahun 2010 kalau dirinya akan melakukan comeback dengan merilis album di sekitaran akhir 2011 hingga awal 2012 ini. Kita tunggu saja apakah kabar burung tersebut akan benar-benar terbukti dengan kehadiran vokalis soul yang berkarakter ini. Gabrielle tak hanya menyanyikan lagu-lagu ungkapan perasaannya sendiri &#8216;Dreams&#8217; dan &#8216;Rise&#8217;, tapi juga kerap mewakili berbagai perasaan yang para pendengarnya. Naik turunnya sebuah hubungan (&#8217;Sometimes&#8217;), hopeless-nya sebuah harapan (&#8217;Out Of Reach&#8217;), atau pernyataan kegembiraan terhadap kehadiran seseorang dalam hidup kita (&#8217;Sunshine&#8217;).</p>
<p><strong>(Ai Hasibuan / CreativeDisc Contributor)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://creativedisc.com/reviews/time-tunnel/time-tunnel-gabrielle/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Time Tunnel: Emilia</title>
		<link>http://creativedisc.com/reviews/time-tunnel/time-tunnel-emilia/</link>
		<comments>http://creativedisc.com/reviews/time-tunnel/time-tunnel-emilia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Nov 2011 17:20:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admincd</dc:creator>
				<category><![CDATA[Time Tunnel]]></category>
		<category><![CDATA[ai hasibuan]]></category>
		<category><![CDATA[emilia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://creativedisc.com/?p=21262</guid>
		<description><![CDATA[This is Emilia. Yep, Emilia yang dikenang sebagai the most popular one hit wonder. Emilia yang nyanyi 'Big Big World'. Dirinya tampil di Time Tunnel edisi pekan ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://1.bp.blogspot.com/_mHNOL7ESVGc/TSS4VkniAgI/AAAAAAAAB8Q/0TjVdn3GMz4/s1600/emilia-big-big-world%253Dzackylicioustuff.jpg" alt="" width="400" height="400" /></p>
<p style="text-align: justify">Mungkin dunia ini mengenal <strong>Emilia</strong> hanyalah sebagai <em>one hit wonder</em>. Kurang lebih demikian. Debutnya lewat single &#8216;Big Big World&#8217; dan juga album yang berjudul serupa di tahun 1998 memang hit yang mengglobal. Tercatat menjadi lagu nomor 1 di beberapa negara di Eropa dan Asia, Top 20 di Australia, juga masuk dalam jajaran Billoard Hit 100 Singles di Amerika. Apakah ini mengesankan? Jelas! Tapi sayangnya, pasca &#8216;Big Big World&#8217;, nasib single dan album Emilia berbalik menjadi mengenaskan. Dirinya kesusahan untuk mencetak hit lain maupun menjual albumnya.</p>
<p style="text-align: justify">Emilia Rydberg, atau yang juga dikenal luas dengan nama Emilia, adalah penyanyi pop dan soul asal Stockholm, Swedia. Nah, tempat ini sepertinya memang ditakdirkan untuk menjadi salah satu pabrik musik pop terbaik dunia. Ingat ABBA? Ingat Roxette? Mereka-mereka itu adalah 2 contoh besar musisi pop yang memiliki sukses global yang berasal dari Swedia. Bahkan, orang yang menemukan bakat pada diri Emilia adalah anak manajernya ABBA lho. Lasse Anderson namanya. Kemudian, Emilia dan Lasse menulis lagu &#8216;Big Big World&#8217; bersama, dan kemudian karyanya didistribusikan via Universal. Sukses diraihnya, seperti apa yang tertera di atas. Emilia dengan suara yang lembut menjadi ciri khasnya sebagai penyanyi. Sedangkan sebagai tampilan, Emilia dengan rambut keriting panjang yang ngembang adalah citranya.</p>
<p style="text-align: justify">Sedikit mengulas tentang Emilia, secara fisik. Dirinya berasal dari Swedia, tapi kelihatan tidak seperti ras kaukasoid. Itu dikarenakan cewek yang lahir di 5 Januari 1978 ini memiliki ayah seorang Etiopia dan ibu seorang Swedia. Percampuran yang unik, yang justru melekatkan Emilia ke ciri-ciri fisik orang India.</p>
<p style="text-align: justify">Kembali ke musik. Album &#8220;Big Big World&#8221; dirilis di tahun 1999, berisi 10 lagu dalam 12 buah track. 2 Track terakhir merupakan versi remix single &#8216;Big Big World&#8217; dan lagu &#8216;Maybe, Baby&#8217;. Single kedua dari album ini sendiri adalah &#8216;Good Sign&#8217; namun gagal di pasaran. Begitu juga dengan single &#8216;Twist Of Fate&#8217;. Enggak ada yang bisa mengulang prestasi yang dicetak &#8216;Big Big World&#8217;. Inilah yang menyebabkan Emilia begitu lekatnya dengan pencitraan one hit wonder tadi. Lebih parahnya, rekaman yang dihasilkan Emilia berikutnya enggak ada yang ngetop. Di tahun 2000 dirinya merilis self-titled album yang mengecewakannya parah. Single &#8216;Kiss By Kiss&#8217; cukup mendapat tempat di radio negara-negara di Eropa. Di Indonesia sendiri lagu ini juga pernah mengudara. Tapi kalau disandingkan dengan &#8216;Big Big World&#8217;, lagi, tidak ada apa-apanya.</p>
<p style="text-align: justify">Kenyataan tersebut membuat Emilia harus menahan nafsunya untuk kembali ke studio rekaman. Dirinya tidak lagi dinaungi Universal. Butuh waktu kurang lebih 7 tahun bagi Emilia untuk kembali ke industri ini. Hingga akhirnya di tahun 2007 dirinya merilis album berbahasa Swedia, &#8220;Små ord av kärlek&#8221; bersama Bonnier Music Sweden. Dirinya harus bersabar menunggu 2 tahun dari situ untuk kembali ke major label. Karena di tahun 2009 dirinya bersama Warner Music merilis album keempatnya yang diberi judul &#8220;My World&#8221;. Album ini membawa Emilia ke definisi sukses lain, selain penjualan tentunya. Dirinya mengikuti kontes Melodifestivalen, kontes nasional dimana pemenangnya akan menjadi wakil Swedia di ajang Eurovision Song Contest. Ini terjadi di tahun 2009, dirinya menyanyikan lagu &#8216;You&#8217;re My World&#8217; yang diciptakannya bersama Fredrik Bostrom. Ini hal lain yang harus diketahui dari seorang Emilia, dirinya selalu terlibat dalam penulisan lagu-lagunya!</p>
<p style="text-align: justify">Meskipun enggak kesampaian ke Eurovision di tahun itu, Emilia tetap semangat membuat dirinya ngehits kembali. Di pertengahan tahun 2009, single &#8216;Teardrops&#8217; dirilisnya. Sambutan yang diterima? Negatif. Emilia tetaplah menjadi Emilia yang sedari awal sudah kita kenal. Gadis manis yang melantunkan &#8216;Big Big World&#8217;, dan sayangnya hanya ngetop dengan satu lagu itu saja.</p>
<p><strong>(Ai Hasibuan / CreativeDisc Contributor)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://creativedisc.com/reviews/time-tunnel/time-tunnel-emilia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Time Tunnel: LFO</title>
		<link>http://creativedisc.com/reviews/time-tunnel/time-tunnel-lfo/</link>
		<comments>http://creativedisc.com/reviews/time-tunnel/time-tunnel-lfo/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Oct 2011 17:05:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admincd</dc:creator>
				<category><![CDATA[Time Tunnel]]></category>
		<category><![CDATA[ai hasibuan]]></category>
		<category><![CDATA[LFO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://creativedisc.com/?p=20440</guid>
		<description><![CDATA[Pastilah ingat nama LFO. Boyband yang terdiri dari 3 orang yang lumayan terkenal saat masa-masa kejayaan boyband/girlband di dekade 90-an. Mereka ada di Time Tunnel pekan ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i51.tinypic.com/igcakp.jpg" alt="" /></p>
<p>Sebenarnya bukan perkara berapa banyak anggota dalam sebuah grup vokal yang menjadikan mereka menarik. Tapi bagaimana mereka memaksimalkan potensi yang ada sehingga menjual. Contohnya <strong>LFO</strong>, boyband asal Amerika Serikat yang terdiri dari 3 orang, Rich Cronin, Devin Lima, dan Brad Fischetti ini. Kalau dari jumlah personel, mereka memang kalah banyak dari boyband yang ngetop seangkatan; Backstreet Boys,*NSync, dan Boyzone. Tapi mereka punya musik pop berpadu R&amp;B yang enggak hanya dihadirkan dengan nyanyian yang harmonis, tapi mereka juga punya rap sebagai pewarnanya. Jadi deh LFO menonjol di antara boyband-boyband tadi. Tapi sebenarnya, formasi Rich, Devin, dan Brad ini bukanlah formasi original. Karena cikal bakal LFO adalah di tahun 1995 saat Rich berkenalan dengan Brian Gillis dan memulai proyek musik mereka. Tapi karena merasa duo bukanlah formasi yang cocok, mereka mengajak serta Brad, dan jadilah Lyte Funky Ones sebagai sebuah trio. Mereka memfokuskan diri sebagai penyanyi lagu daur ulang, alias menyanyikan lagu yang sebelumnya sudah pernah ngetop oleh penyanyi lain. Yaitu &#8216;Can&#8217;t Have You&#8217;, dinyanyikan oleh Yvonne Elliman ditulis oleh Bee Gees. Lagu ini nge-chart di UK meskipun enggak menyentuh Top 40. Selanjutnya, mereka menyanyikan &#8216;Step By Step&#8217;, hit dari New Kids On The Block. Sayangnya nasib baik belum menghampiri. Karena putus asa dan enggak puas dengan hasil yang dicapai sejauh ini, Brian memutuskan untuk keluar dari grup dan mencoba peruntungan di solo karir.</p>
<p>Lyte Funky Ones yang tersisa, Rich dan Brad pun merasa terpacu untuk meraih sukses pasca ditinggal Brian. Mereka mengadakan audisi untuk mencari pengganti, dan didapatlah Devin. Mereka sedikit melakukan perubahan di nama mereka, menjadi lebih singkat dan catchy, LFO. Tapi di UK mereka enggak bisa make nama ini karena sudah dipake terlebih dahulu sama grup dance yang bernanung di label Warp Records. Langkah awal di hari yang baru adalah merekam ulang lagu &#8216;Summer Girls&#8217; sebagai demo. Ini lagu sebelumnya pernah direkam dengan vokal Brian di dalamnya. Lagu inilah tonggak sukses komersial LFO. Mereka dikontrak oleh Clive Davis yang mendistribusikan musik mereka via Arista Records. Single tersebut meroket ke Top 3 chart Billboard Hot 100 termasuk posisi puncak Billboard Singles Chart. Selain itu, &#8216;Summer Girls&#8217; pun nge-hits di radio dan televisi. LFO dinyatakan BERHASIL!</p>
<p><img src="http://i52.tinypic.com/112en9i.jpg" alt="" /><br />
Setelah ini, LFO dengan langkah pasti merilis debut album mereka di tahun 1999. Self-titled debut album tersebut terjual sebanyak 2,5 juta kopi di seluruh dunia dan kembali menelurkan Top 10 Hit, &#8216;Girl On TV&#8217;. Mereka menggandeng aktris Jennifer Love Hewitt sebagai bitang video klipnya. Lagu ini adalah hit terbesar mereka di UK, peak di posisi 6. Meskipun debut album mereka disebarkan dalam formasi Rich-Brad-Devin, tapi pihak label sengaja untuk tetap mengedarkan album tersebut dengan beberapa lagu yang terlanjur direkam dengan vokal Brian di dalamnya. Album LFO sendiri menjadi berasa menarik dengan kondisi tersebut. Single lainnya yang dirilis dari album ini adalah &#8216;I Don&#8217;t Wanna Kiss You Goodnight&#8217;. Sebuah lagu pop ballad yang menyentuh. Kegiatan yang pasti tak terelakkan pasca perilisan album ini adalah promo. Mereka melakukan pagelaran tur konser yang terdiri dari 230 pertunjukan sepanjang tahun 2000. Penghargaan musik yang mereka peroleh atas debut ini adalah Nickelodeon Kids&#8217; Choice Award untuk kategori Favorite Group Of The Year di tahun 2000. Keberadaan LFO pun sudah bisa dikategorikan mewabah. Figur mereka diciptakan dalam bentuk boneka, tampil di tayangan televisi untuk Nickelodeon dan MTV.</p>
<p>Di tahun 2001, album kedua mereka, &#8220;Life Is Good&#8221; diluncurkan. Dua buah single yang dirilis dari album ini, &#8216;Every Other Time&#8217; dan &#8216;Life Is Good&#8217; sangat timpang dibanding single-single yang dirilis dari album pertama mereka. Entah mengapa album ini tidak menggapai sukses, padahal di dalamnya mereka sudah mengajak kolaborasi artis-artis lain untuk memberi variasi. Trio hip-hop De La Soul, duo hip-hop M.O.P., dan solois Kelis menjadi bintang tamu. Salah satu lagu di dalamnya, &#8216;6 Minutes&#8217; kemudian dinyanyikan ulang oleh Jonas Brothers untuk album mereka &#8220;It&#8217;s About Time&#8221;. Karena melempemnya album kedua ini, mereka pun memutuskan untuk beristirahat dari kegiatan musik bersama untuk memberikan peluang bagi masing-masing anggota untuk mengejar impian secara sendiri-sendiri.</p>
<p><img src="http://i56.tinypic.com/2mwgkgm.jpg" alt="" /><br />
Rich membentuk grup vokal baru di tahun 2003, Bad Mood Mike. Proyek ini gagal, bahkan tidak sampai merilis album. Pantang menyerah, Rich membuat grup lain bersama Doug Ray, yaitu Loose Cannons, hingga akhirnya Rich masuk dalam tayangan televisi VH1, &#8220;Mission: Man Band&#8221;. Devin pun demikian. Dirinya membuat band baru, bernama The Cadbury Diesel. Bedanya dari Rich, Devin dkk berhasil membuat album di tahun 2008 dengan judul &#8220;Mozart Popart&#8221;. Merasa hopeless di grup, Rich pun ambil jalur solo. Dirinya berhasil merilis album &#8220;Billion Dollar Sound&#8221; di tahun 2008 juga via Orange Freeze Records. Tapi tak satupun proyek mereka ini bisa dikategorikan sukses.</p>
<p>Merasa sudah cukup wara-wiri, LFO akhirnya bersatu kembali di pertengahan tahun 2009. Mereka membuat pengumuman via MySpace bahwa Rich, Brad, dan Devin sudah kembali bermusik bersama. Pertama adalah dengan penampilan dalam konser tur Malcolm Douglas Tribute bersama Rookie of the Year, Go Crash Audio, dan Kiernan McMullan. Selanjutnya, sebuah lagu baru baru berjudul &#8216;Summer of My Life&#8217; beredar di dunia maya, diisukan sebagai single pertama LFO pasca hiatus. Tapi sayangnya, dari pengumuman pengaktifan kembali LFO tersebut tak lama keluarlah pengumuman bahwa LFO resi dibubarkan. Via YouTube mereka mengeluarkan pernyataan resmi kalau tidak akan ada kelanjutan dari grup LFO ini. Kegiatan dari masing-masing personel pun tidak diketahui, hingga di tahun 2010 yang lalu, Rich meninggal dunia. Tepatnya di tanggal 8 September 2010, pada usia 36 tahun. Rich meninggal karena kanker darah dan stroke.</p>
<p><strong>(Ai Hasibuan / CreativeDisc Contributor)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://creativedisc.com/reviews/time-tunnel/time-tunnel-lfo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Time Tunnel: Savage Garden</title>
		<link>http://creativedisc.com/reviews/time-tunnel/time-tunnel-savage-garden/</link>
		<comments>http://creativedisc.com/reviews/time-tunnel/time-tunnel-savage-garden/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Sep 2011 17:04:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admincd</dc:creator>
				<category><![CDATA[Time Tunnel]]></category>
		<category><![CDATA[joe ari]]></category>
		<category><![CDATA[savage garden]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://creativedisc.com/?p=19847</guid>
		<description><![CDATA[Kehadiran duo Australia ini pada awal '90an memang tergolong singkat, namun siapa sangka hanya dengan bermodalkan dua buah studio album, bisa merebut pecinta musik dunia? Siapa dia, ya inilah Savage Garden yang menjadi Time Tunnel minggu ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://wweb.uta.edu/faculty/gghunt/charts/savagegarden.jpg" alt="" /><strong>The Journey Begin:</strong><br />
<strong>Savage Garden</strong> yang terdiri atas Darren Hayes yang berada pada vokal dan Daniel Jones di posisi keyboard/gitar merupakan duo dari Brisbane, Queensland Australia yang dibentuk pada tahun 1994. Sang multi-instrumentalist juga produser Daniel Jones-lah yang memprakarsai. Awalnya sendiri juga simple, Daniel mencari seorang vokalis untuk band yang diusung bersama kakaknya, Red Edge. Saat itu, Darren yang sedang kuliah di universitas Australia hanya satu-satunya orang yang mengikuti audisi tersebut dan terbentuklah, Red Edge hingga pada tahun 1994 Darren dan Daniel meninggalkan grup tersebut dan memutuskan untuk membuat materi baru dan menginginkan karir bermusik yang lebih berkembang, dan pada akhirnya mengubah nama grup mereka yang di ambil dari salah satu kalimat  novel terkenal karangan Anne Rice, The Vampire Chronicles &#8220;<em>The mind of each man is a savage garden</em>&#8220;, dan dari sinilah terbentuknya Savaga Garden. Tidak mudah untuk memulai awal perjalanan karir mereka, membuat demo tape sebanyak 150 kopi dan dikirimkan ke label, hanya ada satu produser dan label yang tertarik hingga keberuntungan hinggap dengan bertemu Charles FIsher yang menjadi produser mereka. Charles Fisher sendiri sebelumnya pernah menangani duo Australia juga, Air Supply.</p>
<p><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/f/fa/Savage_Garden-Savage_Garden_%28album_cover%29.jpg" alt="" /><strong>Savage Garden </strong><br />
Tidak sia-sia akan penantian mereka, debut album dengan judul yang sama dengan nama group mereka, Savage Garden dirilis pada tahun 1996. Mengandalkan musik pop dan terkadang diramu dengan campuran elektronika, single pertama &#8220;I Want You&#8221; selain sukses di Australia, juga sukses di Amerika. Single demi single dirilis dan berhasil menempati chart seperti &#8220;To the Moon and Back&#8221;,  sampai pada single ballad &#8220;Truly Madly Deeply&#8221; berhasil menempati posisi 1 Hot 100 di Billboard dan UK Chart. Single lain seperti  &#8220;Break Me Shake Me&#8221;, &#8220;Universe&#8221; &#8220;All Around Me&#8221;, &#8220;Tears Of Pearls&#8221; hingga &#8220;Santa Monica&#8221;, meski tidak menempati posisi chart teratas, membuat duo ini semakin diperhitungkan. Tercatat 18 juta kopi terjual di seluruh dunia. Angka yang fantastis! Disela-sela kesuksesannya, Savage Garden juga merilis single yang masuk ke dalam sebuah soundtrack untuk film The Other Sister, &#8220;The Animal Song&#8221; dan tentunya berhasil merangsek ke posisi 19 di Hot 100 Billboard, peringkat yang tidak mengecewakan tentunya.</p>
<p><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/8/8b/Savagegarden-affirmation.jpg/220px-Savagegarden-affirmation.jpg" alt="" /><strong>Affirmation </strong><br />
3 tahun setelah merilis debut album, Affirmation dirilis sebagai perjalan dalam karir mereka. Sayangnya, Affirmation menjadi album terakhir kebersamaan Daniel dan Darren. &#8220;The Animal Song&#8221; yang dirilis sebelumnya juga menjadi bagian pada album ini. Melanjutkan sukses &#8220;Truly Madly Deeply&#8221;, &#8220;I Knew I Loved You&#8221; dirilis. SIngle dengan nuansa ballad ini dirilis dan berhasil menempati posisi besar di berbagai chart dunia, kembali menempati posisi nomor 1 di Hot 100 Billboard merupakan single terakhir mereka yang berada di chart tersebut. Hanya itu? &#8220;Crash and Burn&#8221;, &#8220;Chained to You&#8221;, &#8220;Hold Me&#8221; hingga &#8220;The Best Thing&#8221; yang dirilis terakhir menjadi single penutup album Affirmation. 13 juta kopi untuk penjualan album kedua mereka bukan merupakan angka yang main-main.</p>
<p><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/4/4a/TrulyMadlyDeeply.jpg/220px-TrulyMadlyDeeply.jpg" alt="" /><strong>Split/Compilation Album </strong><br />
Sudah menjadi hal yang jamak dan lumrah jika pada akhirnya duo ini memutuskan untuk bubar. Di samping banyaknya spekulasi pada tahun 2000 setelah album kedua dirilis, Darren sendiri tampaknya sudah memiliki ancang-ancang untuk bersolo karier. Puncaknya, pada tahun 2001, Darren mengumumkan bahwa mereka memutuskan untuk bubar setelah album kedua dirilis. Untuk reuni yang kabarnya sempat berkembang pada tahun 2007 tampaknya tidak akan terjadi. Keinginan kuat pada Darren untuk bersolo karierlah yang sangat tidak memungkinkan Savage Garden muncul kembali. Meski begitu, Darren mencoba peruntungannya sebagai solois. Meski tidak seberapa sukses, namun single yang dihasilkannya seperti &#8220;Insatiable&#8221; sempat wara wiri di chart, dan sampai saat ini tidak ada sesuatu yang istimewa baik dari album maupun single dari sang vokalis. Sedangkan Jones sendiri memulai bisnis pribadinyam yakni membuat label rekaman studio dengan nama Meridien Musik dan bertujuan mewadahi penyanyi berbakat di Australia, Bachelor Girl salah satunya yang menjadi jebolan label milik Daniel.</p>
<p>Sebagai akhir kebersamaan mereka, Truly Madly Completely: The Best of Savage Garden dirilis yang berisikan single-single terbaik mereka. Selain dirilis dalam bentuk standar CD, edisi terbatas dalam format CD dan DVD juga tersedia dengan berisikan 7 buah video klip. Tidak hanya berisikan single-single terbaik mereka, Darren Hayes juga menyumbangkan satu buah single &#8220;So Beautiful&#8221;. Meski hanya mengeluarkan dua buah album, namun untuk ukuran grup seperti Savage Garden, menjual 30juta kopi di seluruh dunia merupakan angka yang luar biasa. Single-singlenya sendiri sampai saat ini masih akan selalu diingat, terutama &#8220;Truly, Madly, Deeply&#8221; single ballad yang akan membuat siapapun meleleh mendengarnya. &#8220;<em> I wanna stand with you on a mountain, I wanna bathe with you in the sea, I wanna lay like this forever, untill the sky falls down on me</em>&#8221; <em>so romantic&#8230;</em></p>
<p><strong>(Joe Ari Darius/CreativeDisc Contributors)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://creativedisc.com/reviews/time-tunnel/time-tunnel-savage-garden/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Time Tunnel: C21</title>
		<link>http://creativedisc.com/reviews/time-tunnel/time-tunnel-c21/</link>
		<comments>http://creativedisc.com/reviews/time-tunnel/time-tunnel-c21/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Sep 2011 17:04:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admincd</dc:creator>
				<category><![CDATA[Time Tunnel]]></category>
		<category><![CDATA[ai hasibuan]]></category>
		<category><![CDATA[c21]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://creativedisc.com/?p=19497</guid>
		<description><![CDATA[Kehadiran mereka memang hanya sebentar, tapi sepertinya bagi penggemar musik pop di Indonesia, yang sebentar itu berbekas lama. Trio C21 sempat mengunjungi tanah air dalam mempromosikan album mereka. Dan kini mereka hadir kembali dalam Time Tunnel.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://userserve-ak.last.fm/serve/_/5234107/C21+short_news_2295.jpg" alt="" width="450"></p>
<p>Nama C21 mungkin muncul setelah era musik pop di akhir dekade 90-an hingga awal 2000-an berakhir. Namun, mereka justru dibentuk saat era vokalis maupun vokal grup yang nge-pop sedang berjaya, yakni di tahun 1998. Di Denmark, Søren Bregendal, Esben Duus, dan David Pepke tergabung dalam boyband C21. Dimana awalnya adalah ketidaksengajaan Lars Quang, produser musik yang mendengar Søren bernyanyi di ruangan loker di pertandingan sepakbola anak dari si produser. Lars pun mengundang Søren ke studio, dan Søren mengajak temannya, Esben untuk bergabung. Kemudian, ketika mereka berdua memulai perjalanan musik bersama dengan manggung dari pesta ke pesta, keduanya bertemu dengan David. Dan jadilah C21 sebagai trio, bukan lagi duo. Butuh waktu kurang lebih 5 tahun hingga akhirnya mereka bisa merekam suara di studio hingga menghasilkan album rekaman.</p>
<p>Selama 5 tahun itu, C21 adalah grup vokal yang tampil secara nasional di Denmark. Mengumpulkan fans lewat situs internet sekaligus manggung dari kota ke kota. Mereka menghibur lebih dari 40.000 orang saat musim Hari Raya Natal hingga Tahun Baru. Dan saat excitement tersebut memuncak, di awal tahun 2003 album &#8220;C21&#8243; akhirnya dirilis via Medley Records dengan rilisan internasional via EMI. Ada 14 buah track yang ada di album ini. Untuk albumnya, Søren, Esben, dan David terlibat dalam penulisan lagu. Berikut Lars Quang yang memproduseri album tersebut. Hit single &#8216;Stuck In My Heart&#8217;, &#8216;You Are The One&#8217;, dan &#8216;She Cries&#8217; adalah langkah awal yang kuat bagi boyband ini. Popularitas mereka di Asia membuat album ini mendapat bonus track &#8216;One Night In Bangkok&#8217; dalam rilisan Asia Tenggaranya. Ini adalah lagu dari tahun 80-an yang dinyanyikan ulang oleh mereka. Keempatnya cukup sukses di chart di Denmark. Masuk dalam Top 10, kecuali &#8216;One Night In Bangkok&#8217; yang hanya sanggup peak di posisi 11. C21 pun sempat mampir ke Indonesia sambil mempromosikan debut album mereka.</p>
<p>Bertolak dari kesuksesan album pertamanya ini, C21 pun merilis album keduanya di tahun 2004. Berjudul &#8220;Listen&#8221;, album ini dirilis via Capitol Records. Sayangnya, enggak sehebat penjualan yang dihasilkan dari album pertama mereka. &#8220;Listen&#8221; hanya punya satu lagu yang masuk ke Top 10, yaitu &#8216;All That I Want&#8217;. Dan single keduanya &#8216;Tell Me Why It Ain&#8217;t Easy&#8217; tidak nge-chart di Denmark. Masing-masing Søren, Esben, dan David pun masih terlibat dalam penulisan lagu di dalamnya, dan masih diproduseri oleh Lars juga. Tapi album ini jauh dari apa yang mereka dapatkan lewat debut album. Dan pada saat ini, musik pop sudah turun panggung. Tidak segemilang era sebelumnya. Melihat ketidakmungkinan sukses bersama di masa depan, Esben pun mengundurkan diri dari formasi C21, meninggalkan Søren dan David yang tengah mengerjakan album ketiga mereka. Tapi kemudian, mereka berdua memutuskan untuk berpisah. Dengan ini, C21 pun secara resmi bubar.</p>
<p>Yang membuat C21 berbeda dari boyband lain adalah setiap kali tampil, mereka enggak mengandalkan gaya nyanyi sambil nari seperti kebanyakan boyband yang ada. Tapi mereka tampil dengan bernyanyi dengan salah satu anggotanya, David bermain gitar. Kini, pasca pembubaran C21, belum ada gebrakan yang besar dari mantan personelnya. Hanya saja sepertinya Søren yang kukuh ingin bertahan dalam dunia entertainment, yaitu nyanyi dan akting, setelah mengesampingkan impiannya dalam bidang olahraga untuk membentuk boyband C21 tentunya.</p>
<p><strong>(Ai Hasibuan / CreativeDisc Contributor)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://creativedisc.com/reviews/time-tunnel/time-tunnel-c21/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Behind The Music/Time Tunnel Special: Nikki Anders</title>
		<link>http://creativedisc.com/reviews/time-tunnel/behind-the-musictime-tunnel-special-nikki-anders/</link>
		<comments>http://creativedisc.com/reviews/time-tunnel/behind-the-musictime-tunnel-special-nikki-anders/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Sep 2011 17:04:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admincd</dc:creator>
				<category><![CDATA[Behind The Music]]></category>
		<category><![CDATA[Time Tunnel]]></category>
		<category><![CDATA[ai hasibuan]]></category>
		<category><![CDATA[nikki anders]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://creativedisc.com/reviews/time-tunnel/behind-the-musictime-tunnel-special-nikki-anders/</guid>
		<description><![CDATA[Kalau suka Glee, pasti sering nemu nama Nikki Anders di credit title album soundtrack serial TV Fox tersebut. Apalagi kalau nonton The Glee Project, di setiap episode-nya pasti ngeliat wanita cantik ini. Tapi tahukan kamu bahwa Nikki pernah sebagai seorang performer? Ini dia Behind The Music dan Time Tunnel edisi spesial  Nikki Anders.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://premierguidemedia.com/wp-content/uploads/2011/06/Nikki-Anders.jpg" alt="" /></p>
<p>Perkenalkan <strong>Nikki Anders</strong>. Wanita yang berasal dari Waverly, Iowa ini sekarang dikenal sebagai produser vokal untuk para Glee Cast. Jadi, ketika kamu mendengarkan lagu-lagu yang berasal dari serial Glee, Nikki pasti berada di studio saat Glee Cast take vocal. Namanya semakin mencuat saat menjadi mentor untuk audisi &#8220;The Glee Project&#8221; yang tayang di channel Oxygen di Amerika sejak 12 Juni hingga 21 Agustus lalu. Peran Nikki adalah untuk memandu 12 finalis di sesi rekaman mereka. Memberikan arahan bagaimana untuk menghasilkan vokal terbaik masing-masing di tiap-tiap episode. Juga menentukan siapa yang akan berada di tiga terbawah setiap minggunya, bersama sutradara Robert Ulrich dan koreografer Zach Woodlee.</p>
<p>Sebelum ini semua terjadi, Nikki remaja adalah seorang olahragawan. Dirinya dipersiapkan untuk menjadi pesenam di perlombaan tingkat nasional Amerika Serikat. Namun, passion-nya ke musik membuatnya mengundurkan diri dari bidang tersebut dan mencoba menjadi artis rekaman. Dirinya pun bergabung dengan grup yang bernama Avalon, sebuah grup vokal rohani. Ini terjadi di pertangahan tahun 90-an. Dirinya dalan Avalon sempat merilis dua buah album studio, sebelum akhirnya di tahun 1998 keluar dari grup untuk mencoba peruntungan sebagai artis solo. Ya, Nikki memang punya vokal yang manis dan cukup menawan, sehingga membuat bos besar Sony Music, Tommy Mottola tertarik mengontraknya. Jadilah Nikki digandeng Columbia Records dan merekam 13 buah lagu untuk album pertamanya, dimana dirinya bekerjasama dengan Patrick Leonard, Keith Thomas, dan Adam Anders. Disini Nikki bertemu sama Adam Anders yang kemudian menjadi suaminya.</p>
<p>Salah satu nyanyiannya bisa dinikmati dalam soundtrack &#8220;Dawson&#8217;s Creek&#8221;. Ya, kalau kamu menemukan nama Nikki Hassman disana, itu adalah Nikki Anders yang sekarang. Lagu indah &#8216;Any Lucky Penny&#8217; merupakan soundtrack serial remaja tersebut. Selain lagu tersebut, ada juga &#8216;Adore You&#8217; yang dinyanyikannya untuk soundtrack film &#8220;The Wedding Planner&#8221;. Ditambah lagi, &#8216;Be A Miracle&#8217; yang dipakai untuk soundtrack film &#8220;Evan Almighty&#8221;. Seru ya, karir musik Nikki akrab banget dengan yang namanya soundtrack. Makanya, pada saat serial &#8220;Glee&#8221; dibuat, Adam sebagai produser album spundtrack-nya menggunakan jasa Nikki sebagai additional vocal untuk album-album tersebut.</p>
<p>Nikki mulai menggunakan nama belakang Anders di tahun 2010, setelah menikah dengan Adam Anders tentunya. Sejak saat itu, dalam setiap penggunaan namanya di credit musik, baik sebagai penulis lagu, arranger, maupun additional vocalist, Nikki Anders tertulis disana. Nikki dan Adam membuat duo Room For Two yang menampilkan mereka berdua sebagai performer. Namun, memang jalur musik di balik layarlah yang mereka pilih, hingga beberapa karya mereka bisa dinikmati lewat nyanyian artis lain, seperti Backstreet Boys (&#8217;More Than That&#8217;) dan Billy Crwaford (&#8217;Trackin&#8221;). Pengerjaan musik oleh Adam untuk Hannah Montanah, The Cheetah Girls, Camp Rock, dan High School Musical pun kerap melibatkan Nikki.</p>
<p>Kini, Nikki semakin pasti dalam mengayunkan kakinya di bidang produksi vokal, terkhusus buat musik untuk televisi dan film. Selain itu, Nikki juga menjadi pebisnis dengan mengelola perusahaan rekaman dan music publishing bersama sang suami. Nikki is more than just any lucky penny. Cantik, berbakat, dan siap menularkan kebisaannya kepada para penyanyi televisi dan film untuk kita nikmati secara sempurna dalam rekaman musik mereka!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://creativedisc.com/reviews/time-tunnel/behind-the-musictime-tunnel-special-nikki-anders/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Time Tunnel: Busted</title>
		<link>http://creativedisc.com/reviews/time-tunnel/time-tunnel-busted/</link>
		<comments>http://creativedisc.com/reviews/time-tunnel/time-tunnel-busted/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Aug 2011 17:27:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>welly</dc:creator>
				<category><![CDATA[Time Tunnel]]></category>
		<category><![CDATA[ai hasibuan]]></category>
		<category><![CDATA[busted]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://creativedisc.com/?p=18968</guid>
		<description><![CDATA[Di awal tahun 2000, terbentuk sebuah grup musik rock yang terdiri dari tiga pemuda asal Inggris yang menamai diri mereka Busted. Sayangnya di tahun 2005 mereka bubar, sehingga bisa hadir dalam edisi Time Tunnel spesial ulang tahun kali ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i54.tinypic.com/11r6sdj.jpg" border="0" alt="Image and video hosting by TinyPic"><strong>Busted</strong> tidak serta merta hadir di dunia ini dengan nama demikian. Karena cikal bakal band ini adalah sekumpulan anak muda yang terdiri dari James Bourne (gitar dan vokal), Mark Dillon (vokal), Matt Willis (drum), Owen Doyle (bass dan vokal), dan Ki McPhail (gitar dan vokal) yang tergabung dalam grup The Terminates. Mereka menggabungkan diri di sekitaran tahun 2000 hingga akhirnya mendapatkan penanganan manajerial secara profesional dan mengubah nama mereka menjadi Buster. Nama apakah Buster itu? Ternyata itu adalah nama hewan piaraan teman mereka. Berhubung penanganan manajerialnya sudah terkonsep dengan baik, band ini pun berhasil mendobrak ke pertelevisian. Nah, di dalam debut mereka ini nama mereka akhirnya menjadi Busted, setelah Geri Halliwell, salah satu personel Spice Girls memperkenalkan mereka dengan nama tersebut.</p>
<p>Berubah nama, berubah pula formasi. Enggak tanggung-tanggung, tiga orang dari grup ini keluar. Ki dan Owen, juga Mark. Hingga meninggalkan James dan Matt dalam grup. Enggak lama, Tom Fletcher gabung dengan grup ini. Tapi sebelum sempat rekaman, Tom malah kabur dan gabung ke grup <strong>McFly.</strong> Syukurnya, kuintet yang sudah menjadi duet ini enggak lama-lama sepinya. Karena Charlie Simpson direkrut menjadi gitaris utama dan jadilah Busted sebuah band dengan formasi trio. Nasib pun semakin mendekatkan mereka ke yang popularitas. Band ini ditawari kontrak sama Simon Cowell di bawah labelnya, SyCo. Tapi mereka tolak. Mungkin karena jalur yang mereka ambil kurang klik dengan jalur pop-nya Simon. Dan jadilah Busted bernanung di bawah payung Universal Island.</p>
<p>Di tahun 2002 nama Busted cukup banyak dibicarakan. Mereka muncul sebagai cover majalah Smash Hits bahkan sebelum debut single mereka dirilis. Makanya, saat akhirnya single &#8216;What I Go To School For&#8217; dirilis pada bulan September 2002, enggak heran lah lagunya bisa nongkrong di posisi 3 UK Singles Chart! Posisi mereka sebagai salah satu most anticipated new artist memang terbukti dengan prestasi tersebut. Apalagi rilisan mereka berikutnya bisa mengungguli pencapaian ini. &#8216;Year 3000&#8242; peak di nomor 2 dan &#8216;You Said No&#8217; berhasil menjadi juara. Debut album mereka, &#8220;Busted&#8221; yang diproduseri sama Steve Robson peak di posisi 2 UK Albums Chart dan di chart akhir tahun nongol di nomor 8. Kalau kamu ngeh-nya lagu &#8216;What I Go To School For&#8217; dan &#8216;Year 3000&#8242; itu dinyanyikan oleh Jonas Brothers, kamu mesti tahu nih kalau originalnya Busted-lah yang mempopulerkannya. Bukan cuma 3 hits yang tercipta dari album ini, tapi 4. Single terakhir yang dirilis adalah &#8216;Sleeping With The Light On&#8217; yang berhasil peak di posisi 3 singles chart di UK. Itu artinya, semua single dari debut album mereka peak di Top 3. Wasn&#8217;t it something?!</p>
<p>Bicara soal jalur musik, jalur rock pastilah sesuatu yang akan sangat mereka gemari untuk mainkan. Namun, masih ada unsur pop yang terlarut dalam musik mereka sehingga bisa menggaet penggemar kedua jenis musik tersebut. Dan prestasi awal karir mereka, selain menjadi langganan chart juga memenangkan kategori Pendatang Baru Terbaik, di antara di ajang National Music Awards dan Disney Channel Kids&#8217; Awards, juga unggulan di ajang BRIT Awards. Ini yang membuat mereka semakin gencar buat berkarya hingga di tahun 2003 pun album kedua mereka &#8220;A Present For Everyone&#8221; dirilis. Jikalau dibandingkan musik mereka di album sebelumnya, album ini terdengar lebih gencar irama rock-nya, yang mereka sebut dengan sound yang lebih edgy. lebih keras. Single-single-nya gimana? Tentunya tetap menjadi langganan chart dong. &#8216;Crashed The Wedding&#8217;, &#8216;Who&#8217;s David?&#8217;, dan &#8216;3am&#8217; jadi lagu nomor 1, sementara &#8216;Air Hotness&#8217; nongkrong di posisi 3. Mereka enggak hanya mempertahankan prestasi nih, tapi juga mengganda-gandakannya. Belum lagi kemenangan mereka di BRIT Awards di tahun 2004 sebagai Best British Beakthrough Act dan Best Pop Act, membuktikan kalau band ini menyeimbangkan antara kuantitas dan kualitas.</p>
<p>Gila suksesnya di negeri sendiri, niatan hijrah ke Amerika dong untuk mengadu nasib. Nah, untuk memperkenalkan Busted ke publik yang lebih luas, dibuatlah acara televisi yang diputar oleh MTV bertajuk &#8220;America Or Busted&#8221;. Sayangnya, produk ini gagal, sehingga mereka enggak bisa melanjutkan niatan invasi musik tersebut. Dan herannya, membuat band pun lesu untuk berkarya lagi. Hingga akhirnya membuat ego masing-masing personel memuncak dan memutuskan untuk membubarkan Busted di tahun 2005. Sebelum bubar, mereka sempat ikutan proyek amal bersama Band Aid 20 yang punya program penanganan HIV/AIDS. Mereka juga memenangkan Record Of The Year oleh ITV di tahun 2004 lewat single &#8216;3am&#8217; yang diambil dari soundtrack film &#8220;Thunderbirds&#8221; sebelum benar-benar berpisah.</p>
<p>Pasca Busted, masing-masing mantan anggotanya pun punya proyek masing-masing. Matt menjalani karir solo dengan merilis beberapa single, termasuk &#8216;Crash&#8217; yang menjadi soundtrack untuk film &#8220;Bean&#8217;s Holiday&#8221;. Albumnya &#8220;Don&#8217;t Let It Go To Waste&#8221; enggak sukses sehingga dirinya harus dikeluarkan dari label. James membentuk sebuah grup bernama Son Of Dork hingga membuat one man band bernama Future Boy. Ini semua enggak semulus dirinya yang menulis lagu untuk artis lain seperti Melanie C, McFly, JC Chasez, Pat Monahan, dan Jonas Brothers. Sementara Charlie buat grup baru bernama Fighstar. Band ini cukup produktif karena berhasil merilis 3 buah album studio dan 1 buah album mini. Dan kini Charlie sudah meluncurkan karir solonya dengan single &#8216;Parachutes&#8217; dan album &#8220;Young Pilgrim&#8221;.</p>
<p>Discography:<br />
    2002: Busted<br />
    2003: A Present for Everyone</p>
<p><strong>(Ai Hasibuan / CreativeDisc Contributors)</strong></p>
<p><em>Lagu Busted apa yang paling kamu suka?</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://creativedisc.com/reviews/time-tunnel/time-tunnel-busted/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Time Tunnel: Vertical Horizon</title>
		<link>http://creativedisc.com/reviews/time-tunnel/time-tunnel-vertical-horizon/</link>
		<comments>http://creativedisc.com/reviews/time-tunnel/time-tunnel-vertical-horizon/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Aug 2011 17:04:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admincd</dc:creator>
				<category><![CDATA[Time Tunnel]]></category>
		<category><![CDATA[ai hasibuan]]></category>
		<category><![CDATA[vertical horizons]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://creativedisc.com/?p=18614</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang kamu ingat dari nama Vertical Horizon? Vokalisnya yang botakkah? Atau lagu 'Best I Ever Had'-nya? Mari bernostalgia dengan band yang satu ini hanya di Time Tunnel.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.sweetslyrics.com/images/img_gal/14871_vertical%20horizon.jpg" alt="" /></p>
<p>Ada satu nama band yang begitu tersohor di akhir milenium kedua kemarin. Namanya <strong>Vertical Horizon.</strong> Sebuah band yang dibentuk sejak tahun 1991. Saat itu, Matt Scannell dan rekan sebayanya di Universitas Georgetown, Keith Kane bermain musik bersama di kampus. Lagu-lagu favorit mereka untuk ditampilkan adalah milik Simon &amp; Garfunkel. Ini yang membuat mereka enggak mau buang banyak waktu. Saat keduanya lulus di tahun 1992, saat itulah mereka merekam album pertama yang diberi judul &#8220;There And Back Again&#8221;. Di dalamnya, Matt dan Keith bermain seluruh instrumen musik, dan berbagi peran dalam penulisan dan menyanyikan lagu. Mereka kompak bermusik dalam aliran alternative rock yang memang musik anak muda banget. Berselang 3 tahun dari sini, secara perlahan masa depan mulai cerah tampak. Album kedua mereka dirilis, bersama produser John Alagia dan Doug Derryberry. Album ini dikasih judul &#8220;Running On Ice&#8221;. Dalam tahap ini, Matt dan Keith enggak lagi berdua saja. Mereka menambah personel, Ed Toth dan Sean Hurley. Merasa komposisi ini adalah formasi terbaiknya, Vertical Horizon pun sempat membuat sebuah live album hingga akhirnya berhasil memenangkan kontrak rekaman bersama RCA Records. Dan major label juga berarti <em>major opportunity to reach success.</em></p>
<p>Benar saja, band ini akhirnya dikenal lebih luas dengan perilisan album mereka bersama RCA. &#8220;Everything You Want&#8221; yang dirilis di pertengahan tahun 1999 adalah top skor dalam karir musik mereka. Meraih double platinum di Amerika Serikat, dengan single andalannya yang berjudul sama, &#8216;Everything You Want&#8217; menjuarai chart Billboard Hot 100 Singles di tahun 2000. Selain itu, lagu ini juga dinobatkan sebagai most-played single di tahun 2000. Enggak cuma itu, 2 single lainnya juga kebagian tempat di chart. &#8216;You&#8217;re A God&#8217; dan &#8216;Best I Ever Had (Grey Sky Morning)&#8217;. Untuk judul yang terakhir disebut, pastilah hingga saat ini tetap menjadi pilihan lagu cinta favorit kita. Bahkan hingga saat ini. Lirik dan musiknya memang juara, makanya enggak heran kalau lagu ini masih sering kita dengar sampe sekarang.</p>
<p>Tapi sayangnya, setelah kesuksesan besar Vertical Horizon di album &#8220;Everything You Want&#8221; ini, enggak ada susulan sukses dari album selsnjutnya, &#8220;Go&#8221;. Album yang dirilis pada tahun 2003 ini di luar bayangan sukses album sebelumnya. Single andalannya, &#8216;I&#8217;m Still Here&#8217;, hanya nongkrong di chart Adult Contemporary. Menurut Vertical Horizon sendiri, kalau kegagalan ini diakibatkan oleh minimnya sokongan label terhadap album mereka. Padahal, nama John Shanks sudah dilibatkan dalam memproduksi album tersebut. &#8220;Go&#8221; pun akhirnya dirilis ulang lewat via Hybrid Recordings setelah sebelumnya Vertical Horizon resmi lepas dari RCA. 2 single yang dilepas berikutnya muncul di Top 40 Adult Contemporary, yaitu &#8216;Forever&#8217; dan &#8216;When You Cry&#8217;. Enggak nyangka, kalau ini ternyata menjadi tanda-tanda akhir riwayat Vertical Horizon.</p>
<p>Hiatus pun terjadi. Setelah sebelumnya Sean Hurley  Di tahun 2009 yang lalu, mereka sempat lho merilis album. Judulnya &#8220;Burning The Days&#8221;. Dan album ini sebelumnya diposting ke halaman MySpace mereka sejak tahun 2008. Pada perilisannya, Matt dkk ternyata menggunakan label sendiri, yaitu Outfall Records. Dan formasi di album ini pun berubah. Matt dan Keith bersama Ron LaVella dan Eric Holden, setelah ditinggal oleh Ed dan Sean. Album ini masuk ke chart Billboard 200 Album di posisi 158, dengan tak satupun single-nya berhasil masuk ke chart Billboard. Merasa putus asa dengan Vertical Horizon, Keith pun memutuskan untuk hengkang dari grup dan memulai musiknya bersama orang-orang lain dalam sebuah band bernama Boys Gone Wild. Sementara Matt tetap tinggal di Vertical Horizon bersama Ron dan Eric. Mereka menerima anggota baru, Steve Fekete yang menggantikan posisi Keith.</p>
<p>Menjawab pertanyaan dimanakah Vertical Horizon sekarang? Mereka masih tetap manggung, mereka masih tetap bermusik. Hanya saja, tahap sajian musik mereka sekarang tidak segampang didapati seperti saat era &#8220;Everything You Want&#8221;. Mungkin kamu bisa menemui mereka di MySpace dan menikmati musik terbaru mereka disana. </p>
<p><strong>(Ai Hasibuan / CreativeDisc Contributor)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://creativedisc.com/reviews/time-tunnel/time-tunnel-vertical-horizon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Time Tunnel: Album of The Day: Amy Winehouse &#8211; Back To Black</title>
		<link>http://creativedisc.com/reviews/time-tunnel/album-of-the-day-amy-winehouse-back-to-black/</link>
		<comments>http://creativedisc.com/reviews/time-tunnel/album-of-the-day-amy-winehouse-back-to-black/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jul 2011 17:04:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admincd</dc:creator>
				<category><![CDATA[Time Tunnel]]></category>
		<category><![CDATA[amy winehouse]]></category>
		<category><![CDATA[iqko]]></category>
		<category><![CDATA[Universal Music]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://creativedisc.com/?p=18195</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 23 July 2011 yang lalu mungkin salah satu hari kelam bagi industri musik dunia, karena lagi-lagi kehilangan salah satu musisi berbakatnya. Amy Winehouse mungkin tidak bersama kita lagi, akan tetapi salah satu warisan terbaiknya saat ditemui dalam album Back to Black ini. Special Time Tunnel minggu ini!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/e/ed/Back_to_Black_cover.JPG/220px-Back_to_Black_cover.JPG" alt="" /><strong>Released by: Universal Music Indonesia</strong></p>
<p>Debut album <strong>Amy Winehouse</strong> yang kedua, sudah pasti bisa membawa sebuah pertanyaan, “<em>what kind of jazz it is</em>?”. Yah, karena dalam ramuan album <strong>Back To Black</strong>, kita akan banyak menikmati <em>unexpected sound from a jazz ataupun soul sessions</em>.</p>
<p>&#8220;<em>I wasn’t there, so I can’t write tha</em>t,&#8221; says Amy. &#8220;<em>I’m young, man, and I’m a city girl. I can only write about what I’ve gone through. To me there’s no point in doing a song unless it’s a challenge in every area. I don’t tend to do anything unless it’s a challenge</em>.” Inilah jawaban Amy ketika pertanyaan kenapa tidak membuat lagu mengenai tahun 40-an karena sound yang diusung dan vokalnya sendiri, sudah sangat 40-an!</p>
<p>Track pertama yang ditawarkan Amy sendiri yaitu “Rehab” keluar di penghujung tahun 2006 lalu, yang akan memasuki kepala anda dan sejenak merenungi bagaimana kadar kecanduan seorang drug addict. Track ini sendiri diambil dari pengalaman Amy dalam menghadapi masalahnya dengan obat-obatan (yang menyebabkan masalah lagi dengan manajemennya). Track ini, (ehm) diproduseri oleh seorang Mark Ronson, setelah pertama kali diperdengarkan pada awal tahun 2006 melalui acara East Village Radio yang dipandu oleh Mark Ronson di New York.</p>
<p>Album Back To Black ini sendiri dirilis pada 30 Oktober 2006 (UK), May 07 (Indonesia), dimana kesebelas track dalam album ini diproduseri oleh Mark Ronson dan Salaam Remi (produser dari album pertama Amy, Frank). Dan Rehab kemudian dirilis ulang pada bulan yang sama. Album ini sendiri sempat menjadi pembicaraan tersendiri ketika dirilis, karena langsung menduduki posisi pertama dalam chart di UK dan menjadi catatan khusus (kalau tidak ingin dikatakan menjadi sejarah tersendiri) ketika masuk dan menduduki posisi #7 di chart US. Dan BRIT award sendiri rasanya bisa menjadi pendukung tersendiri, sebagaimana sih track-track yang ditawarkan oleh Amy. Dengan nominasi sebagai album terbaik, dan pemenang dari Best Female Solo Artist, pantas untuk membuat telinga kita mendengarkan sejenak.</p>
<p>“You Know I’m Good” ditawarkan Amy sebagai track andalan kedua melalui album ini. Dan bisa dikatakan, sound dari track ini, agak berbeda dengan track “Rehab”. Ada keriangan dan sekaligus penyesalan dan pemberitahuan kepada semua orang bahwa sosok yang ingin diciptakan Amy melalui track ini memiliki banyak masalah. “<em>Upstairs in bed, with my ex boy. He’s in the place, but I can’t get joy</em>” menjadi catatan tersendiri bagi track ini. Dengan video yang sangat “gelap” sangat mendukung.</p>
<p>Sedangkan track ketiga dari album ini, sudah dirilis pada 2 april 2007 yang lalu, “Back To Black”. Inilah klimaks yang menjadi inti dari album “Back To Black” ini. Siapkan tisu dan bersiaplah untuk membayangkan satu potongan bagian tersedih dari suatu film ketika mendengarkan track ini. Ketika “<em>We only said good-bye with words, I died a hundred times, You go back to her</em>” masuk ke telinga anda, bisa jadi semua masalah percintaan anda menjadi mudah.</p>
<p>Rollercoaster dari semua permasalahan percintaan rasanya tuntas dibahas dalam album ini. Dengan berujung kepada keputus-asaan dan ratapan dengan sound yang berbeda. Mengingatkan kekuatan yang bisa terbangun. Mulai dari “You Know I’m Good”, “Back To Black”, “Wake Up Alone”, “Loving Is A Losing Game”, “Addicted”, “Just Friend”, membangun kesadaran di dunia yang agak “dark”. Tapi sekali lagi, dengan vokal dari Amy Winehouse, kita akan menikmati dunia itu dengan rasa yang berbeda.</p>
<p><a href="http://www.amywinehouse.com/">Official Website</a></p>
<p>Rate this album: Note: There is a rating embedded within this post, please visit this post to rate it.</p>
<p><strong>(Iqko / CreativeDisc Contributor)</strong></p>
<p><strong>TRACK LIST:</strong><br />
1. “Rehab” (Amy Winehouse, Mark Ronson) – 3:35<br />
2. “You Know I’m No Good” (Winehouse) – 4:17<br />
3. “Me &amp; Mr. Jones” (Winehouse) – 2:33<br />
4. “Just Friends” (Winehouse) – 3:13<br />
5. “Back to Black” (Winehouse, Ronson) – 4:01<br />
6. “Love Is a Losing Game” (Winehouse) – 2:35<br />
7. “Tears Dry on Their Own” (Winehouse, Nickolas Ashford, Valerie Simpson) – 3:06<br />
8. “Wake Up Alone” (Winehouse, Paul O’Duffy) – 3:42<br />
9. “Some Unholy War” (Winehouse) – 2:22<br />
10. “He Can Only Hold Her” (Winehouse, Richard Poindexter, Robert Poindexter) – 2:46<br />
11. “Addicted” (Ireland/UK only) (Winehouse) – 2:45<br />
12. “You Know I’m No Good” featuring Ghostface Killah (US only) (Winehouse) – 4:23 </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://creativedisc.com/reviews/time-tunnel/album-of-the-day-amy-winehouse-back-to-black/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

