Album of The Day: Vampire Weekend – Contra

January 25th, 2010 | 23 komentar
Kategori: Album of The Day

PhotobucketDibuka dengan “Horchata”. Lalu ada “White Sky” yang memadukan antara beat electronic, petikan gitar yang edgy, permainan drum yang apik, falset dari Ezra Koening dibumbui dengan racikan indie pop yang catchy dijamin lagu ini bakal langsung nempel di telingamu. Nuansa lagunya mengingatkan “Cape Cod Kwassa Kwassa” tapi lebih ceria dan upbeat. ”Holiday”, bernuansa indie rock yang catchy dengan lirik yang kayaknya menggambarkan keadaan pariwisata kita yang dulu sempat sepi gara-gara ada bom, lagunya gampang dicerna dan ringan. Tehnik Auto-Tune yang lagi jadi trend diterapkan dalam “ California English”, dimana mereka juga memasukkan unsur synth di bagian reff lalu ada riff gitar yang mantap dan bisa klop sama lagunya. Oiya, juga ada gesekan biola di lagu ini dan menambah keberagaman di lagu ini. Jika ingin track yang slow ada “Taxi Cab”, lagu ini minim instrumen hanya ada unsur biola dan hentakan tepuk tangan ala keyboard. Cocok untuk bercooling down sebentar. Kocokan gitar membuka “Run” disini mereka memainkan musik afropop ada part gaya menyanyi Koening yang sangat melayu tapi dalam taraf bagus. Di bagian reff ada permainan keyboard dan ketukan drum yang ciamik, kemungkinan besar lagu ini akan menjadi single mereka selanjutnya di ending lagu ada permainan instrumen keyboard campur synth dengan ketukan drum yang sangat sayang dilewatkan.

Dan single pertama mereka “Cousins”, bermain sangat cepat dimana skill bermusik mereka ditumpahkan di sini dengan lirik yang sedikit jenaka, pengucapan Koening di awal membuat kita sedikit mengernyitkan dahi saking anehnya but if it’s Vampire Weekend it doesn’t matter. Permainan drum yang cepat, riff gitar yang heavy dan betotan bas yang mantap menjadi kekuatan lagu ini di endingnya mereka menyisipkan instrumen lonceng dicampur dengan musik mereka yang cepat itu tadi.Ingin melihat sisi dancy dari mereka ada “Giving Up The Gun” yang bisa sedikit melelahkan lantai dansa. Di track ini mereka serasa dibantu oleh Friendly Fires, ada sedikit nuansa 80’an di sini. The longest song in this album ”Diplomat’s Son”, bernuansa synthpop dengan mengambil sample lagu M.I.A “Hussle”, lagu ini berbeda-beda moodnya tergantung durasi, tapi barangkali waktu yang terlalu lama barangkali menjadi kelemahan lagu ini. Dan lagu penutup “I Think Ur A Contra” seperti kebanyakan track penutup lainnya yang bernuansa mellow dan lirih, lagu ini juga demikian puncak kelirihan album ini bisa ditemukan di sini.

Setelah mendengarkan album ini, album ini masih berasa Vampire Weekend di album sebelumnya dimana mereka mencampurkan berbagai macam instrumen ke dalam lagu dan bisa ngeblend dengan lagunya. Album ini juga bisa dikatakan lintas genre karena memadukan afropop, dance music, synthpop, indie pop dan world beat. Ini juga menjadi ajang pembuktian bagi mereka bahwa mereka bukanlah band sembarangan meskipun masih bisa dikatakan independen tapi soal kualitas dan jualan bisa disejajarkan dengan artis major, mereka juga berhasil membuktikan bahwa mereka gak down di album keduanya.Album ini masih sama bagusnya dengan album pertama mereka. Jika kamu tergila-gila dengan musik yang gak biasa dan eksentrik, masukkan album ini ke dalam list album yang harus dibeli jika sudah keluar di Indonesia.
(Luthfi / CreativeDisc Contributors)

Track List:
# Title Length
1. “Horchata” 3:26
2. “White Sky” 2:58
3. “Holiday” 2:18
4. “California English” 2:30
5. “Taxi Cab” 3:55
6. “Run” 3:52
7. “Cousins” 2:25
8. “Giving Up the Gun” 4:46
9. “Diplomat’s Son” 6:01
10. “I Think Ur a Contra” 4:29

23 Responses to “Album of The Day: Vampire Weekend – Contra”

  1. Kc says:

    Blum dgrin ne album..Nantilah

  2. Haris says:

    boleh..bolehlah….

  3. Adam Fachry says:

    “Ini juga menjadi ajang pembuktian bagi mereka bahwa mereka bukanlah band sembarangan meskipun masih bisa dikatakan independen tapi soal kualitas dan jualan bisa disejajarkan dengan artis major,”

    Sorry, bisa coba dijelasin gak fi, band2 major apa aja yang lo maksud? Terus ini band2 majornya termasuk yang kalangan billboard atau lebih meluas lagi?

    Ini maksud lo kualitas, di kualitas productionnya atau dalam keseluruhan konsep and ideasnya? Kalo soal jualan memang faktanya udah ada and in fact they could sell better than any major bands out there at the moment. They could sell better at their artistic peak, that’s what matters the most.

  4. dimaz_syah says:

    Yap.. kalo dah msk indo.. apapun itu ad halangan merintang,..teuteup buy it..buy it..buy it..
    GO CONTRA… :D

  5. Joe Ari says:

    keknya bakal dirilis nih…
    yg pertama aja dirilis kok

  6. Aoh says:

    haris enggak usah ikut2an, katanya enggak suka rock… hihihi…

    diriku penasarannya ama mrk ya krn albumnya terjual banyak di pekan awalnya…. HEBAT

  7. hendra says:

    waaaa,,,,
    kalo rilis gw beli nih
    thx buat adam dan dimaz yg mempengaruhin gw
    wkwkwkkw

    selama bbrp hari ini akhirnya album vampire weekend selalu menemani gw

  8. luthfi says:

    @adamfachry: band major yang disebutkan di sini adalah band-band major yang udah jadi #1 di billboard.Dan kualitasnya emang bagus di segala sisi.Mulai dari production,ideas and the concept.They all doing great right now.

  9. Adam Fachry says:

    Hmm maaf gue kurang setuju kalo patokan lo #1 di billboard semuanya punya ideas atau concept yang bagus. Oke major memang menang di production, tetapi nggak semua band2 #1 billboard punya konsep album yang bagus IMO. Kalo dijabarin band2 mana aja bakal panjang jadinya. IMHO spesifikasi perbandingan lo masih menggantung.

  10. welly says:

    kalo dulu album Vampire Weekend kan direlease oleh Aksara Records. Nah, berhubung sekarang mereka sudah tutup dan ganti nama menjadi Raksasa.. terakhir gw tanya sih masih belum ada konfirmasi resmi apakah mereka bakal release atau tidak. seandainya iya pun jangka waktunya pasti agak lama biasanya…
    yah kita dukung semoga direlease yah!!!

  11. Aoh says:

    what is it with you guys and comparison…

  12. luthfi says:

    @adam fachry:gw sependapat bahwa ada band yang duduk di posisi #1 tapi konsepnya kurang begitu berkualitas (menurut gw)dan ini mudah-mudahan bisa meluruskan pandangan saya
    @welly:mudah-mudahan sih label besar di sini ada yang mau ngedarin secara di radio gaungnya udah mulai kelihatan…

  13. Kemarin aku udah download 20 biji lagunya Vampire Weekend. cuma Horchata yang nendang dikepala aku.
    sedangkan track yang lain (beberapa) terdengar seperti The Whites boy Alive.
    agak kecewa juga sih! karena aku pikir lagunya ajub-abub gitu.
    membosankan! itu kesan yang ada dikepala aq.

  14. Adam Fachry says:

    @Roy: Jadi penasaran, track-track mana aja yang kamu pikir kayak Whitest Boy Alive? Ajub-abub itu maksudnya apa yah?

  15. itu sih menurut aku.
    aku pikir lagu ngedance (ajub-ajub) gitu.

  16. dimaz_syah says:

    @Roy.. Roy.. hha.. ajub abub tu kalo kt tengglam di air2. paan ?? membosankan ?? whaattt ?? oh soo poor…

  17. oh, Whatever-lah! mungkin saat dengarin lagu vampire weekend, momentnya tidak tepat!
    entar deh coba dengarin lagi (baru download kemarin soalnya).

  18. Luthfi says:

    @welly:mudah-mudahan dirilis di sini mau itu indie label or major label asal ga ada embel2 impor aja
    @roy:ah masa? Lha ya wong lagu-lagunya enak semua (tp ada bbrp yg bkn boring)
    @dimaz:membosankan di kalimatmu maksudnya apa?
    @all:tenang kok vampire weekend bukanlah band yg membosankan atau kurang kualitas malah band ini semakin menarik di album keduanya.

  19. Adam Fachry says:

    @Roy: Nggak usah dipaksakan kalo memang bukan your kind of music :) .

  20. joe ari says:

    ajub ajub = ajeb ajeb? benar begitu roy? haha

  21. dimaz_syah says:

    @lutf.. lo liat ndiri aj, gw utk kesiapa.. yg mmbosnkan itu.. :)

    @roy.. ya jg sih, klo emg g sk g ush dipksakan utk menyukainya OK.

  22. @adam : saya kira memang harus begitu. Musickan masalah hati bukan soal otak (itu sih menurutku). kalau tidak suka kenapa harus dipaksakan!
    @Luthfi :sejutu,kalau ada beberapa yang bikin boring.
    @Joe : itu maksud saya. tapi lebih suka bilang ajub-ajub (kalau ajeb-ajeb seperti terdengar “asep-asep”. he..he..)
    Setelah Horchata, nambah satu lagi track yang aku suka yaitu Run. Itu aja! yang lain? ‘keknya tidak!

Leave a Reply

go to top