Album of The Month: Mika – The Boy Who Knew Too Much
Sejak tahun 2007 mengenal musik Mika rasanya saya langsung jatuh cinta dengan musiknya yang ceria dan playfull. Melodi dan interpretasi Mika rasanya saat ini sulit ditandingi oleh musisi lainnya. Gaya bernyanyi Mika yang mengandalkan teknik falsetto tidak mudah untuk diimitasi artis musisi lainnya. September ini Mika merilis album keduanya, The Boy Who Knew Too Much. Meski single perdananya ‘We Are Golden’ masih terlalu mirip dengan lagu-lagu di album pertamanya, rasanya cukup menghibur setelah penantian selama hampir dua tahun.
Dalam album ini lagu-lagu yang ditulis sebagian besar oleh Mika sendiri, dengan bantuan Jodi Marr yang juga pernah membantu menulis ‘Grace Kelly’, Walter Afanasieff yang pernah sukses menulis lagu dengan Mariah Carey, juga Rob Davis yang pernah menulis ‘Can’t Get You Out Of My Head’ untuk Kylie Minogue, serta peraih nominasi Grammy, Imogen Heap. Mika sendiri masih dibantu oleh produser musik, Greg Wells, seorang peraih nominasi Grammy juga, yang pernah membantu Mika dalam album perdananya, Katy Perry, Jamie Cullum, dll.
Dilihat dari daftar pendukung Mika ini tentu saja terbersit harapan yang tinggi terhadap karya Mika kali ini. Mika sendiri melukiskan albumnya kali ini bertemakan kenangan masa remaja, dan semacam lanjutan dari album pertamanya serta bernuansa gelap seperti alam gothic hasil fantasi Tim Burton.
Lantas bagaimana saya menilai album ini? Menarik, kupinggenic, sekaligus menyentuh secara melodi maupun lirik. Mendengarkan album ini bagaikan dibawa dalam sebuah pengalaman taman bermain musik. Ada sedikit unsur-unsur vintage seperti pada komposisi ‘Toy Boy’, ‘One foot Boy’ dan ‘Dr. John’ atau ‘Pick Up Off The Floor’ yang sedikit jazzy tunes. Meski secara lirik agak gelap, tapi Mika berhasil membawa kelugasan dalam bertutur. Coba dengarkan ‘Blame It On Girls’ yang ceria. Perhatikan liriknya.
He’s got looks that books take pages to tell He’s got a face to make you fall on your knees
He’s got money in the bank to thank and i guess You could think he’s livin’ at ease
Like lovers on the open shore — what’s the matter?
When you’re sitting there with so much more –what’s the matter?
While you’re wondering what the hell to be. Are you wishing you were ugly like me?
Blame it on the girls who know what to do
Blame it on the boys who keep hitting on you
Blame it on your mother for the things she said
Blame it on your father but you know he’s dead
Nikmati juga ‘Dr. John’ yang bernuansa vintage ala The Beatles. Yang menarik dari album ini adalah Mika mampu mengangkat hal yang menyebalkan menjadi lebih menarik misalnya dalam komposisi ‘Rain’ yang up beat. ‘Rain’ langsung menjadi favorit saya. Begitu juga komposisi ballad ‘I See You’ yang dibawakan dengan orkestra yang terkesan megah ditambah strings arrangement yang menyayat sekaligus membuat lagu ini terkesan benar-benar menyayat hati. Komposisi ballad yang juga menarik perhatian saya adalah ‘By The Time’ yang ditulis Mika bersama Imogen Heap. Secara lirik maupun musikal benar-benar menyentuh. Over all memang album ini terlalu sayang untuk dilewatkan begitu saja.
(Timmy / CreativeDisc Contributors)
Track List:
1. We Are Golden
2. Blame It on the Girls
3. Rain
4. Dr John
5. I See You
6. Blue Eyes
7. Good Gone Girl
8. Touches You
9. By the Time
10. One Foot Boy
11. Toy Boy
12. Pick Up Off the Floor
like his music…
single ke-2 Blame it on the girls asik bgt
lebih bagus dari album yg ke 1
unikk banget
Suaranya aneh banget…
saya memang bukanlah fans berat mika, namun saya cukup kagum dengan eksistensi dia selama ini di dunia musik (sok formal mode: on)
menurut saya, mika memiliki ‘ciri khas’ yg sangat kuat, bukan hanya dari segi suaranya yg tinggi nan aneh itu, namun juga diperkaya oleh materi lagu yg unik, dan sangat kupinggenic..
simak saja single andalan ‘we are golden’ yg menurut saya tidak jauh berbeda dengan kebnykan lgu di album debutnya. walaupun terasa ’sama’ namun saya tidak pernah merasa bosan mendengarkan lagu tsb
alhasil lagu tersebut berada di no #3 chart laptop yoghurt beberapa saat yang lalu, dan itu membuktikan bawasanya ‘we are golden’ memiliki daya tarik tersendiri, saya tidak sabar untuk mendengarkan lagu2 lain yg ditawarkan mika dalam album keduanya ini,
kalau bicara dari segi cover, mika terasa monoton dengan sampul yg juga tidak jauh berbeda dari album sebelumnya..
hanya tulisan huruf mika yg dipadu dengan gambar2 nyentrik, terlepas dari semua itu saya bisa mengatakan bahwa mika adalah entertainer sejati
dari album pertama gw dah demen banget ma musiknya.. buat gw si mika ni kaya titisannya freddie mercury (yes, im a die hard queen fans!!!)gw kaya ngedenger si freddie nyanyi lagi via mika, dengan eksplorasi2 musik yang diluar kebiasaan di jamannya.. hehehe.. gw baru maw mulai ngedengerin album ke-duanya, hopefully bakalan kaya (or ngelebihin) album #1 yang ampe skarang pun gw belum bosen dengerinnya.. GO MIKA..!!!
thanks a lot for your nice comments
Mika… lagu2nya seperti cokelat manis dan menyenangkan… dan semua pasti suka (kebanyakan)…. saya pnya 4 CD the boy who knew too much siapa yg mau??? (materi quiz) hehe..
Blame it on the girls sama Toyboy en Rain emang keren abis … Menurut gue secara pribadi sih gue lebih menikamti album ini daripada yang pertama.
gw lbh suka album yg ke-2 ini (entah mengapa) LOL
hampir semua track gw suka
Rain single ke-2 utk eropa
sementara Blame it on the Girls single ke-2 utk US
Yap. Gw setuju banget.
Now, Mika is d number one. lagu nya hampir semuanya catchy bgt. apalagi album yg ke 2 ini. Blame it on the girls, blue eyes, n rain sangat bagus. walaupn liriknya bertema sedih tp musiknya riang, g cengeng.dan yg lebih penting musiknya g ngebosenin. seseing apapun didengar pasti bawaannya enak terus. gw mc sering dengerin lollipop, dll.