Single of The Day: Arcade Fire – We Used To Wait
Arcade Fire, band indie rock asal Kanada yang digawangi suami-istri dan kakak-beradik ini berpersonilkan Win Butler, Régine Chassagne, Richard Reed Parry, William Butler, Tim Kingsbury, Sarah Neufeld dan Jeremy Gara. Setelah debut album Funeral yang dipuji media (maupun David Bowie) dan Neon Bible yang membuka jalur sukses mereka (mendapat sertifikasi Gold di Kanada dan Inggris). Kini mereka siap menendang telingamu lewat “The Suburbs” yang diproduseri oleh Markus Dravs yang sukses dengan album Coldplay “Viva La Vida”. Dan kontan pujian untuk album ini mengalir dari media. Metacritic.com merata-ratakan nilai 87 dari 100 untuk 37 review yang diterima mereka dan 35 media menilai album ini dengan kualitas 3 bintang ke atas. Album ini juga sukses di pasar, terbukti album ini debut di #1 di jajaran album Inggris mengalahkan Mr.Slim Shady di minggu pertama liris. Dan mereka menawarkan single ini yang sudah berhasil menembus top 75 di UK Singles Chart.
Di “We Used To Wait”, nuansa ala U2 di album-album awal mereka dimunculkan. Mereka memadukan unsur piano, gitar, bas, drum, bahkan tromobone di dalam satu kemasan. Tema lagunya juga cukup sarkastis. Vokal Win Butler terasa pas disini (tidak terlalu suram layaknya di “No Cars Go” yang seolah menjadi kloningannya Ian Curtis dari Joy Division atau tidak terlalu memainkan teknik vokalnya pada “The Suburbs”). Beat lagu ini juga maut dan adiktif, kadar kenikmatannya benar-benar luar viasa. Permainan instrumen lagu ini berasa tanpa cela, proporsional sesuai tempatnya. Di bagian awal lagu malah timbul aksen soul namun itu menghilang seiring dengan durasi lagu, di bagian tengah lagu sound yang cukup mengawang ditampilkan. Pada bagian akhir lagu, beat lagu dan temponya terus naik diiringi vokal Win yang makin kesal dan penuh amarah, raungan gitar pada part ini menjadi highlightnya. Dan ini juga bagian terbaik lagu ini yang benar-benar mencapai klimaks tertingginya.
Yap, band asal Kanada ini lagi-lagi menawarkan sesuatu yang tidak biasa di setiap lagunya dan sepertinya itu menjadi trademark mereka. Nada-nada yang gampang diingat dan irama lagunyay ang enak + catchy membuat lagu ini saya prediksikan akan mendapat “Mainstream Success”. An outstanding song with outstanding album too.
Lihat Live Arcade Fire di Madison Square Garden disini
Official Websitenya
(Luthfi / CreativeDisc Contributors)
Lyrics:
I used to write,
I used to write letters I used to sign my name
I used to sleep at night
Before the flashing lights settled deep in my brain
But by the time we met
By the time we met the times had already changed
So I never wrote a letter
I never took my true heart I never wrote it down
So when the lights cut out
I was left standing in the wilderness downtown
Now our lives are changing fast
Now our lives are changing fast
Hope that something pure can last
Hope that something pure can last
It seems strange anekatips
How we used to wait for letters to arrive
But what’s stranger still
Is how something so small can keep you alive
We used to wait
We used to waste hours just walking around
We used to wait
All those wasted lives in the wilderness downtown
oooo we used to wait
oooo we used to wait
oooo we used to wait
Sometimes it never came
(oooo we used to wait)
Sometimes it never came
(oooo we used to wait)
Still moving through the pain
(oooooo)
I’m gonna write a letter to my true love
I’m gonna sign my name
Like a patient on a table
I wanna walk again gonna move through the pain
Now our lives are changing fast
Now our lives are changing fast
Hope that something pure can last
Hope that something pure can last
oooo we used to wait
oooo we used to wait
oooo we used to wait
Sometimes it never came
(oooo we used to wait)
Sometimes it never came
(oooo we used to wait)
Still moving through the pain
(oooooo) anekatips
we used to wait (x3)
www.lyrics-celebrities.anekatips.com
We used to wait for it
We used to wait for it
Now we’re screaming sing the chorus again
We used to wait for it
We used to wait for it
Now we’re screaming sing the chorus again
I used to wait for it
I used to wait for it
Hear my voice screaming sing the chorus again
Wait for it (x3)
—Tema lagunya juga cukup sarkastis.—
apanya dan di bagian mana yang sarkastik ? emang tentang apa lagunya ?
Hahahahahah baru aja guemau nyinggung itu.
Menurut gue lo harusnya kaitkan “We used to Wait” dengan keseluruhan makna dari “The Suburbs” karena album itu noptabene-nya adalah sebuah concept album.
“We moved to the suburbs of Houston when we were young. Being a very young child, it’s like going to Mars or something. The blast of hot air when you get off the plane at Houston. Just trying to talk about some of the feeling [on the album].”
Source: nme.com
Kalo menurut interpretasi gue “We Used to Wait” ini kayak memoir seseorang akan pengejaran mimpi masa-masa mudanya dulu yang terhalang akan realita masa kini, dan mengharuskan dia justru harus mencari 9-5 corporate job
“sometimes it never came, we used to wait, still moving through the pain”
dimaksudkan untuk orang-orang yang pada akhirnya hanya bisa duduk, menanti hidupnya untuk jadi lebih baik tetapi sayangnya ga pernah terjadi
Analoginya adalah dengan penggambaran dunia modern dengan segala dinamisme kcepatannya (yang disini kayaknya lebih ke teknologi dan komunikasi kita yang terasa lebih ephemeral atau transtiory) sebagai komparasi pada masa silam dimana mereka even “used to wait” for letters.
Gue interpret gitu soalnya mengingat keseluruhan “The Suburbs” yang merupakan ode to the memories of youth or upper middle class life, hipsters.
—Di “We Used To Wait”, nuansa ala U2 di album-album awal mereka dimunculkan. Mereka memadukan unsur piano, gitar, bas, drum, bahkan tromobone di dalam satu kemasan.—
ngga mirip U2 , orang Butlernya aja bilang ini mirip Depeche Mode …emang mirip Depeche mode sih. Makanya baca dong interview.
Trus gw ngga denger ada suara trombone , coba kasih tau dong di menit berapa muncul suara trombonenya ?
—Beat lagu ini juga maut dan adiktif, kadar kenikmatannya benar-benar luar viasa. Permainan instrumen lagu ini berasa tanpa cela, .—
maut, adiktif, luar biasa, tanpa cela …..lebay.com (imo hihihihihi)
—Gue interpret gitu soalnya mengingat keseluruhan “The Suburbs” yang merupakan ode to the memories of youth or upper middle class life, hipsters.—
kalo gw juga interpretnya kira2 gitu. Intinya hidupnya sekarang rada2 basi….
yg jelas moodnya agak2 sentimentil dan depressed gimana gitu …….anything but sarcastic LOL
Ternyata banyak fans Arcade Fire yang juga punya interpretasi mirip-mirip dg gue di atas. Kalo mau coba baca2 bisa ke forum2 kayak forums.arcadefire.net, absolutepunk.net, atau simply simak
beberapa penjelasan random di songmeaning.com. Tapi gue penasaran pengen tahu lebih lanjut dari Butler sih sayang sampe skrg gue belum nemu interview “The Suburbs” track by track. Anyway gue baru inget, track sebelum “We Used to Wait” itu “Deep Blue”
dan secara keseluruhan mengusung tema soal masuknya
mereka ke era kehidupan yang baru dengan sepeninggalnya mimpi-mimpi mereka di suburbs (ada sedikit referensi soal kemajuan teknologi juga meskipun gak gamblang diutarakan) dan mengingat beberapa track di album ini punya flow yang nyambung baik itu dari segi aransemennya maupun tematik lyrics-nya,
“Deep Blue” itu pasti ada hubungannya sama “We Used to Wait”.
Well penjelasan gue udah makin jauh aja kayaknya but intinya Arcade Fire itu band yang songwriting skillnya nggak main-main dan lo harusnya bisa accknowledge lebih lyrics mereka di review lo
meskipun lo belum denger albumnya masa iya lo belum tahu konsep albumnya kayak gimana.
Kan di mana-mana udah mereka published. Mengingat lo selalu declare yourself as a fan of them, lo harusnya bisa appreciate lebih musik mereka dari sekedar cuman bilang nih lagu catchy bla,bla,bla yawn
*acknowledge
@adam : sip sip sip, maklum soalnya review ini gw tulis sekalian buat mengajak yang lainnya mendengar arcade fire jadi harus ditambah bumbu catchynya agar orang lain mau ngeh atau denger band ini. Eh iya thx ya buat ngasih informasinya hehehehehe jadi tau lebih banyak tentang mereka maklum kan gw baru suka pas di the suburbsnya doang. Dan kebiasaan buruk gw kalo review itu selalu gak merhatiin liriknya, berarti memang kalau ngedengerin mereka emang harus bener-bener + lirik agar nyambung. Iya juga sih mereka juga menyatakan bahwa album ini merupakan cerita Butler bersaudara waktu tinggal di suburbsnya Houston jadi kaya semacam cerita masa lalu mereka. Dan bener sih pas gw denger full materinya memang seperti ada kolerasi satu sama lain dengan track-track sebelumnya. Jadi kalau mau nulis albumnya kayaknya gw harus matengin di interpretasi liriknya deh dan memang harus keluar dari zona aman gw kayaknya. Bukan begitu?