Time Tunnel: The Corrs
“Only When I Sleep”, itulah single pertama yang saya kenal kali pertama pada tahun 1997. Di ambil dari album keduanya, Talk On COrners, The Corrs sukses mencuri perhatian pecinta musik dunia, hingga Indonesia. Apa lagi yang menarik dari album keduanya ini? Banyak!!!! Bisa dibilang album Talk On Corners merupakan album yang menuai cukup sukses. Berlanjut kepada “What Can I Do” semakin memantapkan The Corrs di kancah musik dunia. Mau yang lain? “So Young” yang juga dibawakan dengan versi yang berbeda pada video klipnya, benar-benar membuat candu. “I Never Loved You Anyway” serta single ballad yang sangat menancap, “Intimacy”, dan “Don’t Say You Love Me”, bahkan singel cover version milik Jimi Hendrix, “Little Wings”, “Dreams” milik Fleecwood Mac berhasil dibawakan nyaris tanpa cacat. Yuppp!!! Inilah perjalan awal karir The Corrs yang meraup sukses lewat album keduanya, lalu bagaimana sih dengan awal terbentuk mereka?
The Journey History Began
Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, itulah yang dialami juga oleh kwartet Corrs ini, memiliki orang tua yang memang berlatar belakang musisi, hingga akhirnya berlanjut pada keempat anaknya, dimana ketiga diantarannya, wanita yang tudak hanya cantik, namun piawai bermain musik, Andrea pada posisi vokal utama dengan tin whistle, Sharon pada violin dan vokal, Caroline pada drums, percussion, bodhrán serta mengisi vokal, tidak ketinggalan sang kakak, Jim pada posisi gitar, keyboards, dan backing vocals. The Corrs meramu musik dengan nuansa folk rock, celtic yang sedap untuk didengarkan.
Siapa sih yang nama besar musisi yang bisa membuat mereka sukses awalnya? David Foster, tidak salah lagi, memulai debut album mereka, Forgiven, Not Forgotten yang juga berisi 6 track instrumental bernuansa celtic, album perdana mereka cukup meraup sukses. Single “Forgiven, Not Forgotten” dan “Runaway” merupakan hits andalan dari album tersebut. Hanya itu? “Heaven Know” dan “The Right Time” juga sayang untuk dilewatkan.
Sukses melalui kedua album tersebut, The Corrs tampil secara live untuk acara MTV Unplugged, sekaligus merilisnya kedalam versi CD dan DVD, dan siapa yang mengira album live tersebut bisa terjual sebanyak 2,7 juta kopi? Fantastis. Melalui album Unplugged ini pula, single “Radio” diperkenalkan, dan dibawakan dengan sempurna. Selain “Radio”, single “At Your Side” juga dibawakan dan menjadi cikal bakal masuk ke dalam album ketiga mereka berikutnya In Blue.
Tidak seperti album pertama dan kedua, In Blue sedikit memberikan tampilan yang berbeda dari komposisi musik. The Corrs sedikit mulai mengurangi permainan instrumen tradisional mereka. “Breathless”, jangan berharap menemukan permainan biola dan violin, bahkan single “At Your Side” dan “Radio” pun di bawakan berbeda jauh sekali seperti di album MTV Unplugged. Namun melalui In Blue ini, The corrs menunjukan semakin kematangannya dalam bermusik. Single yang lain “Say” dan “Give Me A Reason” menjadi track favourit saya. The Corrs juga mengajak penyanyi latin Alejandro Sanz pada single Una Noche/One Night. Sebagai timbal balik, The Corrs juga tampil pada single “The Hardest Day” yang masuk ke dalam album Alejandro Sanz.
Sukses merilis 3 studio album, dan 1 album live, pada tahun 2001, The Corrs merilis album kompilasi pertama mereka: The Best Of The Corrs, dimana single yang belum pernah dirilis sebelumnya, “Would You Be Happier”, “Make You Mine” dan “Lifting Me” masuk ke dalam album kompilasi tersebut, di samping single-single terdahulu yang sudah menjadi hits.
After Compilation Album
Setelah merilis album kompilasi, saya masih menunggu dan penasaran dengan materi album baru yang akan mereka rilis. Rasa penasaran saya terjawab sudah, pada tahun 2003, Borrowed Heaven dirilis, dimana The Corrs kembali pada komposisi semula sama seperti konsep album kedua dan pertama mereka. “Summer Sunshine” yang didapuk menjadi pembuka masih mengandalkan nuansa pop rock, namun saya masih belum mendengarkan instrumen tradisional. Lalu pada single “Angle” The Corrs benar-benar kembali kepada konsep semula. Tidak hanya itu, meski tidak menjadi hits, single “Hideaway”, “Long Night”, “Good Bye” asyik untuk di nikmati. Sebagai tambahan, “Time Enough For Tears”, yang ditulis oleh Bono dab Gavin Friday untuk soundtrack film In America, juga masuk ke album ini.
Dua tahun setelah Borrowed Heaven, The Corrs merilis album kelima yang di dedikasikan kepada almarhum ibunda mereka, Home. Sangat sayang melewatkan album ini, beberapa lagu tradisional Irlandia yang di ambil dari songbook almarhuman sang ibu, dibawakan dengan nyaris sempurna dan jauh dari kesan musik pop.
Meski pada tahun 2007 mereka merilis album kompilasi kedua mereka dengan menambahkan single “I Know My Love”, yang berkolaborasi dengan The Chieftains, “All I Have To Do Is Dream” dimana Andrea berduet dengan Laurent Voulzy, dan menampilkan single yang telah di remixes of “When The Stars Go Blue” dan “Goodbye”, namun belum mendapatkan respon yang positif . Hingga saat ini, meski dalam masa hiatus, The Corrs belum memutuskan kapan untuk kembali memasuki dunia rekaman, meski beberapa dari mereka melanjutkan bermusik dengan bersolo karir. Sebut saja Andrea yang merilis album album, Ten Feet High, pada tahun 2007, namun tidak berhasil mengangkat namanya. Lalu sang kakak, Sharon yang sebelumnya telah merilis single “e It’s Not A Dream”, juga belum ada kabarnya sampai saat ini.
Terlepas dari kapan mereka akan membuat album baru, apakah jadi atau tidak, atau bahkan mengalami konflik sesame anggota musisi lainnya? Jika mengalami konflik sangat dimaklumi, apa lagi mereka sudah lebih dari satu setengah dekade dalam bermain musik. Meski saya berharap masa hiatus yang mereka gunakan, untuk memepersiapkan materi album baru… hemm we have to wait and see…
Albums
• 1995: Forgiven Not Forgotten
• 1997: Talk on Corners
• 2000: In Blue
• 2004: Borrowed Heaven
• 2005: Home
Trivia:
1. The Corrs bergabung dalam rangkaian tour album Falling In To You milik Celine Dion pada tahun 1996, setelah tampil di Olimpiade Musim Panas di Atlanta, Georgia.
2. The Corrs juga tampil bareng Josh Groban dalam single “Canto Alla Vita” yang terdapat pada debut album dengan nama yang sama, Josh Groban.
3. Single “All The Love In The World” masuk ke dalam soundtrack film America’s Sweetheart, dimana versi dalam soundtrack ini sudah di remix dan berbeda dari versi yang terdapat pada album In Blue.
4. Pernah menyaksikan serial drama Amerika Dawson’s Creek? Single “Intimacy” juga menjadi soundtrack pada drama series tersebut meski tidak masuk kedalam album soundtracknya.
5. Dari album perdana hingga Borrowed Heaven, The Corrs berhasil masuk ke dalam pasar musik di US.
6. The Corrs juga bergabung dalam charity concert untuk “The Prince’s Trust” yang berada di Inggris, sekaligus juga menjadi juru kampanye untuk AIDS milik Nelson Mandela.
(Joe Ari Shasta / CreativeDisc Contributors)
suka banget sejak only when i sleep,,
album talk on corners paling dikenal saat itu,,
jadi inget jaman2 SMA dulu,,hehe..
suka bgt ma the corrs,lagu jaman gw klz 6 sd,gw sk bgt radio,when i sleep,what can ido,ampe sjr msh suka nyanyi2lagu mereka…the corrs emg ajib…thanksbwt reviewx…
Talk on Corners is their moment yang sekaligus mengangkat kembali album Forgiven Not Forgotten. Musik tradisional yang digabung ama musik pop modern worked! Aku suka seluruh lagu yang ditampilkan dalam Talk On Corners, aking suksesnya dibuat juga repackaged dengan beberapa lagu yang di-remix.
Only When I Sleep, Never Really Loved You Anyway, What Can I Do, So Young, Dreams. They were great! Apalagi Intimacy, I heart that song!
Unplugged juga menjadi favoritku! In Blue terlalu modern tapi aku masih suka, khususnya Give Me A Reason dan soundtrack film America’s Sweetheart All The Love In The World.
Best of dan pasca Best Of, aku enggak suka lagi band ini. Seperti kehilangan charm-nya. Meskipun Angel mengusung tema tradisional, it just didnt work!
hwaaa… kangen sama The Corrs, lagunya enak2 ga’ salah klo aku nggefans sama mereka, konsepnya siblings dan mereka juga solid,,,,
hmm….
skrg udah pada solo ya andrea sm siapa satunya?!
masih nyimpen smp skr album talk on corners dan the best. smua lgu’y gw suka hopely nti bkal ad lg album2 brikut’y
long night is my favourite……
@Dave, Sharon Corr
ALbumnya punya semua….
suka banget ma the cors..ciri khasnya kental..
dengan ciri khas musik tradisional irlandianya
I have their first album Forgiven Not Forgotten. very nice sounds they made!
paling suka album In Blue,,,
gw anti The Corrs ….ouch…one of the most annoying group ever ….
mulai suka sejak dia bawain radio… trus dengar when I sleep ternyata keren juga…
tapi… mereka cumn sekedar lewat aja ditelingaku hehehe
-gw anti The Corrs ….ouch…one of the most annoying group ever …-
maybe annoying for you, but not for me…
—maybe annoying for you, but not for me…—
ya udah pasti lah ke elo ngga, orang lo yang bikin time tunnelnya.
pertama kali dengar ONLY WHEN I SLEEP… trus paling suka ma single Give Me A Reason
the corrs dan sih sih yg lain…
Aq punya semua albumny. Tapi udh jarang kudengerin. Ga pernah keliatan sih krng.
yang masih aku ingat sih cuma runaway!
wah.. time tunnel corrs bersaudara ….
dr dulu dah big fans corrs d..keren bgt,plg suka lagu2 di album “talk on corner” dan “in blue”.
salah satu band yg plg inspiratif. suka distel en msh enak dikuping until now.^^V
i like the corrs….
ada 2 album kompilasi the corrs yang belom di sebut tuh kayaknya
Dreams: The Ultimate Corrs (kalo gak salah)
The Works
Cepatlah…kluarin album barunya The Corrs….~
Udah kangeeen bwanggeet