Trending News

Blog Post

Album of The Day: A Fine Frenzy – Bomb In A Birdcage
Album of The Day

Album of The Day: A Fine Frenzy – Bomb In A Birdcage 

PhotobucketJoe Ari Said:
Setelah disuguhkan berbagai macam artis wanita bertalenta seperti Sara Bareilles, Sarah McLAchlan, Tori Amos hingga Dido dan Bjork, mari saya perkenalkan wanita berbakat Alison Sudol yang dikenal dengan A Fine Frenzy yang bulan Desember nanti berusia genap 25 tahun. Suka membaca literatur -literatur dari penulis terkenal seperti C. S. Lewis, E.B. White, Lewis Carroll, Anthony Trollope dan Charles Dickens, tampaknya memberikan Alison Sudol inpirasi, seperti nama yang disandangnya saat ini “A Fine Frenzy”, diambil dari salah satu bagian karya sastra penulis terkenal, William Shakespeare’s “A Midsummer Night’s Dream”. Dan Alison terus mengembangkan seluruh bakatnya untuk belajar piano dan menulis lagu. Album pertamanya A Cell In The Sea, juga cukup sukses dibeberapa negara, meski cuma masuk sampai peringkat 91 saja di Billboard 200 Top Album. Tapi jangan salah, mendengarkan suaranya yang unik dengan musik yang sedap di dengar serta lirik-lirik yang sangat pas dengan suasana kehidupan sehari-hari mebuat A Fine Frenzy menjadi musisi wanita yang patut diperhitungkan di antara banyaknya penyanyi wanita yang ada saat ini.

Timmy Said:
Allison Sudol atau yang lebih dikenal dengan nama A Fine Frenzy ini kembali meluncurkan album keduanya, ‘Bomb In A Birdcage’. Masih konsisten dengan warna pop rock alternatifnya, AFF menampilkan 11 lagu yang membuai telinga. Tidak dapat dikategorikan kupinggenic. Karena AFF selalu berhasil menampilkan musikalitas yang kompleks. Meski sebenarnya AFF menggunakan sedikit alat musik, tapi Allison justru mengolah komposisi musiknya menjadi lebih berbobot. Kita mesti mendengarkan beberapa kali untuk mengerti nikmatnya mendengarkan musik AFF. Apalagi Allison selalu menulis lirik-lirik sederhana tapi bermakna tajam dan dalam.

Joe Ari Said:
Bomb in a Birdcage merupakan album kedua yang tidak berbeda jauh dengan album pertamanya, dengan masih mengandalkan lirik-lirik yang menggambarkan keseharian yang bisa membangkitkan semangat dan musik rock alternative, pop dan folk yang sangat mudah dicerna. Simak single yang sangat menjadi favorit saya, “What I Wouldn’t Do”, terdengar country dan pop folk, yang bisa dinikmati setiap saat dimana saja, dan membuat saya berandai-andai akan melakukan apa saja buat orang yang saya cintai. “Oh what I wouldn’t do If I had you, babe, I had you, Oh what I wouldn’t do, If I had you, babe…”. Lanjut kepada “New Heights” dan “Electric Twist” dimana Alison mengeksplor suaranya dengan unik dan musik pop sedikit rock dan padat. “Blow Away” music dengan pop elektrik dan intro pada gitarnya sudah pasti akan membuat siapa saja jatuh cinta pertama kali mendengarnya.

Timmy Said:
Pada albumnya kali ini Allison tidak saja bermain pada sisi akustik tapi juga mulai mengeksplorasi sisi elektronik, dengan efek-efek synthesizer. Seperti pada komposisi ‘Stood Up’, ‘The World Without’ dan ‘Electric Twist’. Meski masih terkesan eksperimen, tapi patutlah dihargai usaha Allison dalam bereksplorasi. Nampaknya tidak dapat disangkal kekuatan Allison memang pada musik akustiknya. Komposisi-komposisi akustik yang minimalis tapi juga manis yang dihantarkan Allison memang mengena langsung di benak kita. Interpretasi serta penyampaian Allison jauh lebih terasa secara emosional pada komposisi akustik macam ‘Swan Song’, ‘Blow Away’, dan ‘Bird Of The Summer’.

Joe Ari Said:
“Happier” yang sedikit menunjukan kemuraman di intronya yang menjebak pada lagunya, yang menceritakan kegembiraan seseorang ketika putus dengan kekasihnya. Sudah disuguhi dengan bebrapa track yang ramai, mari kita simak “Swan Song” single ballad yang menceritakan tentang penyesalan. Coba nikmati “Bird of the Summer” yang terdengar unik musiknya. “Elements” dan “Stood Up” dengan musik yang masih terdengar rock alternative dan ditutup dengan “The Beacon” bernuansa ballad piano, yang menceritakan keseharian Alison Sudol. Meski tidak mudah untuk A Fine Frenzy membuat namanya mencuat, namun dengan karakter vokal dan musik yang unik saya sangat yakin A Fine Frenzy memiliki penggemar tersendiri, termasuk saya. Buat yang belum pernah mendengarnya, album ini sangat hearcatching untuk pendengar pemula.
PS:Thx2Cung2&Eki

Timmy Said:
Memang album ini terkesan repetisi gaya dari album pertama AFF. Dengan dominasi gitar, drum, bass, piano AFF berhasil membuat musik yang bergizi. Buat penggemar musik-musik minimalis yang sederhana sekaligus kompleks ini, album kedua A Fine Frenzy ini layak untuk dikoleksi.
PS:Thx2Kiwi

(Joe Ari & Timmy / CreativeDisc Contributors)

Track List:
1. “What I Wouldn’t Do” – 2:57
2. “New Heights” – 4:12
3. “Electric Twist” – 4:31
4. “Blow Away” – 4:09
5. “Happier” – 3:30
6. “Swan Song” – 3:43
7. “Elements” – 3:24
8. “The World Without” – 4:15
9. “Bird of the Summer” – 3:18
10. “Stood Up” – 4:48
11. “The Beacon” – 3:22

Related posts

Leave a Reply