Trending News

Blog Post

Album of The Day: Shakira – SheWolf
Album of The Day

Album of The Day: Shakira – SheWolf 

PhotobucketShakira termasuk artis Latin (Kolombia) yang beruntung, karena pada debut album berbahasa Inggris perdananya, ‘Laundry Service’ pada tahun 2001, ia langsung diterima dengan baik oleh penikmat musik. Dengan vokal yang eksotis dan tubuh yang seksi, Shakira merupakan paket pop yang lengkap.

Di tahun ini, melalui ‘She Wolf’ yang merupakan album berbahasa Inggris ketiganya, Shakira tetap konsisten dengan balutan eksotisme nan sensualnya. Hanya saja, aura latin-nya kali ini dibalut oleh dimensi elektro-pop yang tengah digandrungi saat ini. Beruntung, ternyata Shakira tidak hanya sekedar ikut-ikutan trend, akan tetapi tetap memperhatikan orisinalitas tersendiri dalam balutan musiknya.

Single pertama, sekaligus trek pertama, ‘She Wolf’, sangat sesuai sebagai judul album, benar-benar menggoda. Diedarkan berbareng dengan ‘Loba’ yang merupakan versi Spanyolnya, lagu yang sangat catchy dan mampu menghentak lantai dansa serta mengajak untuk bergoyang.

‘Did It Again’ yang ditulis oleh Pharell Williams, dijadwalkan sebagai single kedua, dan masih menyimpan kekuatan vokal Shakira yang prima. Juga jenis yang mengajak untuk menggoyangkan tubuh. Seakan belum cukup ‘Long Time’ mengajak berdansa-dansi dengan lenggok latin yang sensual.

Sedang ‘Why Wait’ adalah tipikal lagu yang biasa dikerjakan oleh Pharel Williams, dipenuhi dengan beat-beat yang nge-hip dan moderen meski ditingkahi dengan aransemen string yang bergaya timur tengah. Gaya Ini diikuti oleh ‘Good Stuff’ yang meski lebih santai, namun pengaruh Pharell masih kental ditengah-tengah atmosfir latin yang pekat membalut.

Dalam ‘Men In This Town’ Shakira sedikit bermain-main dengan vokalnya, terutama di nada-nada tinggi di lagu bercorak retro-disko yang mengandalkan kekuatan synthesizer ini. Sungguh unik. Cooling down dulu dengan ‘Gypsi’ yang lebih down-tempo yang komposisi musiknya diisi oleh tabla dan sitar yang sangat mendominasi. Pengaruh Bollywood lagi-lagi terasa, setelah ‘Hips Don’t Lie’ yang lalu.Sangat menarik.

Dalam ‘Spy’, yang didukung oleh vokal Wycleaf Jean, Shakira sekali lagi mencoba berimprovisasi dengan vokalitasnya, walaupun sebenarnya (lagi-lagi) ini adalah lagu dansa, meski bertempo sedang.

Setelah puas dengan aneka lantunan elektro-pop yang penuh dengan beat-beat cepat, Shakira memilih ‘Mon Amour’ sebagai tembang pop-rock untuk menambah warna album ini. Penuh dengan semangat dan vitalitas. Tema yang diusung pun sangat menarik. Dia bernyanyi : Where did you get the ability? / To make fakes promises to me / You are exactly like / a politician / Need everyone’s approval just to see if you are doing right /. Ini seolah-olah mengingatkan jika Shakira dulu pernah dikenal sebagai Alanis Morissete-nya daerah Amerika Latin, sebelum mengeluarkan album berbahasa Inggris.

Tiga lagu terakhir bisa dianggap bonus, karena “Lo Hecho Está Hecho’, ‘Años Luz’ dan ‘Loba’ adalah versi Spanyol dari ‘Did It Again’, ‘Whay Wait’ dan She Wolf’.

Kerjasamanya dengan The Neptunes, Wyclef Jean, Jerry Duplessis, Amanda Ghost, Lukas Burton, dan Future Cut sebagai produser benar-benar terjalin dengan semestinya. Hasilnya, album ini benar-benar menyenangkan dengan isi yang tidak monoton. Yang mungkin sedikit menggangu adalah akesn, karena beberapa lagu terasa lebih berisi feel-nya jika seandainya dinyanyikan dalam bahasa Spanyol, meski sebenarnya berbahasa Inggris.

‘She Wolf’ adalah album pop yang memikat. Materi dalam album ini menawarkan nuansa elektro-pop yang penuh dengan daya tarik khas seorang Shakira, meski sebenarnya ranah lagu dansa tidak asing bagi dirinya. Hanya saja balutan popnya tidak terasa generik dan terasa dibuat dengan detil yang teliti. Album yang brilian.
(Haris / CreativeDisc Contributors)

TRACKLIST:
01. She Wolf
02. Did it Again
03. Long Time
04. Why Wait
05. Good Stuff
06. Men In This Town
07. Gypsy
08. Spy (featuring Wyclef Jean)
09. Mon Amour
10. Lo Hecho Está Hecho
11. Años Luz
12. Loba

Related posts

Leave a Reply