Trending News

Blog Post

Album of The Day: Flyleaf – Memento Mori
Album of The Day

Album of The Day: Flyleaf – Memento Mori 

PhotobucketKematian, keputusasaan, serta pengharapan, dan lirik yang bernilai positif, itulah yang tersaji ketika menikmati keseluruhan materi album kedua Flyleaf, Momento Mori. Band yang memulai debut pada album self title-nya ini pada tahun 2005 lalu, tergolong cukup sukses. Banyak yang mengatakan kalau Flyleaf bisa disejajarkan dengan band sekelasnya, sebut saja Paramore, tapi tunggu dulu, meski secara vokalis wanita, band yang digawangi oleh Lacey Mosley sebagai lead vokal, Sameer Bhattacharya pada guitar, Jared Hartmann pada rhythm guitar, ditambah James Culpepper pada posisi drum, percussion, timpani, dan wind chimes, serta Pat Seals dengan bass, memiliki sedikit perbedaan karakter yang cukup unik pada warna vokal dan musik. Flyleaf sendiri mengusung aliran post-grunge, alternative metal/rock, dan hard rock, dan jangan harap mendengarkan nuansa emo pada setiap albumnya.

Memento Mori dalam bahasa latin berarti “be mindful of death” atau “remember you will die”, mungkin cukup membuat sebagian orang sedikit bergidik ketika telah mengetahui artinya. Masih dibantu Howard Benson sebagai produser, yang sebelumnya sudah memproduseri album perdananya, Howard juga memegang keyboard, dalam proses pembuatan lagu. Sebagai informasi, Howard Benson ini telah bekerja sama dengan berbagai macam musisi, grup atau penyanyi lain seperti Good Charlotte, Creed, Daughtry hingga peserta American Idol terbaru, Allison Iraheta. Untuk mixing, siapa lagi kalo bukan si master mixing handal, Chris Lord-Alge.
Meski pada setiap lagunya hampir memiliki sound yang terdengar sama, namun tema dan nada yang diusung pada setiap lagunya memiliki perbedaan dan membuat daya tarik tersendiri ketika menikmati 14 lagu pada Momento Mori ini. Sebut saja “Beautiful Bride” yang menjadi pembuka, dibawakan dengan sangat enerjik, sekilas mengingatkan pada “I’m So Sick” merupakan pembukaan yang sangat tepat. Dengan lirik yang menceritakan tentang kesatuan sangat untuk dicerna. Berlanjut dengan “Again” menceritakan tentang penyerahan. “Chasm” terdengar menyayat sekali pada pembawaan vokal Lacey. Pada track “Missing”, meski terdengar sedikit slow pada intronya, namun liriknya menyiratkan akan pencarian sesuatu yang hilang, “Oh, something’s missing in me, I felt it deep within me, As lovers left me to bleed alone”.

Coba nikmati “This Close”, menceritakan tentang kesedihan yang sangat mendalam, “The Kind” yang dibuka dengan intro gitar elektrik pada awalnya hingga menuju tempo cepat, menceritakan tentang kebohongan. “In The Dark”, dibuka dengan intro gitar yang lambat, berlanjut dengan pukulan drum yang sedikit cepat, dengan lirik yang mengguratkan keputusasaan, kegelapan dan kematian. Berlanjut pada “Set Apart This Dream” , sekilas bisa disamakan dengan “So I Thought” yang tersedia pada album sebelumnya, lagu yang sangat tepat untuk dinyanyikan oleh perempuan dengan lirik yang menceritakan impian, “close your eyes, pretty girl/cause it’s easier when you brace yourself/set your thoughts on a world far off/where we only cry from joy”.

Jangan lupa untuk menikmati “Tiny Heart”, dibalut musik slow rock dan nuansa ballad pada “Treasure”, yang dibuka dengan intro gitar, masih mengandalkan lirik yang positif. Berlanjut pada “Circle”, tema pengharapan, kasih dan pengorbanan membalut lagu ini menjadi satu. Dengan tempo lagu slow namun memiliki melodi yang sangat mengesankan, ditutup dengan acapella Lacey sebagai penutup yang sangat pas. Momento Mori, ditutup dengan “Arise” yang dapat membuat semangat untuk bergerak dan bangkit bahwa dalam situasi/masalah apapun terdapat pasti ada jalan keluar.

Momento Mori, terdengar lebih dewasa dan matang, ditambah lirik-lirik lagu yang tidak biasa, membuat Flyleaf menjadi berbeda dengan band lain yang digawangi vokalis wanita kebanyakan. Tidak begitu sulit untuk pemula yang mungkin belum sempat menikmati album pertamanya meski sedikit membutuhkan waktu. Salut untuk Flyleaf yang bisa menyegarkan saya ketika menikmati keseluruhan materi album ini dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Ditengah gempuran musik buble gum, pop atau bahkan r&b, Momento Mori dapat dijadikan pilihan untuk mengatasi kejenuhan dari berbagai genre musik tersebut. Album yang sangat pas untuk dikoleksi.
(Joe Ari Shasta / CreativeDisc Contributor)

Track List:
1. “Beautiful Bride” 3:03
2. “Again” 3:05
3. “Chasm” 2:54
4. “Missing” 2:54
5. “This Close” 3:20
6. “The Kind” 2:47
7. “In The Dark” 3:47
8. “Set Apart This Dream” 3:15
9. “Swept Away” 4:09
10. “Tiny Heart” 3:07
11. “Melting (Interlude)” 0:57
12. “Treasure” 3:24
13. “Circle” 3:03
14. “Arise” 4:18

Related posts

Leave a Reply