Trending News

Blog Post

Album of The Day: Julian Casablancas – Phrazes for the Young
Album of The Day

Album of The Day: Julian Casablancas – Phrazes for the Young 

PhotobucketMasih terekam jelas di ingatan saya pada pertengahan 2001 yang lalu ketika saya untuk pertama kalinya melihat video klip “Hard to Explain” dari The Strokes. Video klip nya sendiri memang tidak menampilkan banyak shot personil-personilnya tetapi saya sudah bisa menebak bahwa lagu dari video klip tersebut akan menawarkan banyak hal untuk perkembangan scene rock. Sebuah perkembangan yang juga merupakan kebangkitan dari arwah garage rock dan post-punk serta pelopor bagi wannabe rock bands di luar sana dalam bagaimana seharusnya mereka terdengar, terlihat, dan terasa di era 2000-an ini. Pada akhirnya memang terbukti begitu, dan tentunya setiap personilnya yang di video klip awal mendapatkan sedikit perkenalan menjadi terkenal dan ikut-ikutan digandrungi. Sebut saja Nikolai Fraiture, Fabrizio Moretti, Nick Valensi, Albert Hammond, Jr., dan last but not least, Julian Casablancas.

Kita fast-forward 9 tahun kemudian dimana Casablancas yang merupakan front-man dan satu-satunya personil dari band ini yang belum menciptakan suatu side-project tiba-tiba merilis single perdana “11th. Dimension”, dari debut solo albumnya, “Phrazes for The Young”. Tiba-tiba saja rekaman suara kasar yang penuh dengan raungan rock dan distorsi yang agresif dari The Strokes berubah 180 derajat disini. Dari intronya, saya langsung berpikir bahwa Casablancas rupanya telah menjadi korban kesurupan 80’s era yang baru. Dosis New Wave dan Synthpop terdengar dari penegasan raungan sinkopasi synth, keseksamaan permainan riff gitar yang tidak terlalu liar, dan letupan drum machine Boss DR-880 yang mengantari lagu ini dari awal hingga akhir. Satu-satunya elemen Strokes yang tersisa adalah lontaran-lontaran liriknya yang humoris dan nakal. Asumsi baru mulai tercipta di pikiran saya bahwa Casablancas mungkin akan membuat album yang merupakan penyebarangan dari rock ke synthesizer music seperti yang Yeah Yeah Yeahs! lakukan di “It’s Blitz!”.

Usut punya usust “11th. Dimension” ternyata adalah sebuah pengecohan. “Phrazes for The Young” bukan sekedar pesta electronica saja. Disini Casablancas melakukan lompatan-lompatan ide yang variatif. Suatu waktu ia bermain di lingkup petikan-petikan gitar, di lain waktu ia bisa memancarkan sinyal-sinyal elektrikal synthesizer atau bahkan mencampurkan kedua elemen tersebut. Variasi ini bisa tercipta karena hasil kolaborasi unik antara Bright Eyes/Monsters of Folk’s Mike Mogis dengan background folknya, dan Jason Lader (Rilo Kiley’s “Under The Blacklight”, Maroon 5’s “It Won’t Be Soon before Long”) dengan amunisi alternative rocknya.

Dibuka dengan “Out of The Blue”, dimana Casablancas menceritakan rencana balas dendamnya atas kepulihan dari patah hati. Lewat perkawinan petikan gitar dan gaya beryanyi yang sangat mengadopsi dari Johnny Cash ,dengan aura folk-pop Simon & Garfunkel. Selesai dengan 60’s country, Casablancas membuka catalog 60’s lainnya yaitu, 60’s southern soul, pada “4 Chords of The Apocalypse”. Casablancas yang merupakan penggemar berat mendiang soul Sam Cooke, memasuki ranah musik blues disini. Dengan irama 6/8 dan diiringi aransemen blues guitar, rhodes dan organ. Tidak berhenti disitu saja, ia semakin mendalami perannya sebagai Sam Cooke dengan mempraktekkan gaya bernyanyinya yang berisiko dan penuh dengan upper-register. Lewat “Ludlow St.”, ia memadukan eksperimen permainan synthesizer yang sengaja ia buat asal-asalan pada intronya tetapi kemudian menghilang dan tergantikan oleh unsur country dan western waltz yang sangat kental. Casablancas menyanyikan daya tarik area yang terletak antara Houston dan Lower-East Side Manhattan tersebut, dengan gaya seolah-olah dia sedang setengah mabuk di sebuah honky-tonk bar. Sayangnya semua racikan unik tersebut agak overproduced karena terlalu banyaknya instrument maupun layer di akhir lagu. Setelah mendengar ketiga track tersebut, nampaknya Casablancas benar-benar ingin menyalurkan hasrat atas kecintaannya pada ‘roots’ music yang selama ini terpendam dan baru bisa ia lepas dalam proyek solo karirnya.

Bagi anda yang rindu akan hura-hura 80’s synthesizer “11th. Dimension, jangan berharap banyak karena anda akan kecewa. Casablancas telah meninggalkan sisi fun tersebut di nomor-nomor electronica selanjutnya dan menggantikannya dengan sisi kekelaman yang terus menghantui. “Left & Right in The Dark” adalah contoh komkret dari perubahan mood tersebut. Siraman synthesizer yang ada dipadu dengan lirik apokaliptik seperti “I am ashamed I think maybe sometimes I might have used tricks to make you like me more”. Apakah Casablancas telah mengibarkan bendera merah pada dirinya di The Strokes dulu? Pertanyaan itu Casablancas jawab pada “River of Brakelights”. Dari intro video game backsoundnya, mungkin kita akan berpikir bahwa lagu ini akan menjadi track familiar berikutnya. Tetapi tiba-tiba ia memberikan kejutan manis seiring lagu berjalan lewat sentuhan vibe industrial “Reptilia” (single kedua dari album kedua The Strokes, “Room on Fire”). Bedanya kali ini, permainan drumnya menggunakan drum machine. Cara yang cerdik untuk mengingatkan kita kembali bahwa salah satu hari kejayaan The Strokes masih tetap ada tanpa meninggalkan atmosfir elektronika yang sudah tercipta.

Kadar excitement dari formula kekelaman yang ada cenderung inkonsisten pada “Glass”. Casablancas kembali pada sifatnya yang mudah terhasut akan penciptaan layer yang overproduced disini. Membuat suasana atmospheric yang tercipta dari pembelokan sound synthesizer yang dreamy ke dentingan not-not keyboard yang loud jadi terkesan datar dan kehilangan arah. Untungnya momen kelemahan tersebut bisa diselamatkan oleh “Tourist”. Lewat track penutup ini, Casablancas menyajikan intervensi antara electronica dengan tikaman-tikaman tajam blues riff. Satu hal lain yang membuat track ini menarik adalah storytelling tentang penganalogian dirinya sebagai seorang turis yang terkapar lemah di setiap sudut kota New York. Mengakhiri semua kekelaman dengan suatu keintiman mencekam yang mengajak kita merenung.

“Phrazes For The Young” adalah sebuah album berkonsep nostalgia yang tidak hanya mempunyai sentuhan klasik tetapi juga twist modern. Mungkin tidak banyak sosok young and untamed lower-east side leather jacket dari Casablancas disini, tetapi kita bisa mendengar transformasi mature dan vulnerable dari dirinya. Transformasi dengan pembentukan banyak proyek ambisius meskipun ada beberapa yang dinaungi dengan hasil terlalu serius . Overall album ini sangat direkomendasikan buat hardcore fans The Strokes yang ingin mengetahui image baru dari Casablancas yang bukan tidak mungkin akan kalian lihat kembali di album keempat the Strokes nanti. Buat para pendengar baru, anda bisa mendengar referensi dari interpretasi sound electronica maupun indie rock yang berbeda.
Review By: Adam Fachry

Track List:
1. “Out of the Blue” 4:41
2. “Left & Right in the Dark” 4:54
3. “11th Dimension” 4:03
4. “4 Chords of the Apocalypse” 4:59
5. “Ludlow St.” 5:42
6. “River of Brakelights” 5:08
7. “Glass” 5:20
8. “Tourist” 5:02
9. “Old Hollywood” (iTunes bonus track) 4:33
10. “30 Minute Boyfriend” (iTunes bonus track) 3:31
11. “I Wish It Was Christmas Today” (iTunes bonus track) 3:11

Related posts

Leave a Reply