Trending News

Blog Post

December Artist Highlight – Rihanna
Reviews

December Artist Highlight – Rihanna 

Photobucket

Robyn Rihanna Fenty atau yang biasa disebut Rihanna, siapa sangka gadis kelahiran Saint Michael, Barbados 21 tahun yang lalu ini menjadi sensaional? Awal karirnya menyanyi dimulai ketika ia masih berumur 15 tahun dengan teman sekelasnya disekolah membentuk sebuag group, dan memperkenalkannya kepada produser Evan Rogers, yang sedang berkunjung ke Barbados dalam rangka liburan. Namun anehnya pada saat audisi, temannya yang tergaung dalam group tidak memiliki keberuntungan seperti Rihanna, dengan menyanyikan single milik Destiny’s Child’s, “Emotion”, hingga akhirnya bersama sang Mama untuk memulai larirnya, pindah menuju US, Rihanna mengirimkan demo berisikan lagu “Last Time,” dan “For the Love of You” dan lagu yang membuka jalannya menuju kesuksesan, “Pon de Replay”.

Perjalanan yang tidak mudah terus dilalui Rihanna, butuh waktu yang cukup lama baginya untuk menciptakan demo tersebut, ditambah dengan bentroknya jadwal sekolah membuat Rihanna hanya mempunyai waktu pada saat libur natal. Namun perjuangannya tidak sia-sia, dengan mengirimkan demo albumnya ke label Def Jam, dibawah langsung presiden label tersebut, Jay Z, Rihanna langsung menandatangi kontrak. Sampai saat ini Rihanna telah merilis 4 buah album dengan total penjualan lebih dari 12 juta keping diseluruh dunia. Pada awalnya, Rihanna merupakan seorang penyanyi dengan genre reggae, dan tercermin pada debut albumnya. Namun pada tahun 2005 dan seterusnya, aliran pop, R&B dan dancehall mempengaruhi album-albumnya, dan hingga album keempat terjadi perubahan yang cukup mencengangkan, dimana pada Rated R Rihanna memasukan banyak unsur musik rock.

Melalui album perdananya Music Of The Sun yang masih kental dengan nuansa reggae, hits “Pon de Replay” berhasil masuk pada jajaran top 10 Hot Billboard 100, hingga pada album ke-2nya, A Girl Like Me, terdapat perubahan drastis, pop dan r&b mulai menguasai album ini, dan berhasil menempatkan single “SOS” keperingkat 1 pada minggu pertamanya di Billboard Hot 100. Bahkan single lainnya, Unfaithful” dan “Break It Off” juga tidak mengecewakan, berhasil memasuki top ten chart hot 100.

Dengan keberuntungan yang terus diraihnya, maka dirilislah album ke-3nya, Good Girl Gone Bad. Dengan melempar single “Umbrella” sebagai pembuka, siapa sangka single yang mudah dicerna tersebut bisa langsung meledak diseluruh dunia, dan menambah lagi penggermarnya di belahan dunia. Fantastis, banyak sekali single yang dihasilkan pada album ini, sebut saja “Shut Up & Drive”, “Hate That I Love You” yang dibawakan dengan Ne-Yo, hingga akhirnya dirilis ulang dengan menambahkan 3 buah lagu yang ternyata berhasil memasuki chart, seperti “Take A Bow” dan “Disturbia”. Duetnya dengan Maroon 5 pun tidak mengecewakan pada “If I Never See Your Face Again”.

Lalu bagaimana dengan album ketiganya? Terkejut dengan perubahannya? Pasti!!! Sudah dipastikan, semenjak kekerasan yang terjadi pada Rihanna, membuatnya semakin bertindak lebih berani dalam mengerjakan proyek Rated R. Dibilang idealisme? Bisa ya bisa tidak, tergantung pendapat penggemar. Menurut saya ya, pada album Rated R ini, Rihanna seolah-olah bercerita pada beberapa lagunya. Sebut saja beberapa singlenya seperti “Stupid in Love” dan “Russian Roulette” yang digambarkan secara jelas oleh Rihanna yang menceritakan pengalamannya hidupnya. Single yang tidak memiliki nuansa r&b seperti “Fire Bomb” bisa ditemui.

Terlepas dari perubahannya yang terbilang ekstrem, mari kita lihat sama-sama apakah album Rated R bisa mengulang kesuksesannya atau tidak. Untuk itu sambutlah CreativeDisc Artits Highlight Of The Month: Rihanna.
(Joe Ari Shasta Darius/CreativeDisc Contributor)
Baca Review Albumnya disini
Ikutin kuisnya berhadiah 15 CD Rated R!

Related posts

Leave a Reply