Trending News

Blog Post

Album of The Day: Creed – Full Circle
Album of The Day

Album of The Day: Creed – Full Circle 

PhotobucketApa yang membuat sebuah band dapat bertahan untuk jangka waktu yang lama? Penjualan album yang banyak? Personil yang solid? Habis masa kontrak dengan label? Hal itu tidak salah, namun di posisi lain, ketidaksamaan visi dan tujuanlah yang dapat membuat sebuah band memutuskan untuk bubar. Begitu pula dengan Creed, dibentuk pada tahun 1994 di Tallahassee, Florida sebetulnya dapat bertahan cukup lama jika salah satu anggotanya tidak memutuskan untuk bersolo karir. Bubar pada tahun 2004 setelah merilis album kompilasi, pada thun 2009 yang lalu, tepat pada bulan Oktober, Full Circle dirilis untuk merayakan come back mereka setelah bubar selama lebih dari 5 tahun.

Beranggotakan Scott Stapp pada posisi lead vokal, Mark Tremonti pada rhythm gitar, Scott Phillips pada posisi drums, percussion dan keyboards hingga Brian Marshall pada bass merupakan formasi tetap Creed sampai saat ini. Full Circle seolah menjawab rasa penasaran para fans mereka setelah album terakhir mereka Weathered yang dirilis tahun 2001 meraih sukses.

Secara keseluruhan, materi ke-12 lagu yang berada pada album Full Circle masih mengandalkan nuansa musik yang sama, yakni alternative metal, hard rock, post-grunge. Dibuka dengan hentakan drum dan bass pada intronya berlanjut dengan vokal Scott Stapp yang sangat khas, “Overcome” menjadi single pembuka yang sangat pas. Kocokan gitar bas pada track “Bread of Shame”, “Fear” terdengar sangat kental nuansa alternative metal sepanjang lagunya. Berlanjut pada track “A Thousand Faces” sekilas mengingatkan akan “My Sacrifice”. Pada “Suddenly” sepanjang lagunya sangat kental dengan nuansa post-grunge.

Mau track yang sedikit terdengan slow rock? “Rain” menjadi jawabannya, dengan lirik yang positif. “Away in Silence” masih mengandalkan nuansa rock terdengar sangat akustik pada intronya, liriknya mengajak pendengar untuk tidak menyerah dalam keadaan apapun. “On My Sleeve” sekilas mengingatkan saya pada tembang mereka sebelumnya, “With Arms Wide Open”. Berlanjut pada track “Full Circle” dan “Good Fight” masih terdengar sangat kental nuansal alternative-nya.

“Time” yang dibuka dengan permainan rhythm gitar dapat menjadi pilihan alternatif track setelah mendengarkan “Rain” dan “Away in Silence”. Full Circle ditutup dengan single rock ballad “The Song You Sing” sebagai penutup yang tepat. Secara keseluruhan. meski tidak banyak berbeda dari segi komposisi musik dari album sebelum-sebelumnya, Full Circle dapat mengobati kerinduan penggemarnya, di samping musik yang dibawakan Creed tentunya, teriakan sang vokalis Scott Stapp terdengar sangat maksimal pada keseluruhan track di album ini.

Meski tidak dirilis di bawah label resmi sebelumnya, namun label Wind-Up yang selama ini mem-payungi mereka masih tetap setia mempertahankan Creed sebagai band yang sangat konsisten dan menjaga kualitas. Terbukti pada awal perilisannya, album ini berhasil memulai debutnya di posisi 2 Billboard 200.
(Joe Ari Shasta / CreativeDisc Contributors)

Track List:
1. “Overcome” 3:47
2. “Bread of Shame” 3:56
3. “A Thousand Faces” 4:54
4. “Suddenly” 3:31
5. “Rain” 3:27
6. “Away in Silence” 4:40
7. “Fear” 4:05
8. “On My Sleeve” 4:14
9. “Full Circle” 4:08
10. “Time” 5:55
11. “Good Fight” 3:55
12. “The Song You Sing” 4:08

CD ini sudah tersedia di toko2 CD terdekat kamu seharga Rp.75.000,- dan direlease oleh Warner Music Indonesia

Related posts

Leave a Reply