izmir escort bayan
Trending News

Blog Post

bodrum escort
Album of The Day: Weezer – Raditude
Album of The Day

Album of The Day: Weezer – Raditude 

PhotobucketJangan salah artikan lirik dalam ‘I’m Your Daddy’, sebuah antem rock dengan sentuhan elektro-pop besutan Dr. Luke (Kelly Clarkson, Ke$ha) sebagai semangat pedofilia, karena vokalis-gitaris-penulis lagu Rivers Cuomo bernyanyi secara harafiah tentang putrinya sendiri. Lagu dengan semangat pop yang kental tersebut memang mengajak untuk bersenang-senang, meski sebenarnya Cuomo menciptakan lagu tersebut saat sang putri tengah terbaring sakit.

Mendengarkan ‘Raditude‘, sebenarnya sama halnya dengan mendengarkan enam album Weezer sebelumnya. Atmosfir cadas dan bising ala rock akan tetapi tetap memerhatikan notasi-notasi yang masih dalam hitungan melodius. Hanya saja, dalam album ini, Cuomo beserta Patrick Wilson (gitar, dram), Brian Bell (gitar, vokal) dan Scott Shiner (bas, vokal) sepertinya ingin lebih bersantai dengan pemilihan tema yang lebih ringan dan nge-pop.

Kolaborasi dengan Lil’ Wayne dalam ‘Can’t Stop Partyin’ misalnya. Dari judulnya saja sudah terlihat jelas jika mereka memang hanya ingin berpesta sepuasnya. Dengan ketukan mesin drum dan vokal ala auto tunes, lagu ini memang sangat tipikal lagu pesta masa kini. Namun, bukan Cuomo namanya jika ia tidak memberi ambiens ironi dalam lagu yang juga ditulis oleh kawakan Hip Hop/Rn’B, Jermaine Dupri.

Kontemplasi pun masih dapat ditemui dalam komposisi album ini, seperti ‘Love is the Answer’ yang ditingkahi oleh instrumen India seperti sitar serta vokal perempuan dalam bahasa Hindi. Aransemen yang bernuansa psikedelik menambah kesan artistik lagu. Dalam lagu yang cenderung mid-tempo namun keras di tengah ini justru menjadi lebih unik dengan arsiran vokal Hindi tadi.

Terlepas dari itu, ‘Raditude’ masih menawarkan nafas serta bobot musikalitas yang bisa kita dapatkan dari sebuah kumpulan musik cadas bernama Weezer. ‘(If You’re Wondering If I Want You To) I Want You To’ yang ditulis bersama Butch Walker (Dashboard Confessional, P!nk, Avril Lavigne) memang bernuansa pop-melodik dalam kapasitas penuh, akan tetapi tetap ada ‘Let It All Hang Out’ atau ‘In the Mall’, yang memiliki benang merah yang sangat tebal dengan klise Weezer selama ini. Nakal, nerdy, tapi berisi.

Dan yang senang dengan materi sendu tapi tidak murung, ada ‘I Don’t Want to Let You Go’ yang rasanya memang cocok sebagai pamungkas album ini. Vokal Cuomo yang sedikit berlarat namun tidak kehilangan aura geek-nya terasa menawan dan membuat lagu menjadi sangat meneyntuh, meski sebenarnya lagu bukan beritme lembut.

‘Raditude’ adalah album yang memuaskan. Setidaknya dalam pakem yang biasa kita kenal dari Wezer. Semangat bermain-main mereka dalam rock yang bernuansa progresif tetap terasa jenial, walau mungkin dibungkus dalam semangat pop yang tinggi. Weezer, bagaimanapun, masih band rock terdepan yang kita punya.
(Haris / CreativeDisc Contributors)

TRACK LIST:
01. (If You’re Wondering If I Want You To) I Want You To
02. I’m Your Daddy
03. The Girl Got Hot
04. Can’t Stop Partying (Polow version)
05. Put Me Back Together (Rich costy mix)
06. Trippin’ Down The Freeway
07. Love Is The Answer
08. Let It All Hang Out
09. In The Mall
10. I Don’t Want To Let You Go

TRIVIA:

* Album dirilis dalam dua edisi; standar dan deluxe. Edisi Indonesia adalah rilisan standar yang berisi 10 lagu. Sedang pada edisi deluxe berisi dua keping, selain rilisan standar maka pada keping kedua terdapat 4 tambahan lagu lagi, yang uniknya terkesan mentah, akan tetapi tetap jenial dalam musikalitas ala Weezer.

* Judul ‘Raditude’ diperoleh atas masukan dari aktor-komedian Rainn Wilson (The Office). Raditude kurang lebih bahasa slang yang berarti mempunyai sikap dalam getar positif atau negatif, atau juga keren.

ps.Album ini sudah tersedia di toko cd terdekat Rp.75.000,- direlease oleh Universal Music Indonesia.

Related posts

26 Comments

  1. kc

    suka banget ma ne album
    apalagi single Love Is The Answer..
    highly recomended

  2. RoY BaRak PaYunG

    baru dengar track 1, 4, & 7. 1 & 4 qren! 7 aneh!

  3. h4n$

    beda yah ama album sebelumnya?

  4. YOG-HURT

    IM YOUR DADDY highest recommend,, 7 ANEH SANGAT! KARAKTER MEREKA SEOLAH2 TERKUBUR DALAM NUANSA ALUNAN MUSIK INDIA YG GEJE

  5. Musicoholic

    —beda yah ama album sebelumnya?—

    oh ya beda karena yang ini jelek LOL. This album is a disaster. Waktu tahun 94, Cuomo masih umur 24, lucu kalo dia nyanyiin tentang girls, party, homies, dll. sekarang umurnya 40, dia MASIH nyanyiin girls, party, homies juga !

    even worse sekarang productionnya dibikin powerpop yang mainstream abis. Is it a bad thing ? yes. Krn dulu mrk di-follow, sekarang mereka kyk follower yang mengikuti sound-nya big market.

  6. Adam Fachry

    Their worst effort to date. But then again, memang beberapa album Weezer era 2000-an ini banyak yang mengecewakan. Some of them were very mediocre (The Green and Red Album), some of them were crap (Make Believe dan tentunya ini Raditude).

    Cuomo kayak gak pernah grow-up dengan mengangkat tema lagu yang sama terus menerus. Raditude mungkin mencoba untuk berubah, tetapi sayangnya mereka mengambil banyak misstep. Kolaborasi sama Lil’ Wayne dan Jermaine Dupri di “Can’t Stop Partying” buat gue adalah sebuah joke. A disgrace for both hip-hop & angsty powerpop spirit mereka.

    I’m Your Daddy sama (If You’re Wondering If I Want You To) I Want You To sangat downgrading kredibilitas mereka. Way too cutesy and annoying. Nuansa fuzz guitar riffs yang menajdi trademark mereka masih ada tapi lirik-liriknya sangat pure cheeseball.

    Harapan Weezer untuk memproduksi album yang bener2 RAD seperti The Blue Album atau Pinkerton bagi gue udah musnah. Gue kira setelah Make Belive mereka bisa introspeksi diri, tetapi ternyata sama sekali belum. Wezer dari yang tadinya adalah band pujaan nerd and outsiders telah menjadi band yang memuja radio-friendly/tween route. Raditude is a radio-whore album.

  7. Musicoholic

    Thank God albumnya cuma 33 menit,so that one doesn’t have to suffer for so long listening to this hackneyed crap.

  8. hendra

    serem bgt dah baca 3 koment terakhir,,,
    blom dengerin album-nya

  9. Musicoholic

    Hendra. It wasn’t THAT bad kalo ini bukan weezer, jelek sedang dan tidak memorable lah gt. Tp kalo standar weezer ,ini bapuk abis.

  10. hendra

    gw ada DL neh yg deluxe (tepatnya 27 Oktober 2009 maren) hohoho

    yg gw dengerin cuman single pertamanya doank

    tp habis baca koment Lo ma Adam gw skarang muter album mreka lagi,,

    tp,,,,, gw gak pernah dengerin album mreka yg dulu jd gak bisa bandingin,,,

  11. Musicoholic

    Terus menurut lu gmn?

  12. YOGHURT

    Cuomo masih umur 24, lucu kalo dia nyanyiin tentang girls, party, homies, dll. sekarang umurnya 40, dia MASIH nyanyiin girls, party, homies juga !

    Cuomo kayak gak pernah grow-up dengan mengangkat tema lagu yang sama terus menerus.

    “hey pak, itu namanya konsistensi dan mereka tetep konsisten ma gaya bermusik mereka, itu yg gw suka ma grup ini, bertambah matang bukan berarti harus surut energinya, kan”

    I’m Your Daddy sama (If You’re Wondering If I Want You To) I Want You To sangat downgrading kredibilitas mereka

    “bagi gw lagu ini easy listening kog, selama masi enak didenger gw rasa oke2 aja, lagipula apa sih pentingnya kredibilitas? seorang penyanyi menghasilkan karya2 yg asik itu jauh lebih menarik daripada mentingin kredibilitas, kebebasan berkarya=kebebasan mengekspresikan diri,, lagian fans2nya weezer jg mengalami regenerasi kog, fans2 muda yg suka ma gaya mereka (sekarang.red) jg banyak..”

  13. hendra

    @bastian, bbrp lagu lumayan catchy IMO, bbrp track gw skip soalny awal dengerin dah gak tertarik. but gw gak bakalan beli hehe

  14. Adam Fachry

    “hey pak, itu namanya konsistensi dan mereka tetep konsisten ma gaya bermusik mereka, itu yg gw suka ma grup ini”

    Hmm gue jadi pengen tahu apa lo udah dengar semua karya Weezer apa belum. Blue Album, Pinkerton, Green Album, Maladroit, Make Believe, Red Album, sama Raditude kebetulan gue udah denger semua. Kalo udah, mau share2 pendapat nggak sebagai sesama listener?

    “itu namanya konsistensi”

    Konsistensi sama repetisi itu bedanya tipis loh.

    “bagi gw lagu ini easy listening kog, selama masi enak didenger gw rasa oke2 aja, lagipula apa sih pentingnya kredibilitas?”

    Ha,ha,ha pentingnya kredibilitas apa? Yah banyak, membuat sang band mendapatkan pengakuan bagus dari segi kualitasnya, membuat band tersebut diperhitungkan sebagai salah satu band terdepan di industri musik, dan yang pastinya bisa menarik banyak penikmat musik sejati.

    “kebebasan berkarya=kebebasan mengekspresikan diri,”

    Kebebasan berkarya memang hak mereka tetapi hak para listener mereka juga dong untuk mempunyai kebebasan suka atau nggak suka atas karya mereka. Hihihi lagian Weezer disini juga nggak genuinely idealist banget.

  15. Musicoholic

    —kebebasan berkarya=kebebasan mengekspresikan diri—

    ya kebebasan gw berpendapat juga bahwa album ini crap. Mereka penjual, gw konsumen lantas gw nilai produknya. I just don’t think it is a good album, as simple as that.

    Kalo gw bilang album ini crap and disastrous, artinya adalah itu BUAT GW, and i don’t give a f*** what other people think.

    Kalo lo (dan another legions of fans) suka sama album ini, more power to you, more power to them !

    —hey pak, itu namanya konsistensi dan mereka tetep konsisten ma gaya bermusik mereka, itu yg gw suka ma grup ini, bertambah matang bukan berarti harus surut energinya, kan—

    kalo lo anggap konsistensi, fine. Gw anggap ini rehashing old formulas. Mempunyai energi yang tinggi bukan berarti harus mengulang formula yang sama kan ?

  16. RoY BaRak PaYunG

    Suka sama lagu weezer kecuali track no. 7! Kalian benar2 aneh!

  17. YOGHURT

    ya kebebasan gw berpendapat juga bahwa album ini crap. Mereka penjual, gw konsumen lantas gw nilai produknya.

    “so lw anggep apa fans2 mereka? patung? singkong? lw asal ngemeng kayak ini buku diary lw, artikel ini gg cuman lw ma gw yg nonton, kalo lw punya pemikiran seidealis itu tentang band ini, setidaknya lw hargain dikit para fans2nya termasuk gw,, lw kr segampang itu lw bisa ngomong kesana kemari dengan pengetahuan musik lw yg maha dasyat, lw comment seolah2 lw palng bener tanpa tau perasaan fans yg mungkn gg terima ma perkataan lw!!”

    its worst moment that i’ve ever seen in this weblog! SL*T

  18. Musicoholic

    Ngga peduli. Ga ada urusan antara pendapat gw dgn perasaan org laen. Lu aja fan weezer yg sensi, grow up kid. Album ini jelek MENURUT GW dan gw ga pernah maksa org laen buat benci album ini, dan gw jg ga pernah nyerang org yg ngaku fannya. Kalo lo tiba2 marah2 ndiri, berarti lu yg ga bs nerima pendapat org laen,lu sensi dan immature. Nothing u say here will change the way i am, i can say whatever’s on my brilliant mind (ooh don’t let me start loving myself), and u can go feeling bad. Bhs indonya: makan hati aj ndiri sono

  19. YOG-HURT

    @musicholic terhormat: npa lw gg bikin weblog sendiri, bung? yang isinya orang2 yang sotoy dan sangat s*K idealis dalam menilai suatu karya orang lain,.. mengkotak2an ekspresi=pembunuhan karakter,, ntar kalau udah jd blog lw, hubungin gw,, gw mampir deh,, hwakakakakaka

  20. Musicoholic

    Ngapain gw bikin blog buat muasin lu? Dan gw ga so tau,udah jelas gw emang ‘tau’ (oooh don’t let me start loving my lovely self),mau ngadu pengetahuan musik ama gw? Ayo buka topik terbuka apa aja di sini. Gini loh cil, gw ga suka album weezer yg ini, gw ekspresikan di sini, as simple as that,kalo ada yg blh tersinggung cuma 1, ya weezernya sendiri,krn mrk yg gw serang, bukan lu. Kenapa jadi lu yg blingsatan gini haha. Lagian mana gw tau sih lu fannya? Coba jawab gw pake logika, darimana gw bs tau lu fan weezer? Gw kan ga kenal ama lu dan ga pernah komunikasi (ga kepengen juga sih lol). Gw tau pun gw ga peduli. Gw udah dgr weezer dari lu msh bayi lol

  21. Musicoholic

    Dan 1 lg, coba liat komen no.15 ,gw udah cukup hargai lu dgn bilang ‘kalo lo suka, more power to you’. Tp lu yg personal attack gw blg slut di komen 17. Gw copy tulisan elo dan gw save dan print. Sewaktu2 ada apa2,gw punya bukti. Jgn maen2 ama gw ok cil?

  22. Adam Fachry

    Udah-udah jadi oot gini deh. Tapi Yoghurt, Musicoholic got some good points. Dia dan gue punya pendapat yang berbeda sama Raditude, kita nggak maksain kehendak semua orang buat ikut gak suka. Seperti yang gue bilang di atas juga, itu semua hak pribadi. We have a problem with this album, not with their fans (or fan, karena kayaknya yang nggak puas sama komentar2 kita cuman lo seorang).

    Weblog ini emang bukan kita aja yang baca (atau kalo menurut bahasa lo, nonton), yak gue setuju. Tetapi berarti udah jelas dong, setiap orang yang mengunjungi weblog ini disamping membaca, juga berhak menyuarakan aspirasi mereka yang beraneka macam.

    Oh iya karena lo bilang, lo adalah fan mereka. Menurut lo albums atau songs Weezer yang esensial apa aja yah? Gue penasaran aja karena kan lo salah satu fan mereka.

  23. aduy

    duh gw ngakak ama komen yang diatas , sok GEDE bgt sih..

    but yeeaah I must agree with Adam fachry, album weezer yg ini terlalu annoying.. gw mulai suka weezer sejak album mereka yang pinkerton, dan makin kesini .. yap they re sound like a crap dengan formula partying and girls dimana mereka sudah mulai berumur .. but I still expect a better album from them..

  24. aduy

    aaaaaaaaaaargh i’m sorry that I call you guys “sok GEDE” khilaf .. gak maksud beneran

  25. E-ONE

    Yah namanya selera….masalahnya selera nya bagus apa nggak . wkwk

  26. aduy

    ciyeeeee si iwan = e-one wahahahaha 😛 selera musik tuh relatif ga mutlak

Leave a Reply

Required fields are marked *

Entsorgung Berlin