Trending News

Blog Post

Time Tunnel: Chumbawamba
Time Tunnel

Time Tunnel: Chumbawamba 

PhotobucketGendangnya Chumbawamba, well, bukan secara harfiah gendang, kita dengarkan di sekitaran 1997 dengan hit mereka Tubthumping dari album mereka Tubthumper. Apakah itu merupakan langkah awal mereka di indutri musik dunia? TIDAK! Mari kita terlusuri sejenak perjalanan musik mereka from day one…

What is Chumbawamba? Mereka adalah grup musik yang didirikan sejak 1982 di Burnley dengan beranggotakan Allan Whalley, Danbert Nobacon, Midge, dan Tomi yang sebelumnya membentuk band bernama Chimp Eats Banana. Yah banyak yang menebak dari namanya yang unik mereka tidak menghasilkan lagu-lagu yang serius. Hmm… We’ll see that later. Kemudian bergabunglah Lou Watts dan mereka berhasil mengeluarkan track pertama mereka Three Years Later lewat album kompilasi Bullsh*t Detector 2. Musik yang mereka sajikan adalah inspirasi dari musisi folk, punk, dance. alternative dengan lirik yang terinspirasi dari dunia politik. Dan hingga akhir 1982, anggota band ini bertambah 4 orang lagi. Meskipun nama dan keberadaan mereka dianggap seperti joke bagi beberapa kalangan, keseriusan mereka muncul saat musik yang mereka bawakan mengangkat isu animal rights dan pernyataan anti perang, yang kemudian mereka sebut sebagai sebuah bentuk yang anarkis.

Jalan hidup nebeng lewat album kompilasi tidak menjadi menu utama bagi Chumbawamba, karena mereka mampu mendirikan label rekaman independen Agit-Prop Records yang akhirnya mampu menembus Sky and Trees Records untuk rekaman album Pictures of Starving Children Sell Records di tahun 1986. Banyak album yang mereka ciptakan selama 80-90’an dan nama merekapun semakin membahana di luar UK, sebut saja Jerman contohnya, album tahun 1988 mereka berjudul English Rebel Songs 1381-1914 mendapatkan respon yang baik disana. Inilah yang menjadi batu loncatan mereka untuk mengambangkan sayap ke seluruh penjuru Eropa melalui EMI Records. Berkat kontrak mereka bersama EMI baru kita tahu siapa Chumbawamba dan bagaimana mereka terdengar!

Major success adalah penggambaran yang sangat tepat bagi album Tubthumper di tahun 1997 dengan super hit Tubthumping yang muncul dimana-mana. Mulai dari iklan Piala Dunia 1998, Top of the Pops, Late Show with David Letterman, hingga tahun lalu termasuk dalam hit Peter Kay’s BBC Animated All Star untuk Children In Need. Selain itu, Tubthumping juga lagu yang sangat populer dipakai dalam film lho. Sejak tahun 1997 hingga 2009! Home Alone 3, In God’s Hands, Senseless, Air Bud 2, Dirty Work, Varsity Blues, Soft Fruit, Joe Somebody, Fired Up!, dan Fanboys. Juga di 5 game, World Cup 98, Dance Dance Revolution 2ndMIX, Samba de Amigo, taiko Drum Master, dan Donkey Konga. Lagu ini juga muncul untuk album kompilasi NOW! That’s What I Call Music 4 yang beredar di Indonesia. Sukses luar lewat Tubthumping tidak menyusutkan keinginan mereka untuk merilis single lain dari Tubthumper, dan jadilah Amnesia di tahun 1998 sebagai single ke-2nya. Meskipun tidak sebesar dan sehebat Tubthumping, tapi Amnesia paling tidak muncul di 2 judul film, yaitu Dirty Work dan Mystery Alaska.

Di tahun 1998, saat perhelatan olahraga terbesar di dunia diadakan, Chumbawamba pun ambil bagian darinya. Bersama nama Los Del Rio, Ricky Martin, CoCo Lee dan masih banyak lagi yang mengisi album Allez! Ola Ole!, sebuah kompilasi yang berisikan lagu-lagu tema sepakbola dari banyak negara di dunia. Mereka mewakili Inggris untuk menyanyikan Top Of The World (Ole Ole Ole) yang merupakan salah satu lagu terbaik dalam album tersebut. Nama Chumbawamba pun semakin menjulang tinggi. Tapi sepertinya bagi beberapa anggotanya adalah sebuah beban, hingga mereka memutuskan untuk meninggalkan ketenaran tersebut dan cabut dari grup. Tapi cepat bagi member yang ditinggalkan untuk mendapatkan gantinya. Dan masih bersama EMI, mereka merilis album Waht You See Is Wahat You Get di tahun 200 dengan hit She’s Got All The Friends That Money Can Buy. Album ini adalah sebuah kekecewaan. Dan tanpa basa-basi, EMI langsung memutuskan kontrak dengan Chumbawamba yang bagi kita di Indonesia merupakan the end of the group!

Apakah dengan berhentinya dari EMI lantas Chumbawamba had come to an end? Ternyata tidak. Bersama MUTT Records mereka menghasilkan Readymades hingga album Un. Lepas dari MUTT mereka masih sanggup merilis album bersama No Masters hingga saat ini. Karya terakhir mereka adalah ABCDEFG yang bagi grup itu sendiri adalah sebutan untuk semua yang telah mereka lewati selama ini, dan kemungkinan adalah penyebutan untuk notasi do-re-mi. Album ini dirilis 1 Maret 2010. Apakah ABCDEFG bisa disebut sebagai comeback mereka untuk publik di Indonesia? We’ll have to wait and see for that to happen!

Anggota Chumbawamba yang masih eksis hingga saat ini adalah:
1. Lou Watts (sejak 1982)
2. Boff Whalley (sejak 1982)
3. Jude Abbott (sejak 1996)
4. Neil Ferguson (sejak 1999)
5. Phil Moody (sejak 2007)

Anggota Chumbawamba yang sudah cabut:
6. Dusntan Bruce (1982-2004)
7. Danbert Nobacon (1982-2004)
8. Alice Nutter (1983-2004)
9. Harry Hamer (1984-2004)
10. Paul greco (1992-1999)
11. Mavis Dillon (1984-1995)

Album studio yang berhasil mereka keluarkan:
1986-Pictures of Starving Children Sell Records
1987-Nevermind the Ballots
1988-English Rebel Songs 1381-1914
1990-Slap!
1992-Shhh
1994-Anarchy
1995-Swingin’ with Raymond
1997-Tubthumper
2000-What You See Is What You Get
2002-Readymades
2003-English Rebel Songs 1381-1984
2004-Un
2005-A Singsong and a Scrap
2008-The Boy Bands Have Won
2010-ABCDEFG

Lagu Chumbawamba apa yang paling kamu inget?

(Ai Hasibuan / CreativeDisc Contributors)

Related posts

Leave a Reply