Trending News

Blog Post

Time Tunnel: P.O.D
Time Tunnel

Time Tunnel: P.O.D 

Photobucket

Asal muasal Payable On Death, atau yang lebih dikenal dengan nama P.O.D ini adalah saat Marcus Curiel dan Wuv Bernardo yang sering tampil Southtown, San Diego, California tanpa vokalis, hanya permainan gitar dan drum saja membawakan lagu-lagu dari Metallica dan Slayer. Ini terjadi di tahun 1991 dan mereka masih menyebut dirinya Eschatos. Pergerekan awal dari band ini dari genre metal ke arah Christian Rock muncul saat Wuv mengajak sepupunya Sonny Sandoval yang kala itu sedang dirundung musibah sakit parah sang ibu. Jadilah band ini memiliki vokalis, sehingga mereka hanya harus memikirkan untuk pencarian pemain bass. Dialah Gabe Portillo yang tampil dalam rekaman demo band ini sekaligus menabalkan nama mereka menjadi POD. Ada bantuan dari ‘orang dalam’ untuk meng-gol-kan niat mereka sebagai artis rekaman, adalah Rescue Records, label rekaman milik ayah Wuv yang mengontrak mereka kemudian. Tapi Gabe justru mengundurkan diri dari formasi sehingga hadirlah Traa Daniels untuk menggantikan posisinya sebagai bassis POD. Formasi lengkap, kontrak sudah ditandatangani, selanjutnya adalah gerakan perilisan album bersama Rescue Records. Perjalanan mereka bersama Rescue cukup singkat, dari tahun 1994 hanya sampai tahun 1998.Tapi dalam rentang waktu tersebut mereka berhasil menghasilkan 3 album, Snuff The Punk, Brown, dan Payable On Death Live. Wait wait wait, did I write punk? Ya, Snuff The Punk. Itu judul albumnya. Mereka masih setia kog sama aliran metal dengan lirik yang dinyanyikan secara nge-rap di album ini. Tapi adalah album Payable On Death Live yang cukup menarik perhatian, karena album rekaman penampilan langsung mereka tahun 1997 di Stevenson, Washington yang membuat mereka ditawari kontrak rekaman oleh Essential Records. Namun band ini menolak dengan alasan Tuhan punya rencana lain untuk mereka. Dan benar saja, Atlantic Records tak lama kemudian menggandeng mereka setelah sebelumnya sempat membuat album mini berjudul The Warriors.

Adalah Howard Benson yang memproduseri album bersama label rekaman major mereka, The Fundamental Elements Of Southtown. Album yang dirilis 21 Agustus 1999 ini punya 2 single andalan, 17 lagu di dalamnya, termasuk cover version dari lagu U2 yang berjudul Bullet The Blue Sky dan hidden track berjudul Tambura. Nama album ini sekaligus single pertamanya Southtown adalah sebuah tribute untuk kampung halaman mereka. Hit terbesarnya adalah Rock The Party (If The Hook) yang muncul di posisi 1 di MTV TRL di tahun yang sama. Kepakan sayap mereka bersama Atlantic yahud, karena selain nongol di stasiun musik dengan jaringan worldwide, mereka juga mulai menunjukkan taringnya di ajang San Diego Music Awards dan GMA Dove Awards masing-masing di tahun 2000 dan 2001. Tak ingin berleha-leha, POD kemudian kembali ke studio rekaman masih bersama Howard Benson untuk penggarapan album Satellite di tahun 2001. Kamu pasti sangat familiar dengan album ini, karena album yang dirilis 11 September 2001 ini (di hari yang sama dengan 9/11) berhasil debut di posisi 6 chart album Billboard dengan angka penjualan 133.000 kopi. Dan di akhir dekade, album ini mendapat tempat juga lho. Posisi 137 dari 200 album dalam dekade 2000-2009. Single-single juga cukup mengangkat nama POD di jajaran lagu terbaik sepanjang 2001 hingga 2002. Sebut saja Alive, Boom, dan Satellite. Tapi di atas itu semua adalah keberhasilan Youth Of The Nation sebagai satu-satunya lagu Top 40 mereka di BB Hot 100 singles. Lagu ini selain sangat diperhitungkan di chart musik rock, juga mampu menembus Top 40 mainstream dan tracks. Di Indonesia juga sangat berjaya, seperti di US juga. Lagu ini dijadikan anthem untuk generasi muda, menyanyi bersama dalam lirik ‘we are we are, youth of the nation’. Dan beruntung bagiku yang saat lagu ini nge-hit, sedang menikmati masa-masa SMA. Hihi.

Banyak kisah yang bisa ditarik dari album Satellite ini selain berhasil terjual sebanyak 3 juta keping di Amerika Serikat. Album yang berisi 17 lagu di dalamnya ini sangat berhasil di Top Christian Album Chart. Di tahun 2001, Satellite berhasil meraih posisi teratas Top Contemporary Christian dan di tahun 2003 muncul lagi di puncak Top Christian Albums. Banyak prestasi memang, karena dengan album ini jugalah POD berhasil masuk dalam anguerah musik terbesar, yaitu Grammy Awards, di tahun 2002 dan 2003. 3 nominasi disabet dalam ajang tersebut, Best Hard Rock Performance untuk Alive di tahun 2002, Best Metal Performance untuk Portrait dan Best Hard Rock Performance untuk Youth Of The Nation di tahun 2003-nya. Padahal Portrait tidak dirilis sebagai single lho, namun para juri Grammy dengan bijaknya memasukkan lagu tersebut ke jajaran lagu metal terbaik, membuat kita jadi notice bahwa selain 4 lagu yang dijadikan single dalam album ini, masih ada lagu lain yang highly recommended. Contohnya lagi, lagu Whatever It Takes yang merupakan bonus track untuk edisi Eropa, dijadikan soundtrack untuk drama Any Given Sunday.

Marcus Curiel, pemain gitar sekaligus satu dari dua penggagas awal band ini terpaksa harus meninggalkan posisinya di POD untuk mengejar karir bersama band barunya The Accident Experiment. Banyak kabar beredar mengenai kepergian Curiel, mulai dari perbedaan kepercayaan hingga pengusiran yang dilakukan terhadapnya. Apapun itu, yang pasti membuat anggota lain dalam band ini kebingungan menentukan nasib, haruskah bubar atau mencari pengganti. Ternyata opsi kedua yang mereka pilih, dan terciduklah nama Jason Truby untuk menggantikan Curiel. Album barupun kemudian dirilis. Payable On Death, itulah judul album mereka yang masih bersama Atlantic. Jika dibandingkan dengan rekaman mereka yang sebelumnya, album ini berada di posisi yang sangat timpang. Hanya terjual sebanyak 500.000 keping dalam 2 bulan perilisannya di Amerika, dengan angka total penjualan 1,3juta kopi di seluruh dunia. Ini terdengar tidak bagus. Meskipun lagu dalam edisi bonusnya, Sleeping Awake dijadikan soudntrack film The Matrix Reloaded tidak cukup untuk membuat sejarah yang sama setara album sebelumnya. Di awal tahun 2006 mereka masih mampu untuk membuat album studio lagi yang berjudul Testify, setelah sebelumnya membuat album mini The Warriors Volume 2 sebagai pemanasan. Ada beberapa lagu yang cukup mencetak sejarah bagi POD. Contohnya adalah Goodbye For Now yang berhasil meraih tempat teratas di MTV TRL dan beberapa stasiun radio di Amerika dan Lights Out yang muncul sebagai lagu resmi WWE’s Survivor Series. Untuk mendongkrak penjualan album ini, POD menggelar tur musik Amerika bertitel Warriors Tour 2: Guilty by Association. Sepertinya charm dari Curiel tidak membekas di band ini. Meskipun demikian, Sonny sang vokalis menyatakan rasa terima kasihnya yang besar atas peran serta Jason yang merupakan alasan mereka masih eksis. “He did us a favor by helping us out with this song (Sleeping Awake), and then once it was all said and done it kind of confirmed that maybe we should keep doing what we loved… and that’s making music. So now he’s helping us do that.”

Marcus Curiel, pamin gitar sekaligus satu dari dua penggagas awal band ini ahirnya memutuskan untuk kembali lagi ke POD setelah cukup lama berwara-wiri mencoba peruntungan dengan bandnya yang lain. Keputusan Curiel untuk gabung lagi ini sangat tepat, karena beberapa saat sebelumnya Jason memutuskan untuk meninggalkan POD. That is weird. But anyway, sebelum Jason benar-benar cabut, POD yang justru cabut duluan dari label Atlantic setelah album Testify hanya terjual sebanyak 500.000 keping di seluruh dunia. Cabutnya POD dari Atlantic kemudian ditampung oleh Rhino Records untuk merilis album kompilasi Greatest Hits: The Atlantic Years. Nah, dengan gabungnya kembali Curiel, ini artinya adalah langkah baru yang lebih mantab dan solid. Di awal tahun 2007 mereka teken kontrak dengan label rekaman yang baru. Kali ini POD digandeng oleh INO Records. Album yang berhasil mereka ciptakan adalah When Angels & Serpents Dance. Ada yang tau album ini kapan dirilisnya? Jawabannya adalah 8 April 2008. Debut di posisi 9 Billboard Album chart, dengan 5 single dari tahun 2008 hingga tahun 2009. Tapi sepertinya album ini tidak bicara banyak. Penjualan album ini di seluruh dunia hanya tercatat sebanyak 188.000 kopi. Ini adalah hasil yang sangat mengecewakan, mengingat pencapaian yang mereka pernah raih di awal dekade. Sulit untuk mempertahankan apa yang pernah dicapai memang, tapi POD adalah satu band yang masih mau mencoba. Buktinya adalah di akhir tahun lalu, Wuv dan Curiel menyatakan bahwa tahun ini mereka akan kembali mengeluarkan album di tahun ini. Kita tunggu saja nanti, tapi predikat one of the best Christian rock band akan terus melekat pada nama itu, Payable On Death.

Trivia:
1. Katy Perry muncul lho sebagai penyanyi latar untuk single Goodbye For Now dari album Testify.
2. Tsunami yang terjadi di tahun 2004 lalu ternyata menyentuh 2 orang orang dari POD untuk ikutan proyek amal. Wuv dan Sonny ikut tampil dalam rekaman Forever In Our Hearts yang keuntungan dari penjualannya adalah untuk membantu pemulihan negara-negara di Asia yang terkena dampak tsunami tersebut.
3. Sertifikasi untuk masa-masa terbaik mereka bersama Atlantic adalah Platinum untuk The Fundamental Elements of Southtown, Triple Platinum untuk Satellite, dan Emas untuk Payable On Death. Dan itu hanya untuk US saja.
4. POD juga sempat tampil di salah satu episode MTV Punk’ed. Mereka dikerjain ama Ashton Kutcher untuk membersihkan sekujur tubuh mereka dari virus yang sedang musim plus menyuruh Sonny sang vokalis untuk menggunting rambut gimbalnya.

Official Website: http://www.payableondeath.com/

Discography:
* Snuff the Punk (1994)
* Brown (1996)
* The Fundamental Elements of Southtown (1999)
* Satellite (2001)
* Payable on Death (2003)
* Testify (2006)
* When Angels & Serpents Dance (2008)

By Ai Hasibuan (CreativeDisc Contributors) and also thanks to Agus Putra for the useful help in making the article.

Related posts

Leave a Reply