Trending News

Blog Post

Interview With Hadise
Artist Interviews

Interview With Hadise 

Photobucket
Jumat, 4 Juni lalu atas undangan dari pihak Warner Music Indonesia, Creativedisc.com menghadiri konferensi pers dengan Hadise. Berbusana terusan tanpa lengan dengan rambut pirang tergerai Hadise datang dengan kehangatan dan antusiasme yang tinggi meski terlambat sejam akibat kemacetan di kawasan Kuningan. Hadise memang khusus datang ke Indonesia. Bisa dikatakan Jakarta adalah kota pertama di Asia Tenggara yang disinggahinya. Dalam konferensi kali ini pihak Warner menayangkan perdana 4 buah video musik dari album terakhir Hadise, ‘Fast Life’. Album ‘Fast Life’ sebenarnya sudah dirilis sejak tahun lalu tetapi baru diperkenalkan ke khalayak musik Indonesia saat ini. Keempat video musik tersebut adalah ‘Dum Tek Tek’, ‘Fast Life’, ‘A Good Kiss’ dan ‘My Body’.

Berikut ini petikan dari tanya jawab selama konferensi pers berlangsung.

Hadise, bisa Anda perkenalkan siapa diri Anda sebenarnya?
Aku seorang gadis berdarah Turki kelahiran Belgia berumur 24 tahun. Aku masih tinggal di Belgia. Aku memulai berkarir di musik saat di usia 15 tahun dengan mengikuti ajang pencarian bakat sepmacam Idol. Meski aku tidak berhasil masuk final, kejadian itu tidak menghentikan langkahku untuk terus meniti karir di dunia musik. Dan disinilah aku dengan album ‘Fast Life yang adalah albumku yang ketiga dirilis tahun 2009 lalu. Album perdanaku dirilis di tahun 2005 dilanjutkan dengan album kedua di tahun 2007. Di tengah-tengah kesibukanku, aku tetap melanjutkan sekolahku dan berhasil meraih gelar sarjanaku. Ini adalah sesuatu yang sangat membanggakan buatku. Memang bukan proses yang mudah. Pendidikan adalah sesuatu yang sangat penting bagiku. Seiring dengan perjalanan karir musikku yang meningkat, kerja kerasku mulai menampakkan hasil dengan berbagai penghargaan musik yang berhasil kuraih di Belgia, Turki dan Balkan. Aku sungguh bahagia dan bangga karena musikku berhasil mencapai banyak orang di tempat yang sangat jauh dari Turki dan Belgia seperti di Indonesia. Aku bukan hanya seorang penyanyi dan penampil. Aku juga menulis sebagian besar laguku. Setiap albumku memiliki kisahnya sendiri. Aku suka menulis lagu. Senang rasanya jika menyaksikan orang menghargai musikku dan merasa memiliki hubungan dengan musikku..

Bagaimana konsep album ‘Fast Life’ ini?
Album ini adalah terdiri dari beberapa lagu dari album kedua karena aku sendiri belum dikenal di sini. ‘Dum Tek Tek’ adalah lagu yang ingin kutulis dan kunyanyikan dengan bahasa Inggris meski iramanya sendiri memadukan antara R&B dengan beat Turki. ‘Dum Tek Tek’ sendiri adalah ungkapan dalam bahasa Turki yang bisa dipadankan dengan semacam ungkapan ‘Boom Boom Boom’ dalam bahasa Inggris. Lagu ini berkisah tentang jatuh cinta dan menemukan kekasih pria atau wanita yang tepat untuk dirimu sendiri. Album ini sebenarnya sangat pribadi. Ada sebuah lagu berjudul ‘Married Man’, ini ditulis olehku tapi berdasarkan cerita seorang temanku. ‘Fast Life’ adalah lagu yang terinspirasi dari kejadian di tahun lalu dimana aku menjadi sangat sibuk hingga tak sempat untuk pulang ke rumah.

Bisa ceritakan tentang konsep video musik ‘Fast Life’ ini?
Video ini diambil di Istambul. Berkisah tentang hidupku dalam perjalanan. Tapi aku ingin video ini tidak terlalu mudah ditebak karena banyak menampilkan mobil, pesawat, helicopter, yacht. Beruntungnya aku karena sutradara ‘Fast Life’ berhasil menerjemahkan keinginanku. Yang sangat disayangkan adalah kostum yang kukenakan dalam video ini sangat indah tapi hanya bisa kukekanakan sekali saja.

Dalam setiap video musik Anda terlihat seperti bunglon yang tampil berbeda dalam setiap video. Bagaimana Anda menyiasatinya?
Terima kasih. Menarik sekali. Memang banyak yang mengatakan seperti itu kepadaku setiap kali aku muncul dalam video musik, aku tidak mudah untuk dikenali, aku terlihat berbeda. Sebenarnya aku tidak menginginkan terlalu banyak make up dalam video musikku. Kami tidak pernah menggunakan make up berlebihan. Aku ingin terlihat alami. Tergantung konsep videonya. Yang tampil tetaplah diriku. Tetapi biasanya saat aku tampil di panggung atau dalam video aku bisa tiba-tiba berubah 100%. Aku masuk menyelami lagunya kemudian melakukannya dan tampil dengan caraku. Mungkin itu yang membuat diriku tampil berbeda setiap kali.

Kami dengar Anda sangat pemilih, detil dalam hal lagu dan lirik yang akan Anda bawakan. Ada alasan tertentu?
Aku bukanlah tipe seorang artis yang mendengarkan sejumlah 30 lagu yang disodorkan produser dan merekam 15 diantaranya kemudian memilih mana yang akan ditampilkan di albumku dengan mengurangi 2 atau 3 diantaranya. Aku ingin menyampaikan kisahku lewat albumku. Aku ingin menyampaikan kisah yang telah kualami dalam hidupku. Jadi lirik menjadi sangat penting buatku. Karena aku mencintai hidupku. Aku memiliki sesuatu yang harus aku sampaikan. Terutama karena kenyataan aku berdarah Turki dan lahir di Belgia. Aku menjadi jembatan di antara kedua bangsa dan budaya itu. Aku adalah gadis Turki pertama yang menjadi pendobrak perbedaan dan batas-batas di Belgia. Dan itu membuatku menjadi contoh kesuksesan bagi gadis-gadis lainnya, tanpa harus menggurui dan merubah diriku. Aku ingin menyampaikan kalau kita bisa mencapai impian kita dengan bekerja keras.

Siapa pendukung terbesar Anda?
Ibuku adalah pendukung terbesarku. Dia adalah perempuan terkuat yang aku tahu. Meski perawakannya kecil, ia begitu kuat. Ia membesarkan empat orang anak sendirian. Ia tak pernah berhenti percaya pada apapun yang aku lakukan, meski kadang pilihanku sendiri salah. Ia mendukung kegiatanku, karirku.

Siapa artis musisi yang Anda idolakan?
Aku menyukai Prince, Tina Turner. Frank Sinatra, Tony Braxton. Aku juga menyukai artis semacam India Arie yang memproduseri dan menulis lagu mereka sendiri. Aku mendengarkan album mereka. Di saat-saat sulit aku mendengarkan album mereka, dan aku merasa musik dan lirik yang mereka tulis membantuku melalui masa sulit itu. Tidak ada patokan tertentu untuk genre musik yang kudengarkan. Aku bisa saja mendengarkan Marilyn Manson dan kemudian lagu yang benar-benar R&B. Itu membantuku dalam memadukan musikku dengan berbagai genre. Seperti memadukan antara R&B dengan beat Turki. Jika aku menyanyikan lagu yang benar-benar murni R&B tentulah hasilnya tidak akan begitu bagus. Karena sudah tertanam dalam pandangan umum kalau R&B yang bagus berasal dari Amerika. Aku tidak ingin meniru artis Amerika. Aku harus tampil sebagaimana diriku dengan menampilkan akarku sebagai seorang berdarah Turki lewat beat Turki yang aku bawakan.

Sejak kapan Anda mulai bernyanyi?
Sepanjang ingatanku aku selalu bernyanyi sejak aku kecil, memegang sisir dengan kedua tanganku dan bergaya bak seorang penyanyi di depan cermin. Dan saat aku berumur 15 tahun, aku melihat iklan tentang ajang kompetisi bakat dan ibuku mendorongku untuk mengikuti kompetisi tersebut.

Apa pencapaian terbesar bagi Anda?
Setiap penghargaan yang berhasil aku peroleh sebenarnya merupakan pencapaian yang besar buatku. Karena sebuah penghargaan merupakan apresiasi atas kerja kerasku, musikku dan itu akan mendorongku untuk terus berkarya dan menulis lagu.

Darimana Anda mendapatkan inspirasi untuk menulis lagu?
Kebanyakan inspirasiku berasal dari kehidupan. Seperti ‘Hero’ yang merupakan lagu yang memiliki arti yang sangat pribadi buatku. Karena aku adalah seorang seniman yang mengungkapkan tentang kehidupan pribadiku lewat lagu. Aku tak pernah mengungkapkan atau membicarakan tentang sisi kehidupan pribadiku secara terbuka kepada media. Itu adalah hal terakhir yang ingin kulakukan. Aku hanya membicarakan karir dan kerja kerasku kepada media. Kadang-kadang produserku datang dengan ide seperti menulis lagu tentang kecupan yang indah. Dan aku mulai memikirkannya, membayangkannya dan kemudian kami mulai duduk bersama untuk menuliskan lagu tentang hal itu. Jadi kadang meski inspirasi laguku bukan hal-hal yang aku lalui sendiri tetapi kebanyakan laguku itu terinspirasi berdasarkan pengalaman pribadiku. Aku juga bisa mendapatkan dari kisah orang-orang di sekitarku seperti teman atau keluargaku sendiri.

Apa target Anda dengan album ini?
Aku ingin albumku dirilis di lebih banyak negara lagi. Banyak kritikus musik memberikan komentar yang positif tentang albumku. Jadi aku merasa album ini adalah album yang keren untuk didengarkan lebih banyak orang. Menarik sekali kalau Indonesia ternyata bisa menerima albumku. Aku sangat berterima kasih atas penerimaan kalian.

Photobucket

Interview By Timmy (CreativeDisc Contributors)
Photo By Agung (SoundUp)
Thanks To Della & Warner Music Indonesia

Related posts

Leave a Reply