Trending News

Blog Post

Time Tunnel: Ricky Martin
Time Tunnel

Time Tunnel: Ricky Martin 

PhotobucketRicky Martin terlahir dengan nama Enrique Martin Morales pada tgl 24 Desember 1971 di San Juan, Puerto Rico tetapi dia lebih tenar dengan nama panggungnya yaitu Ricky Martin. Perjalanan awal karirnya di dunia musik dimulai ketika dia bergabung dengan Menudo, sebuah boy band yang beranggotakan cowo2 Amerika Latin yang ngetop dengan singlenya No One Can Love You More di tahun 1986 yang tidak lama kemudian di tahun 1990 dia memutuskan untuk bersolo karir.

Photobucket

Spanish Album Era
Setelah menamatkan SMAnya, Martin meninggalkan San Juan dan hijrah ke New York. Tidak lama tinggal disana dia berlanjut ke Mexico City dimana dia memulai karir aktingnya. Di tahun 1989 Martin mendapatkan peran pertamanya di sebuah teater musikal yang berjudul Mis Tennis Rojos (My Red Tennis Shoes) dan setelah itu dia juga ikut ambil bagian dalam sebuah telenovela berjudul Alcanzar Una Estrella II (Reach For A Star 2). Selama Martin sibuk mendalami akting di Mexico, di tahun 1990 dia tergabung dengan Sony Discos, cabang dari Sony Music yang mengkhususkan dalam perilisan album2 Latin. Martin pertama kali merilis album solonya dalam bahasa Spanyol yaitu Ricky Martin di tahun 1991 yg juga termasuk didalamnya single Fuego Contra Fuego. Kemudian di tahun 1993, album solo keduanya dirilis, yang berjudul Me Amaras (You’ll Love Me) dan berhasil terjual jutaan copy di seluruh dunia. Di dalam album ini dia juga menyanyikan sebuah cover version dari single hit milik Laura Branigan yang dinyanyikan dalam bahasa Spanyol, Self Control menjadi Que Día Es Hoy. Di tahun 1994 Martin pindah ke Los Angeles, California dan berhasil mendapatkan peran sebagai bartender dan penyanyi Miguel Morez dalam opera sabun terkenal General Hospital.

Setelah mencicipi peran sebagai aktor, Martin kembali memfokuskan dirinya ke jalur musik dan album ke 3 nya yang diberi judul A Medio Vivir (Half Living) dirilis tahun 1995. Nuansa dansa musik Latin lebih terasa di album ini setelah di 2 album sebelumnya Martin lebih memfokuskan ke ballad. Salah satu singlenya yang terkenal adalah Maria, karena single inilah Martin berhasil menembus Eropa melalui Spanyol, berhasil menjadi hit nomer satu dan menjadi salah satu hit terbesar di Perancis dan Belgia, menduduki posisi Top 10 di kawasan Eropa dan masuk ke US Hot 100 meskipun dalam posisi yang agak rendah. Album ini juga berahsil mencapai Gold di US, Switzerland dan Finlandia, meraih Platinum di Perancis dan 4x Platinum di Spanyol.

3 tahun setelah A Medio Vivir, Martin merilis Vuelve (Come Back / Return) di tahun 1998. Single Vuelve dan Perdido Sin Ti, dua2nya menjadi jawara di Hot Latin Tracks dan Latin Pop Airplay Charts, terjual sebanyak 8.000.000 copy di seluruh dunia. Hit single terbesarnya dari album ini adalah La Copa De La Vida dan lagu ini pula yang membuatnya terpilih untuk menyanyikannya sebagai theme song untuk FIFA World Cup tahun 1998 sehingga dibuatlah versi Englishnya yang berjudul the Cup of Life dan berhasil menjadi nomer 1 di 60 negara dan dianugerahi Platinum di Perancis, Swedia dan Australia sehingga akhirnya lagu tersebut menjadi number one single of the year dan memenangkan Pop Song of the Year di Premio Lo Nuestro Awards tahun 1999. Selain itu dia juga memenangkan Grammy Awards untuk kategori Best Latin Pop Performance dan Vuelve menjadi album pertama Martin yang berhasil masuk ke jajaran Top 40 album di Billboard 200 Album chart di US.

Photobucket
English Album Era
Setelah merilis 4 album dalam bahasa inggris, Martin akhirnya mempersiapkan self titled solo album pertamanya dalam bahasa inggris di tahun 1999 dan banyak musisi dan pencipta lagu terkenal turut ambil bagian dalam album ini, antara lain adalah Desmond Child, Diane Warren, Jon Secada dan juga duet dengan Madonna dalam lagu Be Careful (Cuidado con mi Corazón)”) dan Meja dalam lagu Private Emotion. Versi Inggris dari La Copa De La Vida yaitu the Cup of Life termuat juga dalam album ini dan mencapai sukses besar sementara single keduanya “She’s All I Ever Had juga sukses menduduki peringkat 2 di the Billboard Hot 100 sehingga album ini menjadi salah satu top selling album di tahun 1999 dan mendapat sertifikat 7x platinum, terjual lebih dari 22 juta copy di seluruh dunia. Private Emotion dan She’s All I Ever Had merupakan lagu favorit saya dari semua lagu2 Martin.

Setahun setelah self titled album, Martin merilis album keduanya, Sound Loaded di bulan November 2000. Album ini gagal mencapai nomer satu tetapi berhasil menempati posisi 4. Tiga single dirilis yaitu She Bangs diikuti dengan sebuah lagu duet bersama Christina Aguilera, Nobody Wants to Be Lonely dan yang terakhir adalah Loaded. Berbeda dengan single dari self titled album pertamanya, dua single dari album keduanya ini [She Bangs dan Nobody Wants to Be Lonely] gagal menduduki posisi US Top Ten di Billboard Hot 100 dan hanya mampu mencapai posisi 12 dan 13 sementara Loaded hanya mencapai posisi 97. Meskipun demikian Sound Loaded berhasil terjual 2 juta copy di US.
Setelah 4 Spanish album dan 2 English album, Martin merilis Spanish Greatest Hits album yang berjudul La Historia dan di tahun yang sama pula dirilis album the Best of Ricky Martin. Kemudian di tahun 2003 Martin merilis album baru Almas del Silencio (Souls of Silence), single pertamanya Tal Vez berhasil menjadi jawara di Latin Charts selama 12 minggu. Single berikutnya adalah Jaleo dan Y Todo Queda en Nada juga berhasil menjadi jawara di Latin Charts dan albumnya sendiri terjual lebih dari 1 juta copy di seluruh dunia. 11 Oktober 2005, Martin merilis lagi english albumnya setelah Sound Loaded yang diberi judul Life, dimana album ini sepertinya merupakan ungkapan kisah kehidupan pribadinya sendiri dimana dia berkomentar “I was really in touch with my emotions. I think this album is very multi-layered, just like life is. It’s about feeling anger. It’s about feeling joy. It’s about feeling uncertainty. It’s about feeling. And all my emotions are part of this production.” Di tahun 2006 Martin disibukkan dengan tampil dalam Winter Olympics Closing Ceremony di Turin kemudian pada tanggal 7 Juni 2006 juga tampil di World Cup Fan Party di Berlin.

Selain aktif berkarir di bidang musik, Martin juga mendirikan organisasi amal yang bernama Fundacion Ricky Martin (Ricky Martin Foundation) dan dia sudah mendapatkan beberapa anugerah karena partisipasinya dalam kegiatan kemanusiaan, antara lain :
• The Leadership in the Arts Award
• Billboard’s Spirit of Hope Award
• The Alma Award
• Vanguard Award
• International Humanitarian Award by the International Centre for Missing & Exploited Children.
• Hispanic Heritage Award untuk bantuannya melalui the Sabera Foundation dalam menyelamatkan 3 gadis yatim piatu dari jalanan di Calcutta pada bulan September 2002
Martin juga bergabung dengan the International Organization for Migration dalam “Llama y Vive” (Call and Live), sebuah kampanye yang bertujuan untuk memfasilitasi pencegahan human trafficking (perdagangan manusia), perlindungan bagi korban termuda dari perdagangan anak (child trafficking) dan tuntutan dari para pelaku perdagangan gelap tersebut. Untuk jasanya dalam memerangi human trafficking (perdagangan manusia), the U.S. State Department menyebut Martin sebagai salah satu dari “Heroes in Ending Modern-Day Slavery” di tahun 2005

Discography
Studio albums in Spanish
* Ricky Martin (1991)
* Me Amarás (1993)
* A Medio Vivir (1995)
* Vuelve (1998)
* Almas del Silencio (2003)

Studio albums in English
* Ricky Martin (1999)
* Sound Loaded (2000)
* Life (2005)

Compilation albums
* La Historia (2001)
* The Best of Ricky Martin (2001)
* Ricky Martin 17 (2008)

(Lendy / CreativeDisc Contributors)

So, What’s Your Favourite Ricky Martin’s Single?

Related posts

Leave a Reply