Trending News

Blog Post

Time Tunnel: Suede
Time Tunnel

Time Tunnel: Suede 

Photobucket
THE MUSIC
Suede muncul dari sebuah ide ngumpul bareng Brett Anderson dan Justine Frischmann kembali ke tahun 1989. Mereka yang emang udah kompak banget (baca: pacaran) membuat audisi untuk merekrut anggota baru dalam band yang sudah mereka rencanakan, setelah sebelumnya Mat Osman gabung duluan. Ikutanlah dalam audisi tersebut Bernard Butler, dan jadilah band ini beranggotakan 4 orang tadi. Dalam perjalan awal karir, drummer Simon Gilbert melengkapi formasi. Tapi anehnya, di saat-saat penting sebelum mereka benar-benar terjun ke industri rekaman, Brett dan Justine putus, sehingga band juga harus kehilangan Justine. Tapi Brett mengakui keputusan keluarnya sang mantan justru membantu band ini untuk berkembang. Mereka memberanikan diri untuk unjuk kebolehan ke industri rekaman lewat album “Suede” di tahun 1993, setelah sebelumnya ditabalkan sebagai ‘The Best New Band in Britain’ di 1992. Memang dahsyat album ini. Kali pertama mereka menginjakkan kaki ke pertarungan sengit industri musik, mereka berhasil menempatkan album tersebut ke puncak chart dan menjadi album debutan dengan penjualan terbaik selama hampir sepuluh tahun. Bukan itu saja, mereka juga memenangkan Mercury Prize, sebuah penghargaan tahunan khusus untuk album terbaik di Inggris. Publik semakin histeris donk dengan nama band yang satu ini. Makanya, enggak lama dari situ, album keduapun lahir. “Dog Star Man” judulnya. Album yang dirilis di tahun 1994 ini tidak mengungguli penjualan album sebelumnya. Pasalnya sang gitaris, Bernard Butler cabut dari grup dengan cara enggak baik yang jelas berdampak pada penjualan album tersebut. Mereka bahkan hilang dari peredaran semenjak itu. Kalau melihat prestasi yang ditorehkan album ini memang banting dibanding album sebelumnya. Tapi paling enggak, ada 3 single Top 40 yang berhasil dicetak dari album ini.

Jangan pernah putus asa, itu prinsip yang mereka pegang teguh hingga akhirnya mampu bangkit dari keterpurukan. Gitaris baru juga berhasil mereka gaet. Richard Oakes yang kala itu berusia 17 tahun bergabung dalam tim menggantikan posisi Bernard Butler yang giat untuk mengangkat namanya pasca misah dari Suede. Terciptalah album “Coming Up” di tahun 1996 yang berhasil menyabet posisi puncak di UK Album Chart. Tidak hanya itu, sayap mereka pun semakin terkembang di daratan Eropa. Menjadi nomor 1 di Norwegia dan disertifikasi emas di Swedia. Dari album inilah hit ‘Beautiful Ones’ berasal. Sebuah lagu britpop ceria dengan vokal yang otentik. Gampang untuk menyukai lagu ini, apalagi untuk bersenang-senang bareng sambil mendengarkan hook “la la la la”-nya. Seluruh single dari album ini berhasil mencapai 10 besar di UK! Kesuksesan ini disusul album “Head Music” di penghujung dekade 90-an. Kalau kamu masih ingat, single ‘Electricity’, ‘She’s In Fashion’, dan ‘Everything Will Flow’ berasal dari album ini. Enggak sedahsyat ‘Beautiful Ones’ sih, tapi waktu lagu-lagu ini ngetop, MTV Asia yang ditayangkan di stasiun TV nasional suka banget muterin video-videonya. Dari album pertama hingga album terakhir tadi, direkam di label bernama Nude Records, yang sayangnya berhenti beroperasi enggak lama setelah album “Head Music” rilis. Maka dari itu, kegiatan rekaman Suede-pun harus ikutan terbengkalai sampai akhirnya mereka bergabung bersama keluarga besar Columbia Records. Keluarlah album “New Morning” di tahun 2002 yang secara penjualan tergolong sebagai produk gagal. Single dari album ini salah satunya adalah ‘Positivity’. Dampaknya? Suede harus menutup kisah mereka dan Brett Anderson menyatakan kalau tidak akan ada lagi proyek dengan nama Suede. Ditutup dengan album kompilasi “Singles”, kita benar-benar mengucap selamat tinggal untuk salah satu band rock asal Inggris terpenting dan berpengaruh di era 90-an.

THE BAND
Gonta ganti personel itu urusan biasa dalam sebuah band. Begitu juga dengan Suede. Tapi yang membuat gonta ganti personel ini menjadi lebih besar adalah drama yang melatarinya. Justine Frischmann yang pertama cabut ya karena asmaranya bersama Brett Anderson kandas. Disusul Bernard Butler yang juga enggak enakan sama Brett yang puncaknya adalah pengusiran Bernard dari studio rekaman. Ini yang sebenarnya sangat ngaruh pada diri Suede juga. Albumnya dianggap gagal sehingga memacu Brett untuk memasukkan sound yang baru. Direkrutlah kibordis Neil Codling di tahun 1996. Tapi Neil juga keluar di tahun 2001 akibat dari berhentinya beroperasi label Naked Records. Posisinya diganikan oleh Alex Lee, gitaris dan kibordis yang pernah bareng Goldfrapp, Strangelove, dan Placebo. Setiap kemunculan mereka dalam perilisan album, paling tidak berada dalam formasi 5 orang.

REUNION
Awal tahun lalu dikabarkan kalau band ini sudah manggung bareng lagi di Royal Albert Hall. Ketika dikonfirmasi kepada Brett Anderson, beliau tidak memperjelas keberadaan rumor tersebut. Tapi jadwal manggungnya itu lho, dari London ke Machester, menuju Denmark dan Norwegia. Dan kabar-kabarnya lagi, kontrak rekaman bersama Warner Music. Yang pasti ikutan dalam reunian ini adalah Brett Anderson pastinya, bareng-bareng Mat Osman. Mereka berdua adalah anggota asli Suede. Tiga lainnya adalah Simon Gilbert, Richard Oakes, dan Neil Codling. Neil mendapatkan posisinya kembali setelah band ini bubaran, Alex Lee menolak untuk gabung. Cari kaset-kaset lama, sekarang saatnya memutar ‘Beautiful Ones’ dkk secara berulang-ulang.

Discography:
* Suede (1993)
* Dog Man Star (1994)
* Coming Up (1996)
* Head Music (1999)
* A New Morning (2002)

Compilations:
* Sci-Fi Lullabies (1997)
# Singles (2003)

(Ai Hasibuan / CreativeDisc Contributors)

Related posts

Leave a Reply