Trending News

Blog Post

Time Tunnel: Tiffany
Time Tunnel

Time Tunnel: Tiffany 

PhotobucketPada tanggal 7 November 1987, siapa yang sangka kalau seorang penyanyi remaja yang sedang promo lagu-lagu dari album pertamanya dengan penampilan ngamen di mal-mal USA, akhirnya bisa menggeser single Bad-nya Michael Jackson di Billboard Hot 100 Pop Chart dari posisi nomer satu. Dia adalah Tiffany Renee Darwish, yang lebih dikenal dengan nama depannya saja, dengan single I Think We’re Alone Now, cover versi pop disko dari lagu Tommy James & the Shondells. Setelah itu disusul dengan single berikutnya, pop balada Could’ve Been yang juga sedikit berirama country kembali menduduki nomor satu. Selanjutnya disusul dengan single dari album pertamanya, Tiffany, yang diproduser George Tobin, yaitu I Saw Him Standing There (cover The Beatles) dan Feelings of Forever. Tiffany benar-benar mencapai status teen stardom nya di album ini, bersaing ketat dengan Debbie Gibson, yang berita dan foto2nya selalu mengisi majalah-majalah remaja saat itu.

Tiffany lahir di Michigan 2 Oktober 1971 dari ayah keturunan Libanon James Robert Darwish dan ini keturunan Perancis Janie Wilson. Tiffany tumbuh di California saat orang tuanya bercerai ketika dirinya masih sangat kecil. Californialah awal terjunnya Tiff ke dunia menyanyi, dimana dia memulai untuk menjadi penyanyi country di di sebuah club olahraga disana. Dari kota ke kota hingga akhirnya dia melakukan tur ke Alaska. Tapi gebrakan sensasional pertamanya adalah menjadi juara 2 dalam Star Search bersama Ed McMahon di tahun 1985. Kemudian pada tahun 1988, Tiffany mengeluarkan album kedua Hold An Old Friend’s Hand. Meskipun gagal mengulang sukses album pertama, album yang juga diproduseri George Tobin ini menghasilkan single yang cukup sukses di Top Ten Billboard Hot 100, yaitu All This Time. Dalam periode tahun ini, Tiffany juga mengisi suara Judy Jetsons di film animasi Jetsons The Movie, yang juga menampilkan hits I’d Always Thought I’d See You Again.

Pada tahun 1990, dimana dance pop dan pop slow manis mulai berkurang popularitas nya, diganti dengan musik rock dan rap yang lebih keras, Tiffany juga terkena imbasnya. Album ketiganya, New Inside, yang juga menyesuaikan perkembangan jaman saat itu dengan memasukkan unsur urban R&B, benar-benar jeblok di pasaran. Meskipun single Here In My Heart (cipt. Dianne Warren) cukup populer di Asia, tapi dibandingkan dua album pertamanya, album ini yang pertama gagal masuk ke tangga lagu di USA. Meskipun didukung Maurice Starr yang memproduseri boyband sukses New Kids On The Block, album yang sebenarnya punya banyak lagu potensial seperti New Inside (featuring Rap Donnie Wahlberg), Back In The Groove, Never Run My Motor Down, dan Tiff’s Back ini benar-benar gagal menembus pasar. Terakhir lagu Tiffany yang masuk ke Top Ten Billboard adalah Voices That Care, dimana dia menyanyi bersama-sama artis seperti Celine Dion, Will Smith, Peter Cetera, dan juga saingannya, Debbie Gibson.
Setelah vakum beberapa tahun, pada tahun 1995, Tiffany reuni kembali dengan produser George Tobin, meski hanya untuk album yang beredar di kawasan Asia, yaitu Dreams Never Die. Meskipun sebatas kawasan Asia, album ini bisa dibilang sebagai comeback yang sukses, dengah hit singles If Love Is Blind dan Can’t You See ini benar-benar popular di kawasan Asia. Padahal kedua lagu ini sudah pernah dibawakan awal tahun 90an oleh grup PC Quest. Semua yang merasa pernah muda di tahun 90an, pasti kenal dengan dua lagu ini.

PhotobucketAkhirnya pada tahun 2000, Tiff benar-benar comeback secara internasional dengan album The Color of Silence dan single Open My Eyes, yang mendapat banyak kritik positif. Meski memang tidak masuk chart, tapi cukup mengagumkan untuk mantan artis remaja yang masih bisa comeback dan mendapat sambutan baik. Pada tahun 2008, Tiffany yang akhirnya memilih kembali ke musik dance pun akhirnya kembali menduduki chart Billboard, meskipun tersegementasi untuk Billboard Dance chart, yaitu lagu Higher, Just Another Day, dan Dust Off And dance (featuring Hydra Production). Memang sepertiya, Tiff lebih baik fokus di genre ini untuk masa mendatang. Tiffany pun sekarang sudah merambah dunia film, meski untuk film-film genre monster berbudget rendah, yaitu Mega Piranha di tahun 2009. Saat ini Tiffany sedang dalam syuting film Mega Phyton Vs. Gatoroid bersama mantan saingannya, Debbie Gibson, untuk rilis tahun 2011.

Trend musik terus berputar. Pada sekitar tahun 1995 dan awal tahun 2000, sebenarnya musik dance pop yang dibawa Tiffany di akhir tahun 80an sempat populer kembali. Artis-artis serupa seperti Britney Spears, Mandy Moore, Christina Aguilera, dan Jessica Simpson pun sempat mengecap status sebagai ratu pop remaja, seperti yang pernah disandang Tiffany dan Debbie Gison. Yang patut dikagumi dari Tiff adalah semangatnya untuk terus berkaya sampai saat ini, baik di dunia musik maupun film. Meskipun hanya dikenal di kalangan terbatas, hal ini patut diacungi jempol.

Album:
Tiffany 1987
Hold an Old Friend’s Hand 1988
New Inside 1990
Dreams Never Die 1993
The Color of Silence 2000
Dust Off and Dance 2005
Just Me 2007

Official Website Tiffany

Trivia:
1. Lagu-lagunya pernah dinyanyikan artis lain. Seperti Could’ve Been yang dibawakan oleh Carrie Underwood di ajang American Idol dan I Think We’re Alone Now yang dinyanyikan Girls Aloud untuk album The Sound Of Girls Aloud di tahun 2006.
2. Tiffany punya 6 album kompilasi. Judul-judulnya BEST 16, Best of Best, Best One, All The Best, Greatest Hits, dan I Think We’re Alone Now: 80’s Hit & More.
3. Dirinya pernah tampil bugil untuk majalah Playboy di tahun 2002.

Review By Erwin Sagata

Lagu Tiffany apa yang paling kamu suka?

Related posts

Leave a Reply