Trending News

Blog Post

Album of The Day: Mark Ronson – Record Collection
Album of The Day

Album of The Day: Mark Ronson – Record Collection 

PhotobucketMulti instrumentalis dan produser pemenang Grammy, Mark Ronson, merilis album ketiganya bertajuk ’Record Collection’ akhir September lalu. Sebagai seorang kelahiran Inggris yang tumbuh besar di New York, nampaknya berpengaruh besar terhadap selera musiknya yang eklektik. Beruntunglah Mark Ronson diberkati dengan kemampuan memadukan antara genre musik kulit hitam yang ritmik dengan genre musik Eropa. Nampaknya keterbukaan dan semangat pemberontakan ala musikus Inggris dalam mendobrak batasan-batasan musik antara kulit putih dan hitam seperti yang harus dialami musikus Amerika, membuat seorang Mark Ronson tak terbebani dalam berkreasi memadu-madankan genre musik yang berbeda lintas batas. Hasilnya adalah musik yang bisa dikatakan kupinggenic –cepat akrab di telinga dan mudah dicerna- tapi juga bukanlah sebuah musik dengan elemen penyusun yang sederhana.

Itulah yang saya rasakan di album ketiganya ini. Berbeda dengan album sebelumnya yang lebih mengetengahkan kemampuan DJ-nya memutar kepingan CD, album kali ini lebih memasukkan elemen band. Di album ini Ronson juga melantunkan suaranya pada satu dua lagu, seperti lewat tembang berjudul ’Lose It (In The End)’ dan ’Record Collection’. dimana vokalnya diberi sentuhan bergaya scatting-gagap. Ia juga mulai mengurangi penggunaan teknik sampling.Meski mengurangi elemen ber-DJ-nya, tak berarti album ini kekurangan elemen detak bertempo cepat dan elemen DJ-nya sama sekali. Di album ini Ronson memang benar-benar menunjukkan kemampuannya memadukan antara unsur ’putih’ electro, synth, new wave, disco, psychedelic pop dengan elemen ’hitam’ soul, afro-pop, funk, groove, dan hip-hop dengan pas hingga terasa kupinggenic. Album ini terasa retro sekaligus kontemporer di saat bersamaan. Ronson selalu berhasil membuat elemen retro terasa baru dan relevan dengan memasukkan elemen-elemen elektro dan synthesizer dalam interpretasinya yang cerdas. Jika ia memasukkan vokal dengan sentuhan kontemporer dalam balutan unsur ’putih’ maka musiknya latarnya akan ditempatkannya dalam nuansa retro yang ’hitam’. Begitu juga berlaku sebaliknya hingga menghasilkan keseimbangan yang tak heran jika karya Ronson mampu dinikmati oleh lebih banyak orang. Nampaknya salah satu track di album ini ’Recor Collection’ yang juga menjadi tajuk album merupakan indikasi yang tersirat tentang keinginan dari Ronson agar karyanya dimasukkan dalam koleksi musik kita lewat liriknya ”I only want to be in your record collection”.

Meski album ini mendapat penilaian dari satu dua kritikus kurang dalam menampilkan kemampuan menjual sosok Ronson dalam berevolusi dari seorang DJ/produser menjadi seorang artis, namun buat saya pribadi, album ini memang menunjukkan dan menjual kemampuan serta fleksibilitasnya sebagai seorang produser. Di era dimana semua aturan didobrak dan lebih banyak pilihan diberikan, karya seorang produser dengan merilis album rasanya memang tak banyak yang mampu menerimanya dengan terbuka.

Album dengan 14 track ini dikerjakan Ronson dengan kerjasama serombongan penulis lagu, artis dan musisi. Ia mengajak serta personil Kaiser Chiefs, Nick Hodgson, eks Libertine, Anthony Rossomando, personil Phantom Planet, Alex Greenwald hingga penulis pop produktif Cathy Dennis. Ronson juga berkolaborasi untuk memasukan elemen vokal dengan rapper macam Q-Tip dan Kyle Falconer hingga vokalis/DJ dari eks Culture Club, Boy George hingga vokalis Duran Duran, Simon LeBon. Rasanya hampir semua tembang di album ini hingga yang berupa interlude instrumentalia, macam ‘Circuit Breaker’ yang terinspirasi soundtrack game komputer lama, atau ‘The Colour of Crumar’, dapat dengan mudah menjadi favorit kita yang mendengarkan. Ronson akan mengangkat mood kita lewat tembang-tembang di album ini.

Official Website Mark Ronson

(Timmy / CreativeDisc Contributors)

Track List:
1. “Bang Bang Bang” (featuring Q-Tip and MNDR) Amanda Warner, Kamaal Fareed, Nick Hodgson, Mark Ronson , Alex Greenwald, Homer Steinweiss, Peter Wade Keusch 3:53
2. “Lose It (In the End)” (featuring Ghostface Killah and Alex Greenwald) Jonathan Pierce, Dennis Coles, Alex Greenwald, Nick Movshon, Mark Ronson 2:25
3. “The Bike Song” (featuring Kyle Falconer and Spank Rock) Dave McCabe, Naeem Juwan Hanks, Homer Steinweiss, Victor Axelrod, Thomas Brenneck, Mark Ronson 4:25
4. “Somebody to Love Me” (featuring Boy George and Andrew Wyatt)Anthony Rossomando, Andrew Wyatt, Mark Ronson, Cathy Dennis, Alex Greenwald, Jason Sellards, Keinan Warsame, Nick Movshon 4:58
5. “You Gave Me Nothing” (featuring Rose Elinor Dougall and Andrew Wyatt)Markson, Jonathan Pierce 4:00
6. “The Colour of Crumar” Mark Ronson 1:28
7. “Glass Mountain Trust” (featuring D’Angelo) Michael Archer, Anthony Rossomando, Mark Ronson 3:46
8. “Circuit Breaker” Mark Ronson, Alex Greenwald, Shimon Nolfo 4:24
9. “Introducing the Business” (featuring Pill and London Gay Men’s Chorus) Tyrone Rivers, Alex Greenwald, Mark Ronson, Victor Axelrod, Thomas Brenneck 3:42
10. “Record Collection” (featuring Simon Le Bon and Wiley) Nick Hodgson, Richard Kylea Cowie, Alex Greenwald, Mark Ronson 3:49
11. “Selector” Mark Ronson & Alex Greenwald 1:06
12. “Hey Boy” (featuring Rose Elinor Dougall and Theophilus London) Kai Fish, Theophilus London III 3:34
13. “Missing Words” Mark Ronson, Alex Greenwald, Nick Movshon 1:29
14. “The Night Last Night” (featuring Rose Elinor Dougall and Alex Greenwald) Rose Elinor Dougall, Charles Waller, Alex Greenwald 4:24

Related posts

Leave a Reply