Quantcast

Concert Review: David Foster & Friends Live in Tokyo, Japan

By - 9 years ago in Concerts Review

Photobucket

Konsernya berlangsung terlambat 15 menit dari jadwal yang seharusnya, pukul 19.00. Saat lampu dipadamkan, layar utama menayangkan cuplikan klip sejumlah penyanyi yang pernah mendapat sentuhan tangan emas David Foster. Ketika penonton tengah fokus pada tayangan klip OST The Bodyguard, tiba-tiba Foster muncul ditengah-tengah mereka mengenakan setelan formal jas gelap berkemeja putih lengkap dengan dasi hitam! Hebohlah para penonton dengan kejutan itu, membuat sejumlah dari mereka berebut ingin bersalaman dengannya. Diatas panggung, Foster mengawali pertunjukan dengan menyampaikan sedikit kata sambutan dengan hangat menyapa para penggemarnya di Jepang. Pertunjukan dibuka dengan ‘Love Theme’ from ST. ELMO’S FIRE dilanjutkan dengan ‘Winter Games’ yang tentu saja disambut tepuk tangan meriah dari penonton. Seusai ‘Winter Games’ David mencoba beramah tamah menjalin kehangatan dan koneksi dengan para penonton sambil berbahasa Jepang.

Kemudian Foster mengundang quartet The Canadian Tenors tampil. Mereka membawakan 3 buah lagu, namun yang mencuri perhatian adalah saat mereka tampil membawakan tembang karya Leonard Cohen berjudul ‘Hallelujah’. Di sela penampilan mereka, seorang dari quartet sempat bergurau menanyakan kepada David Foster tentang ‘nasib’ piala Grammy yang pernah di terimanya. Dengan senyum geli Foster menjawab “Most of them are at my ex-wife’s house” yang tentu saja disambut tawa oleh penonton.

Artis yang tampil setelah quartet tenor ganteng adalah penyanyi peraih Grammy, Natalie Cole. Tampil dengan terusan sederhana tanpa lengan berwarna hitam serta rambut berpotongan bob yang klimis, Natalie malam itu mengawali dengan riang lewat ‘Fever’ yang bernuansa jazzy. Kemudian tempo sedikit berubah menjadi melankolis lewat tembang ‘Miss You Like Crazy’ yang sangat populer di akhir dekade 80-an. Penghayatan Natalie lewat lagu ini begitu menyentuh hinnga membuat saya terharu. Lagu ketiga adalah penampilan duet Natalie dengan sang ayah, Nat King Cole. Duh rasanya begitu mengesankan penampilan Natalie Cole buat saya. Seumur hidup tak pernah terbayang saya dapat menyaksikan langsung penampilan langsung ‘Unforgettable’ dari Natalie Cole berduet dengan video Nat King Cole yang legendaris. Penampilan solo Natalie malam itu ditutup dengan tembang ‘This Will Be’.

Seusai Natalie tampillah juara American Idol 2003, Ruben Studdard. Ia mengawali dengan tembang berjudul ‘Mornin”, dilanjutkan dengan tembang hits milik All-4-One ‘I Swear’ dan salah satu hit Earth Wind & Fire ‘After The Love Has Gone’. Studdard juga membawakan dengan interpretasi yang berbeda tembang ‘Home’ yang sempat dipopulerkan Michael Bubble. Agak sedikit mengecewakan buat saya yang lebih terbiasa dengan gaya Bubble di lagu itu. Penampilan Studdard yang terlihat mahal senyum malam itu ditutup dengan mengundang Natalie Cole untuk berduet. Natalie kali ini tampil dengan gaun halter berona kuning bersama Ruben membawakan ‘When I Fall In Love’ dengan mempesona.

David Foster kemudian bercerita tentang peristiwa 23 tahun yang lalu saat seorang gadis muda Jepang datang kepadanya dengan keinginan amat besar agar albumnya diproduseri oleh David Foster. Selanjutnya Foster mengundang gadis itu yang adalah bintang tamunya, Seiko Matsuda! Penonton pun menjadi riuh, karena sebagian besar penonton berasal dari generasi tahun 80an dimana Seiko Matsuda sedang di masa keemasan. Seiko membawakan lagu berjudul ‘Daite’ yang diproduseri oleh David Foster dari album ‘Citron’, tahun 1988. Penampilan Seiko yang sangat cantik dengan gaun bertali dengan siluet putri duyung benar-benar membuat saya terpukau. Sehari sebelumnya, tgl 19 Oktober, artis lokal Jepang yang menjadi bintang tamu David Foster adalah MISIA (Maware-Maware/The Official 2010 FIFA World Cup Album).

Kemudian penampilan yang juga sangat saya tunggu-tunggu adalah Peter Cetera. Walaupun berusia kepala enam, vokal Cetera masih persis sama seperti di album-albumnya. Salah satu alasan saya wajib menyaksikan konser ini adalah untuk mendengar langsung suara Peter Cetera yang renyah dan membuai di telinga saya. Cetera tampil santai dengan jas gelap dan kemeja kotak-kotak hitam putih tanpa dasi. Ia mengawali penampilannya dengan tembang hit ‘Hard To Say I’m Sorry’. Selanjutnya dari vokal Cetera meluncurlah tembang-tembang hit lainnya seperti ‘You’re The Inspiration’, ‘If You Leave Me Now’ dan diakhiri dengan ‘Glory of Love’.

Seusai Peter Cetera, tampil penyanyi terbaru asuhan Foster yang menjadi bintang malam itu dengan vokalnya yang selangit, Charice. Charice sendiri di Jepang dikenal dengan nama Sarisu. Tak heran kalau David Foster bisa begitu terpesona dengan kemampuan menyanyi Charice, karena saya sendiri menyaksikan penampilannya hingga rasanya hampir lupa bernapas! Vokalis muda itu dipercaya Foster untuk membawakan tiga lagu Celine Dion dan dua lagu Whitney Houston. Diawali dengan ‘The Power Of Love’ dan berakhir klimaks dengan tembang ‘I Will Always Love You’ yang legendaris. Hebatnya kemampuan gadis itu meniti nada-nada tingginya tak ada satupun yang terpeleset. Di usia semuda itu, 18 tahun, berbekal teknik menyanyi prima memang tak ada kata lain selain anugerah. Tentu saja penampilannya mendapat standing applause yang luar biasa. Banyak penggemar musik Jepang yang mengidolakannya. Charice sendiri sempat mencatakan penjualan album nomor satu di Jepang. Bahkan siaran di televisi keesokan harinya memberitakan “The Tokyo show was a complete success, with Charice receiving a very rare Japanese standing ovation”.

Sebagai penutup, di akhir pertunjukan David Foster membawakan sebuah lagu sebagai tribute untuk King Of Pop, Michael Jackson. Foster kemudian mengundang seluruh vokalis pendukung untuk naik ke panggung dan bersama-sama menyanyikan lagu Earth Song. Dengan berakhirnya lagu Earth Song maka berakhirlah pertunjukan yang luar biasa ini. Dimanapun rasanya David Foster tampil selalu memukau penontonnya, termasuk saya. Saya yakin semua penonton malam itu lupa untuk mengedipkan mata, for me personally it was a memorable night.

Sekian laporan dari Tokyo, Yokohama – Japan.
😀
By: Margrieta Dhina
Edited by Timmy

Photobucket

CD Collector | Music freaks

Comments

10 Responses to “Concert Review: David Foster & Friends Live in Tokyo, Japan”

  1. erwin sagata says:

    How I envy you so much, Dhin… Di jakarta, tiketnya supermahal…..

  2. Aoh says:

    DhinDhin Furtadoku tercinta,,,,, klo Kat McPhee pasti lebih heboh ya konsernya,,,, hehehe

  3. welly says:

    Dhina, ini tempatnya yg dibuat konser Celine Dion itu gak?
    trus berapaan tiketnya? hehe
    reviewnya mantap ya! serasa nonton bareng…

  4. IV.an says:

    Sayang bgt yg di Indo gak di review.. Huhuhu..
    Tapi asik bgt nh review na.. Kawaii..
    Charice pancen teope dah..

  5. h4n$ says:

    kayaknya seru nih konsernya. lebih keren review yang di jepang yah, di indo tiketnya terlalu mahal. paling yang nonton cuman seleb2 doang… dan gak ada bintang tamu nya.
    kalo disini ada Seiko Matsuda.. my fave.. daripada Misia. good choice!

  6. oscar says:

    mau donk videonya…d youtube ga ada…huhu

  7. cungcung_03 says:

    Thanks to Timmy

    @Ko Welly: tiketnya yang spesial 13.500 yen , kelas A 12.500 yen dan yang kelas B 11.500 yen.
    Celine tahun 2008 di Tokyo Dome, Ko Welly, kalau tokyo forum ini kayak gedung rapat gitu tipenya.

    @ Ai: Mc.Phee desas desusnya bulan ini mau ke Jepang tapi kok gak ada kabar lagi. 🙁

    di utube ada cuplikan berita tivi Jepangnya 😀

  8. Timmy M says:

    thanks to Dhina yg sudah susah payah bercerita dan menuliskannya sehidup mungkin

  9. Timmy M says:

    @H4n$: ada kok bintang tamunya waktu di Jakarta itu si Mario Kahitna.. di Kompas disebutin

  10. oscar says:

    @ cungcung : tiket d jepang murah juga yah…ga kek disini…hoamz…kalo yg d cuplikan beritanya c emank ada, gw mau yg video nya justru..kek konsernya yang d mandalay kan ada tuh d youtube..hehe

Leave a Reply

Related Articles

Music News | June 30, 2019 By

Katharine McPhee dan David Foster Menikah di London

Music News | September 24, 2018 By

Jake Zyrus Rilis ‘Diamond’, Single Berbahasa Inggris Pertama Selepas Transisi Gendernya

Music News | July 5, 2018 By

David Foster & Katharine McPhee Bertunangan