Trending News

Blog Post

Album of The Day: Ne-Yo – Libra Scale
Album of The Day

Album of The Day: Ne-Yo – Libra Scale 

Image and video hosting by TinyPicProduktivitas Shaffer Chimere Smith Jr a.k.a Ne-Yo memang patut diacungi jempol. Dalam setengah dekade ini ia cukup konsisten dalam merilis album sejak ia belum begitu dikenal dan mendunia hingga sekarang siapapun pasti tahu siapa Ne-Yo.

Namun seperti halnya penyanyi pria lainnya, kesulitan dalam melakukan mengemas ulang tampilan maupun musik mereka. Lain halnya dengan para penyanyi wanita yang jauh lebih mudah bagai bunglon dalam melakukan pengemasan ulang citra maupun musik mereka.

Itulah yang saya rasakan dengan Ne-Yo. Kemampuan dan kreativitasnya menulis lagu memang tak diragukan lagi. Namun dengan begitu banyak yang dihasilkannya termasuk sejumlah kolaborasi dengan sejumlah musisi artis lainnya. Kadang saya mempertanyakan kemampuannya mengadaptasi trend musik yang sedang hip dengan sisi emosional ke dalam karya-karyanya.

Memang konsistensinya dalam jalur R&B soul memang bisa diacungi jempol, namun Libra Scale ini terasa tak begitu menonjol. Lagu-lagu di album ke-empatnya ini tidak bisa dikatakan tidak enak didengar. Seperti biasa Ne-Yo selalu berhasil menciptakan tembang kupinggenic yang memikat. Selain memberikan sejumlah komposisi baru, dalam album ini Ne-Yo mencoba mengikuti trend yang sedang fashionable dengan memasukkan unsur electro dance. Namun sayangnya terasa sedikit tanggung. Album ini lebih terasa ngepop, sedikit R&B dan sedikit electro. Memang nikmat di telinga, namun cenderung forgettable alias mudah dilupakan karena tak begitu catchy. Dan kekurangan sentuhan emosi pribadinya.

Album ini menurut Ne-Yo dibuat berdasarkan cerita pendek hasil imajinasinya tentang tiga tokoh yang mendapatkan kesempatan untuk menjadi seorang pahlawan super yang harus memilih antara paket uang-kekuasaan-ketenaran atau cinta. Menurutnya jika ditempatkan dalam perspektif moral, ditimbang-timbang dalam sebuah ’libra-scale’ yang mana yang akan kalian pilih? Sebuah pertanyaan yang tidak perlu langsung kita jawab. Awalnya di album ini akan disertakan sebuah film pendek karya Ne-Yo. Namun dengan krisis moneter di Amerika serta keterbatasan waktu, akhirnya ia memutuskan untuk membuat konsep videoklip panjang untuk menggantikannya. Album terinspirasi dari tiga hal yang menjadi perhatian dan minat seorang Ne-Yo. Keinginannya untuk melakukan sesuatu yang berbeda dari album yang biasa dan umum, minatnya pada sains fiksi-komik-animasi Jepang, dan insipirasi dari karya-karya Michael Jackson seperti Thriller-Moonwalker-Bad.

Anehnya album ini malah tak terkesan apapun tentang pahlawan super. Tetapi album ini memang tetap mengandung musik R&B ala Ne-Yo yang glossy, melodius membius. Ia juga masih berkolaborasi dengan StarGate, duo Norwegia yang pernah mengerjakan ’So Sick’ dan ’Miss Independent’, dalam ’Beautiful Monster’ yang memasukkan unsur dance dan electro rasa Eropa yang membuat kita ingin bergoyang. Sayangnya tembang ini kurang menonjolkan kemampuan Ne-Yo. Produser lainnya yang juga turut berkolaborasi adalah Chuck Harmony yang memberikan sentuhan groove pada ’One in a Million’.

Sebagai tembang pembuka Ne-yo melantunkan tembang R&B ’Champagne Life’ yang santai, tipe musik yang mudah ditemui dalam pesta-pesta papan atas. Liriknya pun mencerminkan sebuah perayaan terhadap perangkap status selebritas. Dalam ’Makin’ A Movie’ ia menjanjikan /a love scene with you/, sementara lewat ‘Know Your Name’ yang bernuansa musik karibia ia mendesak untuk mendapatkan nama dan nomor telepon seorang wanita, selanjutnya ia juga melantunkan pujian dengan /In your eyes I can see why people write love songs/. Manis ya? Ia kemudian membawa kita menikmati ’Telekinesis’, sebuah tembang menenangkan dengan latar perkusi sepanjang lagu dipadukan dengan synthesizer. Dalam liriknya Ne-yo menggunakan kekuatan pikiran untuk membuat pasangannya mencapai orgasme walau tanpa menyentuhnya sedikitpun, /Baby let me touch you without touching you/. Sementara dalam ’Crazy Love’ ia menyelipkan sedikit sentuhan funk 70-an dengan memasukkan gitar yang sedikit dikembangkan menjadi bernuansa orkestra. Lewat tembang ini ia menuturkan tentang cinta sebagai awal dari penyangkalan diri.

Sebuah tembang pemujaan ‘One in a Million’ mengisahkan tentang seorang pahlawan terperangkap cinta dengan chorus perpaduan antara Aaliyah dan Drake /Baby you’re so one in a million, You’re the best I ever had/ dengan irama seksi dari Addictive-nya Truth Hurts. Lewat ‘Genuine Only’ mengungkapkan /I’m gonna get on your damn nerves, and you’re gonna make me mad/ dan memperingatkan /You ain’t always gonna like me, girl/, sedikit mengingatkan pada tembang ‘Smooth Criminal’-nya Michael Jackson meski terkesan sedikit lebih dewasa. Sentuhan ala Michael Jackson juga terasa pada tembang berikutnya ‘Cause I Said So’ dan ‘Beautiful Monster’ dimana Ne-Yo menerapkan gaya bernyanyi ala Jacko.

Sebagai penutup Ne-Yo melagukan tentang pengakuan dan permohonan maaf seorang lelaki yang ditinggalkan sendiri dalam ’What Have I Done’. Bukan sebuah akhir yang bahagia memang, tapi merupakan awal baru untuk memulai kisah cinta lainnya. Hmm, malah mengesankan womanizer ya?

Official Website Ne-Yo

(Timmy / CreativeDisc Contributors)

Track List:
No. Title Writer(s) Producer(s) Length
1. “Champagne Life” Shaffer Smith, David Gough D. DoRohn Gough 5:23
2. “Makin’ a Movie” Shaffer Smith, Derrick White D. White 3:52
3. “Know Your Name” Rochad Holiday, Sixx Johnson, Shaffer Smith, Curtis Wilson Rochad Holiday & Sixx John (The NeXmen), Hollywood Hot Sauce 4:07
4. “Telekinesis” Anthony Reyes, Jesse Wilson, Shaffer Smith Jesse “Corparal” Wilson 4:22
5. “Crazy Love” (featuring Fabolous) Ryan Leslie, Shaffer Smith, John Jackson Ryan Leslie 3:50
6. “One in a Million” Charles Harmon, Shaffer Smith Chuck Harmony 4:03
7. “Genuine Only” Reginald Perry, Samuel Jean, Shaffer Smith Syience 3:56
8. “Cause I Said So” Joel Augustin, Shaffer Smith, Alain Biamby JackPot 3:49
9. “Beautiful Monster” Smith, Mikkel S. Eriksen, Tor Erik Hermansen, Sandy Wilhelm StarGate, Sandy Vee 4:11
10. “What Have I Done?” David Gough, Shaffer Smith D. DoRohn Gough 3:51

Related posts

Leave a Reply