Trending News

Blog Post

Artist Highlight – Joe McElderry
Reviews

Artist Highlight – Joe McElderry 

Image and video hosting by TinyPic

Kurang lebih dua tahun kita telah mengenal nama Joe McElderry di jagad musik pop. Saat itu adalah dirinya yang berkompetisi memperebutkan gelar juara untuk ajang X Factor di Inggris, seri ke-6. Kala itu Joe berusia sekitar 18 tahun-an. Dirinya maju dalam audisi menyanyikan lagu ‘Dance With My Father’. Tapi ternyata ini bukanlah langkah awal Joe dalam percobaannya untuk menjadi seseorang dalam industri musik. Karena 2 tahun sebelumnya, tepatnya tahun 2007 dirinya ikutan audisi. Tapi berhubung usianya yang masih sangat muda, dia memilih untuk mengundurkan diri dari acaranya Simon Cowell tersebut.

Untuk seseorang yang berusia sangat muda, mencoba tampil untuk unjuk kemampuan memang menuntut tingkat percaya diri yang lebih besar dibanding mereka yang sudah berusia matang. Ternyata Joe mendapatkan kebesaran hatinya untuk menyanyi di depan umum dari sang nenek, Hilda Joyce. Hilda dulunya adalah seorang vokalis di band The Dolly Mixtures. Mengapa Joe diasuh oleh sang nenek adalah karena papa dan mamanya berpisah saat dirinya masih sangat kecil. Sang nenek juga yang bertanggung jawab pada pendidikan cowok kelahiran 16 Juni 1991 ini. Joe mengambil studi di bidang teknologi, sekaligus sekolah seni untuk mengasah bakat seninya. Dirinya menyelesaikan semua sekolah itu dengan peringkat terpuji.

Ilmu yang didapatnya enggak akan menjadi apa-ap tanpa aplikasi. Maka dari itu, dia ikutan ajang X Factor sebagai aktualisasi diri terhadap minat dan bakatnya. Kita dikenalkan dengan sosoknya yang sederhana dalam bertingkah, kharisma dalam nyanyian, dan flamboyan dalam tampilan. Sejak X Factor seri 6 tayang, Joe memang sudah difavortikan dari awal. Saat putaran final, dirinya berada dalam grup yang dimentori oleh Cheryl Cole. Ini membuat hubungan antara keduanya sangat akrab. Joe menganggap Cheryl sebagai sahabat, bukan mentor, yang terkesan menggurui. Cheryl pun berhasil menjadikan Joe McElderry keluar sebagai juara di grand final pada 13 Desember 2009 lalu, mengalahkan Olly Murs yang dimentori oleh Simon Cowell. Joe pun merilis single kemenangannya, ‘The Climb’ yang original-nya dibawakan oleh Miley Cyrus untuk soundtrack Hannah Montana The Movie.

Sesuai kebiasaan dari tahun ke tahun, juara X Factor selalu mendapat tempat di puncak tangga lagu Inggris untuk chart edisi Natal. Tapi Joe gagal mempertahankan tradisi tersebut, diakibatkan oleh kampanye yang menyatakan bosan pad produk Simon Cowell yang selalu juara di chart edisi Natal. Dan kampanye tersebut berhasil menempatkan single Rage Against The Machine ke posisi puncak. Tapi memang hanya masalah waktu bagi Joe, karena minggu berikutnya, single yang dirilis selang sehari dari kemenangannya itu berhasil menduduki posisi juara. Program untuk album debutnya pun dibuat, untuk dirilis mendekati akhir tahun 2010. Album “Wide Awake” oleh label SyCo ini melibatkan Dallas Austin dan John Shanks di dalamnya, menjadikan musik di dalamnya beragam dan sangat menjual.

Joe merilis single andalan dari album ini, ‘Ambitions’ yang merupakan lagu original milik Donkeyboy. Dan kemudian single keduanya dijadikan soundtrack untuk film ketiga Narnia, The Voyage of the Dawn Treader. Lagu itu adalah ‘Someone Wake Me Up’ karya Nigel Butler dan Ray Hedges. Joe juga berkesempatan untuk menyanyikan lagu ciptaan Carrie Underwood untuk soundtrack film yang sama, ‘There’s A Place For Us’. Sebelumnya, Joe juga sempat ikut dalam 2 single amal. Yang pertama adalah ‘You Are Not Alone’ bersama para finalis X Factor untuk menggalang dana bagi rumah sakit anak, dan yang kedua ‘Everybody Hurts’ bersama Miley Cyrus, Mariah Carey, Leona Lewis, Bon Jovi, Kylie Minogue, Michael Buble, dan masih banyak lagi untuk menggalang dana bagi korban bencana alam gempa di Haiti.

Joe McElderry pun terbuka atas seksualitasnya yang sempat menjadi topik hangat tabloid di Inggris. Pasalnya, akun Twitter Joe sempat nge-tweet tentang pengakuannya sebagai seorang homoseksual, namun beberapa menit kemudian ada tweet lain yang mengungkapkan kalau akun tersebut dibajak. Dan tidak lama kemudian, Joe membuat pengumuman resmi mengenai kebenaran berita tersebut, bahwa dirinya adalah seorang gay, dan melanjutkan bahwa dia ingin dikenal dan dihargai atas nyanyiannya, bukan atas seksualitas tadi. Dan kalau kita menilainya, Joe McElderry adalah satu vokalis handal yang berkharisma, dengan bonus tampang cute dan lagu-lagu pop yang ear catchy. Mumpung dirinya dan album “Wide Awake” sedang berada dalam tampilan New Artist Highlight kita Maret ini, puas-puasin dech sebulan bersama Joe McElderry, persembahan khusus CreativeDisc dan Sony Music Indonesia.

Baca Review Album Wide Awake disini

Intro By Ai Hasibuan, Podcast by Danie Cung

Artist Highlight Joe McElderry by creativedisc

Related posts

Leave a Reply