Trending News

Blog Post

Album of The Day: Foo Fighters – Wasting Light
Album of The Day

Album of The Day: Foo Fighters – Wasting Light 

Foo FighterReleased by: Sony Music Indonesia

Sejarah rock telah mencatat banyak nama yang tidak hanya menjulang dan memiliki fans fanatik akan tetapi juga menorehkan tinta emas dalam kancah industri musik. Nirvana. Siapa yang tidak mengenal kumpulan rock alternatif yang dikenal sebagai pengusung grunge tersebut. Meski tidak lagi berkarya, namun sampai saat ini Nirvana masih mempunyai pengaruh yang sangat signifikan dan tetap dipandang sebagai salah satu kumpulan terbaik yang pernah ada.

Dave Grohl sebagai mantan drummer kumpulan tersebut telah membentuk Foo Fighters pada tahun 1994 seolah mencoba menegaskan bahwa musik yang mereka usung bukan rock yang main-main, akan tetapi merupakan hasil olah kreasi juga estetika akan kecintaan terhadap sub-genre yang telah membesarkan namanya. Dan jika kemudian Foo Foghters masih bertahan sampai saat ini, mungkin adalah indikasi jika Grohl adalah seorang seniman rock yang teruji sekaligus berkualitas.

Wasting Light adalah album ketujuh rilisan Foo Fighters. Dan percayalah, jika anda pengemar kumpulan ini secara khusus dan rock secara umum, maka album ini akan sangat memuaskan anda. Sebelas lagu yang termaktub di dalamnya adalah gambaran bahwa rock itu tidak pernah mati, meski sebenarnya mempunyai pakem yang sangat formulatis. Yang diperlukan adalah keberanian dalam mengeksplorasi sound-sound kotor penuh dengan distorsi gitar dan vokal lantang yang gahar namun tidak melupakan harmonisasi.

Arlandria mungkin membiarkan urat leher Grohl mengejang dengan melantangkan vokal yang berteriak, namun tidak melupakan hook pada chorus dan nada-nada yang catchy jika tidak mau disebut easy listening. Bahkan pada White Limo, sebuah anthem trash yang bergemuruh, musiknya masih terdengar ramah di telinga.

Dibuka dengan Bridge Burning, kita pun seolah disuguhkan teaser apa yang akan kita dapatkan dalam album berdurasi 47:53 menit ini. Yep, ciri khas Foo Fighters masih belum lepas di album ini. Akan tetapi Grohl dan kawan-kawan juga selalu menemukan cara agar musik mereka tidak terdengar ketinggalan zaman. Oleh kareanya, meski Rope yang rada pop-ish dilepaskan sebagai single pertama, akan tetapi ada A Matter Time yang antemik dan terasa sangat Foo Fighter-ish untuk mengingatkan fans, jika mereka tidak akan beranjak jauh kemana-kemana. Atau coba dengar Miss The Misery yang mengingatkan akan kejayaan Grohl dalam era Nirvana-nya.

Dalam I Should Have Known, Grohl seolah-olah menghiba-hiba tapi tidak terdengar cengeng, diiringi oleh aransemen musik yang cenderung melankolis namun tidak mendayu-dayu. Saat Walk yang manis dan penuh semangat positifisme menutup album, kita pun sadar telah diajak mengikuti perkembangan kedewasaan Foo Fighters dalam bermusik. Mereka tidak pernah melupakan ruh rockabilitas yang kental dalam semangat mereka, namun tidak membiarkan diri mereka terjebak pada fantasi kekanak-kanakan yang memerangkap dalam sentimental vitalitas masa muda mereka.

Dengan nama produser kenamaan Butch Vig yang berada dibelakang produksi album ini, seolah menjadi jaminan akan sebuah kolaborasi yang matang dan mumpuni dalam menghasilkan musik-musik rock yang tidak hanya berbentuk sebuah anthem namun juga tematis. Bertutur tentang seorang pria dewasa yang mapan yang seolah tidak pernah kehilangan kegelisahan jiwa remajanya, namun saat ia harus mengungkapkan perasaanya, ia pun melampiaskan perasaan dengan sangat artikulatif dan tidak urakan. Namun disaat lain, album ini juga tidak berpura-pura jika kedewasaan bisa melenyapkan semua masalah, sehingga terkadang teriakan nyaring pun diperlukan untuk melepaskan uneg-unegnya.

Mungkin terlalu dini untuk mengklaim Wasting Light sebagai album terbaik Foo Fighters, akan tetapi album ini adalah contoh sebuah keberhasilan sebuah band rock yang telah matang dalam mengekspresikan cita-rasa. Pada satu bagian meledak-meledak dalam buncahan emosi namun disaat lain tidak pernah melupakan kontemplasi sebagai bagian dari proses pendewasaan. Itu dapat kita rasakan dalam musik yang mereka persembahkan disini. Tujuhbelas tahun malang melintang dalam skena rock dunia, tentu saja Foo Fighters sudah paham betul dengan apa yang mereka kerjakan. Dan album ini adalah contohnya. Direkomendasikan!

Official Website

(Haris / CreativeDisc Contributor)

Rate This Album: [ratings]

TRACK LIST
1. “Bridge Burning” 4:47
2. “Rope” 4:19
3. “Dear Rosemary” 4:26
4. “White Limo” 3:22
5. “Arlandria” 4:28
6. “These Days” 4:58
7. “Back & Forth” 3:52
8. “A Matter of Time” 4:36
9. “Miss the Misery” 4:33
10. “I Should Have Known” 4:16
11. “Walk” 4:16

Related posts

Leave a Reply