Trending News

Blog Post

Album of The Day: Moby – Destroyed
Album of The Day

Album of The Day: Moby – Destroyed 

Released by: Warner Music Indonesia

Coba saja jika Stella Maris dipakai sebagai track pembuka untuk album kesepuluh Moby yang berjudul Destroyed ini, niscaya semakin kokohlah imaji album ini sebagai soundtrack bagi insomnia akut yang melelahkan. Sebuah nomor instrumental minimalis dengan sayatan biola yang pedih sekaligus mengawang, mengantarkan ambient yang kelam dan getir. Namun, bukan berarti jelek, malah seperti sebuah alat yang menghipnotis kita untuk melakukan perjalanan astral, menembus ruang dan waktu galau, melepaskan semua uneg dan beban fikiran.

Destroyed berisi komposisi-komposisi setipe yang bisa kita harapkan dari Moby. Seolah-olah ini adalah elemen musikal dari sebuah film indie tentang kehidupan yang tidak selalu indah, namun sangat menyenangkan untuk diikuti. Bagai sebuah rekan untuk kontemplasi yang hanya bisa direflesikan sendirian saja. Bagi saya, musik yang ditawarkan oleh Moby memang sangat cocok didengarkan tanpa perlu kawan, karena hanya kitalah yang bisa menyelami ruh musikalitasnya dan kemudian menyatu untuk bersama terjuan dalam pusarannya. Memang, tampaknya elektronika seolah-olah menjadi instrumen pokok untuk pengantar musik meditatif semacam ini. Contoh akurat mungkin saja Bjork atau Radiohead, misalnya. Semuanya terasa personal.

Menjelang album berakhir, selepas Stella Maris, materi memang dipenuhi dengan berbagai track instrumental bergaya ambient yang lekat dan padat. The Violent Bear It Away, Lacrimae dan When You Are Old, sambung-menyambung, seolah-olah mempunyai garis merah yang memberi tema sebagai teman kegalauan yang indah. Menyedot perseptif kita dalam atmosfir mengawang yang intens dan masif.

Meski begitu, indikasi dari kemurungan album ini sebenarnya sudah ditampilkan oleh track pembuka, The Broken Places, meski memang masih menyisakan setitik semangat dalam tone-nya. Namun kemudian Moby memenuhi separuh durasi pertama dengan track-track dengan pengaruh rock yang cukup inspiratif. Bahkan di dalam Sevastopol, Moby menampilkan track bergaya dance-electro-pop dengan pengaruh trance yang cukup kental, meski tentu saja dalam kaidah Moby yang khas, sehingga tidak terdengar jenerik apalagi pasaran.

Ciri khas Moby sepertinya adalah memberi penekanan pada instrumen tertentu, meski elektronika adalah adonan utama dari sebuah lagu, seperti piano dalam Victoria Lukas, efek droom loop atmosferik dalam The Low Hum atau pengaruh shoegazer pada Rockets, gimmick autotunes pada Blue Moon dan lainnya. Satu yang pasti, saat lagunya memerlukan vokal untuk menarasikan esensinya, maka lirik yang dalam dan menyentuh, bahkan terkadang politis pun menjadi senjata maut yang sulit untuk ditolak. Lie Down In Darkness adalah highlight untuk album ini.

Kelebihan Moby adalah dia mampu mengkompilasi berbagai elemen untuk mempengaruhi musikalitasnya, namun tanpa kehilangan ciri khasnya. Kita akan dengan mudah menandai musik yang dihasilkannya. Begitu juga dengan Destroyed ini. Dengan pengalaman hampir dua dekade, Destroyed seolah-olah menjadi akumulasi kedewasaan bermusik Moby. Dalam album ini Moby tidak melulu mengejar sound-sound techno atau tribal, akan tetapi synthesizer, drum loop, dan mesin musik diutilisasi untuk mendapatkan materi-materi dewasa yang dialurkan melalui sound-sound elektronika yang perseptif.

Official Websiite.

Rate this album: [ratings]

(Haris / CreativeDisc Contributor)

TRACK LIST
1. “The Broken Places” – 4:10
2. “Be The One” – 3:29
3. “Sevastopol” – 4:21
4. “The Low Hum” – 4:13
5. “Rockets” – 4:47
6. “The Day” – 4:32
7. “Lie Down in Darkness” – 4:26
8. “Victoria Lucas” – 5:55
9. “After” – 5:30
10. “Blue Moon” – 3:31
11. “The Right Thing” – 4:26
12. “Stella Maris” – 5:14
13. “The Violent Bear It Away” – 6:50
14. “Lacrimae” – 8:05
15. “When You Are Old” – 2:19

Related posts

Leave a Reply