Trending News

Blog Post

Creative Disc Exclusive Single – 02 May
Creative Disc Exclusive Single

Creative Disc Exclusive Single – 02 May 

Simple Plan feat. Natasha Bedingfield (Get Your Heart On/Atlantic) – Jet Lag
Jet Lag adalah single resmi pertama Simple Plan untuk album keempat mereka, Get Your Heart On. Single ini ditulis oleh Simple Plan dengan dibantu oleh vokalis Weezer, Rivers Cuomo dan diproduseri oleh Brian Howes. Secara umum, single ini tidak jauh berbeda dengan banyak single Simple Plan biasanya, akan tetapi tambahan vokal dari solois Inggris Natasha Bedingfield menambah semarak nuansa pop-punk yang mereka usung. Single yang catchy ini meski bertempo kencang namun tetap terdengar easy listening. (8/10)

Korn Feat. Skrillex (EP. The Essential Korn/Road Runner) – Get Up
Korn is back! Band Nu Metal ternama ini kembali lagi dengan EP mereka yang diberi judul The Essential Korn. Sebagai single pembuka, dilepaskanlah Get Up ini, sebuah single yang mengandalkan keriuhan ala Korn yang uniknya kali ini diimbuhi oleh sentuhan elektro-house oleh Skrillex, seorang produser dan juga artis dubstep yang masih berusia 23 tahun. Hasilnya, sebuah anthem rock yang terasa segar meski gahar. Mendengarkan Get Up seperti memasuki dua dunia, rock dan elektronika, yang melebur menjadi sound yang unik dan menjadi satu kesatuan yang sangat menyenangkan. Tidak menghilangkan ciri khas Korn namun tetap terdengar kekinian. (8/10)

Image and video hosting by TinyPicKaty Perry (Teenage Dream/Capitol) – Last Friday Night (TGIF)
Katy Perry seolah tidak sabar untuk semakin menunjukkan tajinya melalui single kelimanya untuk album Teenage Dream. Ditulis Perry bersama Lukasz Gottwald, Max Martin, Bonnie McKee, Last Friday Night (TGIF) adalah sebuah pop manis yang sangat laid-back dan menangkap aura fun dari Jumat malam yang penuh dengan keriaan dan hura-hura. Dalam tempo yang medium, single ini seolah menjadi teman yang pas bagi kita yang tengah mempersiapkan diri menghadapi akhir pekan yang seru. Diproduseri oleh Dr. Luke dan Max Martin, kita tunggu saja apakah single ini akan meraih posisi pertama juga seperti empat single sebelumnya. (8/10)

HOP feat. Cody Simpson (OST. HOP/Atlantic) – I Want Candy
Cody Simpson cukup beruntung untuk diajak bergabung membantu memeriahkan album soundtrack film campuran animasi dan live-action berjudul HOP. Apalagi lagu yang dinyanyikannya dilepas menjadi single. I Want Candy adalah sebuah lagu klasik milik The Strangeloves yang kini dinyanyikan oleh remaja 14 tahun ini dengan sentuhan RnB pada vokal, meski aransemen masih menyetir nuansa pop-rock yang tercantum pada materi aslinya. Hasilnya, lagunya terdenngar hip dan sedikit nakal, namun sulit untuk menafikan keriaan yang ditawarkannya dan pada akhirnya kita pun setuju untuk bergoyang mengikuti iramanya. (7/10)

Mat Kearney (Young Love/Inpop) – Hey Mama
Tahun ini Mat Kearney siap merilis album keempatnya, Young Love. Sebagai pemanasan, dilepaskanlah single Hey Mama yang sangat adiktif ini. Vokal Kearney yang selintas agak mirip dengan vokalis Coldplay, Chris Martin, mungkin terdengar berlarat, namun Hey Mama adalah sebuah pop eklektik yang menampilkan nada-nada ceria dan sedikit bergaya reggaetown pada arsiran musiknya. Pada akhirnya Hey Mama terdengar seperti sebuah folk yang tidak hanya mengajak berdansa-dansi, namun juga sebuah anthem musim panas yang segar. (9/10)

Panic! At The Disco (Vices & Virtues/Fueled by Ramen) – Ready To Go (Get Me Out Of My Mind)
Dibuka seolah-olah sebuah track elektro-pop, Ready To Go akhirnya mengajak kita untuk larut dalam rockabilitas mereka, yang kali ini memang mengandalkan sentuhan beat-beat olahan synth sebagai materi utamanya. Kehadiran Butch Walker dan John Fedelman memberi aksentuasi yang berbeda, sehingga lagu yang ditulis oleh Brendon Urie dan Spencer Smith ini tidak hanya terdengar sebagai sebuah single rock yang juara, namun juga sebuah nomor pop yang mengandalkan nada upbeat seru dan dipersenjatai hook yang keren. (8/10)

Nerina Pallot (Year of the Wolf/Geffen) – Put Your Hands Up
Bagaimana jadinya jika Kylie Minogue tidak batal menyanyikan Put Your Hands Up ini? Tapi ada untungnya juga Kylie urung membawakannya, karena kita tidak akan mendengarkan sang penulis lagu, Nerina Pallot, seorang vokalis handal asal Inggris, menyanyikan lagu ini dalam aura pop-folk yang terdengar sensual namun tidak kehilangan tune cerdas yang tidak hanya adiktif, tapi juga mempersembahkan vokal Pallot yang unik dan terdengar seperti LaRoux saat mendendangkan lagunya dalam jangkauan falseto. Put Your Hands Up ditulis Pallot bersama Andy Chatterley dan merupakan single pertama untuk album keempat Pallot, Year of the Wolf. (9/10)

Swedish House Mafia Feat. John Martin Of Miike Snow (Single/Virgin) – Save The World
Swedish House Mafia adalah kumpulan asal Swedia (tentu saja) yang terdiri atas DJ dan produser Axwell, Steve Angello and Sebastian Ingrosso. Sesuai dengan nama band serta latar belakang orang-orangnya, maka Save The World adalah sebuah nomor house yang sesuai sebagai teman dansa, meski sebenarnya tidak menampilkan beat-beat yang kencang ala tipikal musik sejenis. Kehadiran vokal John Martin dari kumpulan Miike Snow hadir sebagai pengantar, saat aransemen kemudian memang lebih mengandalkan balutan instrumen elektronika yang mereka olah, seolah menegaskan lagu yang mereka tulis ini memang bertujuan merumuskan sebuah lagu yang antemik bagi komunitas lantai dansa. (8/10)

Ludacris ft Slaughterhouse Claret Jai (Ost. Fast Five/ABKCO Records) – Furiously Dangerous
Franchise film The Fast and The Furious biasanya memang menampikan materi rap dan hip-hop dalam komposisi materi album soundtracknya. Bagian kelima seri ini, Fast Five, pun seolah tak melupakan kewajiban dengan menghadirkan materi sejenis. Sebagai single pertama, dirilislah Furiously Dangrous ini yang dibawakan oleh Ludacris yang juga terlibat sebagai salah satu pemeran dalam filmnya. Dengan dibantu sesama rapper Slaughterhouse dan vokal Claret Jai yang unik, Furiously Dangerous dipenuhi oleh dengan teknik rapping yang rapat dan merepet dengan kencang. Fast Five sendiri memperoleh juara satu minggu ini untuk perolehan box-officenya. Mendengarkan single ini, dapat terbayangkan keseruan fillmnya. (8/10)

3 Doors Down (Time of My Love/Universal Republic) – Every Time You Go
Time of My Love adalah album kelima dari kumpulan rock alternatif 3 Doors Down dengan Everytime You Go sebagai single keduanya, setelah When You’re Young. Mendengarkan single ini sejenak seperti dejavu dengan single-single 3 Doors Down yang kita kenal sebelumnya. Masih mengandalkan distorsi gitar namun sebenarnya berada dalam koridor pop yang kental dengan mengejar hook yang diharapkan menyantol ditelinga. Mungkin jika itu tujuannya, maka lagu ini berhasil untuk itu. Namun, selain dari itu, kita tidak menemukan sesuatu yang baru dari single ini. Namun, sebagai pemanasan, tentu saja single ini boleh juga menjadi pertimbangan. (7/10)

Parachute (The Way It Was/Parachute Records) – Kiss Me Slowly
Dalam single keduanya dari album The Way It Was, Parachute dibantu oleh Lady Antebellum dalam penulisannya dan hasilnya adalah sebuah pop akustik manis dalam iringan piano yang menyeluruh berjudul Kiss Me Slowly. Dengan lirik yang dalam dan sangat emosionil, sepertinya single ini akan dapat menarik perhatian banyak pendengar dan kemudian menjadikan lagu ini semacam tema bagi kehidupan mereka. Vokal Will Anderson sendiri terdengar lirih meski tidak cengeng. Sangat tepat dalam mengantarkan sentimentalitas yang ingin disampaikan oleh tema lagunya. (8/10).

Special Thanks To Julee, Ai, Haris dll…

Vote Your Favourite Exclusive Single this week:

Related posts

Leave a Reply