Trending News

Blog Post

Creative Disc Exclusive Single – 09 May
Creative Disc Exclusive Single

Creative Disc Exclusive Single – 09 May 

Jordin SparksJordin Sparks (Single/Jive) – I Am Woman
Juara American Idol musim ke enam, Jordin Sparks tengah mengerjakan album ketiganya. Belum ada kepastian album yang belum diberi judul tersebut akan dirilis, akan tetapi telah hadir single I Am Woman sebagai teaser. Single ini ditulis Sparks bersama pentolan One Republic, Ryan Tedder. I Am Woman adalah sebuah anthem yang dipenuhi dengan semangat tinggi, diarsir oleh vokal Sparks yang menggelegar, seolah-olah memberikan pernyataan tentang pemberdayaan perempuan dan kepercayaan diri yang besar. Dipenuhi dengan beat yang menghentak, I Am Woman seolah menegaskan bahwa Sparks tidak sedang bermain-main, jadi waspadalah. (8/10)

avanged sevenfoldAvenged Sevenfold (Single/Good Life) – Not Ready To Die
Call of Duty: Black Ops adalah sebuah gim bergaya first-person shooter yang cukup populer dan untuk untuk tahun 2011 ini telah mengajak band hardrock Avenged Sevenfold untuk menyumbangkan sebuah lagu sebagai bagian dari gim tersebut. Maka dirilislah Not Ready To Die yang dibuka dengan orgel bergaya gotik yang kelam dan murung dan kemudian tampil dalam wujud sebenarnya, sebuah lagu rock dengan imbuhan grindcore pada vokal dibeberapa bagian. Setelah album Nightamare di tahun 2010 yang lalu, memang belum ada kabar akan perilisan album band yang sering ditulis dengan A7X ini. Namun, sebagai pelepas “dahaga”, single ini sangat layak untuk dijajal (8/10).

Cobra Starship (Night Shades/Fueled By Ramen) – Don’t Blame The World, It’s the DJ’s Fault
Night Shades adalah album keempat yang akan dirilis oleh Gabriel Saporta bersama teman-temannya didalam kumpulan Cobra Starship. Karena single ini telah leak di internet, maka untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Cobra Starship telah mengerjakan videonya, meski sebenarnya single ini bukan single pertama yang akan dirilis, melainkan You Make Me Feel yang akan menampilkan Sabi. Single ini sendiri sebuah nomor dance yang bergaya sedikit retro namun tetap berada dalam koridor elektro-pop-punk ala Cobra Starship. Sedikit monoton, namun tetap mampu mengajak kita untuk mengikuti iramanya. (7/10)

Secondhand Serenade (EP. Weightless/Warner) – Never Too Late
Never Too Late terdapat dalam sebuah EP berjudul Weightless yang menampilkan lima buah lagu. Bagi yang terbiasa dengan musik gubahan John Vesely, yang kita kenal sebagai Secondhand Serenade ini, tentu sudah familiar dengan gaya yang dibawakannya pada single ini. Sebuah balada pop-akustik yang mengandalkan piano dan gitar juga vokal Vesely yang berlarat. Diawali dengan sedikit kemurungan pada iringan instrumen musik yang minimalis, memasuki chorus, lagu pun berubah dengan menjadi lebih megah dan riuh, meski kesan murungnya tetap sulit untuk dihilangkan. (7/10)

Nicole Scherzinger feat. 50 Cents (Killer Love/Interscope) – Right There
Ditulis oleh James Scheffer, Ester Dean, Frank Romano, Daniel Morris dan diproduseri oleh Jim Jonsin, single ketiga Nicole Scherzinger untuk album debutnya ini menampilkan rapper 50 Cents sebagai bintang pendukung. Right There adalah sebuah pop yang menampilkan jangkauan vokal Scherzinger yang luas dengan melodi yang dipenuhi dengan hook yang catchy dan sangat easy listening. Irama yang bergaya Carribean memang membuat kita gampang terbawa oleh ritmenya apalagi ditingkahi oleh repetan 50 Cents yang kali tampil lebih santai dari biasannya. (8/10)

Lady Antebellum (Single/Capitol Nashville) – Just A Kiss
Setelah kesuksesan yang luar biasa dari Need You Now, jelas Lady Antebellum tidak akan melewatkan kesempatan untuk tetap eksis di ranah pop-country yang membesarkannya. Just A Kiss adalah sebuah pop balada manis yang menampilkan harmonisasi vokal Hillary Scott dan Charles Kelley dengan padu. Aransemennya sederhana saja, masih mengandalkan string sebagai latar dan kemampuan Dave Heywood dalam mengkomposisikan lagunya. Dallas Davidson membantu mereka dalam penulisan lagunya dan menjanjikan sebuah tembang pop yang tak kalah romantisnya dari single Lady Antebellum sebelumnya. (8/10)

Vanessa Carlton (Rabbits On The Run/Razor & Tie) – Carousel
Lagu pop minimalisnya lainnya bisa kita dapatkan dari seorang Vanessa Carlton. Solois yang juga jago dalam memainkan piano ini kembali lagi dengan album terbarunya Rabbits On The Run. Diproduseri oleh Steve Osborne, Carousel, demikian judul singlenya, adalah sebuah lagu yang minimalis dan mengandalkan kepiawaian Carlton dalam menghasilkan nada-nada indah melalui permainan pianonya. Tidak itu saja, vokalnya yang khas dan ditampilkan dengan sedikit cengkok, menambah cantik lagu yang bergaya folk ini. (8/10)

Taking Back Sunday – (Taking Back Sunday/Warner Bros) – Faith (When I Let You Down)
Taking Back Sunday mungkin memilih self titled sebagai judul album terbaru mereka, akan tetapi uniknya ini adalah album kelima mereka band alternative rock ini. Sebagai single pertama, Faith (When I Let You Down) ini tidak melupakan ciri khas Taking Back Sunday yang menampilkan distorsi gitar dan gebukan drum yang intens namun tetap dalam sentuhan emo yang solid, sehingga lagunya tidak terdengar terlalu bising. Alih-alih single ini malah terkesan murung. Namun, jangan salah, single yang diproduseri oleh Steve Valentine ini tetap menarik untuk disimak (7/10).

The Feeling (Together We Made/MCA) – Set My World On Fire
Ada sesuatu dengan band-band asal Inggris ini. Musik mereka terdengar menyegarkan dan terkadang tak biasa. Set My World On Fire ini juga bukan pengecualian. Dibuka dengan perlahan, ternyata di bagian chorus lagu berubah seolah-olah dipenuhi dengan semangat. Sebuah anthem. Tidak salah jika Set My World On My Fire kemudian dipilih sebagai theme-song untuk Kejuaran Cricket Dunia. Lirik dan nada yang sing-a-long membuat kita dengan mudah mengikuti lagu ini dan turut bernyanyi bersama The Feeling. (8/10)

Breanne Düren (EP. Sparks/dürendüren records) – Gold Mine
Mungkin tidak banyak yang mengenal siapa itu Breanne Düren. Namun, dengan latar belakangnya sebagai kibordis dan pengisi vokal latar untuk Owl City tentu saja membuat Düren memiliki jam terbang yang cukup tinggi sehingga cukup percaya diri untuk merilis EPnya yang diberi judul Sparks. Single dari EP tersebut adalah Gold Mine sebuah indie-pop yang sangat eklektik dan retro. Jangan bayangkan Düren akan menampilkan musik synthpop karena ia justru memilih musik yang lebih organis dan mengandalkan harmonisasi.Tidak mengherankan jika di single ini Düren mengandalkan vokalnya yang terkadang mirip dengan Duffy ini. Gold Mine adalah sebuah pop riang yang mengingatkan akan Lenka, namun jelas berbeda. Oh ya, Breanne Düren nanti akan hadir juga di Indonesia mengiringi kehadiran konser Owl City sebagai opening act. (8/10)

Special Thanks To Julee, Ai, Haris, Wibi dll…

Vote Your Favourite Exclusive Single this week:

Related posts

Leave a Reply