Trending News

Blog Post

Creative Disc Exclusive Single – 16 May
Creative Disc Exclusive Single

Creative Disc Exclusive Single – 16 May 

Jason Derülo (Future History/Warner) – Don’t Wanna Go Home
Penyanyi sekaligus pencipta lagu, Jason Derülo, kembali lagi setelah kesuksesan album pertamanya. Untuk album Future History, Derülo menulis sebuah club anthem bersama sang produser, The Fliptones yang berjudul Don’t Wanna Go Home. Dengan mengambil sampel dari lagu Show Me Love milik Robin S dan Dat-O (The Banana Boat Song) milik Harry Belafonte, single ini memang terdengar akrab ditelinga. Dengan mendengarkan lagu ini Derülo berharap orang bisa melupakan semua masalahnya. Sepertinya ia cukup berhasil. Meski tidak terlalu istimewa, single ini memang asyik untuk di jadikan teman di lantai dansa. (7/10)

Steven Tyler (Single/Columbia) – (It) Feels So Good
Rocker senior sekaligus pentolan Aerosmith dan yang sekarang menjadi salah satu juri ajang pencari bakat American Idols, melepas single (It) Feels So Good yang merupakan bagian dari bagian buku autobiografinya yang berjudul “Does the Noise in My Head Bother You?”. Ditulis bersama Marti Frederiksen, single ini masih menampilkan vokal Tyler yang menggelegar, seolah tak termakan oleh usia. Meski atmosfir rock masih memenuhi single ini, namun tak bisa dipungkiri, aroma pop lebih menguasi jiwa lagu. Apalagi dengan kehadiran Nicole Scherzinger sebagai pengisi vokal latar. (7/10)

Iyaz feat. Travie McCoy (Single/Reprise) – Pretty Girls
Penyanyi asal Inggris, Iyaz mengajak rapper Travis McCoy untuk membantunya dalam single yang akan terdapat dalam album terbarunya. Vokal Iyaz yang soulful mengisi lagu yang ceria ini dengan penuh semangat. Hasilnya adalah lagu pop yang menyenangkan untuk didengarkan. Sebuah single laid-back yang sangat catchy, dan ditingkahi oleh unsur R&B dan saat Travie McCoy, yang merepet soal cewek-cewek yang membuat dia naksir. Imbuhan gitar ala rock dan tunes carribean di chorus menambah renyah lagu ini. (7/10)

Lady Gaga (Born This Way/Interscope) – The Edge of Glory
Pada awalnya The Edge of Glory diniatkan hanya sebagai single promosi untuk perilisan album kedua Lady Gaga, Born This Way. Namun dengan sambutan yang sangat positif untuk single ini, tidak heran Gaga akan merilis The Edge of Glory sebagai single resmi ketiga. Sebuah keputusan yang tidak salah memang, karena single yang ditulis dan diproduseri oleh Lady Gaga, Fernando Garibay dan DJ White Shadow ini terdengar sangat cerah, berbanding terbalik dengan single-single sebelumnya. Apalagi dengan sentuhan pop-rock ala 80-an,disini Gaga memamerkan kemampuan vokalnya yang mumpuni, tidak melulu sebuah elektro-pop yang mengandalkan auto-tunes. Menjelang akhir, pengaruh smooth jazz merasuk dengan penggunaan saxophone yang dimainkan oleh Clarence Clemons. (9/10)

Cobra Starship feat Sabi (Night Shades/Fueled By Ramen) – You Make Me Feel
Entah karena kehadiran rapper Sabi atau hal lainnya, single pertama resmi Cobra Starship pertama untuk album Night Shades malah terdengar sangat electro-bubble-gum pop dengan sentuhan euro-house yang kental. Vokal Sabi, yang sama sekali tidak menampilkan dirinya sebagai rapper, terasa sangat mendominasi, sehingga seolah-olah Cobra Starship-lah yang menjadi bintang tamu. Tapi hal tersebut sama sekali tidak menghalangi lagu ini menjadi antem-disko yang sangat menarik untuk diikuti. Kolaborasi yang seru menghasilkan single yang seru pula. (8/10)

Enrique Iglesias & Usher Feat. Lil Wayne (Euphoria/UniversalRepublic) – Dirty Dancer
Seolah tak lelah menggempur kita dengan single-single dance-nya, Enrique Iglesias menampilkan single keenamnya dari album mutakhirnya, Euphoria. Dirty Dancer adalah sebuah elektro-dance up-tempo yang sangat intens dalam mengajak bergoyang. Kehadiran Usher dan Lil’Wayne di single yang di dedikasikan untuk semua ‘dirty girls’ di seluruh dunia ini memang menambah panas kehadiran Dirty Dancers yang ditulis Iglesias bersama Evan Bogart, Nadir Khayat, Nuri dan Quinones ini. (8/10)

All Time Low (Dirty Work/Interscope) – I Feel Like Dancin’
Pengaruh Rivers Cuomo dari Weezer mungkin sangat besar dalam I Feel Like Dancin’, akan tetapi estetika bermusik All Time Low masih mendominasi kok. Ditulis Cuomo bersama Alex Gaskarth, single ini adalah sebuah pop-rock ringan yang sangat easy listening. Mengandalkan gebukan drum yang powerful dan riff gitar riuh, single terdengar laid-back, dalam terminologi rock tentu saja. Cocok sebagai tema untuk berpesta. Diproduseri oleh Mike Green, Matt Squire dan Butch Walker, I Feel Like Dancin’ adalah sebuah pop dalam sentuhan punk yang fun, catchy dan sing along. (7/10)

Jane’s Addiction (The Great Escape Artist/Capitol) – End To The Lies
Setelah cukup lama hiatus, grup hard-rock Jane’s Addiction kembali lagi dengan album keempatnya yang siap dirilis Agustus tahun ini. Sebagai hidangan pembuka dihadirkan single End To The Lies yang berbau metal namun dalam tempo yang tak terlalu kencang, sehingga tetap nyaman ditelinga. Kemampuan Perry Farrell (vocals), Dave Navarro (guitar), Eric Avery (bass) dan Stephen Perkins (drums) dalam menghadirkan aransemen rock yang jagoan memang patut dipuji. Dibuka dengan intro berbau vintage-rock, End To The Lies langsung menghajar dengan seringainya. Pekikan gitar Navarro masih sakti seperti biasanya. (8/10)

Colette Carr (Skitszo/Interscope) – (We Do It) Primo
Colette Carr yang masih berusia 20 tahun ini adalah “koleksi” terbaru dari Cherry Tree Records. Masih senada dengan kebanyakan artis keluaran Cherry, Colette masih mengandalkan synthpop sebagai andalan musikalitasnya. Namun jangan pesimis dulu, karena (We Do It) Primo adalah sebuah nomor mid-tempo yang sangat menyenangkan dengan hook yang sangat memorable di bagian chorus-nya. Dengan mengambil sampel dari single Somewhere Only We Know milik Keane, Carr dengan dibantu oleh Frankmusik, menjadikan (We Do It) Primo sebagai sebuah anthem musim panas yang sangat radio friendly namun tak terdengar kacangan atau klise. (9/10)

Eddie Vedder (Ukulele Songs/Universal) – Longing To Belong
Sungguh tidak menyangka, Eddie Vedder, frontman Pearl Jam yang terkesan gahar memilih ukulele sebagai teman bermain musiknya untuk album solonya. Diberi judul (tentu saja) Ukulele Songs, album tersebut akan menampilkan berbagai lagu, baik orisinil maupun cover dari lagu-lagu populer, yang ditampilkan dengan mengandalkan iringan ukulele. Coba dengarkan saja single pertama untuk album tersebut, Longing To Belong. Sebuah lagu lembut yang sangat lirih, subtil dan kontemplatif. Sangat menyejukkan saat mendengar vokal Vedder yang lembut diiringi petikan ukulele, juga cello, yang merdu. (9/10)

Take That (Ost. X-Men: First Class/Polydor) – Love Love
Love Love adalah sebuah elektro-pop yang bergelora dan dipenuhi dengan semangat oleh boyband senior Take That, sebagai bagian dari album soundtrack film X-Men: First Class. Dengan vokal utama diisi oleh Gary Barlow dan Mark Owen, Take That membuktikan, meski synth, drum-machines dan elektronika adalah bagian utama dari single ini, namun kemampuan vokal juga adalah andalan utama yang tak boleh dikesampingkan. Meski terdengar gelap dan suram, yang mungkin untuk mengikuti atmosfir filmnya, Love Love masih menampilkan aransemen Take That yang juara. (9/10)

Special Thanks To Julee, Ai, Haris, Wibi dll…

Vote Your Favourite Exclusive Single this week:

Related posts

Leave a Reply