Trending News

Blog Post

Behind The Music: Espionage
Behind The Music

Behind The Music: Espionage 

Di tahun 1997, saat Espen Lind mengerjakan album keduanya “Red” dengan nama komersil Sway, saat itulah dirinya dan Amund Bjørklund bekerjasama untuk kali pertama. Ini yang kemudian membuat keduanya merasa tertarik dalam dunia tulis menulis lagu dan juga memproduseri di 4 tahun kemudian. Duo yang berasal dari Norwegia ini memulai untuk masuk ke pasar yang lebih luas, dengan menulis lagu untuk girlband Atomic Kitten dan solois Kym Marsh, masing-masing berjudul ‘The Last Goodbye’ dan ‘Cry’ yang keduanya sukses menembus posisi 2 di UK Singles Chart. Espionage pun semakin rajin menulis lagu, di antara untuk Sissel dan Kjartan Salvesen, artis-artis asal Norwegia. Posisi mereka saat itu sudah cukup kuat dalam industri musik pop di Eropa, sehingga mereka menantang diri untuk menaklukkan pasar Amerika Serikat.

Saat ada kesempatan menulis lagu untuk superstar Beyonce, Espen dan Amund pun lahir dengan konsep lagu yang kemudian menjadi salah satu hit terbesar dalam sejarah artis mantan personel trio Destiny’s Child tersebut. Lagu ‘Irreplaceable’ yang diambil dari album “B’Day” adalah keberhasilan Espionage menembus pasar Amerika. Dan mereka juga memiliki andil dalam salah satu hit terbesar Chris Brown, ‘With You’. Ini membuat Espionage jadi laris di kalangan artis pop dan R&B, padahal kalau boleh dilihat ke belakang, musik Espen Lind lebih condong ke arah pop rock. Bersama Stargate, selain menghasilkan 2 lagu di atas, mereka juga berkolaborasi untuk Ne-Yo, Trey Songz, dan Johnta Austin.

Mereka pun jadi ikutan akrab untuk menulis lagu bagi para alumnus American Idol. Di antaranya Jennifer Hudson, Elliot Yamin, Jordin Sparks, dan Jason castro. Tapi yang dekat dengan akar musik pop rock mereka adalah saat berkontribusi di album Kimberly Caldwell, David Cook dan Lee DeWyze. Hasil karya mereka yang dirilis oleh para alumnus American Idol ini adalah ‘Come Back To Me’ oleh David Cook dan ‘One Word’ oleh Elliott Yamin. Sampai saat itu, belum ada yang bisa mengejar kesuksesan single-single mereka untuk Beyonce dan Chris Brown. Tapi mereka tetap eksis menulis lagu untuk Miranda Cosgrove, Leona Lewis, Jonas Brothers, Esmee denters, juga artis senior Lionel Richie. Espionage pun sukses mempresentasikan emosi Jessica Simpson pasca perpisahannya dengan Nick Lachey lewat lagu ‘I Don’t Wanna Care’ yang diambil dari album “A Public Affair”.

Enggak cuma eksis, tapi mereka melejit! Di tahun 2009-2010, Espionage sanggung membawa Train kembali ke puncak kejayaannya. Grup band ini enggak pernah menyentuh Top 10 Billboard Hot 100 setelah ‘Drops Of Jupiter’ di tahun 2001, maka dengan ‘Hey, Soul Sister’, band ini kembali jadi sorotan. Memeangkan Grammy dan terjual secara digital lebih dari 5 juta kopi di Amerika. Win-win buat Espionage dan Train. Belum lama ini, Espionage berkontribusi untuk debut album Matthew Morrison dan Tinie Tempah, juga untuk Alexis Jordan. Diharapkan ke depannya, nama Espen Lind dan Amund Bjørklund akan lebih sering muncul, enggak hanya di credit title album, tapi juga di chart dan penghargaan musik. Sukses buat Espionage!

(Ai Hasibuan / CreativeDisc Contributor)

Related posts

Leave a Reply