Trending News

Blog Post

Album of The Day: Bad Meets Evil – Hell: The Sequel.
Album of The Day

Album of The Day: Bad Meets Evil – Hell: The Sequel. 

Released by: Universal Music Indonesia

Sejarah Bad Meets Evil dimulai di penghujung dekade 90-an, saat rapper Royce da 5’9″ berkolaborasi dengan Eminem untuk lagu berjudul sama dan terdapat dalam album The Slim Shady. Sayangnya, umur kerjasama ini tidak begitu panjang. Setelah beberapa lama kemudian, keduanya akhirnya berkesempatan untuk berkerjasama kembali, membentuk grup bernama Bad Meets Evil dan lahirlah EP Hell: The Sequel ini.

Eminem masih marah-marah. Rasanya ini merupakan ciri khasnya yang sulit untuk dihilangkan. Yang membedakan album ini dengan kebanyakan karya Eminem adalah kemasan hip-hop yang lebih “ringan” dan vokal rapping yang cenderung lebih kalem dan santai oleh Royce da 5’9″, sebagai penyeimbang muatan vokal yang terdapat dalam harmonisasi musikalitasnya. Tentu saja ada track yang diberi judul Lighter, Sebuah balada yang nge-pop dan manis, meski terasa sendu. Apalagi bantuan vokal Bruno Mars menambah kesan “manis” lagu ini. Indikasi ini adalah album yang lebih ringan dibanding karya-karya Eminem sebelumnya? Ditilik dari satu sisi, track ini mungkin yang terlemah, karena sedikit menyimpang dari atmosfir hip-hop yang kental memenuhi ruang album. Namun disisi lain, track ini berpeluang besar untuk disukai oleh pendengar yang lebih awam.

Meski begitu, sebenarnya album ini masih menyimpan gem lain, seperti Above The Law yang menampilkan vokal Claret Jai yang mengisi hook lagu ini. Sedang pada Fast Lane, yang juga merupakan single pertama untuk album ini, Royce da 5’9″ seolah membuktikan jika ia mampu dan pantas untuk disandingkan dengan Eminem. Pada track A Kiss, Eminem kembali kebiasaan lamanya untuk menjadikan rekan selebriti lainnya sebagai materi lagunya. Kali ini giliran Lady Gaga yang mendapat “kehormatan”.

Dengan mengadopsi konsep big band dalam Loud Noises, single ini terdengar seperti soundtrack untuk film petualangan James Bond untuk abad milenium baru. Terasa sedikit berlebihan dan tidak pada tempatnya, dimana vokal tamu Slaughterhouse justru terasa lebih mendominasi. Dengan Echo yang atmosperik, terasa sempurna sebagai track penutup pada EP ini. Sejatinya memang Echo dan juga track Living Proof terdapat dalam paket Deluxe, dimana untuk kemasan standar ditutup oleh track Loudnoise yang menampilkan Slaughterhouse tadi.

Hell: The Sequel mungkin adalah sebuah album rap/hip-hop yang cukup renyah untuk diikuti. Namun, jika dicermati ada sedikit inkonsistensi dalam pemilihan tone dan corak, sehingga terkesan duo Bad Meets Evil tetap ingin mempertahankan idealisme mereka, namun disisi lain seolah tak rela jika tak mengkutikan sentuhan kekinian yang tengah nge-trend.Sayangnya, perpaduan yang terjadi tak begitu lekat dan padat, sehingga ritme album terasa sedikit longgar. Masalahnya lagi, tidak ada benar-benar track yang standout dan memorable sehingga akan bertahan lama dalam benak ingatan pendengar. Apalagi gimmick pemakaian humor-humor kasarnya malah terasa ketinggalan zaman dan kurang kontekstual dengan era sekarang.

Meski begitu, sebagai sebuah EP hasil kolaborasi, Hell: The Sequel adalah bukti nyata bahwa dua ego yang sama besarnya bisa saja saling mendukung alih-alih menjatuhkan. Kekompakan duo Eminem dan Royce da 5’9″ cukup teguh dan pas takarannya, sehingga kita tidak merasakan pergesekan kepentingan dan juga dualitas ataupun dominasi yang kerap menjegal konsep album duo yang utuh.

Official Website

Rate this album: [ratings]

(Haris / CreativeDisc Contributor)

TRACK LIST
1. “Welcome 2 Hell” 2:57
2. “Fast Lane” 4:09
3. “The Reunion” 4:50
4. “Above the Law” 3:29
5. “I’m on Everything” (featuring Mike Epps) 4:31
6. “A Kiss” 4:34
7. “Lighters” (featuring Bruno Mars) 5:03
8. “Take from Me” 3:25
9. “Loud Noises” (featuring Slaughterhouse) 4:20
10. “Living Proof” 3:55
11. “Echo” 4:55

Related posts

Leave a Reply