Trending News

Blog Post

Album of The Month: Lady Gaga – Born This Way
Album of The Day

Album of The Month: Lady Gaga – Born This Way 

Released by: Universal Music Indonesia

Seperti yang sudah diduga, kehadiran Born This Way pun sudah dinantikan dengan antusiasme yang tinggi oleh para monster penggemar Lady Gaga. Keberhasilan dalam segi penjualan dalam minggu pertamanya (sampai saat ini sudah mencapai kurang lebih 2 juta kopi untuk peredaran global) mungkin bukan indikasi mutlak akan kemumpuni album ini. Lantas, bagaimanakah dengan materi yang ditawarkan Gaga dalam Born This Way sebenarnya?

Berbeda dengan The Fame (2008), yang merupakan album debutnya sebagai Lady Gaga, kali ini Stefani Joanne Angelina Germanotta mulai bergerak kedalam ranah yang lebih gelap dan mengutilisasi sound-sound serta tema yang lebih gelap dan mungkin berat. Namun apakah ini berarti Born This Way kalah nge-pop dari album sebelumnya? Tidak juga.

Judas dikritisi karena terlalu mengambil pola Bad Romance dengan penuh, namun mereka lupa jika Bad Romance sendiri memakai pola yang telah diperkenalkan melalui Poker Face. Asumsi sederhana yang bisa kita tarik, Gaga hanya ingin menjadikan lagu ini sebagai ciri khasnya belaka. Namun kehadiran Born This Way sebagai single pertama yang sangat dipengaruhi oleh anthem pop 80-an (oke, nama Madonna kemudian dibawa-bawa disini), kita dapat merasakan keinginan Gaga untuk melakukan revivalitas terhadap dekade yang terkenal memiliki materi pop yang bagus itu.

Menilik Born This Way secara keseluruhan kita pun dapat merasakan keinginan Gaga tersebut, karena album ini memang dipenuhi oleh lagu-lagu yang jelas seolah-olah berasal dari tahun 80-an, dengan penggunaan synth dan pola harmoni yang banyak dipakai di era tersebut. Bukan hanya pop, akan tetapi pengaruh hair-rock yang kental pun dapat ditemui dalam album ini.

Hair, sebuah lagu lain tentang self-empowerment, mungkin bukti otentik untuk itu. Tentu saja rock yang kita bicarakan disini adalah dalam koridor Lady Gaga yang kita kenal umum, yaitu pemakaian elektro-pop yang masif dan melebur dalam setiap materinya. Bad Kids, Highway Unicorn (Road to Love), Heavy Metal Lover atau Electric Chapel dalah bukti dimana penggunaan distorsi gitar elektrik, drum yang mengentak dan juga tempo yang cepat dalam semangat rock yang eklektik terasa mendominasi.

Satu yang patut menjadi highlight adalah You And I, sebuah power-pop yang dibantu produseri oleh Robert John “Mutt” Lange dan dipengaruhi elemen rock ala honky-tonk dan vokal Gaga yang menggelegar, seolah dia terlahir sebagai Queen of Rock. Jelas, jika hadir di dekade yang berbeda, ia pasti akan memilih rock sebagai karir musiknya. Sebenarnya tidak aneh juga, karena toh bukankah para artis glam-rock seperti David Bowie, Elton John dan Queen adalah nama-nama yang mempengaruhi musikalitasnya?

Born This Way tidak hanya berbeda bukan saja hanya dikarenakan semangat nge-rock Gaga, juga motivasinya untuk memelintir lirik-lirik yang motivasional dan juga subtil. The Edge of Glory sebuah nomor pop-rock (80-an tentu saja) yang memiliki lirik yang manis dan romantis, mengingat ini adalah lagu yang ditulis Gaga untuk mengenang kakeknya yang telah tiada. Kesan romantis ditambah pula dengan penggunaan solo saxophone oleh Clarence Clemons dari The E Steet Band.

Sementara itu nuansa Jerman dalam nomor techno Scheiße dan Latin dalam Americano yang unik menambah semarak album ini. “I can’t speak German but I can if you like,” demikian ujarnya dalam Scheiße sedang dalam Americano dia seolah fasih berbahasa spanyol,” Mis canciones son de la re-revolución. Mi corazón me duele por mi generación“. Mungkin Gaga tidak bertendensi menjadi kultural dengan kehadiran nomor-nomor berbau etnik ini, akan tetapi jelas memberi penekanan yang lebih berwarna pada albumnya.

Meski masih setia untuk berkolaborasi dengan mitra lawasnya, RedOne, namun Gaga juga tampaknya terbuka untuk uluran kerjasama dari nama-nama baru, seperti Garibay dan DJ White Shadow. Kehadiran nama-nama inilah yang membuat Born This Way terasa sangat segar dan cukup berbeda dari album The Fame maupun The Fame:Monster. Seolah-olah ingin membuktikan bahwa ia tidak hanya berniat mengemas album pop yang ringan namun cukup berkelas tanpa harus kehilangan ciri khas yang telah melekat pada dirinya.

Born This Way mungkin bukan jenis album yang bisa langsung disukai pada kesempatan dengar pertama, karena jujur saja ia memerlukan sedikit waktu untuk dapat dicerna secara penuh. Dan percayalah, setelah mendekam cukup lama diotak, adalah susah untuk mengusir lagu-lagunya dari benak kemudian. Estetika bermusik dan komersial selalu sejalan bagi Gaga.

Official Website

Rate this album: [ratings]

(Haris / CreativeDisc Contributor)

TRACK LIST
1. “Marry the Night” 4:24
2. “Born This Way” 4:20
3. “Government Hooker” 4:14
4. “Judas” 4:10
5. “Americano” 4:06
6. “Hair” 5:08
7. “Scheiße” 3:45
8. “Bloody Mary” 4:05
9. “Bad Kids” 3:51
10. “Highway Unicorn (Road to Love)” 4:16
11. “Heavy Metal Lover” 4:13
12. “Electric Chapel” 4:13
13. “Yoü and I” 5:07
14. “The Edge of Glory” 5:20

Artist Of The Month Lady Gaga by creativedisc

Related posts

Leave a Reply