Trending News

Blog Post

Album of The Day: Foster The People – Torches
Album of The Day

Album of The Day: Foster The People – Torches 

Released by: Sony Music Indonesia

Siapa bilang sekumpulan anak muda yang bergabung dalam sebuah kumpulan band yang mengusung musik indie-pop tidak bisa menjadi teman saat berdansa-dansi. Foster The People, dalam album debut mereka, Torches, membuktikan jika asumsi tersebut salah adanya. Setelah mengganjar kita dengan keriangan dalam single Pumped Up Kicks yang bergaya chill-out, sebagai teaser, maka album Torches ini menjadi sarana bagi trio Mark Foster, (vocals, keyboards, piano, synthesizers, guitar, programming, percussion), Mark Pontius (drums & extra percussion), dan Cubbie Fink (bass & backing vocals) untuk membuktikan jika mereka masih punya banyak yang ditawarkan kepada para pendengar.

Atmosfir hangat kota Los Angeles mungkin yang menyebabkan Foster The People senang berpesta namun tak melupakan akar kecintaan mereka terhadap ranah indie yang telah membesarkan musikalitas mereka. Perpaduan yang erat antara aransemen yang kerap kita temui dalam skena indie dengan sentuhan elektronika membuat album Torches seperti sebuah anthem musim panas yang menyenangkan dan juga….menggairahkan.

Vokal Mark Foster yang unik dan sedikit mengingatkan akan Ollie Jacobs dari grup pop-industrial era 90-an, Arkarna. Hanya saja Foster terdengar lebih santai dan sedikit centil serta tidak ragu untuk meliuk-liukkan vokal dalam falseto yang kadang sedikit over-the-top. Namun Foster bukan hanya bernyanyi disini, karena ia juga adalah konseptor utama dari musikalitas yang ditawarkan oleh Foster The People.

Coba dengarkan Waste, yang terdengar seperti sebuah nomor indie-rock yang dibalutkan pada musik elektro-pop bergaya urban. Terdengar unik juga renyah. Pada satu bagian ia terdengar sangat ceria namun disisi lain sulit menafikan kesan pekat didalamnya. Don’t Stop (Color On the Walls) atau Houdini adalah contoh dimana rock menjadi platform yang menyenangkan untuk menciptakan musik pop yang eklektik.

Masalahnya, menjelang akhir kesan fun tadi mulai bergerak masuk dalam tone yang lebih kelam dan gelap yang diwakili pula oleh kompisisi yang sedikit beribet dan berat. Mungkin saja kumpulan ini ingin mengeksplorasi kemampuan bermusik mereka dan tidak melulu terjebak dalam pola pop yang ringan-riangn saja. Coba saja dengarkan Miss You yang bergerak seperti sebuah nomor trance yang bersandar dalam beat rapat dan atmosfir mengawang yang gelap. Tidak salah sebenarnya, namun kemudian kita dapat menangkap sedikit inkonsistensi dalam pola fun, summer dan anthemik yang telah dihambur-hamburkan pada track-track awal.

Sebagai nama baru dalam skena musik pop-indie, Foster The People jelas mempunyai masa depan yang cukup cerah, asal saja tetap memberikan effort mereka yang terabik dan tidak lupa untuk tetap mengembangkan kualitas musik mereka dan tidak terjebak pada hype yang telah terbangun sebelumnya. Album Torches mungkin masih mempunyai beberapa nilai minus, namun diantara dentuman musik mesin yang banyak beredar saat ini, Foster The People dengan Torches-nya adalah sebuah angin segar yang sulit untuk ditolak.

Official Website

Rate this album: [ratings]

(Haris / CreativeDisc Contributor)

TRACK LIST
1. “Helena Beat” 4:36
2. “Pumped Up Kicks” 4:00
3. “Call It What You Want” 4:01
4. “Don’t Stop (Color On the Walls)” 2:56
5. “Waste” 3:26
6. “I Would Do Anything for You” 3:35
7. “Houdini” 3:23
8. “Life On the Nickel” 3:36
9. “Miss You” 3:36
10. “Warrant” 5:23

Related posts

Leave a Reply