Trending News

Blog Post

Album of The Day: Vanessa Carlton – Rabbits on the Run
Album of The Day

Album of The Day: Vanessa Carlton – Rabbits on the Run 

Setelah sempat ‘menghilang dari peredaran’ selama hampir 3 tahun, akhirnya singer-songwriter Vanessa Carlton kembali dengan album ke 4 nya, kali ini dibawah naungan label indie ‘Razor & Tie’ (Kidz Bop) bertajuk ‘Rabbits on the Run‘ . Terinspirasi dari buku buku seperti ‘A Brief History of Time’ (Stephen Hawking) serta ‘Watership Down’ (Richard Adams), artist yang terkenal dan sempat menjadi fenomenal berkat debut single nya ‘A Thousand Miles’ ini memberikan sentuhan yang amat berbeda pada album ini dibandingkan album terdahulunya ‘Heroes & Thieves’ (yang cukup sukses di pasaran dan mendapat sambutan hangat dari para kritikus musik). namun tanpa menghilangkan ciri ‘khas’ Vanessa, yakni dominasi piano, lirik yang unik dan ‘cerdas’ serta vocal Vanessa yang khas dan terkesan girly.

Diproduseri oleh Steve Osborne (KT Tunstall; Peter Gabriel), proses rekaman dilakukan di studio milik Peter Gabriel yakni Real World Studios di Box, England. Beberapa nama yang cukup tenar juga ikut berpartisipasi dalam pembuatan album ini. Sebut saja Ari Ingber (gitaris band ‘The Upwelling’) dan Patrick Hallahan (drummer My Morning Jacket). Selain itu dalam proses rekamannya, V memasukkan paduan suara (Capital Children’s Choir) untuk mendapatkan kesan yang ia inginkan: ‘time slipping, mind floating’ — yang menurutnya menggambarkan kehidupannya beberapa tahun terakhir ini. Teknik perekamannya juga terkesan ‘unik’ untuk dekade sekarang, yakni recorded straightly to the tape. Hal ini juga dilakukan Vanessa demi mendapat kesan ‘dreamy’ yang dia inginkan di album ‘paling jujur’-nya ini

Album ini memuat 10 tracks, yang pada dasarnya terbagi menjadi 2 ‘kubu’ – ‘classic Vanessa Carlton songs’ (Carousel; Dear California) dan ‘dreamy-mind floating songs’ (Hear The Bells; In The End), namun dengan persamaan yang cukup jelas: didominasi permainan piano Vanessa yang epic dan unsur-unsur ‘indie’,’akustik’ serta ‘British’ sangat kental terasa di album ini

Kita disuguhi ‘Carousel’ pada awal album ini. Sebuah track yang bisa dibilang khas Vanessa. Permainan piano yang luar biasa dan suara Vanessa yang terkesan manis memanjakan telinga kita. Apabila anda cukup jeli, anda dapat mendengar suara gitar akustik bercampur dengan suara piano. Lagu ini juga didaulat menjadi single pertama dari album ini.

‘I Don’t Want To Be A Bride’ sedikit mengingatkan kita pada mother-daughter saga ‘Spring Street’ yang terdapat pada album ‘Heroes & Thieves’. Lirik dan melodi yang pas membuat kita ikut merasakan kegelishan dan ke’galauan’ dalam menghadapi pernikahan.

Hening beberapa detik, lalu kita akan masuk ke dalam salah satu lagu dreamy miliknya, ‘London’. Dominasi piano sangat terasa disini. Lagu ini sebenarnya sudah mulai dinyanyikan oleh Vanessa sejak tahun 2009 lalu, dan sejak saat itu menjadi salah satu lagu ‘wajib’ dalam penampilannya. Saya pribadi lebih menyukai versi Acoustic lagu ini yang terdapat pada deluxe edition

‘Fairweather Friends’ memiliki lirik yang cukup unik serta chorus yang sangat memorable. /You didn’t mean to do it/so I don’t have to believe it/If we didn’t really mean it/the magical thinking gets us by/ Lagu yang cukup easy-listening.

Track ke 5 bisa dibilang salah satu stand-out track dalam album yang didanai Vanessa sendiri dari sisa hasil penjualan ‘A Thousand Miles’ ini. ‘Hear The Bells’ menyuguhkan atmosfir yang sangat berbeda dari seorang Vanessa Carlton. Kesan goth dan creepy dari lagu ini terbukti menjadi penarik perhatian para kritikus. Dan hampir semua kritikus memberikan positive review pada track yang diakui Vanessa sebagai track favorite-nya , sekaligus track yang ia rasa paling ‘berhubungan’ dengan dirinya. Ia bahkan memasukkan salah satu makhluk favorite-nya ‘Witch-Doctor’ kedalam lirik lagu ini.

Kita kembali diajak menikmati permainan piano Vanessa yang fun lewat ‘Dear California’ . Lagu yang cukup catchy dan sangat easy-listening. Perpaduan piano, gitar, maracas, serta acoustic drum terasa sangat sempurna di track ini. Highly recommended

Sebelum Rabbits on the Run, tadinya album ini akan dinamai ‘Tall Tales From Spring’. Kita mungkin mengenal melodi lagu ini lewat penampilan instrumental Vanessa pada tahun 2009 lalu. Lagu ini adalah pengembangan dari karya Vanessa sebelumnya ‘Waltz’. Permainan drum yang apik membuka lagu ini, namun lagi lagi saya lebih menyukai versi Acoustic-nya.

Piano hampir tidak terdengar sepanjang ‘Get Good’ diputar. Suara choir yang terdengar mulai dari bridge menambah keindahan lagu ini.

‘The Marching Line’ bisa dibilang track paling manis di album ini. Vanessa berhasil menciptakan kesan dreamy yang sempurna lewat lagu ini. Aransemen piano terdengar simple namun terasa sangat pas untuk struktur lagu ini. /Do you know a love like a bullet in the chest?/

Track penutup dari Album epic ini merupakan track terpendek dan yang paling sedikit digemari. Sangat mengejutkan. ‘In The End’ dimulai dengan suara aerophone yang sedikit mengingatkan kita pada soundtrack film-film thriller. Sayangnya, suara Vanessa terdengar terlalu dreamy, sehingga kita sulit mencerna lirik (yang hanya beberapa kalimat) yang dinyanyikannya. Sebenarnya track ini cukup indah dan berpotensi, dan merupakan penutup yang cukup pas untuk album ini. Hanya perlu sedikit waktu sampai kita dapat benar benar menikmati track ini.

Mungkin beberapa orang akan kecewa setelah mendengar album ini, sebagian besar diakibatkan pilihan Vanessa
untuk mengubah struktur musiknya, yang selama ini terkesan pop-mainstream menjadi lebih indie. Namun bagaimanapun, album ini telah membuktikan kedewasaan seorang Vanessa Carlton, usahanya untuk melepas status ‘one-hit wonder’ serta menunjukan bahwa ia tak terpengaruh akan maraknya aliran pop-dance mainstream saat ini. Dia berbagi perasaan dan kehidupannya lewat lagu lagu yang ia ciptakan.

Official Website

Rate this album: [ratings]

(Review by: Vanessa Carlton Indonesia)

TRACKLIST
(Standard Edition)
1. Carousel (3:17)
2. I Don’t Want to Be a Bride (4:02)
3. London (4:17)
4. Fairweather Friends (3:55)
5. Hear the Bells (3:43)
6. Dear California (3:21)
7. Tall Tales for Spring (4:30)
8. Get Good (3:52)
9. The Marching Line (3:29)
10. In the End (2:52)
(iTunes Deluxe Edition)
11. Tall Tales for Spring (Live Acoustic) (4:31)
12. Carousel (Live Acoustic) (3:03)
13. London (Live Acoustic) (4:16)
14. Carousel (Music Video) (3:22)
15. The Four Elements of Rabbits on the Run (Video) (4:26)
16. Behind the Scene of “Carousel” Music Video (Video) (1:26)

NOTE: Sampai saat review ini dibuat, ‘Rabbits on the Run’ telah menempati peringkat #20 di iTunes Top Album Chart dan peringkat #6 di iTunes Top 10 op Albums!

P.S.
Physical CD ‘Rabbits on the Run’ sampai saat ini hanya rilis terbatas di US saja. Berhubung Indonesia tidak bersahabat dengan yang namanya iTunes, maka VCarltonIndo sebagai fanbase Vanessa di Indonesia berinisiatif membuka pemesanan CD Rabbits on the Run (US Impor; Rp 200.000)

Detail cara memesan + info lebih lanjut bisa hubungi 08978961390 atau cek timeline twitter di @VCarltonIndo atau facebook.com/VCarltonIndo

Related posts

Leave a Reply