Trending News

Blog Post

Behind The Music: L.A. Reid
Behind The Music

Behind The Music: L.A. Reid 

Saat duduk di panel juri untuk talent show The X Factor USA tahun ini, L.A. Reid dikenal sebagai sosok yang flamboyan dengan setelan jas yang dikenakannya di setiap episode. Itu L.A. dinilai secara tampilan. Dan bagaimana secara kerjaan? Jauh lebih mengesankan dari itu. L.A. yang bernama asli Antonio Reid adalah satu dari empat anak keluarga Reid yang lahir dan besar di Cincinnati, Ohio. Antonio muda adalah seorang gitaris dalam sebuah band yang mendapatkan julukan “L.A.” saat dirinya hadir dalam kegiatan band mengenakan T-Shirt sebuah tim baseball Los Angeles Dodgers. Nama tersebut begitu pakemnya hadir ke sosok pria ini dan digunakannya sebagai nama yang nantinya merupakan seorang yang berpengaruh dalam industri musik pop Amerika dan dunia.

L.A. memulainya sebagai musisi. Selain bermain gitar, dirinya juga mahir bermain drum. Tentu kemampuannya ini diunjukkan di band tempatnya bernaung. Percaya enggak percaya, aliran musik yang dianut L.A. dan band-nya saat itu adalah funk rock. Mereka berhasil masuk dalam album kompilasi band lokal di tahun 1970-an, dan ini menjadi pengalaman pertama L.A. dalam urusan rekaman. Selanjutnya, barulah L.A. bermain dalam genre R&B yang kemudian menjadi alirannya dalam karir di balik layar. Di tahun 1980-an, grup R&B L.A. berhasil mencetak hit Top 10 di Billboard Hot 100. Adalah single ‘Two Occasions’ yang menjadi bukti tersebut. Dan disini pula dirinya akrab dengan seorang Babyface.

Dari sini, peruntungan di balik layar rekaman pun dimulai. Rekanan ini membentuk LaFace Records yang berada di bawah Arista Records. La diambil dari nama L.A. dan Face dari nama BabyFACE. Usaha yang mereka rintis di akhir dekade 80-an ini menjadi salah satu pelopor label rekaman yang menjembatani para artis kulit hitam yang berkarir di jalur pop. Mau tau salah satu artis yang diroketkan oleh LaFace di tahun-tahun pertama mereka? Usher adalah orangnya. Kesuksesan Usher yang sanggup menjual 65 juta keping album di seluruh dunia merupakan asuhan dari mereka. Selain itu, label ini juga bertanggung jawab atas rilisan Toni Braxton, TLC, dan Outkast.

Perkembangan perusahaan rekaman L.A. dan Babyface menanjak, saat setengah dari saham LaFace dipegang oleh induk perusahaan, yaitu BMG, dengan penjualan, marketing, dan promo masih menjadi tanggung jawab Arista. Ini terjadi di tahun 2000. Kemudian karir L.A. pun menanjak dengan menanggantikan Clive Davis sebagai Presiden Arista Records. Ini merupakan permintaan langsung oleh induk perusahaan, BMG yang menilai Clive telah memasuki usia pensiun (kala itu Clive berusia 67 tahun) dan sudah selayaknya digantikan. L.A. pun dibekali ilmu manajemen di Harvard Business School sebelum memangku jabatannya. Alhamdulillah, L.A. kembali mencetak artis papan atas selama menjabat sebagai Presiden Arista. P!nk, Ciara, dan Avril Lavigne adalah artis lintas genre yang kembali membuktikan kebolehan L.A. dalam mencetak bintang.

Ingat ga merger-nya BMG ke Sony Music Entertainment? Nah, ini berdampak ke L.A. dengan dilepasnya beliau dari kontrak dengan Arista. Secepat kilat dirinya disamber sebagai bos besar di The Island Def Jam Music Group. Disini, L.A. Reid ditantang tidak hanya menciptakan rising star, tapi juga menaikkan kembali gairah bintang. Yes, we’re talking about Mariah Carey. Cap jempol buat L.A. yang berhasil mengembalikan Mariah ke puncak lewat kerja sama mereka di Island Def Jam. Album “Emancipation Of Mimi” membawa Mariah ke kebiasannya; angka penjualan yang cemerlang, hits yang segudang, dan prestasi di penghargaan musik juga. Tapi takdirnya untuk mencetak bintang juga tidak langsung sirna. Rihanna dan Justin Bieber adalah 2 bukti besar kebolehan radar pencetak bintangnya. Rihanna kini tercatat sebagai artis langganan lagu nomor 1, dan Justin Bieber dikenal sebagai fenomena musik pop yang mendunia. Ini semua dilakukannya sembari menuntun rekaman untuk Amerie, Kanye West, dan Bon Jovi.

Meskipun L.A. secara eksklusif mengerjakan proyek musik untuk artis-artis yang berada di bawah naungan label tempat ia bekerja, ini tidak lantas mempersempit daftar artis yang pernah bekerjasama dengan dirinya. Paula Abdul, Whitney Houston, Boyz II Men, Aretha Franklin, Az Yet, Shanice, Blu Cantrell, CeeLo Green, Kenny G, Santana, Lionel Richie, Ne-Yo, Jay-Z, Chrisette Michele, dan The Killers adalah segelintir nama yang pernah bekerjasama dengannya. Andil itu besar dan banyak. Menulis lagu, memproduserinya, memainkan alat musik, menge-mix, dan mengaransemen. He sure did all that. Dan di akhir tahun 2008, dirinya mengumpulkan belasan vokalis top dalam satu buah single! Beyonc√©, Carrie Underwood, Rihanna, Sheryl Crow, Fergie, Leona Lewis, Keyshia Cole, Miley Cyrus, LeAnn Rimes, Natasha Bedingfield, Melissa Etheridge, Mary J. Blige, Ciara, Mariah Carey, Ashanti, dan Nicole Scherzinger keroyokan bernyanyi di ‘Just Stand Up!’, sebuah program amal untuk acara “Stand Up To Cancer”.

Tahun 2011 boleh dibilang tahun yang berpihak pada L.A. Reid. Pertama, dirinya mengakhiri masa bakti di Island Def Jam dan bertolak ke Epic Records dengan sebuah akhir yang manis yaitu menciptakan kembali momen Emansipasi Mariah kepada seorang Jennifer Lopez. ‘On The Floor’ merupakan keberhasilannya mengembalikan J.Lo ke posisi puncak. Kedua, namanya terpilih sebagai salah satu juri untuk salah satu talent show yang paling ditunggu di tahun ini, The X Factor USA. Catatan ini tidak hanya menutup kenangan manis L.A. di Island Def Jam, tapi juga sekaligus sambutan meriah baginya di Epic.

(Ai Hasibuan / CreativeDisc Contributors)

Related posts

Leave a Reply