Trending News

Blog Post

Album of The Day: Il Divo – Wicked Game
Album of The Day

Album of The Day: Il Divo – Wicked Game 

Released by: Sony Music Indonesia
Beautiful & Elegant! Ya, dua kata yang saya rasa cocok untuk menggambarkan musik yang dibawakan oleh grup vokal yang terdiri dari 4 orang multiras ini; Sebastien Izambard (Perancis), Carlos Marin (Spanyol), David Miller (USA), dan Urs Buhler (Swiss). Komposisi yang dihadirkan oleh keempat anggotanya tersebut memang terbukti memiliki daya tarik tersendiri, dibalut dengan keindahan musik yang tercipta dari harmonisasi vokal serta iringan orkestra yang menambah kemegahan setiap not yang dilagukan. Musik klasik yang dijadikan pilihan memang “tidak ramah” untuk dinikmati penggemar musik pada umumnya, namun unsur pop yang ditambahkan, serta tampilan fisik keempat personilnya, membuat Il Divo mampu menjual keseluruhan albumnya sebanyak 26 juta kopi di seluruh dunia.

Akrab dengan nama The Three Tenors dan musiknya? Il Divo merupakan younger & popper version dari trio yang digawangi Placido Dominggo, Jose Carreras, dan Luciano Pavarotti tersebut.

Di album kelimanya, Il Divo kembali mengakrabkan kita dengan 10 aransemen yang apik, termasuk remake dari beberapa lagu pop yang populer pada jamannya, seperti lagu milik Andrew Lloyd-Webber yang dipopulerkan oleh Madonna, “Don’t Cry For Me Argentina”, lagu “Falling Slowly (Te Prometo)” yang menjadi soundtrack film Once¸ juga hits milik Roy Orbison berjudul “Crying (Llorando)” yang dibawakan duet dengan penyanyi latin asal Amerika, Rebekah Del Rio, menggunakan bahasa Spanyol. Pemilihan lagu yang tepat untuk didaur ulang pun terlihat pada title track-nya, “Wicked Game”. Ya, lagu signature milik Chris Isaak yang menjadi hits awal tahun 90’an ini dibawakan dengan indah dalam bahasa Italia (dengan tambahan judul “Melancholia”), mengubah nuansa folk yang terkesan spooky yang melekat pada lagu aslinya menjadi lebih melodramatis nan megah. Sebagai lagu terakhir, dipilihlah lagu duet Andrea Bocelli dan Sarah Brightman, “Time To Say Goodbye”, yang rasanya pas sebagai penutup album dan sangat sayang untuk dilewatkan.

Menyimak album ini, terlihat seakan-akan tidak ada yang istimewa yang ditawarkan. Stereotype lagu-lagu yang dibawakan; – awal lagu yang dimulai dengan alunan nada-nada manis dan cenderung lembut, secara perlahan berkembang menjadi crescendo, dan diakhiri dengan klimaks yang menggelegar -, memang menjadi ciri khas dari kuartet “popera (pop-opera)” tersebut. Namun dengan komposisi repertoire yang kaya dan variatif, orkestrasi yang menawan, serta kemampuan vokal yang menyihir dari tiap personilnya, membuat album “Wicked Game” mampu membius siapapun yang mendengarnya dari awal hingga akhir.

Saran saja, jangan dengarkan album ini saat sedang berada di mobil, atau melakukan aktivitas di luar rumah. Tapi coba dinikmati saat sedang bersantai sendirian dan membutuhkan ketenangan; ditambah dengan sound-system yang bagus dan powerful, plus segelas wine; serasa sedang menikmati konser Il Divo sungguhan.

Official Website

Rate this album: [ratings]

(Rendy Ndoo / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST:

  1. “Wicked Game (Melanchonia)”
  2. “Crying (Llorando)”
  3. “Don’t Cry for Me Argentina”
  4. “Dov’è L’Amore”
  5. “Falling Slowly (Te Prometo)”
  6. “Come What May (Te Amare)”
  7. “Senza Parole”
  8. “Stay (Ven a Mi)”
  9. “Sempre Sempre”
  10. “Time to Say Goodbye (Con Te Partirò)”

Related posts

Leave a Reply