Trending News

Blog Post

Creative Disc Exclusive Single – 16 January
Creative Disc Exclusive Single

Creative Disc Exclusive Single – 16 January 

Arkarna (Single / Cherry Stone Parade) – Left Is Best
Akhirnya resmi sudah jika Left Is Best akan menjadi single pertama Arkarna untuk album terbaru mereka, setelah sebelumnya merilis Strange Creatures secara gratis di situs resmi mereka. Single yang dirilis pada tanggal 15 Januari ini menampilkan Arkarna dalam semangat baru yang ditunjukkan dengan gaya dan tune yang sedikit banyak berbeda dari yang kita kenal dari mereka. Nyaris tidak terdengar lagi imbuhan industrial yang menjadi ciri khas dari mereka karena dalam Left Is Best, justru electro-house lah yang mendominasi. Pemilihan beat dan melodi juga sangat kental dengan pengaruh europop, sehingga secara keseluruhan, sangat tepat jika Left Is Best menjadi teman di lantai dansa. (8/10)

Westlife (Alb. Greatest Hits / Sony Music)- Beautiful World
Ditulis oleh John Shanks, Ruth-Anne Cunningham dan Mark Feehily, Beautiful World adalah salah satu single baru yang terdapat dalam album koleksi hits mereka, Greatest Hits. Dengan beat yang bergelora dan memakai format full-band, Beautiful World terasa tepat guna dalam menghadirkan tema yang dibawanya. Kabarnya single ini tidak akan dirilis secara fisik, melainkan diservis untuk radio dan dijual secara digital melalui iTunes. Kabarnya (lagi) ini seharusnya menjadi single pertama untuk album Greatest Hits, namun kemudian digantikan dengan Lighthouse. Apa pun itu, single ini jelas menampilkan Westlife dalam performa terbaiknya, dan Videonya juga sudah dirilis menampilkan montage perjalanan Westlife dari awal hingga akhir karir mereka! Touching! (8/10)

One Direction (Alb. Up All Night / Sony Music) – One Thing
Untuk rilisan Inggris, single One Thing akan menjadi single ketiga bagi One Direction dan dilepas pada tanggal 13 Januari seiringan dengan Videonya. Namun, untuk rilis Indonesia, pihak Sony Music Indonesia memilih single ini menjadi single kedua yang dirilis resmi. Singlenya sendiri akan mengingatkan What Makes You Beautiful yang mengangkat nama mereka ke tingkat kepopuleran. Sebuah pop-uptempo dengan chorus yang sangat bersemangat. Jika fun dan seru yang dikejar oleh One Direction, maka single yang ditulis oleh Yacoub, Falk, dan Kotecha ini berhasil mencapainya dan mengukuhkan One Direction sebagai salah satu boyband non-Asia yang paling populer. (8/10)

Demi Lovato (Alb. Unbroken / Hollywood) – Give Your Heart A Break
Vokal Demi Lovato yang powerful mengisi Give Your Heart A Break dengan sempurna, untuk meniupkan semangat rock yang kental dalam aransemen power-pop yang dibalur elektro-popnya ini. Strukturnya sebenarnya sederhanasaja, dimana denting piano yang menghantui hadir sebagai pengiring bagi dentuman drumloop yang penuh dengan semangat. Kekuatan vokal memang terdapat pada kekuatan vokal Lovato. Dan rasa-rasanya Lovato patut diacungi jempol karena cukup berani tampil dengan penuh vitalitas namun membatasi dirinya afar tidak terdengar berlebihan. Single ini merupakan rilisan kedua dari album ketiga Lovato, Unbroken, dan dilepas pada tanggal 23 Januari mendatang. (8/10)

Marit Larsen (Alb. Spark / EMI) – Coming Home
Vokal Marit Larsen yang tipis memang cocok jika menekuni skena pop/folk karena tidak begitu mementingkan vokal yang meliuk-liuk namun penghayatan dan nuansi emosi yang subtil, sesuatu yang bisa dikerjakan dengan amat baik oleh Larsen. Memang, selepas dari duo M2M yang membesarkan namanya, dalam karir solonya Larsen memang memilih subgenre pop-folk untuk ditekuni. Pilihan yang tepat. Terbukti saat kita mendengarkan Coming Home, single pertamanya untuk album ketiganya, Spark. Atmosfir lembut dan sendu berpadu dengan hentakan drum dan denting gitar yang merdu, mengantarkan harmonisasi yang sedap didengar. Single yang dirilis pada tanggal 14 Oktober lalu ini menjadi bukti jika Marit Larsen sangat menguasai jenis musik yang dipilihnya. (8/10)

Jon McLaughlin feat. Sarah Bareilles (Alb. Promising Promises / Razor & Tie) – Summer is Over
Album keempat Jon McLaughlin, Promising Promises, baru akan dirilis pada tanggal 27 May mendatang, namun single pertamanya, Summer is Over sudah dapat disimak mulai tanggal 10 Januari. Menampilkan vokal Sarah Bareilles sebagai tandem bernyanyi, Summer is Over adalah sebuah nomor pop-rock yang istimewa. Dibuka dengan beat yang cepat namun berubah menjadi sedikit berlarat di bagian chorus, seolah tidak rela meninggalkan kebagiaan musim panas. Sebuah single yang sebenarnya romantis dalam konteks tertentu. Duet McLauglin dan Bareilles pun cukup padu untuk menyanyikan isi lagunya. Pas dan sepadan. (8/10)

Mat Kearney (Alb. Young Love / Universal Republic) – Ships In The Night
Ships In The Night adalah single ketiga Mat Kearney untuk album keempatnya, Young Love dan masih menampilkan versalitas vokal yang menjadi karakter Kearney. Pop-folk dan rock berpadu dengan hip-hop. Dalam aransemen eklektik ala Kearney, tentu saja, sekali lagi dia mengajak kita untuk larut dalam musiknya yang enerjik. Tempo yang sedikit cepat dan aransemen yang cantik pun menjadikan Ships In The Night terdengar renyah. Dibuka dengan vokal harmonis, kemudian disambung dengan rap pada bridge dan puncaknya adalah chorus yang mengizinkan vokal Kearney terdengar sedikit sendu. Menarik. (8/10)

Mac Miller (Alb. Blue Slide Park / Rostrum) – Party on Fifth Ave.
Malcolm McCormick mungkin baru berusia 19 tahun, akan tetapi sebagai seorang rapper bernama Mac Miller, tampaknya ia mempunyai passion yang sangat besar. Dan beruntung ia berkesempatan untuk merilis debut albumnya, Blue Side Park di bulan November 2011 yang lalu. Party on Fifth Ave. mungkin ringkas namun cukup padat untuk mengenalkan ciri khas Miller. Single keduanya yang dirilis pada tanggal 28 Oktober ini menampilkan gaya nge-rap Miller yang santai dan sedikit slengean, namun memiliki artikulasi yang jelas. Single ini juga tidak mengandalkan beat-beat elektropop seperti yang tengah marak saat ini melainkan memilih pendekatan Hip-Hop yang lebih konvensional. Pilihan yang bisa dikatakan cukup menantang. Dan bisa dikatakan Miller sukses menjalankan tantangan tersebut. Serunya lagi, album ini bakal dirilis oleh Universal Music Indonesia akhir Januari nanti! (8/10)

T-Pain feat.Ne-Yo (Alb. Revolver / RCA) – Turn All the Lights On
Untuk single ketiganya dari album Revolver, akhirnya T-Pain memilih single elektro-dance, Turn All the Lights On. Tidak salah jika rapper satu ini memilih track yang muncul sebagai nomor terakhir di album tersebut sebagai single karena memang memiliki materi yang sangat cukup. Mulai dari hook sampai tune yang catchy. Kehadiran Ne-Yo mengisi vokal pun menambah semarak single ini. Kehadiran Dr. Luke yang berada di belakang laar, baik sebagai penulis dan produser jelas memoles keseruan single yang akan dirilis pada tanggal 17 Januari ini. (8/10)

Jennifer Hudson feat. Ne-Yo & Rick Ross (Alb. (OST Think Like A Man / Epic) – Think Like A Man
Think Like A Man adalah power ballad versi RnB milik Jennifer Hudson yang juga menampilkan Ne-Yo dan Rick Ross untuk bagian rap-nya. Dengan vokalnya yang khas dan intens, Hudson memang berhasil membawa single ini dalam asupan tenaga yang cukup. Kehadiran vokal Ne-Yo menambah kesan intim single ini. Perpaduan antara hard dan soft, demikian mungkin bisa disebutkan. Ada sedikit sentuhan urban disini. Meski saat Ross mengisi jatah rap-nya Hip-Hop pun kemudian memberi nuansa tersendiri. Single ini bukanlah single terbaru dari album milik Jen atau Ne-Yo melainkan salah satu track yang terdapat di dalam album soundtrack film komedi romantis Think Like A Man. (8/10)

Wonder Girls feat. School Gyrls (Single / JYP Entertainment) – The DJ Is Mine
Setelah baru saja merayakan kesuksesan album kedua mereka, Wonder World, girlgroup Korea Selatan, Wonder Girls sudah bersiap dengan single Amerika mereka, The DJ Is Mine. Single yang dirilis pada tanggal 12 Januari ini merupakan soundtrack untuk film untuk konsumsi televisi Amerika, The Wonder Girls, yang mereka bintangi bersama girlgroup Amerika, School Gyrls. Tentu saja single ini juga menampilkan School Gyrils. Dengan arsiran dubstep yang cukup mendominasi, The DJ Is Mine adalah sebuah club-anthem yang semarak. Terdengar seperti banyak lagu pop arus utama yang banyak beredar saat ini, namun dengan lirik yang mengikat dan hook yang seru, sulit untuk tidak menyukai keriuhan yang ditawarkan oleh The DJ Is Mine. (8/10)

Special Thanks To Julee, Haris, Dickey, dll

Vote For Your Exclusive Single here..

Related posts

Leave a Reply