Trending News

Blog Post

Concert Review: Kasabian ‘LIVE’ in Singapore With Special Guests The Vaccines
Concerts Review

Concert Review: Kasabian ‘LIVE’ in Singapore With Special Guests The Vaccines 

Sejenak setelah tiba di Fort Canning, saya disambut oleh sistem tiket yang sangat efisien, yang menempatkan saya dan teman saya tepat di depan panggung diantara 6,000 fans dalam waktu 15 menit saja. Bahkan, ketelatenan penyelenggara bisa dikatakan berjalan cukup mulus karena pertunjukan tersebut hanya telat 10 menit, yang bisa disebutkan sebagai sesuatu yang tepat waktu untuk ukuran sebuah konser.

Ekspektasi jelas tinggi saat The Vaccines mengambil jatah panggung. Lagi pula, dengan semakin populernya mereka, agak sulit membayangkan mereka hanya sebagai aksi pembuka. Saya melihat mereka sebagai salah satu alasan utama untuk membeli tiket, meski pada dasarnya konser ini adalah pertunjukan dua band solid dalam sekali show saja.

Namun, tampaknya mereka terjangkit sindrom ‘opening act’, karena pertunjukan The Vaccines terlihat agak kacau. Mereka tidak memperlihatkan sebuah pertunjukkan yang benar-benar bagus, sesuatu yang saya yakin sebenarnya mereka mampu untuk itu.

Kita dapat merasakan kurangnya keberadaan kharisma dalam pertunjukan dan Justin Young juga tidak terlihat benar-benar menguasai panggung. Hal ini dapat saja disebabkan karena kurangnya jam terbang mereka, mengingat The Vaccines baru memulai karir disekitar tahun 2010 dan tidak benar-benar pernah melakukan tur panjang untuk mempromosikan album debut mereka.

Selain itu ada isu usang yang menghampiri karena kurangnya kualitas audio yang memadai. Hal ini sebenarnya banyak terjadi di berbagai aksi band pembuka yang telah saya lihat. Distorsi di tata audio sering terdengar dan tentu saja membuat sulit untuk mengapreasiasi kemampuan teknis mereka.

Terlepas dari itu, saya cukup antusias untuk melihat sejauh mana kumpulan ini akan berkembang karena jelas terlihat mereka memiliki potensi yang berlimpah. Para anggota The Vaccines tampak sebagai sosok yang menyenangkan, yang dapat ditilik dari keputusan Justin Young untuk bergabung dengan kerumunan penonton seusai pertunjukan agar para fans dapat berfoto bersama.

Setelah The Vaccines meninggalkan panggung, ada jeda sekitar setengah jam karena panggung disiapkan untuk pertunjukan Kasabian. Saya, sebagaimana penonton lainnya, tidak benar-benar sabar dalam urusan menunggu seperti ini, akan tetapi para kru terlihat sangat efisien dan pertunjukan dapat berlangsung tepat waktu. Sebenarnya, sepanjang jeda, mereka bisa saja memutar musik yang relevan sekedar untuk mengibur para penonton akan tetapi itu memang lain ceritanya.

Para fans yang hadir pastilah salah satu dari penonton konser yang paling tertib yang pernah saya lihat dalam jangka waktu yang lama. Contoh saja, saat sekumpulan penonton yang asing bagi saya mendengar saya kehausan, lantas membagi minuman mereka kepada saya dan teman saya. Sementara itu, penonton lain umumnya berbincang-bincang selama menunggu pertunjukan dimulai.

Saat Kasabian akhirnya benar-benar tampil di panggung, mereka memutuskan untuk langsung memanaskan suasana dengan track bertempo cepat, Days Are Forgotten. Ini tampaknya sebuah ide yang bagus mengingat dengungan para penonton semakin riuh setelah menunggu cukup lama.

Menjelang pertengahan mereka kemudian sejenak agak menurunkan intensitas dalam performa mereka, seolah-olah tidak yakin seberapa jauh antusias para fans akan bergerak.

Namun segera saja hal tersebut berubah semenjak para penonton pada akhirnya mulai memanas dan mulai larut dalam pertunjukan, dengan beberapa fans perempuan di depan saya memutuskan untuk membiarkan asset mereka terlihat selintas oleh band dan para penonton. Ini juga menolong karena Sergio Pizzorno kerap menepuk-tangani para penonton, yang tentu saja membuat mereka semakin bersemangat.

Band menampilkan banyak lagu dari album terbaru mereka, Velociraptor! yang telah memeroleh hits yang besar di YouTube sementara juga menampilkan list lagu-lagu lama dari West Ryder Pauper Lunatic Asylum.

Yang benar-benar membuat saya kagum adalah versalitas dari band ini, yang mana jelas terlihat oleh semua orang. Tom Meighan pernah berkata bahwa Kasabian tidak akan pernah merilis album yang akan terdengar mirip dari album-album yang telah mereka kerjakan sebelumnya dan mudah saja untuk melihat apa yang dimaksudkannya dengan para fans akan diberikan diversitas dalam bermusik yang luas. Faktor utamanya pastilah kemistri antara Tom Meighan dan Sergio Pizzorno.

Gampang untuk mengatakan mereka telah bermain bersama dalam periode waktu yang panjang dan saat mereka saling bergantian menjadi vokalis utama, saya rasa cukup keren, dengan Sergio bahkan mengisi semua bagian vokal pada track seperti, Take Aim.

Pesta benar-benar dimlau saat Fire dimainkan. Untuk yang tidak mengetahui, ini adalah lagu yang mereka mainkan dalam masa English Premier League. Para penonton pun menggila dan setiap orang mulai melompat-lompat dan saya berada dibarisan orang-orang yang melakukan moshing dengan beberapa orang yang saya yakin pastilah sedang mabuk.

Sayangnya konser berakhir terlalu cepat dan namun dengan adanya dua band sekaligus, saya merasa ini konser yang cukup hebat, dengan enerji yang cukup dari mereka. Secara keseluruhan, dipastikan saya akan kembali menonton jika saja mereka nantinya kembali lagi ke Singapura.

Setlist (The Vaccines)

Blow It Up
Wreckin’ Bar (Ra Ra Ra)
Tiger Blood
A Lack of Understanding
Wetsuit
Under Your Thumb
Teenage Icon
Post Break-Up Sex
All In White
Wolf Pack
No Hope
If You Wanna
Nørgaard

Setlist (Kasabian)

Days Are Forgotten
Shoot The Runner
Velociraptor!
Underdog
Where Did All The Love Go?
I.D.
Take Aim
Club Foot
Re?Wired
Empire
La Fée Verte
Fast Fuse
Goodbye Kiss
L.S.F. (Lost Souls Forever)

Encore:
Switchblade Smiles
Vlad The Impaler
Fire

(Artikel diterjermahkan dari artikel yang ditulis Nicholas untuk Spinorbinmusic.com. Translasi oleh Haris / CreativeDisc Contributor)

Related posts

Leave a Reply