Trending News

Blog Post

Concert Review: The Greatest Hits Tour – Blue, A1, Jeff Timmons 98 Degrees
Concerts Review

Concert Review: The Greatest Hits Tour – Blue, A1, Jeff Timmons 98 Degrees 

Three of the hottest boybands in one concert! Demikian jargon “The Greatest Hits Tour” yang menampilkan Blue, Jeff Timmons of 98 Degrees, dan A1. Bertempat di Hall D I JIExpo, Kemayoran, Jakarta, 26 Februari 2012 malam merupakan malamnya para penikmat musik pop spesialis boyband dengan penampilan dalam durasi 3 jam suguhan 3 nama besar tersebut oleh promotor Mahkota Promotion

Gate open: 19.00 WIB

Para penonton dengan kantung berisi antusiasme sudah rela mengantre di depan pintu pertunjukan demi mendapat posisi terbaik dalam menikmati penampilan artis idola mereka. Entah itu masing-masing Blue, Jeff Timmons of 98 Degrees, atau A1, atau malah ketiganya. Semuanya terlihat berseri dalam penantian keterbukaan pintu gedung pertunjukan yang akan mengantarkan mereka pada pengalaman menikmati musik langsung di depan mata oleh artis favorit. Hujan nan deras dan awet yang mengguyur Jakarta sedari siang sedikitpun tidak menyurutkan niatan tersebut. Sehingga saat pintu dibuka oleh panitia, rombongan pun mulai memadati baris-baris terdepan, demi kedekatan maksimal dengan sang idola.

Waktu menunjukkan pukul 20.00 WIB dan antusiasme penonton bercampur dengan kecemasan mengapa show belum juga dimulai. Suguhan musik lewat pengeras suara bukanlah alat pemuas keinginan para penonton. Sekitar pukul 20.30, perkenalan salah seorang founder 98 Degrees, boyband peraih nominasi Grammy Jeff Timmons muncul dengan keriuhan yang dibawanya secara resmi membuka “The Greatest Hits Tour” dengan ‘Emotional High’. Single yang dirilis oleh Jeff di tahun 2009 lalu ini memang pas untuk membuka konser. Selain memanaskan suasana, cocok banget untuk mentransformasi antusiasme yang sempat kendur menjadi ke keriuhan suasana. Jeff tak hanya menggunakan panggung sebagai lahan performance-nya, tapi juga pagar yang membatasi penonton dengan panggung. Sudah bisa diprediksi teriakan-teriakan penonton super kencang selama penampilan tersebut. Dirinya juga sangat bahagia saat membawakan ‘Because Of You’ dimana para penonton melakukan aksi nyanyi massal sepanjangnya. “You make my job easier,” serunya bahagia. Jeff sedikit berbincang dengan penonton mengenai kegembiraannya bisa kembali ke Indonesia. Dirinya juga menyempatkan diri menceritakan drama dalam lagu ‘The Hardest Thing’, disusul dengan penampilannya membawakan lagu tersebut dengan gaya yang dramatis.

Penampilan Jeff emang top dan klop! Dirinya mengunjungi penonton di bagian sudut kiri panggung untuk diajak ke atas panggung dalam rangka menyanyikan wedding song ‘I Do (Cherish You)’. Penonton cewek yang diajak di ajak panggung pun sumringah tak karuan mendapatkan perlakukan istimewa sang artis; dipeluk, dinyanyikan lagu cinta, hingga Jeff berlutut di hadapannya selayaknya adegan proposal. Setelahnya, Jeff menceritakan bahwa dirinya membuat musik sendiri untuk album terbarunya, dan membawakan salah satu lagu terbarunya, ‘Head Drama/Rainbow’. Sebagai penampil yang paling senior dalam daftar artis tur ini, Jeff tau betul bagaimana untuk memanjakan para penonton. Dirinya turun ke panggung, melewati pagar pembatas untuk menjemput serombongan penonton yang terdiri dari 10 orang, termasuk saya di dalamnya, untuk membantunya memanaskan panggung dengan bergoyang di lagu ‘Give Me Just One Night (Una Noche)’. Histeria penonton memuncak saat penonton cewek yang di atas panggung tak hanya berjoget dengan Jeff tapi kesempatan untuk membuka kancing demi kancing kemejanya. Crazy sexy wild, isn’t it? Sedangkan saya diajak berdansa dan disodorin mikrofon untuk menyanyikan lirik “give me just one night, una noche, I give you the time of your life…” Sure, I was having the time of my life. Lagu terakhir yang dibawakan Jeff adalah ‘Invisible Man’ yang dibawakan duet dengan Sarah Deshita. Sebelum meninggalkan panggung, Jeff mengucapkan terima kasih atas apresiasi penonton yang luar biasa saat dirinya tampil. Lampu pun padam, dan persiapan untuk artis berikutnya dilakukan.

Sekitar pukul 21.30, introducing A1 pun terdengar. Teriak penonton tak kalah keras dari sebelumnya. Ben, Christian, dan Mark dibantu oleh 3 additional player siap untuk menghibur penonton. Video montage boyband ini ditampilkan sebagai intro, dilanjutkan dengan kehadiran A1. Ben sebagai vokalis utama, Christian bernyanyi sambil bermain gitar, dan Mark berada di belakang keyboard. Ketiga additional player tadi bermain gitar, bass, dan drum. Penampilan mereka dibuka dengan ‘Same Old Brand New You’. Susah untuk melupakan lagu ini, sehingga koor massal pun terjadi sejak penampilan pertama A1. Mereka membawakan hit-hit mereka, bahkan yang dari awal karir. ‘Be The First To Believe’ dan ‘Summertime Of Our Lives’. Sejenak mereka menyapa para penonton dan mengajak serta bagi siapapun yang bisa untuk ikut bernyanyi dari lagu ke lagu. Dan serempak keramaian di Hall D I JIExpo menyanyikan ‘Everytime’ bersama Ben, Christian, dan Mark. Setelahnya, mereka melakukan koreografi persis dalam video ‘Ready Or Not’. Meskipun mereka tidak lagi nge-dance, tapi bukan berarti mereka enggak bisa nge-dance dong. A1 ini tergolong ramah. Beberapa kali mereka melambaikan tangan ke arah penonton dan meminta mereka untuk melambai kembali.

Sesi A1 dalam “The Greatest Hits Tour” juga merupakan sesi paling kompleks. Tak hanya memainkan alat musik dan nge-dance, mereka juga menyajikan sesi akustik dalam medley lagu-lagu hit mereka. ‘One More Try’, ‘No More’, ‘Heaven By Your Side’, ‘Walking In The Rain’, dan juga ‘One Last Song’. Setelahnya, dance section dengan membawakan lagu artis lain. ‘PokerFace’ (Lady Gaga) dan ‘I Gotta Feeling’ (The Black Eyed Peas) dipakai sebagai amunisi untuk mengajak penonton jejingkrakan dan berteriak sepanjang lagu. Selanjutnya, lagu dari album terbaru mereka dibawakan. ‘Waiting For Daylight’ dan ‘In Love And I Hate It’ dengan gerakan jari tangan mengacung ke atas tiap kali Ben meneriakkan lirik “I’m in love and I hate it, hate it, hate it” oleh penonton. Merasa kurang puas, penonton berteriak supaya A1 membawakan ‘Like A Rose’. Dan jadilah A1 menyanyikan lagu cinta tersebut, dimana di pertengahan lagu seorang penonton cewek yang dipilih secara acak naik ke atas panggung untuk menerima karangan bunga dari Ben. A1 meminta maaf kalau-kalau ada dari diskografi single mereka yang tak sempat dibawakan dalam rangkaian penampilan. ‘Caught In The Middle’ dan ‘Take On Me’ lantas menjadi penampilan pamungkas dari band yang sekarang berdomisili di Norwegia ini. Lampu kembali padam dan persiapa untuk artis terakhir, Blue, dilakukan.


Intro untuk Blue terdengar, video montage mereka diputar. Simon, Duncan, Lee, dan Anthony pun kemudian menampakkan diri di atas panggung. Dalam setelan rapi mereka membuat penampilan dengan ‘Sorry Seems To Be The Hardest Word’. Lagi-lagi penonton tidak tahan untuk tidak ikut bernyanyi. Duncan menyapa penonton dan dirinya merasa takjub dengan keramaian tahun ini. ‘You guys look younger than 8 years ago when we came here,” katanya. Lagu berikutnya adalah ‘U Make Me Wanna’ yang menghentak, penonton merasa terhibur. Meskipun malam semakin larut, teriakan justru semakin kencang. Dengan standing mic masing-masing, Blue membawakan lagu ‘Breathe Easy’. Mau lagu cepat, mau lagu lambat, setiap lagu yang dibawakan oleh Blue dilatari oleh teriakan histeris penonton. Terutama ‘If You Comeback’, salah satu lagu paling ngetop milik Blue. Yang ikut nyanyi banyak, yang teriak-teriak histeris juga enggak kalah banyak. Blue menghilang sejenak dari atas panggung dan para penonton disuguhi video klip ‘I Can’ yang menjadi single reuni boyband ini.

Teriakan penonton terjaga volumenya meskipun malam semakin larut. Blue pun menyiapkan lagu-lagu mereka yang dancy, para penonton enggak kalah sama keletihan yang mungkin semakin meraja. ‘All Rise’ dipakai sebagai penyemangat tersebut. Blue tampil dengan baju yang lebih santai dan sporty dari setelan yang mereka kenakan di tengah pertama penampilan tadi. Penonton semakin panas dengan lagu-lagu uptempo yang dibawakan Blue lengkap dengan koreografinya. ‘Too Close’ dan ‘Fly By’. Simon adalah penampil yang terbaik di antara teman-temannya ini. Dirinya tak hanya dengan ramah melempar senyum dan kecupan di udara, dirinya juga kerap melambaikan tangan ke arah penonton, melempar handuk setelah mengelap keringatnya dan teman-temannya ke penonton, serta turun dari panggung untuk bergabung ke keramaian penonton. Jelas ini menimbulkan histeris yang semakin gila. Kilasan blitz kamera semakin sering, teriakan pun semakin kencang. Asap pun dikeluarkan dari panggung untuk menambah kemeriahan suasana. Sebelum menutup aksinya dengan lagu pamungkas, sejenak Blue berakapela di lagu ‘Best In Me’ yang langsung disusul dengan nyanyian ‘One Love’. Lagu dengan pesan cinta global ini menyatukan Blue dan para penonton dalam harmoni. Satu cinta untuk semua. Confetti pun menutup pagelaran “The Greatest Hits Tour” di pukul 23.30 WIB. Meskipun para penonton berteriak dalam harapan “we want more… we want more...”, tetap tidak ada yang muncul untuk kembali bernyanyi di atas panggung. Dan saat panggung mulai dibereskan oleh para petugas, saat itulah Hall D I JIExpo ditinggalkan oleh para penonton yang masing-masing membawa pulang kisah manis dari konser ini.

Untuk liat foto2 lain di Konser ini bisa click disini

(Ai Hasibuan / CreativeDisc Contributor)

Special Thanks to @Mahkota_P and @AsianTouring
Follow @OfficialBlue @A1Official and @JeffTimmons98

Related posts

Leave a Reply