Trending News

Blog Post

Album of The Day: The Cranberries – Roses
Album of The Day

Album of The Day: The Cranberries – Roses 

Released by: Indo Semar Sakti

Sudah sebelas tahun semenjak The Cranberries merilis album terakhir mereka, Wake Up and Smell the Coffee (2001) dan kehadiran Roses sebagai proyek studio ke enam mereka tentu saja seperti sebuah oase di tengah gurun yang kerontang. Baiklah memang terdengar berlebihan, namun jelas kehadiran Roses ini telah ditunggu oleh banyak penggemar setia The Cranberries. Menariknya lagi, Roses dihadirkan pula dalam bentuk album berkeping ganda, dimana di dalam keping kedua kita bisa mendengarkan banyak lagu klasik milik The Cranberries yang ditampilkan secara live di saat konser mereka berlangsung di kota Madrid di tahun 2010.

Setelah hiatus beberapa cukup lama, pada tahun 2009, Noel Hogan, Mike Hogan, Fergal Lawler dan Dolores O’Riordan memutuskan untuk melakukan reuni dan mulai mengerjakan album baru. Setelah proses yang cukup panjang, maka lahirlah Roses. Stephen Street bertindak sebagai produser dan dengan pengalaman bekerjasama dalam album-album seperti Everybody Else Is Doing It, So Why Can’t We?, No Need to Argue dan Wake Up and Smell the Coffee, tentu saja Street sudah tidak asing dengan dengan visi bermusik kumpulan asal Irlandia ini.

Sebenarnya rancangan untuk album ini telah dimulai semenjak tahun 2003, saat Street bersama The Cranberries memutuskan untuk melanjutkan kesuksesan Wake Up and Smell the Coffee. Namun poses rekaman yang sedianya dikerjakan selama enam bulan saja berkembang menjadi sebuah proyek panjang selama delapan tahun. Akan tetapi syukurlah proyek tertunda ini tidak berujung kekecewaan karena Roses akan mengembalikan kenangan kita akan kekuatan harmonisasi nada yang kita kenal dari The Cranberries.

Semenjak track pembuka, Conduct, The Cranberries sudah dengan efektif mengembalikan sentimentalia yang dulu membuat mereka besar. Mulai dari mood lagu yang mengawang dan ditunjang oleh vokal berlarat O’Riordan namun tetap terdengar lembut, harmonis dan juga manis. Track kedua, Tomorrow, pun masih menjadi penanda yang akut akan kejayaan The Cranberries dalam menyusun sebuah lagu pop-rock yang mekodius dan sangat menyenangkan untuk didengar. Infusi gitar, ketukan drum yang enerjetik, bass yang ekspresif menjadi andalan.

Setelah mendengarkan Roses secara keseluruhan, mau tidak mau kenangan kita seolah kembali ke dekade 90-an. Yep, sepertinya Riordan dan teman-teman seolah ingin mengembalikan kejayaan The Cranberries yang dulu sangat gemilang. Akan tetapi rasanya anggapan tersebut terdengar terlalu naif karena menurut saya Roses justru sebuah kekuatan cinta The Cranberries terhadap musik yang mereka gawangi. Nostalgia melayang mendengarkan keindahan notasi yang dikomposisikan oleh The Cranbrerries tanpa terlupa semangat rock yang kental mengisinya.

Vokal O’Riordan sendiri lebih sering terdengar melantun lembut ketimbang gahar dan garang. Sebagai contoh bisa didengar di track Astral Projection yang manis (dan sebenarnya ditulis di tahun 2002 yang lalu) atau Fire & Sould yang ceria. Namun Roses juga masih mempunyai track-track seperti Losing My Mind atau Schizophrenic Playboys yang mengizinkan O’Riordan melengkingkan vokalnya, meski kali ini terdengar jauh lebih tertahan dengan emosi yang terjaga. Ini bisa menjadi indikasi kedewasan seorang Dolores 0’Riordan. Dengan bekal dua album solo setelah The Cranberries memasuki masa hiatus, jelas menjadi nilai lebih bagi perkembangan O’Riordan sebagai seorang penyanyi.

Tapi kedewasaan bukan mutlak milik O’Riordan seorang.  Gitaris sekaligus salah satu penulis lagu di The Cranberries, Noel Hogan, pun telah mengerjakan proyek solo dan membantu banyak musisi lainnya. Pengalamannya menangani berbagai jenis musik telah menambah kedalaman dan juga lapisan dalam musikalitas The Cranberries. Tidak hanya itu, basis Mike Hogan dan drummer Fergal Lawler semakin cemerlang dalam menunjukkan ketajaman selera dan gaya bermusik mereka. Tidak heran jika Roses pun memiliki materi yang sangat kaya sekali, tidak melulu menampilkan lagu-lagu yang memiliki cir khas The Cranberries, namun juga percobaan untuk menyilangkan dengan sub-genre lain. Hasilnya dapat dilihat pada track Waiting In Walthamstow yang dipengaruhi oleh nuansa jazz dan waltz.

Coba simak So Good atau track penutup  yang juga menjadi judul album, Roses. The Cranberries dengan total menjelma menjadi pengusung lamen yang penuh haru namun tetap terdengar indah dan merdu, dengan aransemen yang ditutupi oleh lapisan-lapisan yang kaya dan cantik. Ditangan yang salah dan kurang berpengalaman, lagu-lagu seperti ini akan cenderung menjadi lagu mendayu-dayu yang biasa saja dan mudah terlupakan. Namun ditangan The Cranberries mereka menjelma menjadi sebuah ode indah yang menghanyutkan.

Jelas sudah jika Roses masih menyimpan semua “keajaiban musikal” yang kita kenal dari The Cranberries. Hanya saja kali ini mereka memilih untuk menghindarkan lagu-lagu yang terlalu murung atau gloomy karena materi yang terdapat dalam Roses jelas hanya ingin memberikan lagu-lagu yang lebih light atau easy listening. Namun jangan kuatir, karena rasa-rasanya Roses masih bisa memuaskan kita dengan semua yang terbaik yang bisa kita harapkan dari The Cranberries.

Sebagai pelengkap album, dihadirkan sebuah rekaman pertunjukan live The Cranberries di kota Madrid pada tahun 2010 yang lalu dan dirangkum dalam keping kedua. Ada 16 lagu yang terdapat di dalamnya. Dan sebagian besar lagu terbaik The Cranberries dinyanyikan disini, mulai Linger, Zombie, Ode to My Family, Animal Instinct, Promises dan banyak lagi. Sebuah paket yang sangat istimewa dan sulit untuk dilewatkan.

Official website

Rate this album: [ratings]

(Haris / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
CD1
1. “Conduct” 5:10
2. “Tomorrow” 3:56
3. “Fire & Soul” 4:31
4. “Raining In My Heart” 3:26
5. “Losing My Mind” 3:39
6. “Schizophrenic Playboys” 3:39
7. “Waiting In Walthamstow” 4:18
8. “Show Me” 3:26
9. “Astral Projections” 4:44
10. “So Good” 3:53
11. “Roses” 3:40

CD2
1. “Analyse” (live in Madrid 2010) 4:24
2. “Animal Instinct” (live in Madrid 2010) 3:47
3. “How” (live in Madrid 2010) 3:02
4. “Linger” (live in Madrid 2010) 4:57
5. “Dreaming My Dreams” (live in Madrid 2010) 3:57
6. “When You’re Gone” (live in Madrid 2010) 4:38
7. “Wanted” (live in Madrid 2010) 2:08
8. “Salvation” (live in Madrid 2010) 2:33
9. “Desperate Andy” (live in Madrid 2010) 3:56
10. “I Can’t Be With You” (live in Madrid 2010) 4:59
11. “Ode to My Family” (live in Madrid 2010) 5:09
12. “Free to Decide” (live in Madrid 2010) 3:21
13. “Ridiculous Thoughts” (live in Madrid 2010) 5:19
14. “Zombie” (live in Madrid 2010) 5:09
15. “Shattered” (live in Madrid 2010) 5:32
16. “Promises” (live in Madrid 2010) 4:03

Related posts

Leave a Reply