Trending News

Blog Post

Creative Disc Exclusive Single – 26 Mar
Creative Disc Exclusive Single

Creative Disc Exclusive Single – 26 Mar 

Mike Shinoda & Joe Trapanese feat. Chino Moreno (Alb. OST. The Raid: Redemption / Sony Music) – RAZORS.OUT
Indonesia boleh berbangga hati. Film produksi dalam negeri kita, Sebuan Maut atau The Raid mendapat atensi internasional yang sangat positif, bahkan sebelum dirilis luas. Salah satu bentuk prestasinya adalah dengan dibelinya lisensi film ini untuk dirilis di Amerika dan juga beberapa negara lain oleh Sony Pictures Classic. Tidak hanya itu, bahkan Mike Shinoda dari Linkin Park dan Joe Trapanese, seorang produser dan komposer musik kenamaan, bekerjasama untuk mengerjakan ulang musik skoring untuk film tersebut, yang kini berjudul The Raid: Redemption, untuk perilisan internasionalnya. Album soundtraknya tersebut memang belum dirilis, namun jika melakukan pre-order di situs resminya, maka kita akan mendapatkan single RAZORS.OUT yang juga menjadi single untuk album ini. Single yang sangat kental dengan ambiance elektronika dan rock serta dengan sedikit sentuhan dubstep ini memang terasa sangat menghentak dan intens, seolah-olah memberi penegasan akan atmosfir filmnya yang full-action tersebut. Bagian vokal sendiri diisi oleh Chino Moreno dari Deftones. Ini mungkin pengalaman pertama Mike Shinoda dalam mengerjakan musik skoring namun Joe Trapanese sendiri telah berpengalaman dalam mengerjakan skoring untuk film Tron Legacy. Album yang wajib ditunggu. (8/10)

Taylor Swift (Alb. The Hunger Games: Songs from District 12 and Beyond / Universal) – Eyes Open
Meski Eyes Open tidak dicantumkan sebagai lagu pengiring di dalam film The Hunger Games yang saat ini merajai tangga Box Office, namun single milik Taylor Swift ini berkesempatan mengisi album soundtrack untuk album tersebut yang berjudul The Hunger Games: Songs from District 12 and Beyond. Swift termasuk artis dengan privilise untuk album ini karena berkesempatan untuk menyumbangkan dua lagu, setelah sebelumnya hadir dengan Safe & Sound yang juga menjadi single andalan album soundtrack ini. Berbeda dengan Safe & Sound yang mengalun lembut, maka Eyes Open hadir dalam konsep yang bertolak belakang karena hadir dengan arsiran rock yang cukup kental tanpa terlupa ciri khas country milik Swift. Hasilnya, Eyes Open tampil seru untuk mewarnai album soundtrack untuk film The Hunger Games tersebut. (8/10)

Timbaland feat. DEV (Alb. Shock Value III / Mosley Music) – Break Ya Back
Seri album Shock Value milik Timbaland tidak terasa sudah memasuki bagian ketiganya. Album tersebut direncanakan untuk dirilis sekitar bulan Juni mendatang. Single pertamanya adalah Break Ya Back yang kali ini menampilkan Dev sebagai rekan kolaborasi. Ini bukanlah kerjasama Timbo dan Dev yang pertama karena sebelumnya mereka telah membantu David Guetta dalam lagu I Just Wanna F dari album Nothing But The Beat. Dalam Break Ya Back Timbaland tampaknya mencoba kembali ke akar Hip Hop dan sedikit meminggirkan sentuhan dance yang biasa kita kenal darinya. Baik dirinya maupun Dev hadir dalam gaya rap yang edgy. Apalagi didukung oleh atmosfir lagu yang cenderung kelam dan moody, membuat single ini memang terdengar agak gelap. Namun jangan ragukan kualitas produksinya yang tertata rapi dan terjaga. (8/10)

Marina & The Diamonds (Alb. Electra Heart / Electra Records) – Primadona
Marina Diamandis atau yang lebih dikenal sebagai Marina & The Diamonds memutuskan jika album keduanya, Electra Heart akan tampil dengan lebih nge-pop dan sarat dengan sentuhan elektro-pop. Hal ini dapat dibuktikan dengan kehadiran single promosi yang berjudul Radioactive, yang merupakan kerjasama dirinya dengan nama yang ngetop dari skena musik dance, Stargate. Kesan tersebut semakin dipertegas dengan kehadiran single pertama untuk album tersebut, Primadona, yang kali ini merupakan hasil olahan dari Dr. Luke, sebagai prosuder, yang biasa bekerjasama dengan Katy Perry atau Ke$ha. Tidak heran jika Primadona memang agak sedikit mengingatkan single-single Dr. Luke sebelumnya, meski sebenarnya single ini ditulis oleh Marina bersama Julie Frost. Namun begitu, Primadona tetap merupakan single yang sangat catchy, yang mampu memadukan ciri khas Marina dengan sensasi elektro-pop ala Dr. Luke. Single dirilis pada tanggal 20 Maret. (8/10)

Kerli (Single / The Island Def Jam) – Zero Gravity
Dalam single terbarunya, Zero Gravity, solois asal Estonia, Kerli Kõiv atau yang biasa kita kenal dengan Kerli saja, memutuskan untuk meninggalkan semua atribut gloomy-gothik yang melekat di dirinya dan memutuskan untuk tampil total dalam sebuah lagu elektro-pop yang cerah ceria. Beat-beat synth yang menghentak memang mebuat single Zero Gravity menjadi terasa pas sebagai teman di lantai dansa karena Zero Gravity memiliki semua prasyarat sebagai lagu pop catchy terkini. Sayangnya, Kerli kini tidak terdengar orisinil lagi. Ia tampil seperti kebanyakan artis yang banyak beredar saat ini. Bahkan mungkin banyak fans yang merasa kecewa dengan pilihan Kerli. Namun, album kedua Kerli masiih dalam tahap pengerjaan. Kita belum bisa menarik asumsi hanya dari single ini. Mari kita tunggu saja gebrakan Kerli berikutnya. Single dirilis pada tanggal 20 Maret. (8/10)

The All-American Rejects (Alb. Kids in the Street / Interscope) – Kids in the Street
Single kedua The All-American Rejects untuk album keempat mereka, Kids in the Street menampilkan band rock tersebut dalam sebuah gaya baru yang cukup mengejutkan namun ternyata juga sangat menarik perhatian. Tampil dalam gaya power-pop yang kental serta imbuhan synth untuk mempercantik single Kids in the Street yang ditulis oleh Tyson Ritter and Nick Wheeler ini, The All-American Rejects tampaknya sangat mengerti apa yang hendak mereka kerjakan. Meski vokal Tyson Ritter masih terdengar khas rock, namun ia tampil dengan lebih santai dan menjaga agar atmosfir pop tadi tetap berjalan dalam koridornya. Hasilnya, Kids in the Street adalah lagu yang dapat membuat kita dapat menyukainya hanya dalam sekali dengar saja. Single ini sendiri telah dirilis pada tanggal 13 Maret yang lalu. (8/10)

Train (Alb. California 37 / Columbia) – Feels Good At First
Album keenam Train, California 37, direncana rilis pada tanggal 17 April mendatang. Single Drive By menjadi single pertama yang diperkenalkan sebagai bagian dari album tersebut. Menyusul kini single Feels Good At First yang benar-benar feels good saat didengarkan. Hadir dengan konsep minimalis, single ini memang hanya menampilkan vokal Patrick Monahan bernyanyi dengan diiringi gitar akustik. Sulit untuk tidak menyukai single ini. Apalagi harmonisasi vokal dengan instrumen gitar yang begitu padu membuat single balada dengan sentuhan folk ini memang terdengar sangat lembut, mengalun dengan merdunya. Meski berdurasi 3 menitan, namun malah terdengar sangat singkat dan membuat kita ingin mendengar lagu ini lebih panjang lagi. Solusinya tentu saja mendengar ulang, lagi dan lagi. Single dirilis pada tanggal 26 Maret. (8/10)

Gossip (Alb. A Joyful Noise / Columbia) – Perfect World
Beth Ditto bersama Brace Paine dan Hannah Blilie yang tergabung dalam band indie rock asal Amerika, Gossip, akan kembali dengan album kelima mereka, A Joyful Noise, di bulan Mei mendatang. Single pertama untuk album tersebut adalah Perfect World dan dirilis pada tanggal 13 Maret. Dalam semangat post-punk dan juga dance, Perfect World adalah pilihan sempurna bagi Gossip untuk membuka album terbaru mereka. Beth Ditto menyebutkan ia banyak mendengarkan lagu-lagu ABBA saat mengerjakan album ini yang tentu saja kita kemudian dapat menangkap semangat retro-pop tersebut di dalam single Perfect World ini. Namun jangan lantas akan mengira Perfect World sebagi lagu retro-dance murni tentu saja, karena bagaimanapun rock dan blues masih menjadi dasar utama Gossip dalam bermusik. Fusi berbagai elemen musik tersebut membuat Perfect World sebagai salah satu anthem rock yang sangat memikat. (8/10)

Alphabeat (Single / Universal Music) – Vacation
Musim panas belum juga datang, tapi kumpulan pengusung dance-pop asal Denmark, Alphabeat, sudah memutuskan untuk menghadirkan sensasi musim panas tadi dalam single terbaru mereka, Vacation, yang juga akan hadir dalam album terbaru mereka yang rencananya memang akan dirilis di musim panas nanti. Jika sebelumnya Alphabeat hadir dengan beat-beat elektropop yang kekinian, makan dalam Vacation mereka memutuskan untuk hadir dengan lebih tradisional dan vintage. Dibuktikan dengan pemilihan synth-pop era 80-an sebagai aksesoris utama lagu ini. Nuansa 80-an tersebut memang mengambil rupa yang sangat dominan sehingga Vacation nyaris benar-benar terdengar sebagai sebuah lagu dari dekade tersebut. Pemilihan tone yang ceria, sesuai tema lagu, akhirnya menjadi highlight dari single ini. Vacation dirilis secara digitial pada tanggal 12 Maret. (7/10)

Faber Drive (Single / 604 Records) – Do It In Hollywood
Fiber Drive adalah band pop-rock asal Kanada orbitan Chad Kroeger dari band Nickelback. Mereka telah merilis dua album, Seven Second Surgery di tahun 2007 dan Can’t Keep a Secret di tahun 2009 yang lalu. Saat ini tengah mengerjakan album ketiga mereka dengan Do It In Hollywood sebagai single pertamanya. Meski telah berpengalaman dengan dua album, namun kuartet yang terdiri atas Dave Faber, Jeremy “Krikit” Liddle, Jordan “JP” Pritchett dan Andrew Stricko belum benar-benar eksis di peta musik Amerika. Apakah dengan kehadiran single seperti Do It In Hollywood akan mewujudkan cita-cita mereka? Kita lihat saja. Singlenya sendiri terdengar sangat rame, mulai dari rock, electro-pop sampai dubstep hadir didalamnya. Meski tidak benar-benar istimewa, namun single easy listening ini terdengar lumayan ctachy. Do It In Hollywood dirilis pada tanggal 13 Maret. (7/10)

SHINee (EP. Sherlock / SM Entertainment) – Sherlock
Boy group Korea Selatan populer yang berada dibawah naungan SM Entertainment, SHINee, telah merilis EP terbaru mereka, Sherlock di tanggal 21 Maret yang lalu. Para fans menjadi sedikit terkejut dengan berbagai gambar teaser yang dirilis oleh SHINee sebagai bagian promosi untuk EP ini karena menampilkan para anggotanya, Onew, Jonghyun, Minho, Key dan Taemin dalam konsep baru yang sedikit berbeda, dengan penampilan fisik yang terlihat ambigu dan androgini. Uniknya, single pertama mereka, Sherlock, justru hadir dengan konsep maskulin yang cukup penuh. Mulai dari hentakan beat yang dramatis dan intens sampai vokal yang sedikit nge-rock. Single yang ditulis oleh Rocky Morris, Thomas Eriksen, Thomas Troelsen, Rufio Sandilands ini sebenarnya merupakan mash-up dari dua lagu, Clue dan Note, yang juga terdapat di dalam EP ini, namun memiliki keseragaman dalam warna dan stuktur, sehingga perpaduan kedua lagu berlangsung dengan mulus. Single dirilis pada tanggal 19 Maret. (8/10)

Special Thanks To Julee, Haris, dll…
Vote for your favourite Exclusive Single here:

Related posts

Leave a Reply