Trending News

Blog Post

Top 10 Music Videos: The Fray
Top 10 Lists

Top 10 Music Videos: The Fray 

The Fray memang baru menelurkan tiga album saja dan termasuk tidak begitu produktif dalam mengerjakan video musik. Sejauh ini mereka “hanya” mengkoleksi 11 judul lagu yang memiliki video. Sayangnya yang hanya bisa dinikmati oleh publik hanya sebanyak 10 lagu saja, karena satu buah video, Look After You, belum pernah dirilis sampai sekarang. Berikut 10 Musik Video terbaik menurut Creativedisc.com

10. All at Once

Tampaknya memang sebuah kewajiban bagi sebuah band untuk memiliki musik video yang berisi potongan-potongan show yang mereka lakukan. Demikian juga dengan The Fray. Mereka memiliki single All at Once untuk itu. Single keempat untuk album debut mereka ini memang terdiri dari footage dari penampilan The Fray saat konser sekalin juga gambar-gambar saat mereka on the road. Video ini mencapai posisi no. 6 di peringkat VH1 Top 20 Video Countdown.

09. How to Save a Life (ver. 1)

How to Save A Life adalah single kedua The Fray dari album debut mereka yang berjudul sama, How to Safe A Life. Single ini begitu mencuri perhatian sehingga hadir dalam 3 versi, termasuk versi yang menampilkan adegan-adegan dari serial Grey’s Anatomy. Namun versi tersebut sebenarnya tidak lain adalah versi pertama yang dialterasi. Yang kita bicarakan disini adalah versi pertamanya. Konsep video ini mengusung tema sinar dan waktu yang berhenti. Videonya memperlihatkan adegan kecelakaan mobil dan juga korbannya dalam posisi pause. Ada cahaya yang berpendar berulang-ulang sepanjang video. Adegan diselang-selingi dengan band yang bermain musik disebuah gudang. Video ini duduk di posisi 21 di jajaran Top 40 Videos of 2006-nya VH1.

08. Over My Head (Cable Car)

Over My Head adalah single pertama The Fray dari album debut mereka, How To Save A Life. Music Videonya dikerjakan oleh Elliott Lester dan disuting pada tanggal 24 Juli, 2005 di sebuah SMU bernama East High School yang terletak di kota Denver, Colorado. Videonya memperlihatkan para anggota The Fray dalam sosok anak-anak yang menarik perhatian anak-anak lain dengan memainkan berbagai instrumen musik. Uniknya, aktor yang memainkan Isaac Slade di MV ini adalah Micah Slade tang tak lain dan tak bukan merupakan adik kandungnya sendiri. Meski tidak begitu wara-wiri dalam penayangannya di MTV, namun video ii menduduki posisi no.2 di VH1 Top 20 Countdown. Video ini juga menempati ranking 8 di daftar VH1’s “Top 40 Videos of 2006.

07. You Found Me

MV You Found Me adalah salah satu video berkesan milik The Fray dan menunjukkan cita rasa seni film yang mereka punyai. Videonya sendiri diambil di kota Chicago dengan Josh Forbes menduduki posisi sutradara. Video ini tayang perdana pada tanggal 9 Desember di saluran VH1 dan juga website VH1. Mengapa filmis? Hal ini disebabkan karena pengaruh film Wings of Desire karya Wim Wenders yang kental. Videonya sendiri menggambarkan adegan-adegan para anggota band yang memainkan peran-peran yang berbeda-beda, misalnya memainkan lagunya di atas jembatan besi, orang-orang tak dikenal dan para personel yang beridiri diatas puncak gedung pencakar langit dan juga pada sebuah kecelakaan dimana para anggota band diperlihatkan sebagai malaikat pelindung yang mengamati. Video diakhir dengan menunjukkan adegan benda-benda yang diangkat ke langit.

06. Heartless

Heartless adalah single yang terdapat di dalbum kedua The Fray, yang berjudul The Fray dan juga album The Fray: Live from SoHo. Heartless sendiri adalah lagu cover version dari lagu asli milik Kanye West. Music Videonya dirilis pada bulan September 2009. MVnya memperlihatkan sebuah kelas yang dipenuhi dengan anak-anak SD dengan pusat perhatian kisah dalam videonya terletak pada salah seorang anak tersebut. Dia tak henti-hentinya memandangi seorang anak perempuan sementara sebuah gambar muncul di selembar kertas di sebuah buku tulis di depannya. Para anggota band dan juga Kanye West diperlihatkan sebagai sosok animasi sederhana di lembar kertas tersebut dan sedang tampil membawakan lagu ini. Pada akhirnya animasi tersebut melebar keluar kelas, memperlihatkan sebuah desain tentang anak perempuan tersebut. Video menunjukkan jika sang anak perempuan merupakan sosok “heartless’ yang telah menyakiti hati sang anak laki-laki.

05. Run For Your Life

Run for Your Life adalah single kedua untuk album ketiga The Fray, Scars & Stories. Konsep videonya sederhana saja. Sejumlah model memperagakan sosok-sosok yang diperlihatkan dengan mimik wajah yang terlihat resah dan gundah. Sementara itu The Fray dihadirkan secara terpisah dengan sosok yang juga sama gelisahnya. Pada saat memasuki chorus, para model diperlihatkan berlari dalam gerak lambat. Demikian seterusnya. Pada akhirnya diperlihatkan mereka berlari bersama-sama, dengan The Fray berada di garis depan, namun kini mereka diperlihatkan tengah tersenyum dan bahagia.

04. How to Save a Life (ver. 2)

Versi kedua single How to Save a Life ini disutradarai oleh Mark Pellington dan dirilis pada Desember 2006, jeda 3 bulan setelah rilis video versi pertama. Videonya menampilkan sejumlah remaja, dengan rentang usia antara 12-18 tahun, yang diperlihatkan depresif. Kebanyakan anak-anak tersebut diperlihatkan menangis dan menjerti sepanjang video, bertentangan dengan latarbelakang yang didominasi oleh warna putih. Bahkan latar belakang adegan yang memperlihatkan The Fray memainkan lagu ini juga ditampilkan dalam warna putih. Video berakhir dengan masing-masing anak berdamai dengan diri mereka sendiri. untuk versi ini, videonya debut pada posisi 9 di acara MTV, Total Request Live dan semenjak itu telah menduduki posisi puncak (#1) pada tanggal 21 Desember 2006. Menjadi satu-satunya video The Fray yang menempati posisi tersebut di program milik MTV itu.

03. Heartbeat

Heartbeat adalah single pertama The Fray untuk album ketiga mereka, Scars & Stories. Dengan mengusung konsep pantai, video yang dikerjakan oleh Justin Francis ini memang menarik. Dikisahkan sekumpulan orang yang tengah melakukan perjalanan menuju pantai. Masing-masing terlihat dengan kepentingannya sendiri. Namun umumnya mereka terlihat gembira. Transisi adegan saling berganti-ganti dengan The Fray yang tengah menyanyikan lagunya. Ternyata mereka “manggung” ditepi pantai. Pada akhirnya “konser mini” The Fray kemudian dipenuhi oleh orang-orang yang tadinya berduyun-duyun ke pantai.

02. Syndicate

Syndicate adalah musik video kedua The Fray yang dikerjakan oleh Mark Pelllington setelah How To Save a Life dan premier pertama kali pada tanggak 9 Februari 2010 di situs portal Yahoo! Music. Pemilihan untuk tampil dengan konsep yang abstrak tampaknya harus diacungi jempol, karena riskan tidak disukai oleh penggemar namun sekaligus menunjukkan keberanian The Fray dalam bereksperimen dalam seni dan musik mereka. Videonya menggunakan teknik multiple exposure dimana sebagian besar adegan menampilkan transisi gambar-gambar wajah personel dengan teknik overlapping, alih-alih ketimbang menunjukkan mereka secara sendiri-sendiri. Namun tentu saja video masih menampilkan mereka secara perorangan. Warna merah dan kuning begitu mendominasi di video ini. Nyeleneh sekaligus unik.

01. Never Say Never

Mungkin ini video musik terbaik milik The Fray untuk saat ini. Videonya hanya memiliki satu adegan, yang menampilkan sang penyanyi dan pianis, Isaac Slade yang berjalan melalui daerah pinggiran kota yang porak-pranda dan tampaknya hancur karena sebuah musibah kecelakaan atau sejenisnya. Saat Isaac berjalan melalui jalanan lengang, tiba-tiba muncul warga sipil yang berlarian panik mencari selamat juga sekumpulan polisi dan tentara berusaha menyelamatkan mereka di dalam puing-puing reruntuhan. Video berakhir dengan Isaac menemukan seseok perempuan yang tampaknya juga tengah mencari dia. Video akhirnya ditutup dengan pemandangan Loas Angeles dikejauhan serta Isaac dan para penduduk yang selamat memandangi kota tersebut. Aspek dramatis yang kental menjadikan video musik ini terasa begitu istimewa. TRIVIA: set yang digunakan untuk pembuatan video ini adalah berasal dari lokasi pesawsat jatuh di film-nya Steven Spielberg, War of The Worlds yang sebenarnya berlokasi di Universal Studio di Hollywood.

(Haris / CreativeDisc Contributor)

Related posts

Leave a Reply