Trending News

Blog Post

Album of The Day: Madonna – MDNA (Deluxe Edition)
Album of The Day

Album of The Day: Madonna – MDNA (Deluxe Edition) 

Released by: Universal Music Indonesia

Madonna mungkin sudah berusia 53 tahun. Sebuah usia yang masuk dalam kategori sangat matang jika tidak mau disebut sepuh. Namun usia ternyata bukanlah aral yang melintangi upaya Madonna untuk tetap eksis sebagai ratu di skena musik pop. Ini dibuktikan dengan MDNA, yang menandai titik sebagai album studio keduabelasnya dan tetap bertahan di ranah elektronika-dance. MDNA juga menjadi tonggak sejarah karena ini album pertama bagi Madonna selepas dari Warner Music yang telah menaunginya semenjak tahun 1982 yang lalu. Kini, dibawah label Interscope, Madonna berupaya membuktikan jika kreatifitas bermusik Madonna Louise Ciccone masih panas membara.

Madonna memang mempunyai kecendrungan untuk bekerjasama dengan nama-nama baru untuk menyuntikkan sesuatu yang baru dan segar di albumnya. Dan MDNA bukan pengecualian. Terselip nama-nama terkini di ranah dance seperti Martin Solveig, Benny Benassi, The Demolition Crew, Indiigo dan banyak lagi, yang membantu Madonna mengerjakan album ini. Yang cukup mengejutkan adalah hadirnya William Orbit yang kembali diajak bekerjasama oleh Madonna. Ini tentu saja sebuah asupan yang positif, karena kerjasama yang gemilang antara Madonna dan Orbit sudah terbukti di jajaran album-album terbaik Madonna, Ray of Light (1998) dan Music (2000). Perpaduan antara nama baru dan lama pun akhirnya menginjeksi MDNA dengan enerji positif yang segar.

Single pertama untuk MDNA adalah Give Me All Your Lovin, yang jika didengar selintas terdengar sangat familiar dengan materi-materi yang biasa dibawakan oleh Madonna. Catchy pop-tunes with anthemic chorus. Martin Solveig yang kali ini diajak Madonna untuk membantunya pun tampaknya larut dalam kharisma sang diva sehingga nyaris tidak terlihat ciri khasnya. Kerjasama mereka cenderung menghadirkan sesuatu yang cerah juga light ketimbang edgy atau mengandalkan sound-sound elektronika canggih. Untuk mempertebal kesan kekinian dan semangat girl-power, dihadirkan dua nama rapper perempuan yang terkenal bad-ass yaitu Nicki Minaj dan M.I.A. yang kehadiran mereka menjadi highlight tersendiri untuk lagu ini karena berhasil membuat single terdengar segar dan khas, meski mereka hadir dengan porsi yang terbatas.

Setelah Martin Solveig untuk single pertama, Give Me All Your Luvin, Madonna kini mengajak nama besar dari skena musik dansa lain, Benni Benassi, untuk membantunya dalam single kedua untuk album MDNA, Girl Gone Wild. Dan tentu saja single ini masih berbau dance. Dengan hadirnya Benassi dibelakang layar tentu tidak terlupa dengan asupan degup house yang menghentak, meski rasanya lebih condong ke arah elektro-pop ketimbang house murni. Still, it got Madonna stamped all over it. Tidak terbantahkan. Katakanlah semua klise Madonna bisa kita temukan disini, mulai dari beat-beat ceria penuh vitalitas dan hook yang memikat serta penekenan-penekanan pada beberapa bagian agar vokal Madonna lebih teraksentuasi. Might be light as feather but fun as a joyride.

Jika hanya mendengar dua single ini kesan repetitif dan nothing’s new memang sulit untuk dihindarkan saat menebak-nebak materi MDNA secara keseluruhan. Tapi jangan takut, karena dua “teaser” ini ternyata tidak lantas menjadi perwakilan yang solid untuk MDNA. Madonna ternyata masih punya nyali untuk mencoba hal-hal yang baru alih-alih hanya menyusun lagu-lagu yang berpotensi menjadi hits. MDNA masih dipenuhi dengan hasil eksperimen bermusik Madonna untuk mengejar cita rasa serta estetika bermusik dirinya. Hadirnya nama-nama baru berperan sebagai “instrumen” bagi Madonna untuk “menyalurkan” idealismenya tadi. Walhasil, MDNA masih sarat dengan enerji dan semangat dance-pop yang eklektik dan setiap lagu hadir dengan materi yang sangat kuat dan berkarakter. Sederhananya, tidak ada lagu yang jelek di album ini.

Di tengah dominasi Lady Gaga yang ditengarai menjadi penerus tahta Madonna, sang diva membuktikan ia masih mempunyai amunisi untuk tampil stand-out tanpa terdengar ikut-ikutan akan tetapi tetap tidak terlupa untuk mengadopsi tren terbaru. Inilah keunikan sekaligus cerdasnya seorang Madonna. Benny Benassi hadir untuk mengalirkan lagu-lagu dance yang memiliki hook yang kuat dan trance-like, seperti di track I’m Addicted. Sementara itu, Solveig memberi pendekatan yang lebih nge-pop dan light yang dapat didengar di track Turn Up The Radio atau I Don’t Give A yang lagi-lagi menampilkan kekuatan rap Nicki Minaj yang khas. Sedang Indiigo menghadirkan Superstar yang antemik dengan aransemen yang sangat sederhana dan minimalistik, namun tidak kehilangan unsur fun.

Tapi tetap saja juaranya adalah Orbit. Tangan dingin sang maestro hadir mendominasi MDNA di enam buah lagu, separuh dari materi yang dimiliki oleh MDNA. Gang Bang yang juga dibantu oleh The Demolition Crew hadir sebagai nomor trance yang gelap dan edgy dimana Madonna hadir dengan emosi yang tinggi. Menurut kabar, Madonna menginginkan Quentin Tarantino mengerjakan musik video untuk track ini yang tampaknya ingin Madonna hadirkan dalam semangat salah satu film Tarantino, Kill Bill. Some Girls dibantu oleh Klas Åhlund dan hadir dengan aransemen yang tak terduga. Heavily rely pada beat berat yang rapat dipertengahan atau chorus track ini malah mengadopsi konsep retro-pop. Sementara itu I’m A Sinner, yang menurut saya pribadi, adalah salah satu track terbaik di album ini, seolah mengembalikan kejayaan kerjasama Madonna dan Orbit di single Beautiful Stranger. Disusul kemudian dengan salah satu track terbaik juga untuk album ini, Love Spent. Dibuka dengan banjo dan (lagi-lagi) mengambil sampel Gimme! Gimme! Gimme! (A Man After Midnight) milik ABBA, Love Spent menunjukkan kemampuan Madonna dan Orbit dalam mengkomposisi lagu uang kompleks dan sophisticated namun tidak kehilangan unsur fun dan juga mudah dicerna.

Dua track penutup hadir dalam tempo yang lebih perlahan. Masterpiece adalah sebuah electro-ballad yang menjadi soundtrack untuk film debut Madonna sebagai sutradara, W.E. dan telah diganjar anugrah Golden Globe 2012 sebagai lagu tema terbaik. Wajar saja karena Masterpiece memang memiliki komposisi yang juara Vokal Madonna mengalun lirih, dengan prima mengantarkan isi dan tema lagunya. Memikat dari awal sampai akhir, mengajak larut di dalamnya. Sementara itu Falling Free agak sedikit mengingatkan pada lagu Mer Girl, yang juga menjadi track terakhir, di album Ray of Light. Mengandalkan atmosfir yang gloomy dan berlarat, menangkap kesan murung dengan sempurna.

Sekarang mari kita berpindah ke keping kedua, since we’re talking about the deluxe edition. Solveig mendominasi disini, karena ada tiga lagu tambahan darinya, seperti Beautiful Killer yang tampangnya mengadopsi tune klasik Madonna atau I Fucked Up, yang meski terkesan gahar karena pemilihan judul yang vulgar, namun sejatinya adalah sebuah track balada yang sendu, yang tentu saja hadir dalam balutan elektronika dengan sedikit pengaruh trip-hop. Berikutnya ada B-Day Song yang ceria dan laidback dan menghadirkan kembali M.I.A. sebagai bintang tamu. Sementara itu Bennassi hadir dalam Best Friend yang trance-like yang menggedor namun hadir dengan chorus yang justru sangat nge-pop. Ditutup dengan Give Me All Your’ Lovin yang diremiks oleh duo LMFAO, yang mau tidak mau membuat track ini terdengar sangat…..LMFAO. Oh well, let’s shuffling then.

MDNA menandakan kembalinya Madonna, tidak hanya sebagai salah satu pemusik terbaik yang kita punya namun juga kegemilangannya dalam bermusik, setelah album Hard Candy (2008) yang hadir dalam kualitas so-so menjadi album terakhirnya. Ia kini hadir dengan lebih tenang, mapan namun tanpa terlupa impulsi untuk menghadirkan sesuatu yang baru dalam semangat petualangan dan uji coba, sesuatu yang memang menjadi ciri khas seorang Madonna. MDNA hadir dengan enerji yang sangat berlimpah. Menepikan gemerlap lantai disko dan memilih berdansa dalam kedalaman yang lebih subtil. Tentu saja ia tetap hadir dalam degup musik olahan mesin serta ritme yang bergemuruh, karena MDNA menandakan DNA musik seorang Madonna yang sarat dengan sensasi musik dance. MDNA menandakan kembalinya seorang Madonna pada musik yang berkelas, soophiticated namun tidak terlupa untuk bersenang-senang, baik dalam suka maupun duka. MDNA juga membuktikan bahwa hanya ada satu Queen of Pop, yaitu Madonna!

Salah satu kandidat album terbaik untuk tahun ini. Highly recommended!

Official Website

Rate this album: [ratings]

(Haris / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
Disc 1:
1. “Girl Gone Wild” Madonna, Jenson Vaughan, Alle Benassi, Benny Benassi Madonna, B. Benassi, A. Benassi 3:43
2. “Gang Bang” Madonna, William Orbit, Priscilla Hamilton, Keith Harris, Jean-Baptiste, Mika, Don Juan Demo Casanova, Stephen Kozmeniuk Madonna, Orbit, The Demolition Crew 5:26
3. “I’m Addicted” Madonna, A. Benassi, B. Benassi Madonna, B. Benassi, A. Benassi, The Demolition Crew* 4:33
4. “Turn Up the Radio” Madonna, Martin Solveig, Michael Tordjman, Jade Williams Madonna, Solveig 3:46
5. “Give Me All Your Luvin'” (featuring Nicki Minaj and M.I.A.) Madonna, Solveig, Minaj, Maya Arulpragasam, Tordjman Madonna, Solveig 3:22
6. “Some Girls” Madonna, Orbit, Klas Åhlund Madonna, Orbit, Åhlund* 3:53
7. “Superstar” Madonna, Indiigo, Michael Malih Madonna, Indiigo, Malih 3:55
8. “I Don’t Give A” (featuring Nicki Minaj) Madonna, Solveig, Minaj, Julien Jabre Madonna, Solveig 4:19
9. “I’m a Sinner” Madonna, Orbit, Jean-Baptiste Madonna, Orbit 4:52
10. “Love Spent” Madonna, Orbit, Jean-Baptiste, Hamilton, Alain Whyte, Ryan Buendia, Michael McHenry Madonna, Orbit, Free School* 3:46
11. “Masterpiece” Madonna, Julie Frost, Jimmy Harry Madonna, Orbit, Harry^ 3:59
12. “Falling Free” Madonna, Laurie Mayer, Orbit, Joe Henry Madonna, Orbit 5:13

Disc 2:
1. “Beautiful Killer”
2. “I Fucked Up”
3. “B-Day Song” (featuring M.I.A.)
4. “Best Friend”
5. “Give Me All Your Luvin'” (Party Rock Remix) (featuring LMFAO and Nicki Minaj)

Related posts

Leave a Reply