Trending News

Blog Post

Creative Disc Exclusive Single – 16 Apr
Creative Disc Exclusive Single

Creative Disc Exclusive Single – 16 Apr 

Linkin Park (Alb. Living Things / Warner Bros) – Burn It Down
Burn It Down adalah single terbaru Linkin Park untuk album kelima mereka, Living Things. Untuk single ini lagi-lagi Linkin Park bekerjasama dengan Rick Rubin, yang bertindak sebagai produser bersama dengan Mike Shinoda. Chester Bennington, vokalis grup ini, menyebutkan jika Burn It Down adalah “the really high energy and the really strong electronic melodies and hooks kind of set this song apart, which is why we chose it as our first single“. Dan memang tidak salah, karena Burn It Down hadir dengan konsep rock tradisional ala Linkin Park. Yep. perpaduan antara rock dengan elektronik yang dulu membesarkan nama Linkin Park diolah kembali menjadi sesuatu yang menyegarkan dan sesuatu yang bisa kita harapkan dari grup sekaliber Linkin Park. Single ini dirilis pada tanggal 16 April, setelah sebelumnya Linkin Park meluncurkan sejumlah puzzle untuk dipecahkan oleh para fans untuk dapat mendengarkan snippet single ini. (9/10)

Adam Lambert (Alb. Trespassing / RCA) – Never Close Our Eyes
Apa jadinya jika Dr. Luke bekerjsama dengan Bruno Mars? Maka jadilah single Never Close Our Eyes yang merupakan single kedua dari album Trespassing. Single yang juga ditulis oleh Phillip Lawrence, Ari Levine dan Henry Walter memang masih memberikan porsi yang masif kepada vokal Lambert yang khas. Selintas, kita sudah bisa menebak jika ini adalah lagu milik Lambert. Namun jika sudah menyimak secara keseluruhan kita pun sadar jika ciri khas Mars dan Luke pun kemudian saling bergantian mewarnai single ini. Terutama sekali di bagian awal lagu, yang menjadi ciri khas Mars, sampai masuk ke chorus yang diinfusi dengan elektro-pop yang kental. Sekali dengar mungkin tidak akan begitu berkesan, namun setelah didengar berulang-ulang, barulah kita menemukan jika ini adalah lagu yang cukup adiktif. Single dirilis pada tanggal 17 April. (8/10)

The Wanted (Single / Mercury) – Chasing The Sun
Kesuksesan single Glad You Came di Amerika, membuat boyband asal Inggris, The Wanted, untuk semakin percaya diri dalam upaya menaklukkan pasar Amerika. Sebagai single susulan, mereka bersiap merilis Chasing The Sun yang kabarnya akan terdapat dalam album re-issue album Battleground. Single yang ditulis oleh Example ini memang sangat kental dengan sentuhan elektro-pop-dance. Tempo yang cepat diharapkan dapat memanaskan semangat menggebu saat menyimak lagunya. Dengan mengandalkan hook yang cermat, Chasing The Sun memanglah sebuah lagu pop yang seru dan cukup easy listening meski terkesan sedikit edgy. Single ini direncanakan dilepas ke pasar pada tanggal 17 April. (8/10)

Delta Goodrem (Alb. Innocent Mistakes / Sony Music) – Sitting on Top The World
Rasa-rasanya kita selalu bisa mengharapkan lagu-lagu pop yang mengasyikkan untuk disimak dari Diva Australia, Delta Goodrem. Dan single terbarunya Sitting on Top of The World juga bukan pengecualian. Single pertama untuk album keempatnya ini, Innocent Mistakes, ditulis oleh Goodrem bersama John Shanks. Dengan semangat power-pop yang kental serta sedikit sentuhan rock yang manis, Sitting on Top of The World bergerak dalam tempo cepat yang dengan “rajin” mengajak kita untuk menggerakkan tubuh mengikuti iramanya. Ketukan drum yang kencang memberi asupan ritmis yang bergelora, sementara vokal Goodrem yang tipis namun bertenaga mengisi lagunya dengan keceriaan yang dibutuhkan. Single dirilis pada tanggal 13 April. (8/10)

Melody Gardot (Alb. The Absence / Universal Music) – Mira
Setelah jeda selama tiga tahun, akhirnya solois pengusung musik Jazz, Melody Gardot, akan merilis album terbarunya, album ketiga lebih tepatnya, yang diberi judul The Absence pada tanggal 28 Mei nanti. Mira adalah single pertama yang diperkenalkan Gardot untuk album tersebut. Jazz tentu saja masih menjadi warna utama dalam musik-nya Gardot akan tetapi dalam Mira ia tidak pantang untuk memberi ornamen etnik di dalamnya. Mendengarkan Mira kita pun seolah terseret dalam eksotisme musik latin ala Brazil yang bergelora. Sensasi tropikal yang hangat begitu memenuhi atmosfir lagu ini, meski tentu saja vokal Gardot masih kental dengan nuansa Jazz-nya. String dan piano masih menjadi teman setia namun gitar dan perkusi pun kemudian menjadi penyemarak yang tak kalah serunya. Vokal latar berbau etnik pun memperkaya lagunya. (8/10)

Stacie Orrico & The Gabe Cummins Orchestra (Single / Stacie Orrico) – Catch Me If You Can
Enam tahun setelah album ketiganya, Beautiful Awakening, Stacie Orrico memutuskan untuk kembali dalam geliat bermusik. Kali ini ia memutuskan berada di jalur yang independen dengan merilis musiknya sendiri. Dan suprise, surprise! Dalam single Catch Me If You Can ini Stacie Orrico menjelma menjadi seorang penyanyi Jazz dengan konsep Big Band yang megah. Melalui irama swing yang bergelora, Orrico bernyanyi dengan penuh perasaan. Sementara itu The Gabe Cummins Orchestra yang menjadi teman kolaborasi Orrico, memberikan musik yang mewah. Sayangnya, Orrico rasanya belum bisa melebur dengan sempurna dalam lantunan jazzy-nya apalagi mengikuti irama swing yang mengandalkan vokal yang versatile. Orrico masih terasa terlalu pop dan bahkan dibeberapa bagian malah terdengar sedikit nge-rock. Entah disengaja atau tidak, rasanya ini bukanlah pilihan yang bijak. Namun, senang melihat semangat bermusik Orrico yang masih tetap tinggi. Dirilis pada tanggal 3 April. (7/10)

Karina Pasian (Single / Vy Records) – It’s Whatever
Penyanyi asal New York, Amerika dan berdarah campuran Armenia-Dominika, Karina Pasian, pada tanggal 10 April yang lalu merilis video terbarunya, It’s Whatever melalui situs Vevo miliknya. Setelah EP Trips to To Venus yang dirilis akhir tahun lalu, belum bisa dipastikan apakah lagu ini akan terdapat di dalam album terbarunya atau malah merupakan bagian mixtape yang akan dilepasnya. Single It’s Whatever ini sendiri menampilkan vokal Pasian yang tampil dengan santai, menyuarakan isi lagunya yang seolah-olah cuek dengan pandangan orang-orang disekitar dan menyanyikan perasaanya dengan bebas. Piano yang menemani Pasian bernyanyi terasa begitu menghantui, menemani dengan mesra saat ia “merepet” tentang hal-hal yang biasanya menjadi problema bagi remaja, seperti rasa percaya diri yang rendah, bully, dan sebagainya. Satu yang pasti, single It’s Whatever ini menjadi penegas masa transisi seorang Karina Pasian, dari seorang remaja menjadi sosok yang lebih dewasa dan matang. (8/10)

Dwaine feat. Diddy, Keri Hilson & Trina (Single / Sony Music) – U R A Million $ Girl
Million Dollar Girl pada awalnya merupakan sebuah lagu berjudul Million Dollar Girl milik rapper Trina yang juga menampilkan Diddy dan Keri Hilson sebagai feauring artist. Namun kini ditangan Dwaine, lagu tersebut diolah menjadi U R A Million $ Girl, sebuah lagu baru yang tak kalah menghentak dengan infusi elektro-pop yang kental. Lebih tepatnya lagi mungkin dance-pop yang kental. Pada dasarnya masih mengikuti pakem lagu asli yang menjadi sampel, dimana masing-masing baik Diddy, Trina dan Kerri Hilson mendapat porsi masing-masing untuk bernyanyi. Kali ini ditambah pula dengan kehadiran Dwaine. Ditambah pula dengan iringan ajeb-ajeb yang menemani, jadilah lagu yang seru untuk diikuti. Single dirilis pada tanggal 7 November 2011. (8/10)

Camryn (Single / 5280 Media) – Set The Night On Fire
Camryn mungkin baru berusia 12 tahun, namun berkat (lagi0lagi) video YouTube-nya, ia berkesempatan untuk melepas beberapa single, termasuk juga Set The Night On Fire ini. Lagunya ringan-ringan saja dan cukup pas dalam menyuarakan semangat anak baru gede semacam Camryn. Iringan elektro-pop pun menjadi pilihan yang aman, mengingat vokal Camryn juga tidak istimewa kalau tidak mau disebut biasa-biasa saja. Bahkan di beberapa bagian autotunes cukup membantu agar departemen vokal tidak terdengar terlalu keteteran menemani musiknya yang sudah cukup mengasyikkan. Camryn juga cukup beruntung karena berkesempatan menemani tur Asia Tenggara milik Greyson Chance di Singapura, Manila, Kuala Lumpur dan pastinya Jakarta pada tanggal 20 April nanti. Single dirilis pada tanggal 18 Oktober 2011. (7/10)

Blush (Single / FarWest Entertainment) – All Stars
Setelah kesuksesan single kedua mereka, Dance On, yang telah menduduki puncak U.S. Billboard Dance Charts di bulan Februari yang lalu, girlgrup pan-Asia, Blush, tampaknya semakin percaya diri saja. Single ketiga mereka, All Stars, pun siap untuk menggebrak. Mengapa tidak? All Stars adalah single dance-pop yang cukup catchy dan sangat easy listening. Meski tidak terlalu istimewa akan tetapi All Stars memiliki semua formula lagu pop yang menyenangkan masa kini. Hook? Ada. Irama renyah? Ada. Imbuhan rap? Ada. Hummingable? Bisa jadi. Keberanian untuk sedikit memberi nuansa rock di tengah-tengah lagu pun menambah semarak. Hasilnya, All Stars bisa saja menjadi salah satu alat untuk mencapai kesuksesan bagi Blush. Single dirilis pada tanggal 1 Mei (8/10)

2AM (EP. F.Scott Fitzgerald’s Way Of Love / Universal Music) – I Wonder If You Hurt Like Me
Jika 2PM merupakan boyband Korea Selatan yang kita kenal dengan semangat pop-dance-nya yang kental, maka rekan semanejemen mereka di JYP Entertainment, 2AM, dikenal sebagai pengusung balada melankolis/romantis yang prima. Ini dapat dibuktikan dengan single terbaru mereka, I Wonder If You Hurt Like Me, yang merupakan single pertama dari EP kedua mereka, F.Scott Fitzgerald’s Way Of Love. Kuartet yang terdiri atas Jo Kwon, Jinwoon, Seulong dan Chang Min ini memang sudah terkenal memiliki penjiwaan yang kuat saat bernyanyi. Dan I Wonder If You Hurt LIke Me pun bukan pengecualian. Lagu yang ditulis oleh Kim Do Hoon ini benar-benar memberikan ruang bagi mereka untuk menyuarakan keperihan dengan perasaan yang penuh. Aransemen yang tak kalah melankolisnya tentu saja membantu 2AM untuk menyuarakan tema lagunya. Tidak heran kita yang mendengarkan begitu larut di dalamnya. Single dirilis pada tanggal 12 Maret. (8/10)

Special Thanks To Julee, Haris, dll…
Vote for your favourite Exclusive Single here:

Creativedisc, The First Music Weblog in Indonesia by creativedisc2

Related posts

Leave a Reply