Trending News

Blog Post

Top 10 Music Videos: Madonna
Top 10 Lists

Top 10 Music Videos: Madonna 

Madonna sudah 30 tahun berkecimpung dalam industri musik. Dan sedari semula ia berkarir, musik video sudah menjadi bahagian yang tak terlepaskan dari gerak langkahnya. Tercatat ada kurang lebih 67 musik video yang dikerjakan oleh Madonna, baik yang dilepas untuk umum maupun yang bernasib malang tidak pernah dapat disaksikan secara luas. Untuk memilah-milah barisan video tersebut menjadi 10 terbaiknya tentu saja adalah pekerjaan yang cukup menantang, karena dipastikan tidak akan memuaskan banyak pihak yang tentunya memiliki pilihan masing-masing dengan unsur subjektifitasnya. Begitu juga adanya dengan penyusunan daftar ini, yang merupakan hasil kompilasi dari polling yang dilakukan via twitter dan pertimbangan subjektif tim CreativeDisc. Tanpa banyak basa-basi lagi, berikut 10 musik video terbaik milik sang Queen of Pop, Madonna.

10. Girl Gone Wild
Alb. MDNA (2012)

Girl Gone WIld adalah video paling mutakhir yang dikerjakan oleh Madonna dan merupakan single kedua untuk album MDNA. Video dikerjakan oleh duo Mert dan Marcus. Dikerjakan dalam tone warna hitam dan putih, lagi-lagi video ini menuai kontroversi. Bukan yang pertama bagi seorang Madonna tentu saja. Versi awal dari video ini menampilkan seorang pria bertubuh tegap dalam keadaan telanjang dan memperlihatkan bokongnya dengan jelas. Terlepas dari itu, Girl Gone Wild adalah video yang cukup artistik dan sarat dengan makna. Meski berkisah tentang perempuan, namun talent dan juga penari adalah barisan laki-laki yang bertingkah “nakal” dan feminim. Bahkan diperlihatkan sebarisan penari laki-laki yang memakai high-heels. Madonna sendiri masih terlihat lincah menari, meski telah berusia 53 tahun. Semangat homoerotisme-nya memang agak mengingatkan dengan Vogue atau Justify My LOve, namun untuk generasi sekarang, jelas ini merupakan video yang cukup menarik perhatian. Lihat videonya.

09. 4 Minutes
Alb. Hard Candy (2008)

Disutradarai oleh Jonas & François, 4 Minutes termasuk salah satu lagu milik Madonna yang cukup populer. Apalagi lagu ini menampilkan Justin Timberlake dan Timbaland sebagai teman Madge bernyanyi. Konsep videonya pun tak kalah memorable dibandingkan lagunya. Videonya menggunakan efek khusus yang cukup cutting edge dan memperlihatkan sebuah tabir hitam yang “menelan” apa saja yang dilewatinya sehingga memperlihatkan sisi internal benda atau orang yang “tertelan” olehnya. Memang terlihat agak menjijikkan, namun dengan tata artistik yang terjaga, konsep yang matang dan pengerjaan yang terampil, video 4 Minutes malah terlihat sangat menawan. Menurut Madge, konsep dari videonya adalah “konseptualistik”. “It’s a movement, and we want to take everybody with us,” demikian ia menjelaskan tentang penggunaan tabir hitam tersebut. Lihat videonya.

08. Secret
Alb. Bedtime Stories (1994)

Dalam Secret, Madonna mencoba menjajal RnB sebagai lagunya dan ternyata cukup berhasil. Sensualitas dalam Secret memang begitu menggoda dan sulit untuk dihindarkan. Videonya dikerjakan oleh Melodie McDaniel dan dishot dalam warna hitam dan putih. Diperlihatkan Madonna yang berjalan di sepanjang sebuah jalan dan melewati beberapa kerumunan orang. Adegan tersebut berpotongan dengan Madge yang bernyanyi disebuah klub dan dirinya bermanja-manja bersama sosok pria berkulit hitam. Selain scene yang menampilkan Madonna, video juga memperlihatkan potongan gambar-gambar seperti seorang transeksual yang tengah mempersiapkan dirinya dan icon-icon religius seperti kelahiran kembali dan damnation. Lihat videonya.

07. Like A Prayer
Alb. Like A Prayer (1989)

Like A Prayer salah satu musik video milik Madonna yang cukup konroversial yang menampilkan icon-icon religius namun ditampilkan dengan melawan stereotipe. Bayangkan saja salib-salib yang dibakar dan orang suci berkulit hitam. Berlokasi di Releigh Studio, Hollywood, video disutradarai oleh Mary Lambert yang nantinya akan dikenal dengan film horor klasik, Pet Semetary. Video berkisah tentang Madge yang menjadi saksi pembunuhan oleh sekelompok pria kulit putih terhadap seorang perempuan. Seorang pria kulit hitam yang mencoba membantu malah menjadi tersangka dalam kasus ini. Dalam keresahannya, akibat ancaman dari kelompok pembunuh dan keinginannya untuk memaparkan fakta, Madge “terdampar” di sebuah gereja yang dipimpin oleh seorang pendeta berkulit hitam. Adegan stigmata mungkin bukan pemicu utama protes terhadap video ii, namun konsep yang diusungnya secara keseluruhan. Bayangkan saja, kelompok keagamaan memprotes karena dianggap sebagai penistaan terhadap agama bahkan sang Paus sendiri melarang Madge untuk tampil di Italia. Tidak itu saja, Pepsi pun memboikot lagu yang sedianya akan menjadi soundtrack untuk iklan mereka. Terlepas dari segala kontroversi, ini merupakan salah satu video paling berkesan milik Madonna. Lihat videonya.

06. Papa Don’t Preach
Alb. True Blue (1986)

Papa Don’t Preach disutradarai oleh James Foley, Papa Don’t Preach terasa sangat filmis sekali yang didukung dengan gaya narasi yang bertutur ala film pendek. Madonna sendiri mengadopsi sosok bintang-bintang legendaris seperti Marilyn Monroe, Jean Seberg dan Kim Novak dalam penampilannnya. Tapi bukan hanya itu saja yang membuat video ini menjadi istimewa karena lagi-lagi Madge mengundang kontroversi melalui pesan tentang aborsi dan kehamilan diluar nikah serta benturan moralitas antara generasi muda dan tua. Meski mengusung tema yang agak berat, akan tetapi video ini tetap renyah untuk disimak tanpa harus mengerutkan kening. Mirip film-film pop yang diselingi dengan adegan musikal tari dan nyanyi. Madonna yang diperlihatkan tampil dengan gestur dan fisik tomboi juga menjadi pembeda dengan imej sensual dan seksi milik Madge. Lihat videonya.

05. Vogue
Alb. I’m Breathless (1990)

Remaja sekarang, terutama yang menggemari serial Glee, tentu mengenal lagu ini video “parodi” yang ditampilkan oleh serial tersebut. Namun, di dekade 90-an, siapa yang bisa melupakan video ini? Madonna dengan imej sensualnya semakin dipertegas dengan pemakaian outfit superseksi berwujud blus (seperti) transparan yang memamerkan lekuk (maaf) dadanya. Tapi bukan itu saja yang menjadi keistimewaan dari video ini. Disutradarai oleh David Fincher, yang sekarang dikenal sebagai salah satu sutradara film papan atas peraih Oscar, Vogue merupakan sebuah homage kepada era keemasan Hollywood di dekade 1940-an. Sederet artis legendaris di dekade tersebut, seperti Marilyn Monroe, Veronica Lake, Greta Garbo,Marlene Dietrich, Katharine Hepburn, dan Jean Harlow menjadi sumber inspirasi. Barisan laki-laki berpenampilan maskulin dengan gerak-gerak feminim pun menjadi ciri khas video ini. Meski di shot dalam konsep warna hitam dan putih, akan tetapi kesan gelamor sulit untuk dihindarkan. Namun hal tersebut malah menjadi magnet terkuat dari video ini. Beberapa foto hasil photographer terkenal menjadi referensi sebagai style yang ditampilkan di dalamnya. Lihat videonya.

04. Human Nature
Alb. Bedtime Stories (1994)

Rasanya tak akan lengkap koleksi video Madonna tanpa tampil menjadi seorang dominatrix. Dengan mengusung sado masokis yang kental, Human Nature menjadi salah satu video Madge yang paling memorable. Videonya dikerjakan oleh Jean-Baptiste Mondino yang sebelumnya telah mengerjakan video Justify My Love dan Open Your Heart. Dengan latar belakang putih, pakain mengkilap dan serba hitam yang digunakan oleh Madge dan barisan penarinya terlihat begitu padu. Kalau dicermat-cermati, gerakan tari yang terinspirasi S&M yang dilakukan oleh Madge dan barisan penarinya justru terlihat layaknya yoga. Sekali lagi kesan seksi dan sensual menjadi daya tarik utama dari video ini. Menurut Madge, pemakaian outfit yang terbuat dari lateks dan kulit adalah untuk menggambarkan sikap kaku dalam masyarakat. Konsep videonya sendiri terinspirasi dari komikus Eric Stanton yang mengusung komik dengan tema S&M. Namun, video tidak benar-benar serius mengadaptasi konsep ini dan memilih S&M sebagai alat untuk menceritakan agenda politis yang ingin diusung oleh Madge. Lihat videonya.

03. Frozen
Alb. Ray of Light (1998)

Frozen adalah single pertama dari salah satu album terbaik milik Madonna, Ray of Light. Musik videonya sendiri termasuk sangat memorable dan memberikan imej baru kepada Madge. Disutradarai oleh Chris Cunningham, Frozen menampilkan Madge seolah-olah ia adalah seorang penyihir gothik dari abad pertengahan. Pemakaian warna monokorom (biru) memberi kesan dingin yang menghujam. Video ini diganjar anugrah Best Special Effects pada ajang penghargaan MTV Video Music Award di tahun 1998. Dan hal tersebut sama sekali bukan beralasan karena efek khusus yang ditampilkan dalam video ini memang mentereng dan mengagumkan. Konsep morphing yang diapungkan di dalamnya dapat ditampilkan dengan mulus. Kesan magis dan gelap yang terdapat di dalam lagunya pun dapat tersampirkan dengan baik oleh video musiknya. Lihat videonya.

02. Bedtime Story
Alb. Bedtime Stories (1994)

Sebelum Frozen, Madonna sudah lebih dahulu hadir dengan konsep surreal dalam video Bedtime Story. Video yang dikerjakan oleh Mark Romanek ini menampilkan banyak gambar-gambar yang meski terlihat surreal namun juga eksotis. Warna-warna cerah memenuhi video ini, mengiringi imaji-imaji yang sedikit absurd. Ini tentu saja tak terlepas dari musik bergaya ambient yang diusung oleh Bedtime Story. Kehadiran Bjork sebagai salah satu penulis lagu patut dapat menjadi alasan mengapa Bedtime Story terasa begitu artistik. Bisa disebutkan jika video Bedtime Story ini layaknya lukisan yang bergerak dan hidup dan membentuk pola kisah yang tak beraturan. Gambar-gambar yang terdapat di dalam video ini bahkan mengundang banyak interprestasi. Terlepas dari itu, Bedtime Story merupakan salah satu video termahal milik Madonna karena memiliki bujet sebesar 5 juta dollar, yang bahkan untuk konteks kekinian masih terasa sangat wah. Lihat videonya.

01. Ray of Light
Alb. Ray of Light (1998)

Pada anugerah MTV Video Music Awards di tahun 1998 yang lalu, video Ray of Light memeroleh delapan nominasi dan membawa pulang lima diantaranya, yaitu: Video of the Year, Best Female Video, Best Direction, Best Editing dan Best Choreography. Bahkan di beberapa daftar video terbaik, khususnya di tahun 98, Ray of Light menduduki posisi puncak. Semua ini memang pantas untuk didapat oleh Ray of Light yang merupakan kerjasama pertama Madonna bersama Jonas Åkerlund yang kemudian akan menjadi salah satu sutradara yang banyak dipakai oleh Madge untuk menggarap video-videonya. Konsepnya sederhana saja. Madonna ditampilkan membawakan lagunya ditingkahi dengan footage gambar-gambar aktifitas keseharian yang dilakukan oleh orang pada umumnya, yang diibuka dengan adegan matahari terbit. Menjadi unik karena sesuai dengan tempo cepat lagunya, semua adegan ditampilkan dalam kecepatan yang intens, termasuk “goyang patah-patah” yang ditampilkan oleh Madonna. Seolah-olah semua orang tengah memasuki fase trance yang akut dan ini juga mengundang kita, sebagai penonton, untuk turut larut dalam sikap trance tadi. Video diakhiri dengan Madge yang tampak tertidur. Bagaikan sebuah siklus keseharian kita namun bergerak dalam kecepatan cahaya. Lihat videonya.

(Haris / CreativeDisc Contributor)

Related posts

Leave a Reply