Trending News

Blog Post

Concert Review: We Are The In Crowd Live in Dago Tea House, Bandung
Concerts Review

Concert Review: We Are The In Crowd Live in Dago Tea House, Bandung 

Image and video hosting by TinyPic
pic courtesy of gigsplay.com

Bertempat di Dago Tea House Bandung, promotor PLAN and PLAY sukses menggelar konser We Are the In Crowd yang bertajuk Rumor Mill South East Asia Tour ini. Hujan deras tak menyurutkan antusiasme Crumbs (sebutan fans We Are the In Crowd) untuk melihat band asal Poughkeepsie, New York, yang digawangi Taylor Jardine (vokal), Jordan Eckes (vokal/gitar), Cameron Hurley (gitar), Mike Ferri (bass) dan Rob Chianelli (drum) dan dijadwalkan tampil pada pukul 20.00 WIB. Penonton mulai memadati arena konser pada pukul 16.00 WIB.

Terlambat 90 menit dari yang dijadwalkan, gate dibuka pada pukul 18.30. Konser dibuka oleh penampilan Oh Chentaku, band asal Malaysia yang membawakan 5 lagu andalan mereka. Penonton terlihat kurang antusias dengan penampilan band ini yang memang tidak familiar di telinga pecinta musik di Indonesia. Menurut saya, Oh Chentaku kurang berhasil memanaskan suasana. Di lanjutkan oleh band asal Bandung, Too Weak To Dance yang lebih berhasil memanaskan suasana dengan frontman yang atraktif. Musik mereka pun lebih akrab di telinga penonton, dan tak sedikit yang ikut bernyanyi bersama. Too Weak To Dance sempat berkolaborasi dengan Aska, personil Rocket Rockers. Suasana Dago Tea House semakin memanas ketika Gecko, band asal Bali memberikan performa terbaik mereka. Penampilan sang vokalis yang energic dan interaktif berhasil membakar semangat penonton untuk menyambut We Are the In Crowd. Jordan, Rob dan Cameron sempat terlihat di samping panggung untuk menyaksikan penampilan Gecko, dan mereka sangat menikmati penampilan Gecko.

Dago Tea House riuh akan teriakan penonton ketika tirai dibuka dan We Are the In Crowd tampil ke atas panggung. Konser dibuka oleh single mereka, Rumor Mill. Konser yang sebagian besar penontonnya adalah fans loyal We Are the In Crowd ini sangat memorable karena penonton ikut bernyanyi sepanjang konser, dan sang vokalis wanita, Tay Jardine, sangat interaktif dengan penonton. Tay dan Jordan berkali-kali mengucapkan terimakasih dan mengatakan bahwa mereka menyukai Bandung. Dago Tea House seakan gempa lokal ketika lagu Never Be What You Want dibawakan, yang sepertinya memang lagu yang paling ditunggu penonton. Ketika dibawakan, seluruh penonton berloncat seirama dan menyanyikan seluruh lirik lagu.

Setelah On Your Own dibawakan, We Are the In Crowd meninggalkan panggung dan seluruh penonton serempak meneriakkan “WE WANT MORE!”. We Are the In Crowd kembali ke panggung, tetapi hanya Tay dan Jordan yang kembali ke panggung untuk membawakan You’ve Got It Made secara akustik sebagai encore. Ketika membawakan lagu ini, gitar Jordan terdengar bermasalah, dan Jordan terlihat sedikit panik meskipun tetap berusaha menikmati lagu ini. Mengetahui kondisi gitar Jordan yang bermasalah, penonton serentak bernyanyi lebih keras untuk meyakinkan Jordan bahwa “it’s okay!”, dan untuk beberapa saat, You’ve Got It Made yang memang lagu bernada pelan ini dinyanyikan secara a capella, menimbulkan romantisme antara We Are the In Crowd dan Crumbs. Cameron, Mike dan Rob ikut kembali ke panggung untuk membawakan Both Sides of the Story, yang membuat Dago Tea House kembali “gempa lokal”. Both Sides of the Story adalah lagu terakhir yang dibawakan We Are the In Crowd dan merupakan penutup yang sempurna dalam tur mereka di Indonesia ini.

Venue yang berbentuk tangga berundak sangat menguntungkan penonton yang berada dibarisan belakang, karena mereka berada di posisi lebih tinggi dan dapat melihat We Are the In Crowd dengan jelas, tak tertutup oleh penonton didepan. Sound yang kurang bagus awalnya sedikit mengganggu penonton, tetapi penonton mengabaikan kekurangan ini ketika We Are the In Crowd tampil. Suara Tay dan Jordan hampir tak dapat terdengar sepanjang konser, namun penonton yang ikut bernyanyi bersama sepanjang konser seakan mengikis kekurangan itu.
We Are the In Crowd berturut-turut membawakan lagu andalan mereka; Rumor Mill, Exits and Entrances, The Worst Thing About Me is You, Kiss Me Again, Never Be What You Want, Lights Out, Better Luck Next Time, Calendar Pages, On Your Own, You’ve Got It Made, dan Both Sides of the Story.

(Sheyla)

Related posts

Leave a Reply