Trending News

Blog Post

Album of The Day: Damon Albarn – Dr. Dee
Album of The Day

Album of The Day: Damon Albarn – Dr. Dee 

Released by: Warner Music Indonesia

Dengan kesuksesan karir yang berada dalam rentang lebih dari dua puluh tahun, pentolan Blur, Damon Albarn, memang telah kenyang makan asam garam dunia musik. Tidak heran jika ia kemudian banyak melakukan ekspansi dan eksperimen dalam bermusik. Setelah kesuksesan proyek Gorillaz, ternyata Damon Albarn menemukan tempatnya pula di ranah theater. Di tahun 2007 ia mengerjakan proyek musik untuk pementasan Monkey: Journey to the West dan kini menyusuk ada Dr. Dee karya sutradara Rufus Norris. Dan ini adalah album soundtrack untuk pementasan tersebut.

Jadi, sebelumnya harus diwanti-wanti terlebih dahulu, buang jauh-jauh gambaran akan menemukan musik-musik rock-alternatif ala Damon Albarn, karena Dr. Dee merupakan sebuah album yang berisi rangkaian lagu dan instrumental sebagai bagian dari pementasan dramanya. Tidak heran jika album ini akan terdengar megah, sinematik dan juga atmosferik, yang pastinya akan mengikuti ritme narasi naskahnya.

Namun begitu, jangan langsung patah arang, karena Dr. Dee masih memiliki stempel musikalitas ala Albarn. Dibuka dengan The Golden Dwan yang merupakan semacam overture sepanjang nyaris 4 menit, album dilanjutkan dengan Apple Carts yang bergaya baroque dan murung. Bunyi harpsichord memberi kesan suram nan kelam.

Nuansa opera memang menjadi baluran utama dari lagu-lagu ini. Tidak heran jika di beberapa bagian, penyanyi soprano juga hadir memberi sentuhan khasnya, seperti yang bisa ketemui dalam track A Man of England, A Prayer, Edward Kelly dan Temptation Comes in the Afternoon. Atau simak lantunan choir yang syahdu di track Coronation atau Tree of Life. Lagu-lagu ini memang tidak terdengar seperti umumnya lagu-lagu opera biasanya karena dipelintir sedemikian rupa oleh Albarn sehingga terdengar seperti gabungan pop-alternatif dan theatrikal musikal.

Selebihnya Dr. Dee kaya oleh aransemen musik yang sedikit eksperimental, baik dari pilihan nada maupun instrumen. Dikarenakan pementasan drama berkisah tentang ilmuan Inggris di zaman Ratu Victoria, maka nuansa baroque tadi begitu memenuhi ruang dengarnya. Tidak terlupa sensasi world music untuk memperkaya susunan lagu-lagunya. Simak saja di track Cathedral atau 9 Point Star. Damon Albarn seolah-olah membawa kita ke alam yang sedikit sureal dan “berbeda”.

Secara umum, Dr. Dee banyak dipenuhi oleh lagu-lagu minimalis dan singkat, dimana Damon Albarn bernyanyi dengan murung. Kesan gloomy yang berlarat ini memang menjadi sedikit tantangan untuk dapat menikmati album ini dalam suasana yang lebih kasual. Kita, sebagai pendengar, apalagi yang tak terbiasa dengan jenis musik seperti ini, harus menyiapkan waktu luang yang khusus untuk dapat benar-benar menikmatinya.

Ini bukan menjadi sedikit aral pagi pendengar awam untuk dapat benar-benar menikmati Dr. Dee. Namun, sebagai penggemar Damon Albarn, jelas album ini harus disimak. Dr. Dee masih menampilkan kekuatan pop yang eklektik dari Albarn namun juga dipadu dengan komposisi theatrikal dan opera yang megah. Hasilnya, mendengarkan Dr. Dee seperti terhempas ke ranah antah berantah yang kelam dan sunyi di satu sisi, namun di sisi lain ia seperti pijar kembang api yang mendentum dan membahana. Perpaduan yang unik. Dan beda.

Official Website

Rate this album: [ratings]

(Haris / CreativeDisc Contributor)

TRACKLISTING
1. “The Golden Dawn” 3:56
2. “Apple Carts” 2:37
3. “O Spirit, Animate Us” 3:48
4. “The Moon Exalted” 5:43
5. “A Man of England” 3:17
6. “Saturn” 2:05
7. “Coronation” 1:10
8. “The Marvelous Dream” 2:23
9. “A Prayer” 1:33
10. “Edward Kelley” 3:29
11. “Preparation” 3:01
12. “9 Point Star” 1:33
13. “Temptation Comes in the Afternoon” 2:05
14. “Watching the Fire That Waltzed Away” 2:37
15. “Moon (Interlude)” 0:29
16. “Cathedrals” 3:01
17. “Tree of Beauty” 2:00
18. “The Dancing King” 3:24

Related posts

Leave a Reply