Trending News

Blog Post

Album of The Day: Jack White – Blunderbuss
Album of The Day

Album of The Day: Jack White – Blunderbuss 

Jack White merupakan nama yang tak asing lagi bagi para penggemar band alternative asal USA, The White Stripes. Dan kini sepertinya setelah melalui pergolakan emosi personal yang cukup panjang (khususnya perceraian dengan Karen Elson), sekarang saat yang tepat bagi Jack White untuk segera melampiaskan segala emosi yang ada dengan menjadi penulis lagu yang jujur dan bersifat confessional. Blunderbuss adalah titel yang tepat untuk curahan seluruh emosi tersebut, mengingatkan kita pada album serupa milik Bob Dylan berjudul Blood On The Track. Namun album ini tampaknya memiliki citra yang lebih dari sekedar hal yang emosional, justru memberikan ruang bagi White untuk bereksplorasi lebih mengenai musiknya. Album yang resmi dirilis pada 23 April 2012 ini akhirnya mendapat tanggapan positif dari kritikus musik para media seperti NME dan Pitchfork, serta sempat menduduki puncak UK Album Chart dan juga Billboard Top 200 Album Chart. Sangat bahagia sekali akhirnya Sony Music merilis album yang sangat menarik ini di Indonesia.

Track pembuka berjudul “Missing Pieces” diawali dengan riff-riff keyboard yang bernada sinis dan dengan distorsi gitar yang sangat blues di tengah lagu cukup merepresentasikan kekecewaan White akan sebuah hal. Puncaknya adalah saat dimana ia bernyanyi “Sometimes someone controls everything about you, and when they tell you that they just couldn’t live without you. They ain’t lying, they’ll take the pieces of you” memberi sinyal kepada pendengar apa inti lagu yang ia dendangkan. Sedangkan track berikutnya, “Sixteen Saltines”menunjukkan sebuah kemarahan yang terkontrol melalui alunan genre American classic blues rock ditambah vokal White yang seolah-olah merengek. Namun track ini justru membuat pendengar bertanya-tanya akan misi album ini, yang akan membawa kita untuk mendengarkan Blunderbuss lebih dalam lagi.

Track berikutnya, “Freedom At 21” merupakan lagu yang bertipe one way through dimana tak ada kejelasan part lagu antara verse dan chorus, hanya berisi racauan Jack White mengenai dirinya yang selama ini telah menjadi “korban” akan sebuah hal dalam alunan semi-hiphop dan penggunaan riff gitar yang repetitif. Setelah itu, “Love Interruption” merupakan track semi akustik bernada Midwestern yang sangat apik sekali dalam segi harmonisasi antara electric piano dan acoustic guitar, sangat cocok sebagai single pertama dari album ini. Lirik “I won’t let love disrupt, corrupt or interrupt me” seolah memberi penegasan akan sebuah penyesalan yang mendalam akan cinta, menjadi titik yang utama yang patut untuk dimaknai.

Lalu “Blunderbuss” adalah track yang menghipnotis. Cocok sekali ditempatkan setelah lagu “Love Interruption” dimana tablature gitarnya mengingatkan saya akan lagu-lagu dari sosok John Denver pada bagian intro. Dilanjutkan dengan “Hypocritical Kiss” yang menceritakan tentang kebencian penulis lagu akan seseorang namun dibalut dengan irama yang sangat melankolis ditambah dengan penggunaan nada minor pada intro lagu menimbulkan kesan yang paradoks. Sedangkan “Weep Themselves To Sleep” merupakan sebuah track yang unik, tak dapat dituliskan dalam kata-kata sebagai dampak sensasi bermusik Jack White yang luar biasa dalam menyanyikan lirik yang sangat poetic diiringi instrumen piano klasik dan American rock dalam tempo moderat, yang sungguh berbeda dengan track selanjutnya, “I’m Shakin” yang sedikit bernuansa soul. Lalu track ke-9, “Trash Tongue Talker” yang sangat bernuansa gigs mengindikasikan adanya emosi yang tereduksi.

“Hip (Epynomous) Poor Boy” juga merupakan track yang menarik dalam album ini, dikemas dengan irama funk dan komposisi nada seperti lagu-lagu pada tahun 1960-an. Selanjutnya “I Guess I Should Go To Sleep” menceritakan tentang ketidakpedulian Jack White akan semua hal, namun bernuansa retro yang literally menghipnotis pendengar untuk tertidur juga, dan selanjutnya album ditutup dengan track “Take Me With You When You Go”

Secara keseluruhan, album ini sangat menarik, dalam artian memberi kesempatan bagi pendengar untuk mendengarkan American blues rock yang berpadu dengan genre lain namun tetap terkesan tidak imajinatif. Hal ini sebenarnya bukanlah sesuatu yang inovatif di industri musik, tetapi Jack White berhasil membangun album ini melalui kharisma, lirik-lirik yang bermakna, serta kemampuan musik yang luar biasa yang jarang hadir di belantika musik internasional. Bagi pendengar, tetap terdapat dua pilihan dalam menyikapi Blunderbuss, menyukai atau tidak menyukai album ini. Bagi yang menyukai album ini jangan sampai beranggapan bahwa dengan mendengarkan Blunderbuss atau album sophisticated lain artinya pendengar memiliki sense of music yang bagus, sehingga ada “paksaan” untuk mendengarkan album ini. Namun kembali lagi, musik adalah sesuatu yang bersifat subjektif. Preferensi atau selera musik masing-masing pendengar tak ada korelasinya dengan bagusnya sebuah karya seni atau tidak secara general. Justru sebagai penikmat musik sudah seharusnya kita mengapresiasi segala genre yang beredar luas di kalangan masyarakat.

Rate this album: [ratings]

(Galih Gumelar)

TRACKLIST
1. “Missing Pieces” 3:27
2. “Sixteen Saltines” 2:37
3. “Freedom at 21” 2:51
4. “Love Interruption” 2:38
5. “Blunderbuss” 3:06
6. “Hypocritical Kiss” 2:50
7. “Weep Themselves to Sleep” 4:19
8. “I’m Shakin'” (Rudy Toombs) 3:00
9. “Trash Tongue Talker” 3:20
10. “Hip (Eponymous) Poor Boy” 3:03
11. “I Guess I Should Go to Sleep” 2:37
12. “On and On and On” 3:55
13. “Take Me with You When You Go” 4:10

Related posts

Leave a Reply