Trending News

Blog Post

Album of The Day: Slash feat. Myles Kennedy and The Conspirators – Apocalyptic Love
Album of The Day

Album of The Day: Slash feat. Myles Kennedy and The Conspirators – Apocalyptic Love 

Released by: Universal Music Indonesia

Tidak seperti album debutnya di tahun 2010 yang menampilkan banyak vokalis, maka di album keduanya, Slash memilih untuk mengajak Myles Kennedy, dari band Alter Bridge, untuk mengisi bagian vokal. Maka jadilah Apocalyptic Love yang memiliki atmosfir serta warna yang jauh lebih seragam akan tetapi bukan berarti mengurangi kemampuan Slash dalam mengeksplorasi kekuatan dirinya sebagai seorang gitaris. Mendengarkan album ini kita akan paham jika seorang Slash masih terbukti sebagai master riff yang perkasa. Tidak hanya di intro, namun juga bagian chorus hingga bridge dan verse, ia isi dengan mantap dan matang.

Mendengarkan Apocalyptic Love sontak kenangan seperti kembali ke dekade 80-90an dimana hard rock dan heavy metal begitu berjaya. Album dipenuhi dengan banyak lagu bertempo cepat yang dipastikan akan memuaskan banyak penggemar subgenre ini secara umum dan Slash secara khusus. Thankfully, the album doesn’t feel dated, karena tampaknya ranah hard rock tidak lekang oleh zaman dan bisa diapreasi kapan saja. Riuh oleh riff gitar yang bising, gebukan drum yang bergemuruh dan vokal yang garang, dengan pengecualian Far and Away yang lebih melow dan tenang. Sisanya, the tempo speed up in full throttle mode.

Apocalyptic Love segera menghajar pendengaran begitu album dimainkan. Vokal Myles yang tebal namun mampu melengking dengan tajam mewarnai lagu ini, selain tentu saja permainan gitar Slash yang piawai. Lagu seolah berkata, bersiap-siaplah untuk terjerat dalam adrenalin kencang ala rock metal yang meski old school namun tetap seru. Mesin waktu seolah diputar ke periode 80-an dengan track berikutnya, One Last Thrill, yang mau tidak mau mengingatkan akan kejayaan Gun N’ Roses yang dulu membesarkan nama Slash.

Jangan kuatir, kenangan itu hanya sebatas di track  One Last Thrill, karena lagu-lagu yang terdapat di dalam Apocalyptic Love memiliki ciri khasnya sendiri, meski tentu saja tidak bisa benar-benar lepas dari akarnya sebagai sebuah hard rock. Standing in Sun mungkin bisa mewakilinya. Beat yang rapat dan kencang menemani vokal Myles yang terdengar lebih tertahan, sementara raungan gitar Slash dengan setia mendampingi disetiap sudut. Tentu saja tidak bisa dinafikan jika album ini milik Slash sehingga instrumen gitar memang menjadi lebih mendominasi ketimbang vokal itu sendiri. Tapi untunglah tidak benar-benar meminggirkan vokal Myles yang berkarakter.

You’re A Lie mungkin track paling nge-pop dari album ini, namun wajar karena menjadi single pertama yang dilepas yang tentu saja diharapkan dapat menarik banyak perhatian. Track ini memang sedikit terpengaruh oleh alternatif atau modern rock meski tidak mentah-mentah meninggalkan semangat hard rock, terutama di bagian chorusnya. Track lain yang mungkin dapat mencuri perhatian adalah Anastasia yang dibuka dengan denting gitar akustik ala musik flamenco namun dengan segera gitar elektrik milik Slash melengkingkan riff yang tebal dan intens. Perpaduan yang unik dan seru sekali.

Elaborasi Slash dalam teknk bermain gitarnya pun dapat disimak dalam track Shots Fire yang terdengar sedikit grungy awalnya namun segera ngebut dengan kecepatan tinggi dalam gitar yang menderu-deru. Track khas lain dapat disimak dalam lagu We Will Roam yang mana kali ini drum memainkan porsi yang cukup besar untuk menjadi tandem derasnya riff milik Slash. Lagunya cukup melodik dan catchy sehingga bisa disebut sebagai salah satu lagu ter-easy listening di dalam album ini.

Tapi jangan lantas mengira Apocalyptic Love sebagai album yang berat dan sarat dengan eksperimen oleh Slash karena jujur saja, ini adalah album yang sangat mudah dicerna dan tidak membosankan sama sekali, meski sebenarnya memiliki corak dan gaya yang hampir setipe. Ada intensitas yang berbeda dan signifikan sehingga membuat setiap lagu memiliki pembedanya sendiri. Mungkin yang menjadi catatan adalah porsi solo Slash yang tidak terlalu besar dan ia cenderung mengambil posisi sebagai “teman duet” bagi Myles Kennedy. Lagipula Slash ternyata memilih untuk bermain aman dengan memilih riff-riff yang lekat dengan skena hard rock itu tadi ketimbang mengeskplorasi kekuatan dirinya sebagai gitaris. Nyaris tidak kita ketemui corak permainan ala blues misalnya, yang rasa-rasanya lekat dengan rock n roll.

Apocalyptic Love membuktikan jika seorang Saul Hudson atau yang kita kenal dengan Slash memang tidak ada matinya. Ia masih seorang master gitar yang utama. Album tidak hanya menjadi ajang rendezvous dengan kejayaan hard rock akan tetapi menjadi ajang “pamer” jika Slash adalah sosok master yang juara. Namun alih-alih terkesan jumawa, Apocalyptic Love adalah album yang sangat humble dan dipastikan akan sangat memuaskan para penikmat hard rock dan heavy metal.

Official Website

Rate this album: [ratings]

(Haris / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “Apocalyptic Love” 3:28
2. “One Last Thrill” 3:09
3. “Standing in the Sun” 4:03
4. “You’re a Lie” 3:50
5. “No More Heroes” 4:23
6. “Halo” 3:22
7. “We Will Roam” 4:49
8. “Anastasia” 6:07
9. “Not for Me” 5:21
10. “Bad Rain” 3:46
11. “Hard & Fast” 3:02
12. “Far and Away” 5:14
13. “Shots Fired” 3:48
14. “Carolina” (Bonus Track) 3:17
15. “Crazy Life” (Bonus Track) 3:40

Related posts

Leave a Reply