Trending News

Blog Post

Top 10 Music Videos: Maroon 5
Top 10 Lists

Top 10 Music Videos: Maroon 5 

Discography Maroon 5 terdiri atas 4 album studio, 3 album live, 1 album kompilasi, 1 album remix, 2 EP, 16 single, 4 single promosi dan 22 musik video. Lumayan banyak juga untuk band yang telah eksis selama satu dekade terakkhir ini. Kepopuleran dan keberhasilan yang mereka raih tentu saja berkat banyaknya fans yang dengan setia menunggu dan menyimak perilisan terbaru mereka. Musik video sebagai sarana promosi pun tak luput menjadi aspek penting bagi keberhasilan Maroon 5. Dari sebanyak 22 video yang telah mereka kerjakan, berikut 10 video terbaik menurut hasil polling yang telah dilakukan via twitter.

10. This Love (Alb. Songs About Jane, 2002)

Single kedua Maroon 5 dari album debut mereka ini memang memiliki nada yang catchy, sehingga tidak heran mampu menarik banyak perhatian. Dengan temanya yang sangat “seksual”, tidak heran jika MVnya pun mengadopsi tema yang sama. Sebenarnya MV memiliki konsep yang sederhana saja, dimana Maroon 5 tampil membawakan lagunya yang diselingi dengan potongan-potongan adegan Adam Levine tengah bermesraan dengan kekasihnya dengan cukup panas. MV yang disutradarai oleh Sophie Muller ini menjadi istimewa karena baik Levine dan modelnya, yang tak lain merupakan kekasih Levine pada saat itu, Kelly McKee, ditampilkan dengan kondisi setengah telanjang yang tentu saja menimbulkan aura seksi yang kental. Oleh karena “panas”nya MV ini tidak heran hadir dalam dua versi, yaitu uncensored dan (tentu saja) yang telah disensor.

09. Sunday Morning (Alb. Songs About Jane, 2002)

Sunday Morning adalah single keempat Maroon 5 untuk album Songs About Jane dan disutradari oleh Dawn Jansen. MV dibuka dengan menampilkan seting di sebuah karaoke dimana seorang pria Jepang paruh baya menyanyikan lagu This Love. Selanjutnya MV memperlihatkan orang-orang menyanyikan lagu Sunday Morning yang diselingi dengan adegan Maroon 5 yang tengah merekan lagu ini di Abbey Road Studio 3 bulan sebelumnya. Sampai pada akhirnya, menjelang akhir, Maroon 5 pun turut hadir di karaoke tersebut dan bersama ikut menyanyikan lagu ini. MV ini terinspirasi saat Maroon 5 tengah melakukan perjalanan ke Jepang dan menyadari jika lagu-lagu mereka telah tersedia di beberapa karaoke disana.

08. Moves Like Jagger (Alb. Hands All Over, 2011)

Ini adalah kolaborasi kedua Maroon 5 dengan Jonas Åkerlund setelah Wake Up Call. Sesuai dengan judulnya, Mick Jagger memang muncul di MVNya namun hadir melalui serangkaian arsip footage yang memperlihatkan “goyangan” khasnya. Sisanya, video memperlihatkan beberapa orang yang meniru tingkah polah Jagger. Inti videonya memang kumpulan adegan serangkaian orang yang mencoba “moves like Jagger”, termasuk Adam Levine sendiri. MV tentu saja juga memperlihatkan duet antara Levine bersama Christina Aguilera yang menjadi teman duetnya di single ini.

07. Goodnight Goodnight (Alb. It Won’t Be Soon Before Long, 2007)

MV Goodnight Goodnight dikerjakan oleh Marc Webb yang sekarang mungkin kita kenal dari film-film seperti (500) Days of Summer dan The Amazing Spider-Man. Kekuatan Webb dalam narrative tampak jelas dalam MV ini. Dengan menghadirkan split screen, MV memperlihatkan dua adegan yang berjalan secara pararel, dengan embel-embel Before dan After yang pastinya untuk memperlihatkan plot line MVnya, yaitu kisah percintaan antara Levine dengan sang model yang diperankan oleh Candace Bailey. Uniknya, menjelang akhir, kisah di Before justru ditutup dengan awal di bagian After. Kisah romantis dalam MVnya sesekali ditimpali dengan penampilan Maroon 5.

06. Makes Me Wonder (Alb. It Won’t Be Soon Before Long, 2007)

Dalam MV ini kita akan diperlihatkan sisi chic dari Maroon 5. Berseting di sebuah bandara yang dimana umumnya diisi oleh kru berkejenis kelamin perempuan, MV memperlihatkan sisi elegan Adam Levine dan teman-temannya. Konsepnya sederhana saja. Maroon 5 tampil membawakan lagunya sementara orang-orang lalu lalang disekitarnya. John Hillcoat yang menjadi sutradara tampaknya memang ingin menampilkan MV yang tak terlalu linear atau pun memiliki plot yang jelas. The idea is to turn the airport into bizarre, surreal, sexually charged, fashionable world. Dan tampaknya misinya sih berhasil.

05. She Will Be Loved (Alb. Songs About Jane, 2002)

MV She Will Be Loved ini mungkin video Maroon 5 yang bermuatan psikologis yang cukup kental. Pada awalnya tema MV akan terlihat seperti pemuda (diperankan oleh Levine tentu saja) dengan obsesinya pada seorang MILF (Mother I Like to F#BLEEP), yang diperankan oleh aktris Kelly Preston, namun pada beberapa kesempatan diperlihatkan adegan-adegan yang secara ambigu mempertunjukkan jika sang MILF morphing menjadi sosok yang lebih muda dan menjadi kekasih sang pemuda dan sang pemuda juga morphing menjadi pria dewasa yang menjadi suami sang MILF. Ambiguitas yang diperlihatkan ini mungkin ingin menunjukkan kegelisahan seorang perempuan dalam kehidupan romansanya. Video disutradarai oleh Sophie Muller.

04. Never Gonna Leave This Bed (Alb. Hands All Over, 2010)

Never Gonna Leave This Bed adalah single ketiga dari album ketiga Maroon 5, Hands All Over. MVnya dikerjakan oleh Tim Nackashi dengan mengusung tema sensualitas dan eksibisonis yang cukup kuat. Dan untuk kesekian kalinya mengajak (mantan) pacarnya sebagai model. Kali ini giliran model asal Rusia, Anne Vyalitsyna, yang mendapat jatah. Konsepnya sederhana saja. Sepanjang video akan diperlihatkan Levine bersama Anne yang berduaan di sebuah tempat tidur. Uniknya tempat tidur tersebut terletak di outdoor dan berpindah-pindah lokasi, termasuk di dergama di Santa Monica dan Broadway di Los Angeles. Tentu saja MV tidak lengkap tanpa kehadiran Maroon 5 membawakan lagunya yang berlokasi tak kalah uniknya, antara lain disebuah mobil yang berjalan, kamar dan pinggiran jalan.

03. Misery (Alb. Hands All Over, 2011)

MV Misery dikerjakan oleh sutradara music video terkenal Joseph Kahn, dan menampilkan konsep yang cukup unik. Awalnya video memperlihatkan Levine yang tengah bermesraan dengan seorang perempuan (lagi-lagi diperankan oleh Anne Vyalitsyna), namun sesuai durasi MV, semakin jelas terlihat jika sang perempuan lebih senang menyiksa Levine ketimbang bermesraan dengan dirinya. Maka jadilah Levine bulan-bulanan sang perempuan seksi, mulai dari dipukul, ditendang, ditabrak, dilempar molotov dan semacamnya. Namun nasib naad Levine tak sebanding dengan “nasib menggenaskan” yang harus diterima oleh rekan-rekan seband Levine yang harus menemui “akhir hayatnya” secara menggiriskan di tangan sang perempuan. Meski terkesan kasar dan vulgar, namun untunglah video mengemasnya dalam balutan komedi, sehingga adegan-adegan “sadis” malah terlihat menggelikan.

02. One More Night (Alb. Overexposed, 2012)

Single kedua Maroon 5 untuk album keempat mereka, Overexposed, memiliki MV dengan jalinan cerita yang tak kalah filmisnya dari MV single pertama mereka, Payphone. Tidak heran, karena disutradarai oleh aktor yang kemudian lebih serius di jalur penyutradaraan film, Peter Berg (Battleship). MV ini pun lagi-lagi menjadi ajang pamer kekuatan akting oleh Adam Levine. Dikisahkan dirinya sebagai sosok petinju yang harus terjebak dalam situasi dilematis bersama istrinya yang tampaknya sudah lelah dengan kehidupan rumah tangga mereka. Levine tampaknya benar-benar into his character untuk MVnya karena tampil dengan cukup meyakinkan sebagai seorang petinju selain harus mampu menunjukkan kekuatan emosinya secara lebih subtil. Aktris Minka Kelly berperan sebagai istri (atau mungkin kekasih saja?).

01. Payphone (Alb. Overexposed, 2012)

MV Payphone menggunakan alur maju-mundur dengan pendekatan ala film. Disutradari oleh Samuel Bayer (A Nightmare on Elm Street), Payphone tampaknya mengadopsi genre thriller sebagai sentra kisahnya. Meski begitu, tentu saja romansa masih menjadi tema utama dari MV ini. Berseting di sebuah bank, Levine diperlihatkan sebagai seorang karyawan yang harus terlibat dalam sebuah perampokan. Saat ia bersama salah seorang rekan kerjanya (diperankan oleh model Victoria’s Secret asal Belanda, Bregje Heinen) berusaha menyelamatkan diri dari gerombolan perampok tersebut, polisi salah mengira dirinya sebagai perampok sehingga terjadilah kejar-kejaran yang seru. Adegan awal dan akhir MV menampilkan sebuah booth telepon umum.

(Haris / CreativeDisc Contributor)

Related posts

Leave a Reply