Trending News

Blog Post

Album of The Day: Nelly Furtado – The Spirit Indestructible (Deluxe Edition)
Album of The Day

Album of The Day: Nelly Furtado – The Spirit Indestructible (Deluxe Edition) 

Nelly Furtado is back! Album terbarunya, tepatnya album kelimanya, The Spirit Indestructible, yang tampaknya hadir untuk menyusul kesuksesan album Loose di tahun 2006 yang lalu. Yep! Furtado akhirnya memutuskan untuk kembali skena elektro-pop dengan album terbarunya. Sebenarnya menarik melihat diskografi penyanyi asal Kanada berarah Portugis ini. Memulai karirnya 12 tahun lalu dengan album pop-folk menyenangkan berjudul Whoa, Nelly! (2000). Semangat eklektisme tersebut berlanjut dengan album sophomore-nya, Folklore (2003). Namun kemudian ia hadir dengan Loose yang penuh kejutan. Kerjasamanya dengan maestro Hiphop, Timbaland, sukses mengantarkan Furtado ke puncak ketenaran dan mengedepankan namanya sebagai artis pop terkemuka.

Setelah album berbahasa Spanyol berjudul Mi Plan (2009), Furtado mencoba mengulangi formula sukses Loose. Hanya saja tidak ada nama Timbaland lagi disini yang bekerja di belakang layar (kecuali sebagai label yang merilis album ini). Sebagai gantinya hadir nama yang tak kalah populer si skena Hiphop, yaitu Rodney Jerkins atau yang biasa kita kenal dengan Darkchild. Keraguan kemudian mencuat. Biasakah kerjasama ini mengulang sukses? Dan bisakah Darkchild memberikan sesuatu yang baru dalam polesan musik Furtado yang khas?

Big Hoops (Bigger The Better) pun menjadi teaser yang sempurna. Dengan mengandalkan drum and bass yang masif, single ini terdengar sangat bergemuruh dan menghentak. Nuansa edgy dan sedikit gloomy menambah warnanya dan memastikan megahnya single ini. Belum lagi menjelang akhir single memasukkan semacam drum loops ala industrial yang seru. Tempo yang tidak terlalu kencang tidak menghalangi single Big Hoops (Bigger The Better) ini untuk hadir dengan penuh tenaga. Ini menjadi indikasi jika The Spirit Indestructible tampaknya memang akan mengikuti jejak Loose dengan sempurna.

Albumnya sendiri dibuka dengan lagu berjudul sama, yaitu The Spirit Indestructible. Disini Furtado dan Darkchild mencoba menampilkan Furtado dalam semangat dance yang kental. Akan tetapi disini Furtado memberikan penampilan yang lebih light dan melodik. Ditambah pula dengan chant vokal sebagai aksentuasi untuk menambah harmonis lagunya. Tampaknya Furtado mengimbuhi semangat folk pula, yang membuat ini terdengar seperti materi di album pertamanya, Whoa, Nelly! (2000). Beat yang bergelora memang mengundang untuk berdansa, namun semangat positif yang terkandung di dalam lagunya juga susah ditolak.

Setelah Big Hoops (Bigger the Better) dan The Spirit Indestructible, lagu Parking Lot dikabarkan akan menjadi single ketiga Nelly untuk album tersebut. Masih mengandalkan Darkchild sebagai produser dan drum and bass yang masif sebagai arsiran musik, Parking Lot menghadirkan Nelly Furtado dalam gaya ala mars yang antemik. Dengan vokal yang terdengar sedikit bermalas-malasan, Nelly pun tampaknya berupaya untuk tampil ngerap. Upaya yang patut dipuji. Oh ya jangan lewatkan nomor dance-ultra-catchy versi Furtado dan Darkchild dalam Waiting for the Night yang menampilkan vokal Furtado yang memiliki kemampuan untuk tampil lemut dan bertenaga yang saling susul-menyusul.

Tapi The Spirit Indestructible tidak hanya memiliki Darkchild sebagai produser, karena masih ada nama seperti Salaam Remi, yang memproduseri tiga lagu, yaitu Something, The Most Beautiful Thing dan Enemy. Dua lagu pertama menampilkan penyanyi tamu sebagai teman duet, yaitu rapper Nas di dalam lagu Something dan penyanyi pengusung pop-folk Sara Tavares di lagu The Most Beautiful Thing.

Something adalah nomor Hiphop midtempo yang gelap dan moody. Kesan berlarat membuat atmosfir terasa pekat. Sementara The Most Beautiful Thing adalah sebuah balada lirih yang lembut dan kuat dengan nuansa world music. Sebuah lagu yang indah penuh dengan semangat folk yang dulu kita kenal dari Furtado, meski tentu saja tetap hadir dalam balutan elektro-pop. Semangat pop-folk yang lebih organis dihadirkan dalam Enemy, yang rasa-rasanya merupakan salah satu track terbaik di album ini.

Michael Angelakos dan Chris Zane hadir sebagai produser untuk track elektro-inide pop yang dipadukan dengan RnB Teknik produksi yang terjaga membuat single ini terdengar istimewa. Uniknya, mereka tak melupakan imbuhan folk Nelly ke dalamnya. Ini tentu saja tak lepas dari tangan dingin Angelakos yang merupakan frontman grup elektropop Passion Pit. Produser veteran Rick Nowels pun hadir dengan memberikan lagu Believers (Arab Spring) yang hadir dengan semangat rok yang padu. Rasa-rasanya tack ini akan mengembalikan kita kepada Nelly Furtado yang dulu pernah kita kenal.

Sebenarnya tidak sama sekali salah jika Furtado memutuskan untuk hadir dalam nomor-nomor yang mengandalkan beat-beat mesin, karena toh hasilnya memang mampu menghadirkan lagu-lagu yang terjaga secara estetika dan tidak terdengar jenerik. Jajaran produser yang terlibat di dalam album ini tak melupakan sama sekali akar bermusik Furtado, serta kedalaman dalam tema yang diusung oleh berbagai lagunya, sehingga membuat The Spirit Indestructible seperti sebuah album elektro-pop-folk-RnB-Hiphop yang mapan.

Hanya saja, album ini kemudian terdengar cukup berat. Bagus. Namun kurang berkesan. Beberapa lagu yang diproduksi oleh Darkchild terlalu mengandalkan mesin sehingga terkesan terlalu steril dan susah dicerna. Tipe grower, demikian mungkin istilah awamnya. Ini mungkin menyebabkan The Spirit Indestructible akan sedikit sulit diterima oleh pendengar awam yang terbiasa dengan album pop yang easy listening yang beramunisi lagu-lagu ultra-cathy.

Edisi Deluxe menyimpan lagu-lagu yang tak kalah menariknya. Highlight-nya mungkin adalah lagu reggae seru berjudul Don’t Leave Me atau lagu istimewa berjudul Thoughts yang menampilkan paduan suara The Kenyan Boys Choir.

The Spirit Indestructible menunjukkan jika Nelly Furtado adalah artis yang kreatif. Ia tidak hanya bernyanyi namun juga seorang penulis lagu dan konseptor. Ini menjadi nilai lebih bagi The Spirit Indestructible karena mampu menampilkan nilai artistik yang tinggi. Ini bukan album yang akan memuaskan semua pihak. Divisive? Mungkin saja. Album yang bagus? Bisa saja. Satu yang pasti, sangat layak untuk disimak.

Official Website

(Haris / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “Spirit Indestructible” 4:02
2. “Big Hoops (Bigger the Better)” 3:52
3. “High Life” (featuring Ace Primo) 4:19
4. “Parking Lot” 5:25
5. “Something” (featuring Nas) 3:35
6. “Bucket List” 4:22
7. “The Most Beautiful Thing” (featuring Sara Tavares) 3:59
8. “Waiting for the Night” 4:29
9. “Miracles” 3:27
10. “Circles” 3:52
11. “Enemy” 4:18
12. “Believers (Arab Spring)” 4:08

DELUXE EDITION BONUS TRACK
13. “Hold Up” 4:14
14. “End of the World” 3:46
15. “Don’t Leave Me” 3:39
16. “Be OK” (featuring Dylan Murray) 3:28
17. “Thoughts” (featuring The Kenyan Boys Choir) 2:43
18. “Thoughts” (Tiësto Remix featuring The Kenyan Boys Choir) 2:37

Related posts

Leave a Reply