Trending News

Blog Post

Album of The Day: Calvin Harris – 18 Months
Album of The Day

Album of The Day: Calvin Harris – 18 Months 

Released by: Sony Music Indonesia

Berbekal dua album yang cukup sukses, DJ asal Skotlandia, Calvin Harris, sudah memiliki tempat di hati penikmat musiknya, meski mungkin hanya terbatas pada kalangan tertentu. Namun, sesuai dengan trend yang saat ini tengah berkembang di kalangan DJ, yaitu memproduksi album yang lebih kental dengan nuansa pop untuk membidik pasar mainstream yang lebih luas, maka hadirlah 18 Months. Apakah album ini masih memiliki ciri khas seorang Calvin Harris?

Harris pernah menyebutkan sangat berterimakasih kepada Rihanna yang mempercayakan dirinya untuk mengerjakan hits raksasa We Found Love, yang merupakan single andalan Ri untuk album keenamnya, Talk That Talk (2011). Berkat single tersebut nama Harris seketika segera mencuat ke permukaan dan menarik perhatian orang banyak. Oleh karenanya, berbekal itu, Harris pun kemudian mengerjakan 18 Months dengan mengajak banyak penyanyi untuk membantunya.

Oleh karenanya, tidak mengherankan jika dari 15 lagu yang terdapat di dalam 18 Months, 9 di antaranya menghadirkan featuring artist sebagai vokal tamu untuk menemani Harris, termasuk tentu saja Rihanna dengan We Found Love-nya. Hasilnya, album ini pun lebih “kaya” dalam variasi pilihan musik, meski template utamanya masih electro-house dan nudisco. Satu yang menjadi pembeda, 18 Months menampilkan Harris dalam musik-musik yang lebih nge-pop dan (kemungkinan) akan lebih dapat diterima oleh awam.

Album dibuka dengan sebuah nomor instrumentalia bertempo sedang berjudul Green Valley yang bertugas sebagai pemanas mesin, karena tanpa basa-basi, kita segera disambut dengan Bounce yang menampilkan vokal Kelis. Lagunya memang lebih kental dengan nuansa pop, meski beat elektrohouse tetap memberi warna. Lagu yang sejenis dapat juga ditemui dalam lagu seperti We’ll Coming Back yang menampilkan Example (yang kemudian juga memilih single bercorak sama untuk single album terbarunya).

Menilik nama-nama yang terlibat di dalamnya, kita dapat mengasumsikan jika Harris mau albumnya memiliki komposisi artis yang populer/mainstream dengan yang relatif kurang dikenal/indie. Untuk nama popular, sebut saja Ne-Yo dalam Let’s Go yang berbau RnB atau Drinking From the Bottle yang menampilkan rapper Tinie Tempah yang terpengaruh Hiphop. Nomor sejenis dapat ditemui dalam Here 2 China yang menampilkan Dillon Francis dan Dizzee Rascal dalam Hiphop yang lebih mapan dan meminggirkan sejenak beat-beat house.

Jangan lewatkan nomor cantik I Need Your Love yang menampilkan vokal khas Ellie Goulding. Sedikit agak mengingatkan akan formula yang diusung oleh We Found Love, namun karena menyesuaikan dengan Goulding yang manis dan lembut, I Need Your Love hadir dengan atmosfir yang lebih ringan dan cerah. Romantis. Sementara itu Florence Welch dari Florence + The Machine hadir dengan Sweet Nothing yang tampaknya merupakan “jawaban” Harris atas hits sukses Guetta bersama Sia, Titanium.

The last least familiar name adalah penyanyi bernama unik, Ayah Mayar, yang tampaknya dicoba orbitkan oleh Harris. Lagu mereka, Thinking About You bertugas sebagai penutup album yang rasa-rasanya memang pilihan yang tepat. Vokal Mayar yang empuk terasa tepat mengantarkan beat nudisco yang urban dan chilling yang diusung oleh lagunya.

Meski pernah menyebutkan tidak akan bernyanyi lagi saat konser, namun ternyata ia masih percaya diri untuk menghadirkan vokalnya di track Feel So Close. Sebenarnya ia harus mulai cukup sering “memamerkan” vokalnya sendiri, karena suaranya memang berkarakter dan ia bisa bernyanyi dengan baik. Terlepas dari itu, Harris tentu saja tidak akan membiarkan albumnya kering dengan nomor instrumentalia. Oleh karenanya, tetap hadir track-track seperti Mansion yang memiliki tekstur tebal dan kaya oleh sound synth-pop ala Daft Punk. Nomor yang (sepertinya) juga terpengaruh oleh Daft Punk adalah Mansion, namun kini hadir dalam aransemen yang lebih loungy dan minimalis.

Jangan lewatkan pula nomor instrumentalia lainnya dalam Awooga yang seru sekali. Berdentam-dentam, kenal dengan house yang keren dan kaya bunyi-bunyian yang canggih. Dan kurang seru pula jika tanpa kehadiran duet seru Harris dengan sesama DJ/produser, yang kali ini hadir DJ asal Belanda, Nicky Romero, menjadi tandem dalam track Iron. Uniknya kerjasama mereka mencoba musik yang saat ini tengah nge-trend, yaitu dubstep. Hasilnya? Meriah dan riuh.

Jadi, apakah 18 Months masih menyisakan kekuatan Harris sebagai artis pengusung house? Tentu saja. Akan tetapi, ketimbang I Created Disco (2007) atau Ready for the Weekend (2009), album ketiganya ini memang cenderung lebih vocal-driven. Dan meski aransemen Harris masih briliant seperti biasanya, namun mau tidak mau harus menjadi “latar”. Oh yes! This is a pop album. Akan tetapi album pop berbalut house yang pastinya sangat seru. Utterly entertaining from start to finish.

Official Website

(Haris / CreativeDisc Contributor)

TRACKLIST
1. “Green Valley” 1:49
2. “Bounce” (Radio Edit) feat. Kelis 3:42
3. “Feel So Close” (Radio Edit) 3:26
4. “We Found Love” feat. Rihanna 3:35
5. “We’ll Be Coming Back” feat. Example 3:54
6. “Mansion” feat. 2:07
7. “Iron” with Nicky Romero 3:39
8. “I Need Your Love” feat. Ellie Goulding 3:54
9. “Drinking from the Bottle” feat. Tinie Tempah 4:00
10. “Sweet Nothing” feat. Florence Welch 3:32
11. “School” Harris 1:47
12. “Here 2 China” feat. Dillon Francis and Dizzee Rascal 2:32
13. “Let’s Go” feat. Ne-Yo 3:52
14. “Awooga” 3:51
15. “Thinking About You” feat. Ayah Marar 4:07

Related posts

Leave a Reply